<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294</id><updated>2012-02-26T05:08:23.436-08:00</updated><title type='text'>Yuri Alamsyah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yuri Alamsyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04422086139469178877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-CmPvEOAguZk/TaFIzMyPUoI/AAAAAAAAACU/ZYdgSpNKAf8/s220/197276_207320102617651_100000189879259_954596_5906082_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294.post-214529092802414919</id><published>2011-05-18T20:16:00.001-07:00</published><updated>2011-05-18T20:16:20.297-07:00</updated><title type='text'>QASAM DALAM AL-QUR'AN</title><content type='html'>Pembahasan tentang qasam di dalam Al-Qur'an ini telah diulas secara khusus oleh seorang ulama' mujtahid abad pertengahan, seorang ulama' yang sangat dihormati semasa hidupnya maupun ketika beliau sudah meninggal, yaitu Ibnul Qayyim Al-Jauziyah. Beliau mengarang sebuah kitab yang mengulas permasalahan qasam secara khusus. Tersebut berjudul Aqsamul Qur'an yang dinamakan pula dengan At-Tibyan. &lt;br /&gt; Dalam pembahasan ini saya mengambil rujukan utama dari kitab ulumul qur'an milik Syaikh Manna' Qatnh. Syaikh Manna' Qatnh memberikan keterangan bahwa pembahasan ini merupakan intisari dari kitab Ibnu Qoyyim Al-Jauaziyah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI QASAM:&lt;br /&gt; Secara bahasa aqsam adalah bentuk jama' dari qasam yang berarti al-hilf dan al-yamin, dalam bahasa indonesia berarti sumpah. Sigat (bentuk kata) asli qasam ialah fi'il (kata kerja) "aqsama" atau "ahlafa" yang ditransitifkan (dijadikan memerlukan objek) dengan huruf "ba" untuk sampai kepada muqsam bih (sesuatu yang digunakan untuk bersumpah), lalu disusul dengan muqsam alaihi (sesuatu yang karenanya sumpah tersebut diucapkan), muqsam alaihi disebut juga jawab qasam. Jadi ada tiga unsur dalam sighat qasam: fi'il yang ditransitifkan dengan huruf "ba", muqsam bih, dan muqsam alaihi.&lt;br /&gt; Secara istilah qasam didefinisikan sebagai "mengikat jiwa (hati) agar tidak melakukan atau melakukan sesuatu, dengan suatu makna yang dipandang besar, agung, baik secara hakiki maupun I'tiqadi, oleh orang yang melakukan sumpah. Sumpah dinamakan juga dengan yamin (tangan kanan), karena orang arab ketika sedang bersumpah memegang tangan kanan sahabatnya.&lt;br /&gt; Oleh karena lafadz qasam ini sering digunakan dalam dalam percakapan maka ia diringkas, dengan cara menghilangkan fi’il qasam dan dicukupkan dengan huruf “ba”. Kata ba ini diganti dengan huruf wawu’ pada isim dzahir. Al lail 1. dan di ganti dengan huruf ta’ pada lafadz jalalah. Namun qasam dengan huruf ta’ ini jarang digunakan, yang paling banyak digunakan adalah denganwawu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FAEDAH QASAM DALAM AL-QUR'AN&lt;br /&gt; Dalam bahasa arab mukhatab memiliki beberapa keadaan yang dalam ilmu ma'ani disebut adrubul khabar tsalasah.. qasam merupakan bentuk penguat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUQSAM BIH DALAM AL-QUR'AN&lt;br /&gt; Allah bersumpah dengan dzatnya pada tujuh tempat. Selainnya dengan makhlukNya, dan inilah yang paling banyak. Allah dapat bersumpah dengan apa yang dikehendakiNya tapi sumpah manusia dengan selain Allah adalah kesyirikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MACAM-MACAM QASAM&lt;br /&gt; Zahir dan mudmar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAL IHWAL MUQSAM ALAIHI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QASAM DAN SYARAT&lt;br /&gt; Jika qasam dan syarat berkumpul dalam suatu kalimat, maka kalimat yang berperan sebagai jawab adalah bagi yang terletak lebih dahulu dari keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA FI'IL YANG BERFUNGSI SEBAGAI QASAM &lt;br /&gt; Apabila qasam berfungsi memperkuat muqsam alaihi, maka beberapa fi’il dapat berperan sebagai qasam jika konteks kalimatnya menunjukkan makna qasam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1770333844315136294-214529092802414919?l=yurirobithoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/feeds/214529092802414919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/qasam-dalam-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/214529092802414919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/214529092802414919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/qasam-dalam-al-quran.html' title='QASAM DALAM AL-QUR&apos;AN'/><author><name>Yuri Alamsyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04422086139469178877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-CmPvEOAguZk/TaFIzMyPUoI/AAAAAAAAACU/ZYdgSpNKAf8/s220/197276_207320102617651_100000189879259_954596_5906082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294.post-560010272814634667</id><published>2011-05-18T20:14:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T20:15:02.317-07:00</updated><title type='text'>ILMU-ILMU QUR'AN</title><content type='html'>PENGERTTIAN, PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGANYA&lt;br /&gt;     Pada masa Rosulullah saw para sahabat  sangat rakus tolabul ilmu dan talaqi kepada rosulullah saw untuk mendengarkan al-qur'an, memahaminya dan menghafalnya,di samping itu mereka juga mengamalkanya,dan itu merupakan keutaman mereka dan kelebihan mereka.&lt;br /&gt;     Pada masa itu rosulullah melarang para sahabatnya menulis sesuatu kecuali dari al-qur'qn saja. Akan tetapi sesudah itu rosulullah mengizinkan sebagian sabatnya untuk menulis hadits nabi saw.&lt;br /&gt;     Pada masa kholifah Abu Bakar As-Sidiq Al-Qr'an mulai dikumpulkan dan dibukukan, karena setelah terjadinya perang yamamah banyak para khufad yang gugur dalam medan perang. kemudian di kumpulkan kembali pada masa kholifah Utsman bin Affan menjadi satu mushaf yang dinamakan dengan muhaf imam,dan kemudian disebarkan kebeberapa penjuru daerah. &lt;br /&gt;Dan tulisanya dinamakan dengan Utsmani karena dinisbatkan kepada beliau Kholifah Usman Bin Affan.maka, sejak itu mulai muncullah ilmu rosmil Al-Qur'an. &lt;br /&gt;     Kemudian pada masa Kholifah Ali bin Abi Tholib, Abu Aswad Adu Ali mengarang qoidah –qoidah nahwu dengan perintah kholifah yaitu dengan tujuan untuk menjaga kebenaran dan keselamatan dalam melafadkan/membaca serta dalam mensyakali al-qur'an Al-karim. Maka pada masa itu lebih mashur di namakan dengan  mulai munculnya ilmu I'robul Al-Qur'an. &lt;br /&gt;     Para sahabat meneruskan penukilan makna Al-Qur'an dan tafsiran sebagian ayat-ayatnya ,maka dengan kesungguhan mereka di dalam memahami serta mulazamah/belajar dengan rosul, maka mulai munncullah para ahli tafsir yang mashur dari kalangan sohabat dan dari kalangan tabi'an yang mana mereka belajar kepada para sahabat.adapun para ulama ahli tafsir yang mashur dari kalangan para sahabat adalah: Kholifah yang empat, Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, Ubai bin Ka'ab, Zaid bin Tsabit, Abu Musa Al-ansori dan Abdullah bin Zubair.Dan yang paling banyak periwatanya dalam penafsiran adalah : Abdullah bin Abbas, Abdulolah bin Mas'ud,dan ubai bin ka'ab.&lt;br /&gt;      Sedangkan dari kalangan tabi'in adalah mereka dari para murid tiga ulama sahabat yang mashur itu diantaranya:&lt;br /&gt;1.imam mujahid, said bin jubair, Ikrimah dan thowus [para murid ibnu Abbas di mekah ]&lt;br /&gt;2. Zaid bin Aslam, Abu 'Aliah, Muhammad bin ka'ab Al-Qordzi.[murid Ubai bin Ka'ab di madinah]&lt;br /&gt;3. Alqomah bin Qois, Masruq,dan Hasan Al-Basri [para murid Ibnu Mas'ud di Iraq].&lt;br /&gt;       Semua pembahasan ini dalah untuk ta'aruf /mengenal dengan ilmu qur-an sehingga tahu tentang ilmu ini .&lt;br /&gt;Ulum adalah jama' dari ilmu yang artinya faham/mendapat .&lt;br /&gt;Sedangkan maksud dari ilmu Qur'an adalah ilmu yang terdiri dari pembahasan-pembahasan yang bersangkutan dengan Al-Qur'an dari segi pengertian, Sebab-sebab turun, pengumpulan Al-qur'andan penertibanya, ilmu maki dan madani, Nasih dan mansukh, muhkam dan mutasabih, dan lain sebagainya .&lt;br /&gt; Ilmu ini juga dinamakan dengan usulul tafsir karena pembahasan ini harus di ketahui oleh para ahli tafsir dan para ustad di dalam menafsirkan Al-Qur'an.   &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  AL-QUR'AN&lt;br /&gt;A. DEFINISI AL-QUR'AN&lt;br /&gt;Secara bahasa Al;qur'an dari kata  قرأ Artinya :mengumpulkan dan القراءة : mengumpulkan huruf dan kalimat sebagiannya kepada sebagian yang lain di dalam membaca, sedangkan Al-Qur'an aslinya seperti Qiro'ah masdar dari قرأ,  قراءة, و قرءانا  .&lt;br /&gt;Secara istilah  Alqur'an adalah Kalam Allah Yang diturunkan kepada nabi Muhammad Saw dan membacaannya  adalah ibadah.&lt;br /&gt;B. NAMA DAN SIFAT AL-QUR'AN&lt;br /&gt;1. Nama-nama Alqur'an &lt;br /&gt;@ Al-qur'an, Al Kitab, Al Furqon, Ad-Dzikru, At Tanzil&lt;br /&gt;2. Sifat-sifat Al-Qur'an  &lt;br /&gt;@Nurun [cahaya], Hudan [petunjuk], Sifa' [obat], Rahmat, Mau'idoh [nasihat]  Mubarok[berkah], Busyro[kabar gembira],  'Aziz {yang mulia}, Majid{yang dihormati}, Basyir {pembawa kabar gembira}, Nadzir {pembawa pringatan}                         dan mubin{ yang menerangkan}. &lt;br /&gt;     C.PERBEDAAN ANTARA AL-QUR'AN, HADITS NABAWI DAN HADITS       QUDSI&lt;br /&gt;   Definisi Al-qur'an telah dikemukakan di depan.Dan untk mengetahi definisi Qur'an dengan hadis qudsi dan hadis nabawi, maka disini kami kemkakan dua definisi bikut ini: &lt;br /&gt;   Hadis nabawi&lt;br /&gt;   hadits [baru] dalam arti bahasa  lawan qodim {lama}.Adn yang dimaksud hadis adalah setiap kata-kata yang diucapkan dan dinukil serta isampaikan oleh manusia baik kata-kata itu diperoleh melalui pendengaranya ata why, baik daam keadaan jaga atau daam keadaan  tidur. &lt;br /&gt;   Sedang menurut istilah adalah: Apa saja  yang di sandarkan kepada Nabi s.a.w. baik berupa perkataan, perbuatan, persetjuan atau sifat.&lt;br /&gt;   Hadits Qudsi &lt;br /&gt;   Kita telah mengetahui makna hadis secara etimologis.sedang kata Qudsi dinisbatkan kepada kata quds. Nisbah ini mengesankan rasa homat karena materi kata itu sendiri menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam arti bahasa..&lt;br /&gt;   Hadits Qudsi ialah: hadis yang oeh nabi s.a.w. disandarkan kepada Allah.Maksdnya Anbi meriwayatkanya bahwa itu adalah kalam Allah . Maka rosul menjadi perowi kalam Allah ini adalah lafad dari Nabi sendiri. Bila seseorang meiwayatkan hadis qudsi, maka dia meriwayatkanya dari Rosulullah dengan disandarkan kepada Allah dengan mengatakan: &lt;br /&gt;    "Rosulullah s.a.w. mengatakan mengenai apa yang diriwayatkannya dari tuhanya"; atau ia mengatakan :&lt;br /&gt;   "Rosulullah s.a.w. mengatakan: Allah Ta'ala telah berfirman atau berfirman Allah Ta'ala."   &lt;br /&gt;D. PERBEDAAN  ANTARA AL-QUR'AN DENGAN HADITS QUDSI &lt;br /&gt;Diantara perbedaannya adalah:&lt;br /&gt;1. Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Rosulullah dengan lafadnya dan sebagai penanatang orang arab dan sebagai mukjizat.Sedangkan Hadis Qudsi tidak untuk  menantang dan tidak pula untuk mukjizat.&lt;br /&gt;2. Al-Qur'anul karim hanya dinisbatkan kepada Allah, sehingga dikatakan: Allah telah berfirman. Sedangkan Hadis Qudsi seperti yang dijelaskan diatas – terkadangdiiwayatkan dengan disandarkan kepada Allah itu meupakan nisbah dibuatkan. Maka dikatakan :"Allah telah berfirman atau Allah berfiman." Dan terkadang diriwayatkan  dengan disandarkan kepada Rosulullah s.a.w. tetapi nisbahnya adalah nisbah kabar kaena nabi yang menyampaikan hadis itu dari Allah. &lt;br /&gt;3. Al-Qur'anul Karim Semuanya dinuqil secara  mutawatir,sehingga kepastianya sudah mutlak sedangkan Hadits Qudsi kebanyakanya  khobar ahad sehingga kepastianya msih merupakan dugaan. Adakalanya hadis qudsi itu shahih, terkadang hasan,dan terkadang pula dhoif.&lt;br /&gt;4. Al-Qur'anul karim  lafad dan maknanya dari Allah SWT, sedangkan Hadis Qudsi maknanya dari Allah dan lafadnya dari Rosulullah Saw.&lt;br /&gt;5. Membaca Al-Qur'an merupakan ibadah karena itu ia dibaca di dalam solat. seperti firman Allah : Maka bacalah yang mudah bagimu  dari Al-Qur'an [muzammil:20], nilai ibadah membaca Qur'an juga terdapat dalam hadits nabi : barang siapa membaca satu huruf dari kitab Allah [Al-qur'an ]maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan berlipat menjadi sepuluh kebaikan, saya tidak mengatakan الم itu satu huruf melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.[Hr.At Turmudzi]. Sedangkan Hadits Qudsi tidak diberi pahala ketika dalam solat dan bacaannya itu di beri pahala oleh Allah dengan pahala umum ,tidak seperti alquran yaitu satu huruf diberi pahala sepulih kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. PERBEDAAN ANTARA HADITS QUDSI DENGAN HADITS NABAWI  &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;        Hadits Nabawi di  bagi menjadi dua yaitu Tauqiifii dan Taufiiqii.&lt;br /&gt;Tauqiifii yaitu: rosulullah mendapatkan wahyu kemudian rosul menjelaskannya kepada manusia dengan perkataannya .&lt;br /&gt;Taufiiqii yaitu : kesimpulan rosulullah saw dari pemahamanya terhadap Al-Qur'an, karena sebagai penjelasan terhadap Al-Qur'an, atau kesimpulan dengan ijtihad dan renungan.&lt;br /&gt;        Hadits Qudsi maknanya dari Allah Azza Wajalla, ia disampaikan kepada Rosulullah Saw melalui salah satu cara penurunan wahyu: sedang lafalnya dari Rosulullah s.a.w. Inilah pendapat yang kuat.&lt;br /&gt;        Mengenai hal ini timbul dua subhat:&lt;br /&gt;        Pertama: Bahwa hadis nabawi ini juga wahyu secara maknawi yang lafalnya dari rosulullah s.a.w. tetapi mengapa hadis nabawi tidak kita namakan juga hadis qudsi? Jawabanya ialah bahwa kita merasa pasti tentang hadis qudsi bahwa ia diturunkan maknanya dari allah karena adanya nas syara' yang menisbahkanya kepada Allah; yaitu kata-kata rosulullah s.a.w.: Allah ta'ala telah berfirman, atau Allah ta'ala befirman. Itu sebabnya kita namakan hadis qudsi . hal ini berbeda dengan hadis-hadis nabawi, karena hadis nabawi itu tdak memuat nas seperti ini. Disamping itu masing-masing isinys bolehjadi diberitahukan {mkepada nabi}melalui wahyu {yakni secara tauqifi} namun munkin juga diimpulkan melalui ijtihad {yakni secara taufiqi}. Dan oleh sebabitu kita namakan masing-masing dengan hadis nabawi sebagai terminal nama yang pasti. Seandainya kita mempunyai bukti untuk membedakan nama wahyu taufiqi, tentulah hadis nabawi itu kita namakan pula hadis qudsi.&lt;br /&gt;       Kedua; Bahwa apabila lafal hadis qudsitiu dari rosulullah s.a.w. maka denga alasan apakah hadis itu dinisbahkan kepada Allah melalui kata-kata nabi "Allah Ta'ala telah berfirman" atau "Allah Ta'ala berfirman?"   &lt;br /&gt;     Jawabanya ialah bahwa hal demikian ini biasa terjadi dalam bahasa arab, yang menisbahkan kalam berdasarkan kandunganya, bukan berdasarkan lafalnya. Misalnya ketika kita menceritakan apa yang kita dengar dari dedeorang, kita pun mengatakan "si fulan berkata demikian ". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. W A H Y U&lt;br /&gt;     a. Arti wahyu&lt;br /&gt;     Dikatakan wahaitu ilaih dan auhaitu, bila kita berbicara kepanya agar tidak diketahui orang lain. Wahyu adalah isarat yang cepat. Itu terjadi melalui pemicaraan yang beupa rumus dan lambang, dan terkadang melalui suara semata, dan terkadang pula melalui isyarat dengan sebagian anggota badan.&lt;br /&gt;      Al-wahy atau wahyu adalah kata masdar [infinitif}: dan materi kata itu menunjukkan dua engrtian dasar, yaitu tersembunyi dan cepat.oleh sebabitu, maka dikatakan bahwa wahyu ialah pemberitahuan secara tersembunyidan cpat yang kusus itujukan kepada orang yanh diberitahu tanpa diketahui orang lain. Pengertian wahyu dalam arti bahasa meliputi :&lt;br /&gt;1. Ilham sebagai bawaan dasar manusia, seperti wahyu terhadsap ibu nabi musa.&lt;br /&gt;2. Ilham yang berupa naluri pada binatang &lt;br /&gt;3. isyarat yang cepat melalui kode dan rumus&lt;br /&gt;4. Bisikan dan tipu daya setan untuk menjadikan yang buruk kelhatan indah dalam diri manusia.&lt;br /&gt;5. Apa yang disampaikan Allah kepada para malaikatnya berupa suatu perintah untuk dikerjakan .&lt;br /&gt;      Sedang wahyu Allah kepada para Anbinya secara syara' mereka difinisikan sebagai "kalam Allah yang diturunkan kepada seorang nabi.Definisi ini menggunakan pengertian maf'ul, yaitu al muha {yang diwahyukan }. Ustaz Muhammad Abduh mendifinisikan wahyu dudalam risalatut tauhid sebaga "pengetahuan yang didapati seseorang daridalam dirinya dengan diertai keyakinan pengetahuan itu datang dari Allah, baik dengan melalui perantara ataupun tidak; yang pertama melalui suara yang terjelma dalam telinganya atau tanpa suara sama sekali. Beda antara wahyu dengan ilham adalah bahwa ilham itu intuisi yang diyakini jiwa sehingga terdorong untuk mengikuti apa yang diminta, mengetahui dari mana datangnya. Hal ini serupa dengan perasaan lapar, haus, sedih dan senang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. cara wahyu Allah turun kepada malaikat&lt;br /&gt;      Para ulama berpendapat mengenai cara turunya wahyu Allah yang berupa Al-Qur'an kepada jibril dengan beberapa pendapat :&lt;br /&gt;1. bahwa jibril menermanya secara pendengaran dari Allah dengan lafalnya yang kusus. &lt;br /&gt;2. bahwa jibril menghafalnya dari lauhul mahfudz.&lt;br /&gt;3. bahwa naknanya disampaikan kepada jibrilsedang lafalnya dalah fal jibril, atau lafal muhammad s.a.w.&lt;br /&gt;dan pendapat pertama itulah yang bena;dan pendapat itu yang dijadikan pegang an oleh Ahlu Sunah Wal Jama'ah .&lt;br /&gt;      c. Cara Wahyu Allah Turun Kepada Para Rosul&lt;br /&gt;1. Melalui perantara yaitu melalui jiril, malaikat pembawa wahyu.&lt;br /&gt;2. tanpa melalui perantara, diantaranya adalah mimpi yang benar dalam tidur dan        kalam ilahi dari balik tabir tanpa melalui perantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       d. Cara Penyampaian wahyu oleh Malaikat kepada Rosul &lt;br /&gt;1. datang kepadanya suara seperti dencingan lonceng dan suara yang amat kuat yang mempengaruhi fakto-faktor kesadaran, sehingga ia dengan segala kekuatannya siap menerima pengaruh itu. Cara ini yang paling berat bagi rosul. &lt;br /&gt;2. Malaikat menjelma kepada rosul sebagai seorang laki-laki dalam bentuk manusia.  &lt;br /&gt;      e. keraguan orang-orang yang ingkar terhadap wahyu&lt;br /&gt;      Orang-orang jahiliah baik yang lama ataupun yang modern delalu berudaha untuk menimbulkan keraguan mengenai wahyu dengan sikap keras kepala dan sombong. Keraguan demikian itu lemah dan tidak dapat diterima.&lt;br /&gt;1. mereka mengira bahwa Qur'an dari pribadi muhammad; dengan menciptakan maknanya dan dia sendiri pula yang menyusun "bentuk gaya bahadanya"; Quran bukanlah whyu.Ini adalah sankaan yang batil.&lt;br /&gt;2. orang-orang jahiliah, dahulu dan sekarang, menyangka bahwa Rosulullah s.a.w. mempunyai ketajaman otak, kedalaman penglihatan, kekuatan firasat, kecerdiakn yang hebat, kejernihan jiwa dan renugan yang benar, yang menjadikan memahami ukuran-ukuran yang baik dan yang buruk, benar dan salah melalui ilham [inspirasi},serta mengenali perkara yang rumit melalui kasyaf, sehingga Qur'an itu tidak lain dari pada hasil penlaran intlektual dan pemahaman pehaman yang diungkapkan oleh muhammad dengan gaya bahasa dan retorikanya.&lt;br /&gt;3. orang jahiliah dahulu dan sekarang menyangka bahwa muhammad telah menerima ilmu-ilmu Qur'an dari seorang guru. Yang demikian itu adalah benar: akan tetapi guru yang menyampaikan  Qur'an itu ialah malaikat whyu; dan bukanya guru dari golongannya dan golongan lain .   &lt;br /&gt;      f. Kesesatan Ahli Ilmu Kalam&lt;br /&gt;      para ahli kalam telah tenggelam dalam cara-cara para filusuf dalam menjelaskan kalam Allah sehingga mereka telah sesat dan menyesatkan orang lain dari jalan yang lurus . Mereka membagi kalam Allah menjadi dua bagian; kalam nafsi yang kekal yang ada pada zat Allah, yang tidak berupa huruf, suara, tertib dan tidak pula bahasa;dan kalam lafdzi[verbal} yaitu yang diturunkan kepada para nabi a.s., yang diantaranya adalah empat kitab. Mereka juga menganggap la-Qur'an adalah makhluk.&lt;br /&gt;      Sedang madzhab Ahlu Sunnah wal jama'ah menentukan nama-nama dan sifat-sifat Allah yang sudah ditetapkan oelh Allaha atau ditetapkan oleh Roslullah s.a.w. dalam hadis sohih yang datang dari Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. MAKKI DAN MADANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Faidah para Ulama Terhadap Suroh Makki Dan Madani Serta contoh dan      faidahnya&lt;br /&gt;      Para ulama begitu tertarik untuk menyelidiki surah surah Makki dan Madani.Mereka meneliti Quran ayat demi ayat dan surah demi surah untuk ditertipkan sesuai dengan nuzulnya, dengan memperhatikan waktu,tempat dan pola kalimat. &lt;br /&gt;      Dan yang terpenting dipelajari para ulama dalam pembahasan ini  ialah: 1} yang diturunkan dimekkah 2} yang diturunkan di madinah; 3} yang diperselisihkan; 4}ayat makiah dalam surah madaniah; 5} ayat-ayat madaniah dalam surah-surah makkiah; 6}yang diturunkan dimekah sedang hukumya madani; 7}yang diturunkan dimadinah sedang hukumnya makki; 8} yang serupa dengan yang diturunkan di mekah [makki] dalam kelompok madani; 9) yang serupa dengan yang diturunkan di madinah [madani] dalam kelompok madani; 10) yang dibawa dari mekah ke madinah; 11) yang dibawa dari madinah ke mekah; 12) yang turun diwaktu malam dan diwaktu siang; 13) yang turun di musim panas dan di musim dingin; 14)yang turun pada waktu menetap dan dan dalam perjalana.&lt;br /&gt;        Beberpa contoh:&lt;br /&gt;        1, 2, 3, pendapat yang paling mendekati kebenaran tentang bilangan surah-surah makkiah dan madaniah ialah bahwa madaniah ada dua puluh surah: 1) Al baqoroh&lt;br /&gt;2) Ali imran; 3) An-nisa'; 4) Al Ma'idah; 5) al Anfal; 6) At-Taubah; 7) An-Nur; 8) Al-Ahzab; 9) Muhammad; 10) Al-Fath; 11) Al-Hujurat; 12) al-Hadid; 13) al-Mujadalah; 14) al-Ahsyr; 15) al-Mumtahanah; 16) al-Jumu'ah; 17) al-Munafiqun; 18) at-Talaq; 19) at-Tahrim; dan  20) an-Nasr.&lt;br /&gt;       Sedang yang diperselisihkan ada dua belas surah: 1) al-Fatihah; 2) ar-Rad; 3) ar-Rahman; 4) as-Saff; 5) at-Taqobun; 6) at-Tatfif; 7) al-Qodar; 8) al-bayinah; 9) az-Zalzalah; 10) al-ikhlas; 11) al-Falaq; dan 12) an-Nas.&lt;br /&gt;        Selain yang bdisebutkan ditas adalah makki, yaitu delapan puluh dua surah. Maka jumlah surah-surah Qur'an itu semuanya seratus empat belas surah.&lt;br /&gt;        Faidah Mengetahui Makki dan Madani&lt;br /&gt;A. Untuk dijadikan alat bantu dalam menafsirkan Qur'an.&lt;br /&gt;B. Meresapi mgaya bahasa Qur'an dan memanfaatkanya dalam metrode berdakwah menuju jalan Allah  sebab setiap situasi mempunyai bahasa tersendiri.&lt;br /&gt;C. Mengetahui sejarah hidup  Nabi memellui ayat-ayat Qur'an.&lt;br /&gt;       Pengetahuan tentang Makki dan Madani serta perbedaanya&lt;br /&gt;       Untuk mengetahui dan menentuykan makki dan Madani para ulama bersandar pada dua cara utama: sima'I naqli 9pendengaran seperti apa adanya) dan qiyasi ijtihadi (kias hasil ijtihad). Cara pertama didasarkan pada riwayat sohih  dari para sahabat yanghidup pada sat dan menyaksikan turunya wahyu; atau dari para tabi'in yang menerima dan mendengar dario para sahabat bagaimana, dimana dan peristiwa apa yang berkaitan dengan turunya wahyu itu.&lt;br /&gt;       Cara qiyasi ijtihadi didasarkan pada ciri-ciri Makki dan Madani.&lt;br /&gt;       Perbedaan Makki dengan Madani&lt;br /&gt;       Pertama: Dari segi waktu turunya. Makki adalah yang diturunkan sebelum hijrah meskipun bukan di Mekah. Madani adalah yang diturunkan setelah hijrahg sekalipun bukan di Madinah. Yang diturnkan sesudah hijrah sekalipun di Mekah atu Arafah, adalah madani, seperti yang diturunkan pada tahu penaklukan kota mekah ,misalnya firman Allah :dalam surat An-Nisa' : 58. yang Artinya " sesungguhnya Allh menyuruh kamu menyampaikan amana kepada yang berehak."&lt;br /&gt;       Kedua: Darisegi tempat turunya. Makki adalah yang tuun dimekah dan sekitarnya,seperti mina, Arafah dan Hudaibiah. Danmadinah ialah yang turun di Madinah dan sekitarnya, seperti uhud, Quba' dan sil'.&lt;br /&gt;       Ketiga: dari segi sasaranya. Makki adalah yang seruanya ditujukan kepada penduduk mekah dan Madani adalah yang seruanya di tujukan kepada penduduk Manah. &lt;br /&gt;       Ciri-ciri khas Makki dan Madani&lt;br /&gt;a. Ketentuan Makki dan Ciri Khas Temanya   &lt;br /&gt;1. Setiap surah yang di dalamnya mengandung "sajdah" maka surhitu Makki .&lt;br /&gt;2. Setiap surah yang  mengandung kalla, berarti Makki. &lt;br /&gt;3. Setiuap surah mengandung ya ayuhan nas dan tidak mengandung ya ayuhal ladzina amanu, berarti Makki, kecauli surah al-Hajj yang pada akhir surah terdapat ya ayuhal ladzina amanur ka'u  wasjudu. Namun demikian sebagian ulamaberpendapat bahwa ayat tersebut adalah ayat Makki.&lt;br /&gt;4. Setiap surah yang mengandung kisah para nabi dan umat terdahulu adalah Makki, kecualisurah L-Baqoroh.&lt;br /&gt;5. Setiap surah yng mengandung kisah Adam dan Iblis adalah Maki kecuali surah Baqarah.&lt;br /&gt;6. Setiap surah yang dibuka dengan huruf-huruf singkatan, seperti Alif Lam Mim, Alif Lam Raa, Ha Mim dan lain-lainya, adalah Makki, kecuali surah Baqarah dan Ali Imran. Sedang urah Ra'd masih diperselisihkan.&lt;br /&gt;       Ini adalah dari segi ketentuan, sedang dari segi ciri tema dan gaya bahasa dapatlah diringkas sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Ajakan kepada tauhid danberibadah hanya kepada Allah, pembuktian mengenai risalah, kebankitan dan hari pembalasanhari kiamat dan kengerianya, neraka dan siksanya, surga dan nikmatnaya, argumentasi terhadap orang musyrik dengan menggunakan bukti-bukti rasional dan ayat kauniyah.&lt;br /&gt;2.  Pletakan dasar-dasar umum bagi perundang-undangan dan akhlak mulia yang menjadi dasar terbentuknya suatu masyarakat; dan penyingkapan dosa orang musyrik dakam penumpahan darah, memakan harta ank yatim secara dzali, penguburan hidup-hidup bayi perempuan dan tradisi buruk lainya.&lt;br /&gt;3. Menyebutkan kisah para nabi dan umat-umat terdahulu sebagai pelajaran bagi mereka sehingga mengetahui nasib orang-orang yang mendustakan sebelum mereka; dan sebagi hiburan bagi Rosulullah sehingga ia tabah dakam menghadapin gangguan mereka dan yakin akan menang.&lt;br /&gt;4. suku ktanya pendek-pendek diertai kata-kata yang mengesankan sekali, peryataan singkat , ditelinga terasa menebus dan terdengar sangat keras, menggetarkan hati, dan maknanya pun meyakinkan dengan diperkuat lafal-lafal sumpah; seperti surah-surah yang  pendek. Dan diperkecualikan hanya sedikit.&lt;br /&gt;Ketentuan Madani dan ciri khas temanya                   &lt;br /&gt;1. Setiap surah yang berisi kewajiban atau had (sanksi) adalah Madani.&lt;br /&gt;2. setiap surah yang di dalamnya disebutkan orang –orang munafiq adalah Madani, kecuali surah al-Ankabut adalah makki.&lt;br /&gt;3. Stiap surah yang di dalamya terdapat dialog dengan Ahli kitab adalah nadani.&lt;br /&gt;      Ini dari segi ketentuan, sedang dari ciri khas tema dan gaya bahasa dapatlah diringkaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menjelaskan ibadah, muamalah, had, kekeluargaan, warisan, jihad, hubungan sosial , hubungan internasional, baik diwaktu damai maupun perang, kaidah hukum dan masalah perundang –undangan.&lt;br /&gt;2. Seruan terhadap ahlu kitabdari nkalangan Yahudi dan Nasrani, dan ajakan kepada mereka untuk masuk islam, penjelasan mengenai mereka terhadap kitab-kitab Allah, permusuhan merka tehadap kebenaran dan perselihan mereka setelah ilmu datan kepada mereka  karena rasa dengki di antara sesama mereka.&lt;br /&gt;3. Menyingkap perilaku orang munafik, menganalisa kejiwaanya, membuka gedoknya danmenjelaskan bahwa ia berbahaya bagi agama.&lt;br /&gt;4. Suku kata dan ayatnya panjang-panjag dan dengan gaya bahasa yang memantapkan syariat serta menjelaskan tujuan dan sasaranya.&lt;br /&gt;5. PENGETAHUAN MENGENAI &lt;br /&gt;YANG TURUN PERTAMA DAN TERAKHIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Turun  Pertama Kali &lt;br /&gt;      1.pendapat yang paling shahih mengenai yang pertama kali turun ialah firman Allah : &lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;      Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(al-'Alaq: 1-5).&lt;br /&gt;     2. Dikatakan pula, yang pertama kali turun  adalah firman Allah : YA ayyuhal muddassir  (wahai orang yang berselimut ). &lt;br /&gt;     3. ikatakan pula, bahwa  yang pertama kali urun adalah surah Fatihah . Mungkin yang dimaksudkan adalah surah yang pertamam kali turn secara lengkap. &lt;br /&gt;     4. Disebutkan juga yang  pertama kali turun adalah Bismillahirrahmanirrahim, karena basmalah itu turun mendahului setiap surah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; yang terakhir Kali turun &lt;br /&gt;      1. dikatakan bahwa ayat terakhir yang diturunkan itu adalah ayat mengenai riba. Ini didasarkan pada hadis yang dikeluarkan oleh Bukhari dari ibu Abbas, yang mengatakan: &lt;br /&gt;      " Ayat terakhir yang dirurunkan adalah ayat mengenai riba. " Yang dimaksud adalah firman Allah:&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;     Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut)  (Al-Baqarah: 278).&lt;br /&gt;    2. Dan dikatakan pula bahwa ayat Qur'an yang terakhir diturunkan ialah firman Allah:     &lt;br /&gt;•     &lt;br /&gt;       Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. (al-Baqorah: 281).&lt;br /&gt;       3.  juga dikatakan bahwa yang terakhir kali turun itu ayat mengenai berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari sa'id bin al Musyaiyab: "telah sampai kepadanya bahwa ayat Qur'an yang paling muda di Arsy ialah ayat mengenai utang." Yang dimaksud adalah ayat: &lt;br /&gt;          &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.(al-baqarah: 282).&lt;br /&gt;      4. Dikatakan pula bahwa yang terakhir kali diturunkan adalah ayat mengenai kalalah. Bukhari dan muslim meriwayatkan dari Barra' bin 'Azib; dia berkata: ayat yang terahir kali turun adalah:&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;       Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah) Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (an-Nisa': 176).&lt;br /&gt;       5. Pendapat lain menyatakan bahwa yang terakhir turun adalah firman Allah:&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri                    (At-Taubah: 128).&lt;br /&gt;6. Dikatakan pula bahwa yang terakhir kali turun adalah Surah Al-maidah. &lt;br /&gt;7. Juga dikatakan bahwa yang terakhir kali turun adalah firman Allah: &lt;br /&gt;                  &lt;br /&gt;Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain (Ali Imran: 195).&lt;br /&gt;8. Ada juga dikatakan bahwa  ayat terakhir yang turun ialah ayat:&lt;br /&gt;     •          &lt;br /&gt;  . Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.(an-Nisa':93).&lt;br /&gt;9. Dari ibn Abbas dikatakan: surah terakhir yang diturunkan iallah &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,&lt;br /&gt;      Pendapat-pendapat ini semua tidak mengandung sesuatu yang disndarkan kepada Nabi s.a.w. Masing-masing merupakan ijtihad dan dugaan Adapun Firman Allah:&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.(al-ma'idah:3)  &lt;br /&gt;    Pada lahirnya ia menunjukkan penyempurnaan kewajiban dan hukum. Telah pula di isyaratkan diatas, Bahwa ayat mengenai turunya ayatriba, ayat utang piutang-piutang, ayat kalalah dan yang lain itu setelah ayat ketiga surah al-Ma'idah.oleh karena itu, para ulama menyatakan kesempurnaan agama di dalam ayat ini.&lt;br /&gt;Yang Mula-mula Diturunkan Menurut persoalannya &lt;br /&gt;1. Yang turun mengenai Makanan.&lt;br /&gt;Ayat pertama yang diturunkan di mekah adalah satu ayat dalam surah al-An'am:&lt;br /&gt;       •          ••        •           •    &lt;br /&gt;Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".al-An'am 145)&lt;br /&gt;2. Yang pertama kali turun dalam hal minuman ayat yang pertama kali turun mengenai Khamr ialah satu ayat dalam surah an-Nisa':&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan(an-Nisa': 43)&lt;br /&gt;3. Yang pertama kali turun mengenai perang. Dari Ibn Abbas dikatakan: Ayat yang pertama kali diturunkan mengenai perang :&lt;br /&gt;Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.(al-Hajj: 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah pembahasan ini&lt;br /&gt;1. Menjelaskan perhatian yang diperoleh Qur'an guna menjaganya dan menenentukan ayat-ayatnya.. Para sahabat telah menghayati Qur'an ini  Ayat demi ayat, sehingga mereka mengerti kapan dan di mana ayat itu diturunka&lt;br /&gt;2. Mengetahui rahasia perundang-undangan islam menurut sejarah sumbernya yang pokok.&lt;br /&gt;3. Membedakan yang Nasikh dengan yang mansukh. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. ASBABUN NUZUL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedoman Mengetahui Asbabun Nuzul&lt;br /&gt;Pedoman dasar para ulama dalam mengetahui asbabun nuzul ialah riwayat shahih yangberassal dari Rosulullah atau dari sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi sebab nuzul&lt;br /&gt;Sebab turunya ayqt itu berkisar pada dua hal:&lt;br /&gt;1. Bila terjadi suatu  peristiwa, maka turunlah ayat qur an mengenai peristiwa itu.&lt;br /&gt;2. bila rosulullah ditanya tentang suatu hal, maka turunlah ayat Qur`an menerangkan hukumnya.  &lt;br /&gt;Oleh sebab itu, maka asbabun nuzul didddfinisikan sebagai "sesuatu hal yang karenanya Qur'an diturunkan untuk meneragkan setatus hukumnya, pada masaa hal itu terjafi baik berupaperistiw aatu pertayaan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlunya mengetahui Asbabun Nuzul &lt;br /&gt;Faidah tentang pengetahuan asbabun nuzul diantaranya:&lt;br /&gt;a. mengetahui hikmah diundangkan suatu hukum dan perhatian syara` terhadap kepentingan umum dalam menghadapi segala peristiwa, karena sayangnya kepada umat.&lt;br /&gt;b. Mengkhususkan hkum yang diturunkan sengan sebab yang terjadi, bila hukum itu diyatakan dalam bentuk umum.&lt;br /&gt;c. Apabilayang diturunkan itu lafal umum dan terdapat dalilyang mengkhususkanya, maka pengetahuan mengenai asbabun nuzul membatsi kekhususn itu hanya terhadap yang selain bentuk sebab.&lt;br /&gt;d. Mengetahui sebab nuzul adalah cara yag terbaik umtukmemahami makna Quran dan menyingkap kesamaran yang tersembunyi dalam ayat-ayat yang tidak dapat ditafsrkan tanpa mengetahui sebab nuzulnya.&lt;br /&gt;e. Sebab nuzul dapat menerangkan tentang siapa ayat itu diturnkan sehinggaayat tersebut tidak diterapkan kepada orang lain karena dorongan pernusuhan dan perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi pegangan adalah lafal yang umum, bukan sebab yang khusus &lt;br /&gt;Apabila ayat yang diturunkan sesuai dengan sebab secara khusus, maka yang umum diterapkan pada keumumanya dan yang khusus pada kekhususanya. Contohnya dalam (QS. Al Baqarah; 222).&lt;br /&gt;Jika sebabnya khusus dan ayat yang turun berbentuk umum, Para ahli usul berselisih pendapat;&lt;br /&gt;1. Jumhur ulama berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah lafal yang  umum dan bukan sebab yang khusus.&lt;br /&gt;2. segolomgaan ulama berpendapat bahwa yang menjadi pegangan adalah sebab yang khusus, bukan lafal yang umum; karena lafal yang umum itu menunjukkan sebab yang khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redaksi Sebab Nuzul&lt;br /&gt;#  Berupa peryataan tegas mengenai sebab; seperti perowi mengatakan; "sebab nuzul ayat ini begini" atau fa ta`biyah (kira-kira seperti"maka" yang menunjukan urutan peristiwa) yang dirangkai dengan kata :turunlah ayat).&lt;br /&gt; #  Terkadang berupa peryataan yang hanya mengandung  kemungkinan mengenainya. dan ini boleh jadi menerangkan sebab nuzul ayat dan terrkadang hanya sekedar menjelasakan kandungan hukum ayat. Seperti perkatan perowi: ayat ini turun mengenai ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapariwayat mengenai sebab nuzul &lt;br /&gt;Terkadang terdapat bayak riwayat mengenai sebab nuzul suatu ayat. Dalam keadaan demikian, sikap seorang mufasir kepadanya sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Apabila bentuk-bentuk redaksi riwayat  itu   tidak tegas, sperti aya ini turun mengenai urusan ini atau aku mengir ayat ini turun mengenai urusan ini , maka dalam hal ini tidak ada kontradiksi diantara riwayat-riwayat itu ; sebab maksud riwayat-riwayat terssebut adalah penafsiran dan penjelasan bahhe hak iitu termasuk ke dalammakna ayat dan disimpulkan dariya, bukan menyebutkan sebab nuzul, kecualiada qarinah atu indikasi pada salah satu riwayat bahhwa maksudnya adalah penjelasan sebab nuzul.&lt;br /&gt;b. apabila salah satu benntuk redaksi riwayat itu tidak tegas,  misalmya  "ayat ini turun mengenai urusan ini",; sedang riwayat yang lan menyebutkan sebab nuzul dengan tegas yang berbeda dengn riwayat pertama, maka yang menjadi pegangna adalah riwayat yng menyebutkan sebab nuzul secata tegas; dan riwayat yang lain dipandang termasuk sisalam hukum ayat.&lt;br /&gt;c. Apabila riwayat itu banyak dan semuanya menegasskan sebab nuzul, sedang salah satu riwayat diantaranya itu  shahih, maka yang menjadipegangaana adalah riwayat  yang shahih.&lt;br /&gt;d. Apabila riwayat itu sama-sama shahih namun terdapat segi yang memperkuat salah ssssatunya, seperti kehasdiran perowi daalam kisah tersebut, atau salah satu dari riwayat-riwayat itu lebih shahih maka riwayat yang lebih kaut itulah yaang didahulukan.&lt;br /&gt;e. Apabila riwayat itu sama-sama kuat, maka riwayat-riwayat itu dipadukan atau dikompromikan bil mungkin;hinggadiyatakan sahwa ayat tersebut tueun sesudah terjadi dua buah sebab atau lebih karena jarak waktu diantara sebab –sebab itu berdekatan.&lt;br /&gt;f.  bila riwayat-irwayat itu tidak bisa dikompromikankarena jarak waktu aktara senan-sebab tersebut berjauhan, maka hal yang demikian dibawa kepada atua dipandang sebagai banyak dan berulangnya nuzul.&lt;br /&gt;Ringkasnya, bila sebab nuzul suatu ayat itu banyak, maka terkadang semuanya tidk tegas, trkadang pula semuanya tegas dan terkadang sebagianya tidak tegas sedang sebagian lainya tegas dalam menunjukkan sebab .&lt;br /&gt;a. Apabila semuanya tidak tegas dlm menunukkan sebab, mka tidak ada salahnya untuk membawanya kepada atau dipandang sebagai tafsir dankandungan ayat.&lt;br /&gt;b. Apabikla sebagian tidak tegas dan sebagian lain tegas mak ayang menjadi pegangan dalah yang tegas.&lt;br /&gt;c. Apbial semuanya tegas, maka tidak terlepas dari kemungkinan bahwa salh satunya satunya shahih atau senmauanya shahih. Apabila salah satunya shahih sedang yang lainya tidak, maka yang menjadi pegangan adalah yang shahih itu.&lt;br /&gt;d. Apadila semuany ashahih maka dilakukan pentarjihan bila memungkinkan.&lt;br /&gt;e. Bila tidaak mungkin dengan pilihandemikian, maka dipadukan bila mungkin. &lt;br /&gt;f. Bila tidak mungkin dipadukan, mak adipandanglah ayat itu diturunkan beberapa kali dan berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyah Nuzul Dengan satu sebab&lt;br /&gt;Terkadang banyak ayat yang turun, sedang sebabnya hanya satu.contonya: QS. Ali imran: 195 dan QS.al Ahzab: 35 dan QS. an Nisa`: 32. itusemua turun dengan satu sebab.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan ayat lebih dahulu daripada hukumnya &lt;br /&gt;Contonya; " sesungguhnya beruntunnglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). (QS. Al A`la : 14). Ayat tersebut dijadikan dalil untuk zakat fitrah, sedangkan ayat ini turun di mekah, dan ketika dimekah belum ada idul fitri dan zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ayat turun mengenai satu orang &lt;br /&gt;Terkadang seorang sahabat mengalami peristiwa lebih dari satu kali, dan Qur an pun turun mengenai setiap peristiwanya. Misalmya, apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dalam kitab al adabul mufrad tentang berbakti  kepada orang tua. Dari saad bin Abi Waqos yang mengatakan ada empat ayat Qur an yang turun berkenaan denganku. Pertama ketika ibuku bersumpah tidak akan makan dan minum sebekum aku meninggalkan muhammad; lalu Allah menurunkan QS. Kuqman: 15. Kedua ketika aku mengambil sebilah pedang dan mengaguminay, maka aku berkat akepada rosulullah ; Rosulullah, berikanlah kepadaku pedang ini . maka terunlah QS. Al Anfal; 1.  ketiga: berkenaan dengan wasiat mak aturun qs. Al baqarah :180. kempat Ketika aku sedang minum minuman keras bersama haum anshar, seorang dari mereka memukul hidungku dengan tulang rahang unta, lalu aku datang kada Rosulullah, maka Allah menurunkan larangan minum khamr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faidah Mengeetahui Asbabun Nuzul Dalam Lapangan Pendidikan Dan Pengajaran.&lt;br /&gt;Asbabun nuzul berfaidah utuk memberikan rangsangan kapada anak didik tyang tengah belajar dan massyarakat umum yang dibimbing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korelasi antara ayat dengan ayat dengan ayat dan surah dengan surah &lt;br /&gt;Munasabah (kolerasi) secara bahasa berarti kedekatan. dan dianyar apenertian oini ialah munasabah illat hukum dalam bab kian, yakni sifat yang berdekatan dengan hukum.&lt;br /&gt;Yang dimaksud munasabah disini ialah segi-segi hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lain dalam satu ayat, antar asatu ayat dengan ayat lain dalam banyaj ayat, atau antar satu surah denagan surah yang lain.&lt;br /&gt;Pengetahuan mengenai kolerasi dan hubungAN ANTARA AYAT-AYAT itu bukanlah hal yang taufiqi  tetapai didasarkan pada ijtihad seorang mufasir dan tingkat penghayatnya terhadap kemukjizatan Qur an, rahasia retorika, dan segi keterangan yangnya yang mandiri.&lt;br /&gt;Terkadang munasabah itu terletak pada perhatiannay erhadap keadaan lawan bicara, seperti firman allah ; QS. gasiah : 17-20.&lt;br /&gt;Terkadang munasabah itu terjadi antar asatu surah surah yang lain, misalnya pembukaan surah al An`am dengan al hamdu. Ini sesuai dengan penutup surah al Maidah yang meneangkan keputusan diantara para hamba berikut balasanya: QS. Al maidah: 118-120.&lt;br /&gt;Munasabah terjadi pula amtaraawal surah denag akhir surah. Comtohnya ialah apa yang terdapat dalam surah qasas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. TURUNYA QUR' AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al qur'an diturunkan dengan dua cara:&lt;br /&gt;1. diturunkan sekaligus pada malam lailatul qodar kebaitul izzah dilangit dunia.&lt;br /&gt;2. diturunkan dari langit dunia kebumi secara berangsur-angsur selama dua puluh tiga tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Turunya Al Qur An Secara Berahap&lt;br /&gt;1. menguatkan atau meneguhkan hati rosulullah.&lt;br /&gt;2. tantangan dan mukjizat.&lt;br /&gt;3. Mempermudah hafalan dan pemahamanya.&lt;br /&gt;4. kesesuaian dengan eristiwa-peristiwa dan tahap dalam penetapan hukum.&lt;br /&gt;5. bukti yang pasti bahwa am Quranul karim diturunkan dari sisi yang maha bijaksana dan maha terpuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah Turunya Qur an secara berangsur-ang sur dalam pedidikan dan pengajaran &lt;br /&gt;Proses belajar mengajar itu erklandaskan dua asas: perhatian erhadap tingkat pemikiran siswa dan engembangan potensi akal, jiwa dan jasmaninya denagn apa yang dapat membawwanya kearah kebaikan dan kebenaran &lt;br /&gt;Hikmah turuya al qur an secara bertahap itu kita melihat adanya suatu metode yang berfaidah bagi kita dalam mengaplikasikan kedua asas tesebut seperti yang kami sebutkan tadi.&lt;br /&gt;Pentahapan turunya Qur an itu merupakan bantuan yang paling baik bagi manusia dalam upaya menghafal Qur an, memahami mempelajari, memikirkan makna-maknanya dan mengamalkan apa yang dikadungnya.&lt;br /&gt;Petunjuk ilahi tentang hikmah turunya Qur an secara bertahap meruakan contah yang baik dalam menyusun kurikulum pengajaran memilih meode yang baik dalam menyusun buku pelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PENGUMPULAN DAN PENERTIBAN QUR'AN  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Yang dimaksud dengan jam'ul Qur an oleh para ulama adalah salah satu dari dua pengertian berikut:&lt;br /&gt;Pertama: pengertian dalam ari hifdzuhu (menghafalnya dalm hati)&lt;br /&gt;Kedua: pengumpulan dalma arti kitabatuhu kullihi (penulisan Qur an semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan Qur an dalam arti menghafalnaya pada masa Nabi&lt;br /&gt;Seperti firman Allah : Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkanya (di dadamu)dan( membuatmu pandai) membaca. (al Qiyamah: 17) . bahwa pada masa rosul banyak para hafidz Quran yang mereka berpegang pada hafalan dalam penukilan, dan itu termasuk ciri khas umat ini. Diantara para hafidz yang terkenal pada masa nabi ada tujuh orang yaitu:Abdullah bin Mas`ud, Salim bin Ma`qal bekas budak Abu khudzaifah, Muadz bin Jabal, Ubai bin Ka`ab, Abu Zaid bin Sakan dan Abu Darda`.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan Qur an dalam arti penulisanya pada masa Nabi&lt;br /&gt;Para penulis wawhyu Qur an dari sahabat-sahabat terkemukaseperti Ali, Mu'awiyah, Ubai  bin Ka'ab dan Zaid bin tsabit. Bila ayat turun,  Rosul memerintahkan mereka menuliskanya dan menunjukkan  tempat ayat tersebut dalam surah sehingga penulisan pada lembaran itu membantu penghafalan di dalam  hati.&lt;br /&gt;Pada masa beliau para sahabat menulis Qur an dengan menggunakan pelepah kurma, lepengan batu daun  lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang-belulang binatang.&lt;br /&gt;Para sahabat senantiasa menyodorkan Qur'an kepada Rosulullah baikm dalam bentuk hafalan maupun tulisan.&lt;br /&gt;Penggumpulan qur'an di masa Nabi ini dinamakan: a) penghafalan dan b) pembukuan yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan Quran pada masa Abu bakar &lt;br /&gt;Pengumpilan alqur'an pada  masa Abu Bakar ini disebabkan banyaknya para Qura` yang gugur  dimedan yamamah, dan umar merasa sangat kawatir  kalau terjadi kenyatan seperti ini lagi sehingga Qu'ran akan musnah, maka Umar menghadap kepad Abu Bakar meminta usul agar Quran dikumpulkan dan dibukukan.&lt;br /&gt;Abu Bakar menunjuk Zaid bin tsabit untuk menulisnya dan mengumpulkanya. mak saking keberatanya zaid bin tsabit berkata: sekiranya mereka memintaku untuk memindahkan gunung, rasanya tidak lebih berat bagiku dari pada perintah mengumpulkan al Qur'an.&lt;br /&gt;Penulisan quran harus denag dua saksui yaitu hafalan dan catatan. dan ahkir  surah taubah didapatkan hanya pada Abu khuzaimah al Anshari.&lt;br /&gt;Qur'an dikumpulkan dalam satu mushaf yang mencakup tujuh huruf. Dengan demikain Abu bakar adalah orang yang pertama mengumpulkan  Quran dalam satu mushaf dengan cara seperti ini.&lt;br /&gt;      Dan pengumpulan ini dinamakna pengumpulan kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan Qur'an Pada Masa Usman &lt;br /&gt;Latar belakang pengumpulan ini adalah karena banyaknya perselisihan dan perbedaan qira'ah, sampai- sampai mereka salling mengkafirkan dan membenarkan bacaan yang ada pada mereka, maka khalifah kawatir kalau fitnah ini akan menjadikan perpecahan umat, maka usman memerintahkan Zaid bin tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin 'As dan Abdurrahman bin Haris bin hisyam untuk menyalinya dengan satu logat  saja yaitu logat Qurais. Mereka melaksanakan perintah itu. Setelah mereka selesai menyalinya menjadi beberapa mushaf , kemudian usman mengirimkan  ke setiap wilayah mushaf baru tersebut dan memerintahkan agar semua Qur'an atau mushaf lainya dibakar. &lt;br /&gt;Mushaf ini dikenal dengan nama mushaf imam, ini sesuai dengan perkataan usman : bersatulah wahai sahabat-sahabat muhammad, dan tulislah untuk semua orang satu imam (mushaf pedoman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan Antara Pengumpulan Abu Bakar Dengan Usman &lt;br /&gt;Motif abu bakar adalah kekawatirn beliau akan hilangnya Qur an karena banyaknya para hufadz yang gugur dalam peperangan yang banyak menelan para qari.sedang motif usman untuk mengumpulkan Qur'an adalah karena banyanya perbedaan dalam cara membaca Qur'an dan sallih menyalahkan satu terhadap yang lain.&lt;br /&gt;Pengumpulan Quran dilakukan Abu Bakar ialah meminddahkan semua tulisan atau catatan Qur'an yang semula bertebaran di kkulit binatang tulang belulang dan pelepah kurma, menjadi satu mushaf, dengan ayat-ayat dan surah surahnya dan mencakup tujuh huruf .&lt;br /&gt;Sedangkan pengumpilan yang dilakukan Usman adalah menyalinya dalam satu huruf diantara ketujuh huruf itu, untuk memperstukan kaum musllimin dalam satu mushaf dan satu huruf yang mereka baca tanpa keenam huruf lainya.&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah mushaf yang dikirimkan usman ke berbagai daerah:&lt;br /&gt;a. Ada yang mengatakan bahwa jumlahnya tujuh buah mushaf yang dikirm ke Mekah, Syam , Basrah, Kufah, Yaman, Bahrain, dan madinah.&lt;br /&gt;b. Dikatakan pula bahwa jumlqahnya ada emapat buah, masing-masing dikirim ke irak, syam, mesir, dan mushaf imam: atau dikirimkan ke kufah, Basrah, Syam dan mushaf imam.&lt;br /&gt;c. Ada juga yang mengatakan ada lima. As-Syuyuti berkata bahwa ini adalah pendapat yang masyhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraguan Yang Harus Ditolak&lt;br /&gt;1. mereka berkata:  Sunber-sumber lama (atsar) menunjukkan bahawa beberapa bagiaan Qur'an yang tidak dituliskan dalam mushaf-mushaf yang ada ditangan kita.sebagai bukti dikemikakanya QS. Al a'la: 6-7.&lt;br /&gt;2. mereka mengatakan dalalm Qur'an terdapat sesuatu yang hbukan Qurqan . Mereka berdallil denga riwayat bahwa ibnu masud mengingkari surah an-Nas dan al falaq termasuk termasuk bagian dari quran. Penadapat ini batil karena riwayat tersebut merupakan pendustaan dan pemalsuan atas nama (terhadap) ibn Mas'ud.&lt;br /&gt;3. Segolongan Syiah ektrim menuduh bahwa Abu Bakar, Umaar dan usman telah mengubah Qur'an serta menggugurkan beberapa ayat dan surahnya. Tuduahan mereka adalah batil, omong kosong yang tanoa dasar dan tuduhan tanpa bukti. Bahkan membicarakannya merupakan suatu kebodohan. Selain itu ulama Syi`ah sendiri cuci tangan dari anggapan bodoh semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERTIB AYAT DAN SURAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertib Ayat&lt;br /&gt;Qur'an terdiri atas surah-surah dan ayat-ayat, baik yang pendek maupunyang panjang.Ayat adalah sejumlah kalam Allah yang terdapat dalam sebuah surah dalam Al Qur'an. Surah adalah sejumlah ayat Qur'an yan mempunyai permulaan dan kesudahan. Tertip atau urut ayat ayat Qur'an ini adalah tauqifi, ketentuan dari Rosulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terti Surah&lt;br /&gt;Para ulama bebeda pendapat tentang tertib surah Quar'an.&lt;br /&gt;a. dikatakan bahwa tertib surah itu tauqifi dan ditngani langsung oleh Nabi sebagaiman diberitaahukan jibril kepadanya atas perintah tuhan. &lt;br /&gt;b.    Dikatakan bahwa tertib surah itu berdasarkan ijtihad para sahabat, menginggat adanya perbedaan tertib di dalam mushaf –mushaf mereka. &lt;br /&gt;c.  Dikatakan bahwa sebagian itu tertibnyua tauqifi dan sebagian lainya berdasarkan ijtihad para sahaba, hal iini karena terdapat dalil yang menunjukkan  tertib sebagian surah pada masa Nabi.&lt;br /&gt;Pendapat  pertamalah yang benar, dengan demikian, tetaplah tertib surah-surah itu bersifat tauqifi, seperti halnya tertib ayat-ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah-surah dan ayat-ayat Qur'an&lt;br /&gt;Surah-surah Qur`an itu ada empat bagian:&lt;br /&gt;1. At Tiwal ada tujuh surah, yaitu baqarah, Ali Imran, an Nisa`, Al Maidah, An'am, A'raf dan yang ketujuh ad yang mengatakan anfal dan bara'ah sekaligus karena tidak  dipisah dengan basmalah diantra keduanya. Dan dikatakan pula bahwa yang ketujuh adalah surah Yunus.&lt;br /&gt;2. Al mi'un, yaitu surah-surah yang ayat-ayatnya lebih dari seratus atau sekitar itu.&lt;br /&gt;3. Al Matsani, yaitu  surah-surah yang jumlah ayatnya di bawah al Mi'un. Dinamakan masani karena surah itu di ulang-ulang bacaanya lebih banyak dari at tiwal dam al mi'un.&lt;br /&gt;4. Al mufasal, dikatakan bahwa surah –surah ini dimulai dari surah qof, ada pula yang menggatakan di mulai dari surat al hujurat, juga da yang mengatakan dimulai dari surat yang lain. Mufasal di bagi menjadi tiga: Tiwal ,ausat dan qisar. Mufassal tiwal dimulai dari surat Qaf atau hujurat sampai dengan Amma atau buruj. Al mufasal ausat dimulai dari surah Amma atau buruj  sampaidengan duha atau lam yakun. Dan mufasal qisar dimiulai dari dhuha atau lam yakun sampai dengan surah Qur'an terakhir. &lt;br /&gt;Dinamakan mufasal, karena banyaknya fasl (pemisah) diantara surah-surah tersebut dengan basmalah.&lt;br /&gt;Jumlah surah al quran ada 114 surah. Adapun jumlah ayatnya sebanyak 6200 lebih namun kelebihanya ini masih diperselisihkan. Dan surah yang terpanjang adalah surat al Baqarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rasmul Usmani&lt;br /&gt;Perbedaan  pendapat tentang setatus hukumya:&lt;br /&gt;1. sebgian mereka berpendapat bahwa rasam Usmani buat Qur'an ini bersifat tauqifi yang wajib dipakai dalam penulisan Qur'an dan harus sungguh-sungguh disucikan.&lt;br /&gt;2. banyak ulama berpendapat bahwa rasm usmani buakan tauqifi dari nabi, tetapi hanya merupakan satu cara penulisan yang disetujui usman dan diterima umat dengan baik, sehingga menjadi suatu keharusan yang wajib dijadikan pegangan  dan tidak boleh dilanggar.&lt;br /&gt;3. Segolongan orang berpendapat bahwa rosm usmani hanyalah sebuah istilah, tata cara, dan tidak ada salahnya jika menyalahi bila orang telah mempergunakan satu rasm tertentu unutk imla` dan rasm itu t ersiar luas diantara mereka. &lt;br /&gt;Saya menlai pendapat kedua itulah yang kuat, yakni Qura haru s ditulis dengan rasm usmani yang sudah dikenal dalam penlisan mushaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan rasm usmani&lt;br /&gt;Mushaf usmani tidak memakai tanda baca titik dan syakal,  karena didasarkan watak orang orang arab yang masih murni. Sehingga mereka tdak memerlukan syaka dengan harakat dan pemberian titik. Ketika bahasa mulai mengalami kerusakan karena banyakya percampuran  denagn bahasa non arab, maka para penguasa merasa pentingnya ada perbaikan penulisan mushaf dengan sakal, titik dan lain-lain yang dapat membantu pembacaan yang benar.&lt;br /&gt;Orang yang pertama kali meletakkan dasar-dasar kaidah bahasa arab adalah Abul Aswad Ad-Du`ali atas permintaan Ali bin abi thalib.&lt;br /&gt;Pada muanya syakal beupa titik: fathah berupa titik diatas awal huruf, dammah berupa satu titik diatas akhir huruf dan kasrah berupa satu titik dibawah awal huruf. Kemudian terjadi perubahan penentuan harakat yang berasal dari hruf. Dan itulah yang dilakkan al Khalil.&lt;br /&gt;Kemudian pada abad ketiga hijri terjadi perbaikan dan penyempurnaan rasm mushaf.&lt;br /&gt;Fasilah dan ra`sul ayat&lt;br /&gt;Fasilah ialah kalam atau pembicaraan yang terputus dengan kalam sesudahnya. Fasilah terkadang berupa ra`sul ayat dan terkadang bukan ra`sul ayat dan fasilah ini terjadi pada akhir penggalan pembicaraan. Dinamakan fasilah karena pembicaraan terputus (berakhir) ditempat itu .&lt;br /&gt;Ra`sul ayat adalah akhir ayat yang padanya diletakkan tanda fasl(pemisah) antara satu ayat dengan ayat yang lain. Oleh karena itu, mereka mengatakan setiap ra`sul ayat adlah fasilah, tetapi tidak setiap fasilah itu ra`sul ayat; sebab fasilah meliputi dan mengumpulkan keduanya. Itu disebaabkan ra`sul ayat memutuskan ayat sesudahnya.&lt;br /&gt;Dan fasilah itu bukan sajak , sedang orang yang mengatakan sama dengan sajak itu tidak benar. Karena fasilah dalam quran ialah meruntutkan makna dan bukan fasilah itu sendiri yang dimaksud. Sedangkan sajak maka sajak itu sendirilah yang dimaksud dan baru kemudian arti perkatan itu dialihkan ,diarahklan kepadanya sebab hakekat sajak ialah menguntaikan kalimat dalam satu irama.&lt;br /&gt;Macam-macam fasilah dalam alqur`an;&lt;br /&gt;a. fasilah mutamaatsilah seperti dalm QS. at-Tur:1-4.&lt;br /&gt;b. Fasilah mutaqaribah fil huruf, QS. Al fatihah 3-4. karena dekatnay mim dengan nun dalam akhir kata.&lt;br /&gt;c. Fasilah mutawaziah yaitu bila dua kata sama dalam irma dan hruf-huruf sajaknya. QS. Al ghasiah; 13-14.&lt;br /&gt;d. Fasilah mutawazin, yaitu bila hanya irama yang diperhatikan daam penggalan kalimat, QS. Al ghasiah; 15-16. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. TURUNYA QUR`AN DENGAN TUJUH HURUF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sesungguhya Al-Qur'an diturunkan dalam tujuh huruf sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits :&lt;br /&gt;عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلي الله عليه  و سلم : أقرأني جبريل على سبعة أحرف  &lt;br /&gt;فراجعته , فلم أزل أستزيده و يزيد ني حتى انتهى إلى سبعة أحرف.( أخرجه بخارى و مسلم ).&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas a berkata : Rasulullah ` bersabda  : "Jibril mem &lt;br /&gt;bacakan kepadaku satu huruf kemudian aku mengulanginya, lalu aku minta tambah dan Dia  ( Jibril ) menambahiku sampai selesai tujuh huruf ". ( dikeluarkan oleh Bukhari dan muslim ).        &lt;br /&gt;   Sedangkan yang dimaksud dengan tujuh huruf yaitu tujuh bahasa dari bahasa arab yang bermakna satu ( sama ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIKMAH DITURUNKANNYA AL-QUR'AN DALAM TUJUH HURUF :&lt;br /&gt;1. Memudahkan untuk dibaca dan dihafal oleh kaum 'ummi ( kaum yang buta huruf ).&lt;br /&gt;2. Mu'jizat Al-Qur'an dari segi bahasa yang fithrah bagi orang Arab.&lt;br /&gt;3. Mu'jizat Al- Qur'an dari segi makna dan huukum-hukumnya.&lt;br /&gt;                                                                                                                                              &lt;br /&gt;10. ACAAN - BACAAN AL-QUR'AN DAN PARA AHLINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI QIRO'AH &lt;br /&gt;   Qiro'ah adalah sebuah madzhab dari madzhab-madzhab yang mempelajari tentang cara membaca Al-Qur'an menurut seorang imam diantara tujuh madzab imam  yang saling berbeda.&lt;br /&gt;   Adapun tingkatan Qurra' dari kalangan sahabat antara lain : &lt;br /&gt;1. Utsman &lt;br /&gt;2. Ali&lt;br /&gt;3. 'Ubay &lt;br /&gt;4. Zaid bin Tsabit &lt;br /&gt;5. Ibnu Mas'ud &lt;br /&gt;6. Abu Darda'&lt;br /&gt;7. Abu Musa Al-asy'ary&lt;br /&gt;   Sedangkan tujuh imam yang terkenal didalam masalah qiro'ah antara lain :&lt;br /&gt;1. Abu Amru&lt;br /&gt;2. Nafi'&lt;br /&gt;3. Ashim &lt;br /&gt;4. Hamzah&lt;br /&gt;5. Kisa'i&lt;br /&gt;6. Ibnu Amir &lt;br /&gt;7. Ibnu Katsir &lt;br /&gt;   Ketika terjadi banyaknya Qiro'ah, maka kemudian dibatasi hanya tujuh macam saja yaitu dikembalikan kepada imamnya masing-masing karena mereka adalah imam Qura'  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan juga riwayat dari imam-imam tersebut sangatlah banyak.dan tatkala riwayat yang sesuai dengan khatul mushaf ( cara penulisan ) yang paling mudah dihafal dan diingat&lt;br /&gt;jumlahnya sedikit maka kemudian diukur dengan cara melihat kepada riwayat yang terkenal tsiqah dan amanahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . MACAM-MACAM QIRO'AH DAN HUKUMNYA &lt;br /&gt;1. Mutawatir : apa yang diriwayatkan oleh jama'ah yang tidak mungkin bersepakat untuk  melakukan kedusataan  didalamnya.&lt;br /&gt;2. Masyhur : hadits yang diriwayatkan oleh sanad  yang shahih dan sesuai dengan rasm    ( tulisan ) dan bahasa arab namun belum sampai derajat mutawatir.&lt;br /&gt;3. Ahad : hadits yang diriwayatkan oleh sanad yang shahih namun menyelisihi rasm                             atau bahasa arab.&lt;br /&gt;4. Syadz : hadits yang sanadnya tidak shahih, seperti bacaan ملك يو م الديت  &lt;br /&gt;5. Maudhu' : riwaayat yang tidak ada dasarnya.&lt;br /&gt;6. Mudraj : riwayat yang ditambahkan pada bacaan sebagai penjelas.&lt;br /&gt;   Dari semua bacaan di atas jumhur ulama' sepakat bahwasanya Qiro'ah sab'ah derajatnya mutawatir, sedangkan selainnya yang  bukan mutawatir tidak boleh dibaca di dalam shalat, ataupun di luar shalat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C . KAIDAH-KAIDAH QIRO'AH YANG BENAR&lt;br /&gt;1. Sesuai dengan bahasa arab ditinjau dari berbagai segi.&lt;br /&gt;2. Sesuai dengan salah satu mushaf utsmani.&lt;br /&gt;3. memiliki  sanad yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D . FAIDAH-FAIDAH PERBEDAAN DI DALAM BACAAN YANG BENAR &lt;br /&gt;1. Sebagai bukti bahwasannya Al-Qur'an terjaga dari pemalsuan dan perubahan.&lt;br /&gt;2. Meringankan dan memudahkan umat untuk membacanya.&lt;br /&gt;3. Mu'jizat Al-Qur'an dari segi kepraktisannya.&lt;br /&gt;4. sebagai penjelasan terhadap bacaan yang masih global.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E . MACAM-MACAM WAQAF&lt;br /&gt;1. Taam yaitu : waqaf yang tidak bersambung dengan ayat setelahnya.&lt;br /&gt;2. Al-Jaiz : waqaf yang secara lafadznya terputus tetapi dari segi maknanya bersambung.&lt;br /&gt;3. Al-Hasan : waqaf yang dianjurkan untuk berhenti dan hendaknya tidak memulai bacaan setelahnya.&lt;br /&gt;4. Al-Qabih : waqaf yang tidak bisa difahami maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F . TAJWID DAN ADAB TILAWAH &lt;br /&gt;   Tajwid adalah memberikan sesuai dengan hak-haknya dan susunannya  mengembalikannya kepada tempat keluarnya dan aslinya,mengucapkannya dengan pelan sesuai dengan keadaannya yang sempurna.&lt;br /&gt;   Adab-adab tilawah : &lt;br /&gt;1. hendaknya berwudhu' sebelum membaca.&lt;br /&gt;2. membaca ditempat yang bersih.&lt;br /&gt;3. membaca dengan khusyu'.&lt;br /&gt;4. hendaknya bersiwak sebelum membaca.&lt;br /&gt;5. membaca ta'awudz di awal permulaan.&lt;br /&gt;6. hendaknya dimulai dengan bismillah.&lt;br /&gt;7. membaca dengan tartil.&lt;br /&gt;8. hendaknya mentadaburi apa yang dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. hendaknya merenungi ayat-ayat janji dan ancaman.&lt;br /&gt;10. hendaknya mengeraskan bacaannya ketika dikeraskan itu lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G . Mengajarkan Al-Qur'an dan hukum mengambil upahnya&lt;br /&gt;    Mempelajari Al-Qur'an hukumnya fardhu kifayah, sedangkan menjaganya                     ( menghafalkannya ) wajib atas umat ini sehingga tidak terputus jumlah riwayatnya yang mutawatir.&lt;br /&gt;    Adapun cara belajar Al-Qur'an yang baik yaitu belajar lima ayat  kemudian menghafalnya, sebagaimana yang diajarkan Jibril kepada Rasulullah ` .&lt;br /&gt;    Adapun hukum mengambil upah dari mengajar Al-Qur'an para Ulama' berbeda pendapat tetapi yang paling rajih yaitu boleh, sebagaimana sabda Nabi ` :&lt;br /&gt;إن أحق ما أخذ تم عليه أجرا كتاب الله  ( رواه  البخارى في كتاب الطب من حد يث ابن عباس ).&lt;br /&gt;"sesungguhnya sesuatu yang paling berhak engkau ambil upahya adalah kitabullah ".&lt;br /&gt;    kemudian sebagian Ulama' membagi hukum mempelajari sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. mengajar dengan mengharap balasan dari Allah semata tanpa mengambil upah, sebagaimana amalannya para Nabi.&lt;br /&gt;2. Mengajar dengan mengambil upah, para Ulama' berbeda pendapat.&lt;br /&gt;3. Mengajar tanpa memberikan syarat, namun apabila diberi hadiah diterima, dan ini hukumnya boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. KAIDAH – KAIDAH YANG HARUS DIPERHATIKAN BAGI PARA MUFASSIR&lt;br /&gt;    Hendaknya bagi para mufassir memperhatikan kaidah-kaidah dalam menafsirkan ayat yaitu bahasa arab dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengannya yang mencakup beberapa hal diantaranya : &lt;br /&gt;1. Dhamir ( kata ganti ).&lt;br /&gt;2. Ma'rifat dan Nakirah  ( sesuatu yang diketahui dan yang tidak diketahui ).&lt;br /&gt;3. Bentuk mufrad dan jama' ( tunggal dan banyak ).&lt;br /&gt;4. Bersamaan kata dalam bentuk jama' dan mufrad.&lt;br /&gt;5. Apa yang disangka perdamaan kata tapi ternyata bukan.&lt;br /&gt;6. Pertanyaan dan jawaban.&lt;br /&gt;7. Khitab ( objek ) dalam bentuk isim atau fi'il ( kata benda atau kata kerja ).&lt;br /&gt;8. Athaf ( kata sambung ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. PERBEDAAN ANTARA MUHKAM DAN MUTASYABIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI MUHKAM DAN MUTASYABIH&lt;br /&gt;    Muhkam adalah perkataan yang kuat dengan membedakan antara yang benar dengan yang dusta, petunjuk dengan kesesatan di dalam perintah-perintahnya.&lt;br /&gt;    Mutasyabih adalah perkataan yang semisal atau yang serupa dalam hal kebenarannya satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . PERBEDAAN ANTARA MUHKAM KHAS DENGAN MUTASYABIH KHAS &lt;br /&gt;1. Muhkam : apa saja yang diketahui maksudnya.&lt;br /&gt;    Mutasyabih : apa saja yang hanya Allah yang mengetahuinya.&lt;br /&gt;2. Muhkam : sesuatu yang hanya mengandung makna satu saja.&lt;br /&gt;    Mutasyabih : sesuatu yang mengandung makna banyak.&lt;br /&gt;3. Muhkam : sesuatu yang berdiri sendiri dan tidak butuh penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutasyabih : sesuatu yang tidak  berdiri dan butuh penjelasan kepada yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C . MAKNA TA'WIL &lt;br /&gt;    Ta'wil memiliki tiga makna : &lt;br /&gt;1. Merubah lafadz dari makna rajih kepada makna marjuh.&lt;br /&gt;2. Ta'wil bermakna tafsir.&lt;br /&gt;3. Sesuatu yang sebenarnya yang dita'wilkan dengan perkataan.&lt;br /&gt;    Adapun ta'wil yang tercela dari ketiga makna ta'wil di atas yaitu ta'wil yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. 'AAM DAN KHAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI 'AAM &lt;br /&gt;    'Aam yaitu : lafadz yang mencakup semua hal tanpa batas.&lt;br /&gt;Diantara shighah ( bentuk ) lafadz-lafadz yang umum antara lain : &lt;br /&gt;- lafadz كل )   )&lt;br /&gt;- Diketahui dengan ( ا ل  )&lt;br /&gt;- Nakirah dengan redaksi nafyi atau nahi ( penidaan atau larangan ).&lt;br /&gt;- Isim Maushul ( kata sambung). &lt;br /&gt;- Isim syarat ( kata syarat ).&lt;br /&gt;- Isim jenis yang disandarkan kepada ma'rifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . PEMBAGIAN  'AAM &lt;br /&gt;    'Aam terbagi menjadi tiga macam :&lt;br /&gt;1. 'Aam yang menunjukkan keumumannya. &lt;br /&gt;2. 'Aam yang menunjukkan makna khusus.&lt;br /&gt;3. 'Aam yang dikhususkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C . PERBEDAAN MAKNA  'AAM YANG MENUNJUKKAN MAKNA KHUSUS DENGAN  'AAM YANG DIKHUSUSKAN &lt;br /&gt;1. 'Aam yang menunjukkan makna khusus tidak mencakup semua jenis,&lt;br /&gt;    'Aam yang dikhususkan mencakup semua jenis.&lt;br /&gt;2. 'Aam yang menunjukkan makna khusus majaz qath'i,&lt;br /&gt;    'Aam yang dikhususkan menunjukkan makna yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;3. 'Aam yang menunjukkan makna khusus qarinahnya aqliah,&lt;br /&gt;    'Aam yang dikhususkan qarinahnya lafdziah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D . DEFINISI KHAS &lt;br /&gt;    Khas yaitu lafadz yang terbatas dan tidak mencakup semua jenis.&lt;br /&gt;Sedangkan Takhsis mengeluarkan sebagian makna yang umum.&lt;br /&gt;Adapun mukhassas ada dua macam : mutthasil,dan munfashil.&lt;br /&gt;Muttashil terbagi menjadi lima macam :&lt;br /&gt;- istisna' ( pengecualian ).&lt;br /&gt;- sifat&lt;br /&gt;- syarat &lt;br /&gt;- ghayah ( tujuan )  &lt;br /&gt;- badal ba'd min kul ( menyebutkan sebagian dari seluruhnya ).&lt;br /&gt;Munfashil yaitu lafadz yang tidak terpisah antara 'aam dan khas dengan suatu pemisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. NASIKH DAN MANUSKH&lt;br /&gt;A . DEFINISI NASIKH &lt;br /&gt;    Secara bahasa Nasikh berarti menghilangkan.&lt;br /&gt;Sedangkan secara istilah berarti mengangkat hukum syar'i dengan hukum syar'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . SYARAT-SYARAT NASIKH &lt;br /&gt;1. hendaknya hukum yang dihapus adalah hukum syar'i.&lt;br /&gt;2. hendaknya dalil yang mengangkat hukum syar'i khitabnya syar'i.&lt;br /&gt;3. hendaknya hukum yang dihapus tidak terikat dengan waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C . PEMBAHASAN NASIKH &lt;br /&gt;    Pembahasan nasikh hanya terdapat dalam masalaha perintah dan larangan saja, dan ia ktidak terkait dalam masalah I'tiqad ( keyakinan ), etika-etika akhlaq, pokok-pokkok ibadah atau muamalah, karena syari'at-syari'at tersebut tidak terlepas dari pokok-pokok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D . CARA MENGETAHUI NASIKH &lt;br /&gt;1. Riwayat yang shahih dari Nabi ` atau para sahabat.&lt;br /&gt;2. ijma'ul ummah ( kesepakatan ummat ).&lt;br /&gt;3. Mengetahui yang datang kemudian dari yang terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E . BEBERAPA PENDAPAT MENGENAI NASIKH &lt;br /&gt;1. Yahudi ; mereka mengingkari nasikh, pendapat ini bathil.&lt;br /&gt;2. Rafidhah ; mereka berlebih-lebihan dan mempermudah dalam menetapkan nasikh.&lt;br /&gt;3. Abu Muslim Al-Asfahani; dia menerima nasikh hanya secara akal, namun menolaknya secara syar'i.&lt;br /&gt;4. Jumhur Ulama' menerima nasikh secara akal maupun secara syar'i.berdasarkan dalil sebagai berikut : &lt;br /&gt;    - Sesungguhnya perbuatan-perbuatan Allah k tidak terbatasi dengan tujuan-tujuan.&lt;br /&gt;    - Dalil kitab maupun sunnah ( Al-Baqarah : 106, An-Nahl : 101 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F . PEMBAGIAN NASIKH :&lt;br /&gt;    Nasikh terbagi manjadi empat macam :&lt;br /&gt;1. Nasikh Al-Qur'an dengan Al-Qur'an, para Ulama' bersepakat atas kebolehannya.&lt;br /&gt;2. Nasikh Al-Qur'an dengan As-Sunnah, ada dua macam :&lt;br /&gt;- Nasikh Al-qur'an dengan Sunnah mutawatirah, Jumhur Ulama' memperbolehkannya.&lt;br /&gt;- Nasikh Al-Qur'an dengan Sunnah mutawatirah.&lt;br /&gt;     3.   Nasikh Al-Qur'an dengan Sunnah, Jumhur Ulama' memperbolehkannya.&lt;br /&gt;     4.   Nasikh Sunnah dengan Sunnah, ada empat macam :&lt;br /&gt;           - Nasikh mutawatirah dengan mutawatirah.&lt;br /&gt;           - Nasikh ahad dengan ahad.&lt;br /&gt;           - Nasikh ahad dengan mutawatirah.&lt;br /&gt;           - Nasikh mutawatirah dengan ahad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G . MACAM-MACAM NASIKH DALAM QUR'AN :&lt;br /&gt;1. Menghapus bacaan dan hukum bersamaan.&lt;br /&gt;2. Menghapus hukum dan menyisakan bacaan.&lt;br /&gt;3. menghapus bacaan dan menyisakan hukum .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H . HIKMAH NASIKH :&lt;br /&gt;1. Menjaga kemaslahatan manusia.&lt;br /&gt;2. Perkembangan tasyri' sesuai dengan perkembangan da'wah dan keadaan manusia.&lt;br /&gt;3. Ujian terhadap manusia dengan adanya perintah atau ketiadaanya.&lt;br /&gt;4. Kebaikan dan kemudahan bagi umat,  jika hukumnya lebih berat berarti adanya pahala dan jika lebih ringan berarti kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I . MACAM-MACAM  PENGHAPUSAN HUKUM :&lt;br /&gt;1. Menghapus hukum tanpa penganti, seperti :  penghapusan hukum shadaqah di sisi Rasulullah ` ((  Al-Mujadalah : 12 ).&lt;br /&gt;2. Menghapus hukum dengan hukum yang lebih ringan, seperti : ( QS. Al-Baqarah : 183 ) dihapus dengan ( QS. Al-Baqarah : 187 ).&lt;br /&gt;3. Menghapus hukum dengan hukun yang semisalnya,seperti : penggantian Qiblat dari Baitul Maqdis menuju Ka'bah ( QS.Al-Baqarah : 44 ).&lt;br /&gt;4. Menghapus hukum dengan hukum yang lebih berat, seperti : ( QS.An-Nisa' : 15 ) dihapus dengan  ( QS.An-Nuur : 2 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MUTHLAQ DAN MUQAYYAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI MUTHLAQ DAN MUQAYYAD &lt;br /&gt;   Muthlaq adalah segala sesuatu yang menunjukkan makna yang sebenarnya tanpa batas.&lt;br /&gt;Seperti lafadz : فتحرير رقبة )  ).&lt;br /&gt;Sedangkan Muqayyad adalah sesuatu yang menunjukkan makna yang sebenarnya dengan suatu batasan tertentu. Seperti : فتحربر رقبة  مؤمنة )  ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . PEMBAGIAN MUTHLAQ DAN MUQAYYAD &lt;br /&gt;1. Sama dalam hukum dan sebab.&lt;br /&gt;2. Satu sebab namun beda hukum, seperti : mengusap tangan dalam wudhu' dan tayammum ( QS. Al-Maidah : 6).&lt;br /&gt;3. Berbeda sebab namun satu hukum, seperti membebaskan budak dalam kaffaratul yamin ( denda sumpah ) ( QS. An-Nisa' : 92 ) dan kaffaratud dhihar ( Al-Mujadalah : 3 ).&lt;br /&gt;4. Berbeda sebab dan berbeda hukum, seperti : ketentuan tangan dalam wudhu' dan dalam pencurian.&lt;br /&gt;2. MANTHUQ DAN MAFHUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI MANTHUQ DAN PEMBAGIANNYA &lt;br /&gt;    Manthuq adalah sesuatu yang ditunjukkan oleh lafadz di tempat pengucapannya.&lt;br /&gt;Manthuq ada lima macam : &lt;br /&gt;1. Nash adalah sesuatu yang bermakna yang jelas dan mengandung makna yang lainnya.seperti : ( QS. Al-Baqarah : 196 ).&lt;br /&gt;2. Dhahir adalah sesuatu yang mudah dipahami ketika dimutlakkan tetapi mengandung makna yang lainnya seperti ( QS. Al-Baqarah : 222 ) lafadz thuhur kadang bermakna terputusnya haid dan kadang bermakna bersuci, namun makna yang pertama lebih kuat.&lt;br /&gt;3. Muawwal adalah lafadz yang dibawa makna marjuh dengan adanya dalil yang menghalangi dari makna rajih.seperti lafadz janah pada ( QS. Al-Isra' : 24 ).&lt;br /&gt;4. Iqthidha' adalah kebenaran suatu lafadz yang ditunjukkan oleh dhamir.( QS. An-Nisa': 32 ).&lt;br /&gt;5. Isyarah adalah lafadz yang kebenaannya tidak ditunjukkan dengan dhamir tetapi ditunjukkan dengan makna yang bukan sebenarnya.&lt;br /&gt;6. &lt;br /&gt;B . DEFINISI MAFHUM DAN PEMBAGIANNYA &lt;br /&gt;    Mafhum adalah sesuatu yang ditunjukkan oleh lafadz bukan pada tempat pengucapannya.&lt;br /&gt;Mafhum ada dua macam : &lt;br /&gt;1. Mafhum Muwafaqah yaitu apa yang sesuai antara hukum dan pengucapannya.&lt;br /&gt;Ada dua macam :&lt;br /&gt;a. Fahwal khitab yaitu hukum yang difahami itu lebih utama daripada hukum yang diucapkan, seperti : haramnya memukul orang tua lebih keras daripada yang hanya mengatakan "uf" ( QS. AL-Isra' : 23 ).&lt;br /&gt;b. Khannul khithab yaitu ketetapan hukum yang difahami sebagaimana ketetepan hukum yang diucapkan. &lt;br /&gt;     2.    Mafhum Mukhalafah yaitu apa yang berselisih antara hukum dan pengucapannya.&lt;br /&gt;            Ada empat macam :&lt;br /&gt;            a. Mafhum Sifat ( QS. Al-Hujurat : 6).&lt;br /&gt;            b. Mafhum Syarat ( QS. Ath-Thalaq : 6 ).&lt;br /&gt;            c. Mafhum Ghayah ( QS. Al-Baqarah : 230 )&lt;br /&gt;            d. Mafhum Hasr ( QS. Al-Fatihah : 5 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C . SYARAT MAFHUM DIJADIKAN HUJJAH &lt;br /&gt;1. hendaknya sesuatu yang disebutkan tidak keluar  dari sesuatu keumuman.&lt;br /&gt;2. hendaknya sesuatu yang disebutkan tidak ntuk menjelaskan sesuatu yang patent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. I'JAZUL QUR'AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI I'JAZ &lt;br /&gt;    I'jaz secara bahasa adalah melemahkan, &lt;br /&gt;Adapun secara Istilah adalah menampakkan kebenaran Nabi n didalam menyeru risalah dengan menampakkan kelemahan orang arab dari penentangannya terhadap Al-Qur'an dan juga melemahkan geenrasi-generasi setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINGKATAN AL-QUR'AN DIDALAM MENANTANG ORANG ARAB :&lt;br /&gt;1. Menantang mereka untuk mendatangkan semisal dengan isi Al-Qur'an keseluruhan ( QS. Al-Isra' : 88 ).&lt;br /&gt;2. Menantang mereka untuk mendatangkan sepuluh surat ( QS. Hud : 13-14 ).&lt;br /&gt;3. Menantang mereka untuk mendatangkan satu surat Al-Qur'an, dan surat terpendek Al-Qur'an terdiri dari tiga ayat ( QS. Al-Baqarah : 23 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . BERBAGAI SEGI MU'JIZAT AL-QUR'AN&lt;br /&gt;1. Segi Bahasa &lt;br /&gt;    Sesungguhnya susunan Al-Qur'an dari berbagai segi bahasa berada dalam satu ketentuan yaitu dalam sebaik-baik susunan, rangakaian dan sifatnya yang indah, tidak saling bertingkat dan menurunkan dari posisinya yang tinggi dan itu semua tidak bisa dilakukan oleh manusia.( An-Nisa' : 82 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Segi Ilmu &lt;br /&gt;    Bukanlah yang dimaksud dengan I'jaz Ilmi yaitu Al-Qur'an mengandung  teori-teori ilmiah yang memperbaharui dan memberikan perubahan sehingga menumbuhkan semangat bagi manusia didalam melakukan penelitian dan analisa, akan tetapi I'jaz Ilmi memberikan dorongan untuk berfikir oleh karena itu ia memberikan motivasi bagi manusia untuk memikirkan ayat-ayat kauniah Allah dan mentadaburinya.( QS. Al-Ghasyiyah : 17-20 ).&lt;br /&gt;3. Segi Tasyri' ( Undang-undang )&lt;br /&gt;    Sesungguhnya Al-Qur'an adalah Dustur Tasyri'i ( Undang-undang hukum ) yang sempurna bagi perikehidupan manusia  dalam bentuk yang paling sempurna dan contoh yang paling tinggi. Dan I'jaz Tasyri'i ini akan selalu konsis bersamaan dengan I'jaz Ilmi dan Lughawi selamanya, dan tidak seorangpun di dunia ini yang mengingkari bahwasannya Al-Qur'anlah yang merubah wajah sejarah dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. AMTSALUL QUR'AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI AMTSAL &lt;br /&gt;    Amtsal secara bahasa jama'dari matsal, seperti syibh yaitu sesuatu yang serupa baik secara lafadz maupun makna.&lt;br /&gt;Adapun secara istilah yaitu menampakkan makna dalam bentuk indah dan sederhana, tetapi sangat membekas dalam jiwa baik itu dalam bentuk tasybih (penyerupaan), perkataan ataupun mursal ( kalimat ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . MACAM-MACAM AMTSAL DI DALAM AL-QUR'AN&lt;br /&gt;1.Amtsal Musharrahah yaitu sesuatu yang jelas dengan menggunakan lafadz  مثل  atau yang menunjukkan permisalan ( QS. Al-Baqarah : 20 ).&lt;br /&gt;2.Amtsal Kaminah yaitu amtsal yang tidak menggunakan lafadz secara jelas, akan dia menunjukkan makna-makna yang indah di dalam bentuk yang sedehana contoh makna :&lt;br /&gt;خير الأمور الوسط  dimatsalkan dengan surat Al-Furqan : 67.&lt;br /&gt;3.Amtsal Mursalah yaitu kalimat-kalimat yang bebas dengan tidak menggunakan lafadz tasybih secara jelas ( QS. Al-Maidah : 100 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C . FAIDAH-FAIDAH AMTSAL &lt;br /&gt;1. Mengeluarkan sesuatu yang masuk akal kepada sesuatu yang bisa dijangkau oleh  indera manusia..&lt;br /&gt;2. Menyingkap sesuatu hakikat, dan mengungkapkan sesuatu yang ghaib kepada sesuatu yang nyata.&lt;br /&gt;3.  Menumbuhkan jiwa &lt;br /&gt;4.  Membuat jera jiwa.&lt;br /&gt;5.  Memuji sesuatu yang dipermisalkan.&lt;br /&gt;6.  Mempermisalkan sifat yang dibenci manusia.&lt;br /&gt;7. Sesuatu yang paling merasuk di dalam jiwa , nasehat  yang  paling membekas dan  ancaman yang paling kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. AQSAMUL QUR'AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI AQSAM &lt;br /&gt;    Aqsam bentuk jama' dari qasam,  yang secara bahasa berarti sumpah.&lt;br /&gt;Sedangkan secara istilah berarti ikatan jiwa, dengan mencegah dari sesuatu atau dengan melakukan sesuatu yang bermakna mengagungkan terhadap sesuatu yang dijadikan sumpah baik secara hakikat yang sebenarnya maupun secara I'tiqad ( keyakinan ).&lt;br /&gt;Adapun bagian-bagian di dalam shigah ( bentuk ) sumpah ada tiga : &lt;br /&gt;1. Fi'il yang muta'adi dengan huruf  " ba' ".&lt;br /&gt;2. Muqsam bih ( sesuatu yang dijadikan sumpah ).&lt;br /&gt;3. Muqsam alaih ( sesuatu yang dijadikan sumpah atasnya ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . FAIDAH SUMPAH DI DALAM AL-QUR'AN &lt;br /&gt;1.   Menghilangkan keraguan.&lt;br /&gt;2.   Menghilangkan syubhat.&lt;br /&gt;3.   Menegakkan hujjah.&lt;br /&gt;4.   Menguatkan berita.&lt;br /&gt;5.   Menetapkan hukum di dalam bentuk yang paling sempurna.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C . MUQSAM BIH DI DALAM AL-QUR'AN &lt;br /&gt;      Sumpah Allah l terhadap diri-Nya sendiri-Nya di dalam Al-Qur'an terdapat di tujuh tempat : &lt;br /&gt;1. At-Taghabun : 7&lt;br /&gt;2. Saba' : 3&lt;br /&gt;3. Yunus : 53&lt;br /&gt;4. Maryam : 58&lt;br /&gt;5. Al-Hijr : 68&lt;br /&gt;6. An-Nisa' : 65&lt;br /&gt;7. Al-Ma'airj : 40&lt;br /&gt;Dan kebanyakan sumpah di dalam Al-Qur'an yaitu terhadap makhluqnya dan itu semua menunjukkan akan kebesaran  ayat ( tanda ) yang dijadikan sumpah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D . MACAM-MACAM QASAM &lt;br /&gt;1. Dhahir yaitu qasam yang menunjukkan fi'il qasam ( kata kerja dengan sumpah ) dan muqsam bih secara jelas.&lt;br /&gt;2.  Mudhmar yaitu qasam yang menunjukkan fi'l qasam dan muqsam bih tidak secara jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PERDEBATAN DI DALAM AL-QUR'AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI JADAL &lt;br /&gt;    Secara bahasa Jadal adalah perdebatan dengan cara menjatuhkan dan mengalahkan sebagai konsekwensi dari adanya perbedaan &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B . CARA AL-QUR'AN DIDALAM TUKAR PENDAPAT &lt;br /&gt;1. karena Al-Qur'an datang dengan bahasa arab, maka mereka terhadap apa yang mereka ketahui.&lt;br /&gt;2. karena sandaran didalam berdalil jiwa yang fithrah ( suci ) berdasarkan iman.&lt;br /&gt;3. karena meninggalkan perkataan yang jeli dan bersandar kepada sesuatu yang teliti dan tersembunyi adalah bagian dari sesuatu yang tertutup dan teka-teki yang tidak dapat diketahui melainkan hanya orang tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C . MACAM-MACAM DIALOG DI DALAM AL-QUR'AN &lt;br /&gt;1. Apa yang disebutkan oleh Allah swt. dari  ayat – ayat  kauniah  yang berkaitan   dengan analisa dan tadabbur yang menunjukkan kepada pokok aqidah.&lt;br /&gt;2.  Bantahan atas perselisihan bagi orang yang ngeyel.&lt;br /&gt;     a. Menetapkan objek ( lawan bicara ) dengan menggunakan pertanyaan.&lt;br /&gt;     b. Dalil mabda'  (permulaan) terhadap hari akhir.&lt;br /&gt;     c. Membatalkan sangkaan perselisihan dengan menetapkan pembatalnya.&lt;br /&gt;     d. Pembagian dengan membatasi sifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. QASHASUL QUR'AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI QASHAS &lt;br /&gt;    Qashas bentuk jama' dari qissah yang berarti : perintah, khabar, urusan, atau keadaan.&lt;br /&gt;Sedangkan yang dimaksud dengan Qashasul qur'an  adalah khabar-khabar tentang umat-umat terdahulu, dan kenabian-kenabian terdahulu serta keadaan-keadaan yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B   . MACAM-MACAM KISAH DI DALAM AL-QUR'AN &lt;br /&gt;1. Kisah para Nabi.&lt;br /&gt;2. Kisah yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa terdahulu. &lt;br /&gt;3. Kisah yang berkaitan dengan peristiwa yang telah terjadi di zaman Rasulullah ` .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C . FAIDAH-FAIDAH KISAH DI DALAM AL-QUR'AN &lt;br /&gt;1. Menjelaskan asas dalam berda'wah kepada Allah l .&lt;br /&gt;2. Menguatkan hati Rasulullah `  dan hati umatnya terhadap agama Allah l .&lt;br /&gt;3. Membenarkan Nabi-nabi terdahulu.&lt;br /&gt;4. Menampakkan kebenaran da'wah Rasulullah `  .&lt;br /&gt;5. Mendebat ahlu kitab dengan menegakkan hujjah.&lt;br /&gt;6. contoh-contoh dari adab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D . PENGULANGAN KISAH DAN HIKMAHNYA &lt;br /&gt;1.  Menjelaskan balaghatul qur'an di dalam tingkatan yang paling tunggi.&lt;br /&gt;2. Kuatnya I'jaz, yaitu  menginginkan satu makna dengan cara mengungkapkannya dalam bentuk yang  banyak &lt;br /&gt;3.  Perhatian terhadap keadaan kisah untuk menguatkan pelajaran tersebut di dalam jiwa.&lt;br /&gt;4.  Perbedaan tujuan yang dengannya kisah itu disusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. TERJEMAH AL-QUR'AN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI TARJAMAH &lt;br /&gt;1. Tarjamah harfiah yaitu memindahkan lafadz-lafadz bahasa kepada lafadz-lafadz yang semisalnya dengan menyesuaikan nadham (syair) dan susunannya.&lt;br /&gt;2. Tarjamah maknawiyah yaitu menjelaskan makna perkataan dengan bahasa lain tanpa terikat dengan susunan kalimat yang asli atau tetap menjaga susunananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . HUKUM SHALAT DENGAN SELAIN BAHASA ARAB &lt;br /&gt;1. Boleh secara mutlak, atau diperbolehkan bagi orang yang lemah dalam mengucapkan bahasa arab.&lt;br /&gt;2. Tidak boleh, oleh karena itu shalat dengan bahasa ini tidak sah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9. TAFSIR DAN TA'WIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . DEFINISI TAFSIR DAN TA'WIL &lt;br /&gt;Tafsir secara bahasa yaitu menjelaskan, menyingkapkan, dan menampakkan makna yang rasional.sedangkan secara istilah yaitu ilmu yang membahas tentang cara mengucapkan lafadz-lafadz Al-Qur'an, petunjuk-petunjuknya, hukum-hukum ifradiyah (kosa kata) dan tarkibiyyahnya (susunan kalimat) makna-maknanya yang mengandung keadaan tarkib dan penyempurnaannya.&lt;br /&gt;Ta'wil secara bahasa kembali kepada asal, sedangakan secara istilah yaitu merubah lafadz dari makna rajih kepada makna marjuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ANTARA TAFSIR DAN TA'WIL &lt;br /&gt;1. Sama-sama menafsirkan perkataan dan menjelaskan maknanya.&lt;br /&gt;2.Ta'wil adalah makna perkataan itu sendiri, sedangkan Tafsir adalah menjelaskan,dan menerangkan bagi perkataan  tersebut&lt;br /&gt;3.Tafsir adalah sesuatu yang datang sebagai penjelas bagi Al-Qur'an membantu di dalam memahami As-Sunnah. Sedangkan Ta'wil adalah apa yang disimpulkan oleh ulama'.&lt;br /&gt;4.Tafsir adalah sesuatu yang banyak digunakan dalam menjelaskan lafadz-lafadz dan kosa kata, sedangkan Ta'wil kebanyakan  digunakan dalam makan-makna dan kalimat-kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. SYARAT-SYARAT BAGI MUFASIR DAN ADAB-ADABNYA &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A . SYARAT-SYARAT BAGI MUFASSIR&lt;br /&gt;1. memiliki aqidah yang benar. &lt;br /&gt;2. bersih dari hawa nafsu. &lt;br /&gt;3. Menafsirkan Al-Qur'an dengan Al-Qur'an. &lt;br /&gt;4. Menjelaskan Al-Qur'an dengan As-Sunnah.&lt;br /&gt;5. Apabila tidak dijelaskan oleh sunnah maka dikembalikan kepada perkataan para sahabat.&lt;br /&gt;6. apabila tidak didapatkan di dalam sunnah dan perkataan para sahabat maka dikembalikan kepada perkataan para tabi'in.&lt;br /&gt;7. Mengetahui ilmu bahasa arab dan dan segala cabangnya.&lt;br /&gt;8. Mengetahui dasar-dasar ilmu yang berkaitan dengan Al-Qur'an.&lt;br /&gt;9. Memiliki pemahaman yang jeli dan teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B . ADAB-ADAB BAGI SEORANG MUFASSIR &lt;br /&gt;1. Berniat baik dan memiliki tujuan yang benar.&lt;br /&gt;2. Memiliki akhlaq yang baik.&lt;br /&gt;3. Mempraktekkan ilmu dan mengamalkannya.&lt;br /&gt;4. Meriwayatkan dari orang yang terpercaya dan kuat hafalannya.&lt;br /&gt;5. Bersikap tawadhu' dan lemah lembut terhadap sekitarnya.&lt;br /&gt;6. Menjaga harga diri.&lt;br /&gt;7. Menyurakan kebenaran.&lt;br /&gt;8. Memiliki kharisma.&lt;br /&gt;9. Teliti dalam meriwayatkan.&lt;br /&gt;10. Hendakmya mendahulukan tafsir yang lebih baik.&lt;br /&gt;11. Memiliki cara penyajian dan penyampaian yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TAFSIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada masa Nabi Muhammad `  para sahabat menyandarkan tafsir mereka kepada :&lt;br /&gt;1. Al-Qur'an &lt;br /&gt;2. As-Sunnah &lt;br /&gt;3. Pemahaman dan ijtihad.&lt;br /&gt;Sedangkan pada masa tabi'in mereka mengambil penafsirannya para sahabat, kemudian pada masa tadwin (pembukuan) mulailah ada sebuah sekelompok yang sangat perhatian terhadap riwayat tafsir yang bersandar kepada Nabi Muhammad `, para sahabat, atau para tabi'in.dan juga terhadap pengumpulan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B .TINGKATAN PARA MUFASSIRIN&lt;br /&gt;1. Tingkatan para sahabat.&lt;br /&gt;2. Tingkatan para tabi'in.&lt;br /&gt;3. Tingkatan setelahnya yaitu orang-orang yang menggabungkan antara perkataan para sahabat dengan perkataan para tabi'in.&lt;br /&gt;4. Tingkatan orang-orang setelahnya, sampai datang masa kebangkitan modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C . MACAM-MACAM TAFSIR&lt;br /&gt;1. Tafsir bil ma'tsur yaitu tafsir yang menyandarkan kepada riwayat yang shahih.&lt;br /&gt;Hukumnya : wajib mengikuti dan mengambilnya, karena melalui jalan periwayatan yang sahih.&lt;br /&gt;2. Tafsir bir ra'yi yaitu tafsir yang yang bersandar kepada pemahaman mufassir dan istimbath dari pemikiran sendiri. &lt;br /&gt;Hukumnya : haram.&lt;br /&gt;3. Isra'iliyat : penjelasan yang diambil dari taurat dan injil.&lt;br /&gt;Hukumnya : tidak membenarkannya dan juga tidak mendustakannya.sebagaimana sabda Nabi Muhammad `  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; (( لا تصدقوا أهل ا لكتاب ولا نكذبوهم و قولوا أمنا باالله وما أنزل  إلينا...))   اخرجه البخارى &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"janganlah engkau membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakannya".&lt;br /&gt;3. Tafsir sufiyah yaitu tafsir yang membawa makna-makna nash kepada selain dhahirnya dan cenderung kepada ta'wil-ta'wil kebathinan yang menyimpang jauh yang akhirnya menimbulkan keraguan.&lt;br /&gt;4. Tafsir Isyari yaitu tafsirnya orang-orang sufi &lt;br /&gt;hukumnya : boleh mengambilnya, tetapi dengan empat syarat : &lt;br /&gt;- Tidak bertentangan dengan makna ayat.&lt;br /&gt;- Maknanya benar.&lt;br /&gt;- Pada lafadznya &lt;br /&gt;- Adanya ikatan antara tafsir dan makna ayat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. NAMA KITAB MUFASSIR JENIS TAFSIR&lt;br /&gt;1. Tafsir ibnu abbas  Ibnu abbas  Ma'tsur&lt;br /&gt;2.  Jani'ul bayan fie tafsiril qur'an  At-Thabari &lt;br /&gt;3.. Al-mukharrar wajiz fie tafsiril kitab aziz  &lt;br /&gt;4. Tafsir Al-Qur'anul Adzim  &lt;br /&gt;5. Mafatihul ghaib  &lt;br /&gt;6. Al-Bahrul muhith  &lt;br /&gt;7. Al-Kassyaf  &lt;br /&gt;8. Al-jawahir fie tafsiril qur'an  &lt;br /&gt;9. Tafsir Al-Manar   &lt;br /&gt;10. Fie dhilalilqur'an  &lt;br /&gt;11. At-Tafsir Al-bayani lil qur'an al-karim  &lt;br /&gt;12.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1770333844315136294-560010272814634667?l=yurirobithoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/feeds/560010272814634667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/ilmu-ilmu-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/560010272814634667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/560010272814634667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/ilmu-ilmu-quran.html' title='ILMU-ILMU QUR&apos;AN'/><author><name>Yuri Alamsyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04422086139469178877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-CmPvEOAguZk/TaFIzMyPUoI/AAAAAAAAACU/ZYdgSpNKAf8/s220/197276_207320102617651_100000189879259_954596_5906082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294.post-1788809549757986432</id><published>2011-05-18T20:12:00.001-07:00</published><updated>2011-05-18T20:12:53.461-07:00</updated><title type='text'>PENYEBAB GAGALNYA DA'WAH</title><content type='html'>(DR. Sayyid M. Nuh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA&lt;br /&gt;FUTUUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Pengertian Futuur&lt;br /&gt;Dalam lisanul Arab, kata fatara mengandung pengertian sikap berdiam diri setelah sebelumnya bergiat atau setelah sebelumnya kuat. Sedangkan dari sudut istilah futuur ialah suatu penyakit hati (rohani) yang efek minimalnya timbulnya rasa malas, lamban dan sikap santai dalam melakukan suatu amaliyah yang sebelumnya pernah dilakukan dengan penuh semangat dan menggebu-gebu,dan efek maksimalnya adalah terputusnya sama sekali praktik dari suatu amaliyah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor-Faktor Penyebab Futuur &lt;br /&gt;1. Sikap ekstrim atau terlalu berlebihan dalam menjalankan aturan agama.&lt;br /&gt;Rosulullah saw bersabda:" Jauhilah sikap ghuluw (berlebih- lebihan dalam agama), karena sesungguhnya orang orang sebelum kamu telah binasa akibat sikap  itu.(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;2. Melampaui batas kewajaran dalam melakukan hal-hal yang mubah atau dibolehkan.&lt;br /&gt;Ummul mukminin A`isyah ra berkata :"Musibah pertama yang akan menimpa umat ini sepeninggal nabinya adalah rasa kenyang .Sesungguhnya suatu kaum manakala perutnya kenyang maka akan gemuk badannya, lemah kemauannya, dan syahwatnya akan sulit dikendalikan".  &lt;br /&gt;3. Memisahkan diri dari berjamaah dan lebih mengutamakan hidup uzlah atau      menyendiri. &lt;br /&gt;Rosulullah saw bersabda :"Berjama`ahlah kalian ,karena sesungguhnya setan akan menyertai orang yang sendiri, dan ia akan menjauhi orang yang berdua. Barang siapa yang ingin masuk ke dalam taman syurga hendaklah ia komitmen dengan jamaahnya".(HR Tirmudzi)&lt;br /&gt;4. Kurang mengingat masalah kematian dan akhirat.&lt;br /&gt;5. Menyepelekan kewajiban harian, seperti tidak sholat pada waktunya.&lt;br /&gt;6. Tubuhnya termasuki sesuatu yang haram atau bernilai syubhat.&lt;br /&gt;7. Mencukupkan diri dengan mengerjakan salah satu bagian saja dari syari'at islam. &lt;br /&gt;Contoh sikap semacam itu adalah hanya memusatkan perhatian kepada masalah akidah saja dan mengenyampingkan masalah selainnya, atau terlalu mementingkan ibadah saja dan meninggalkan masalah muamalah lainnya.&lt;br /&gt;8. Melalaikan kaidah sunnatullah.&lt;br /&gt;Sebagai misal adalah mereka ingin secepatnya melakukan perubahan secara total terhadap kondisi dan situasi masyarakat, baik pola pikir, akhlak, maupun tatanan budaya, sosial, politik dan sebagainya ke dalam konsep islam kalau mungkin dalam waktu sesingkat-singkatnya.&lt;br /&gt;9. Mengabaikan kebutuhan jasmani.&lt;br /&gt;10. Tidak siap menghadapi kendala da`wah.&lt;br /&gt;11. Berteman dengan orang yang mempunyai penyakit futuur.&lt;br /&gt;12. Tidak terprogramnya aktifitas yang dilakukan.&lt;br /&gt;13. Berlarut-larut dalam melakukan maksiat dan meremahkan dosa-dosa kecil.&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;C. Dampak Akibat Futuur&lt;br /&gt;1. Terhadap diri aktivis.&lt;br /&gt;Merupakan kerugian besar andaikan kita tengah dilanda futuur, tiba-tiba kita harus menghadap kepada-Nya, karena kita akan dinilai sebagai manusia yang menyia-nyikan dan lalai terhadap ajaran -ajaran-Nya.&lt;br /&gt;Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas`ud ra. Sangat berduka hingga menitikkan air mata kala dirinya tengah sakit keras menjelang wafatnya. Para sahabatnya lalu bertanya :"apa yang terjadi padamu wahai Abdullah bin Mas`ud? Dia menjawab : "sesungguhnya aku menangis karena penyakit ini menyerangku saat aku dalam keadaan futuur dan tidak menimpaku saat aku giat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Terhadap amal islami&lt;br /&gt;Penyakit futuur akan mengakibatkan bertambah panjang jalannya dakwah serta akan mengakibatkan bertumpuknya beban serta pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Kiat Dan Cara Mengatasi Futuur.&lt;br /&gt;1. Menjauhi perbuatan maksiat dan keburukan baik yang besar ataupun yang kecil.&lt;br /&gt;2. Tekun dalam mengerjakan kewajiban harian.&lt;br /&gt;3. Mengincar waktu-waktu utama dan menghidupkannya dengan ketaatan padanya.&lt;br /&gt;4. Menghindarkan diri dari sikap berlebihan dalam menjalankan agama, karena yang demikian ini akan mempergiat dan mendorong untuk kontinyu.&lt;br /&gt;5. Menerjunkan diri sepenuhnya dalam lingkup jamaah, dan tidak meningalkannya dalam situasi dan kondisi apapun.&lt;br /&gt;6. Senantiasa memperlihatkan kaidah sunnatullah dalam kehidupan.&lt;br /&gt;7. Menyadari bentuk-bentuk kendala yang akan dihadapi.&lt;br /&gt;8. Teliti dan menerapkan strategi yang baik.&lt;br /&gt;9. Senantiasa menjalin hubungan dengan para shalihin dan mujahidin.&lt;br /&gt;10. Memberikan waktu pada jasmani untuk istirahat, makan dan minum secukupnya.&lt;br /&gt;11. Menghibur diri dengan hal-hal yang diperbolehkan.&lt;br /&gt;12. Melakukan kajian secara kontinyu terhadap buku-buku yang membahas perjalanan hidup atau sejarah para sahabat atau orang orang sholih lainnya.&lt;br /&gt;13. Mengingat kematian dan kejadian-kejadian yang bakal terjadi selanjutnya.&lt;br /&gt;14. Mengingat kenikmatan syurga dan azab neraka.&lt;br /&gt;15. Menghadiri majlis-majlis ilmu.&lt;br /&gt;16. Menjalankan ajaran agama secara total.&lt;br /&gt;17. Mengoreksi jiwa /muhasabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA&lt;br /&gt;ISRAAF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Pengertian&lt;br /&gt;Dari sudut bahasa israaf dapat bermakna :&lt;br /&gt;1. Melakukan sesuatu tapi tidak dalam rangka ketaatan.&lt;br /&gt;2. Boros dan melampaui batas.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah adalah penyakit rohani berupa perbuatan yang melampaui batas kewajaran, baik dalam hal makanan, minuman, tempat tinggal dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor-Faktor Penyebab Israaf&lt;br /&gt;1. Latar belakang keluarga.&lt;br /&gt;Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda :Wanita itu biasanya dinikahi karena empat hal, yakni hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang baik agamanya,niscaya kalian beruntung (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;2. Keluasan rizki yang diperoleh setelah kesempitan.&lt;br /&gt;3. Berteman dengan pemboros.&lt;br /&gt;4. Lalai terhadap bekal perjalanan.&lt;br /&gt;Allah berfirman ;" Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu cobaan sebagaimana halnya orang orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan macam-macam cobaan), sehingga berkatalah rosul dan orang-orang yang bersamanya, bilakah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah ,sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat .(al baqarah :214)&lt;br /&gt;5. Pengaruh anak dan istri.&lt;br /&gt;Yaitu melalui adat dan kebiasaan mereka. Jika kita tidak waspada, teliti dan sabar dalam menghadapinya, maka kita akan mudah sekali dipengaruhi oleh mereka. &lt;br /&gt;6. Lalai terhadap tabiat kehidupan dunia dan apa yang harus terjadi. &lt;br /&gt;7. Kurang mampu mengendalikan aneka tuntutan jiwa.&lt;br /&gt;8. Lalai terhadap kekerasan dan kehebatan hari kiamat.&lt;br /&gt;9. Lalai terhadap realitas yang tengah dihadapi oleh kebanyakan umat manusia dan kaum muslimin khususnya.&lt;br /&gt;10. Lalai terhadap dampak buruk akibat israaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dampak Buruk Akibat Israaf.&lt;br /&gt;1. Terhadap pribadi aktivis.&lt;br /&gt;a. Timbulnya penyakit fisik.&lt;br /&gt;b. Hati menjadi keras. &lt;br /&gt;c. Kebekuan berfikir.&lt;br /&gt;d. Condong pada kejahatan dan dosa.&lt;br /&gt;e. Tidak mudah menghadapi ujian dan kesulitan.&lt;br /&gt;f. Lenyapnya sifat sosial dan rasa solidaritas.&lt;br /&gt;g. Kelak dia harus mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah.&lt;br /&gt;h. Mudah terjerumus mencari harta dengan jalan haram. &lt;br /&gt;i. Menjadi saudara setan.&lt;br /&gt;j. Tidak di cintai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami.&lt;br /&gt;     Adapun pengaruh-pengaruh yang menimpa amal islami antara lain akan menjadi kalah, atau paling tidak surut kebelakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Kiat Dan Cara Mengatasi Israaf.&lt;br /&gt;1. Memikirkan dampak dan akibat dari sikap israaf.&lt;br /&gt;2. Mengendalikan gejolak nafsu syahwati.&lt;br /&gt;3. Senantiasa menelaah sunnah dan sirah (riwayat hidup) nabi saw.&lt;br /&gt;4. Selalu memperhatikan perjalanan hidup para salafush-shalih umat ini.&lt;br /&gt;5. Memutuskan hubungan dengan orang-orang yang boros dan menjalin hubungan dengan orang-orang yang berjiwa besar.&lt;br /&gt;6. Meningkatkan perhatian terhadap pembinaan pribadi istri dan anak.&lt;br /&gt;7. Senantiasa mengikuti keadaan yang tengah dilewati umat manusia umumnya dan kaum muslimin khususnya.&lt;br /&gt;8. Selalu bertafakkur tentang kematian serta kepedihan dan kengerian yang terjadi setelahnya.&lt;br /&gt;9. Mengingat tabi`at jalan da`wah yang berupa kelelahan, kesakitan yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIGA&lt;br /&gt;ISTI`JAAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian.&lt;br /&gt;Dari segi bahasa artinya keinginan untuk menyegerakan atau mempercepat apa-apa yang di hajatkan, atau orang yang menginginkan agar permintaanya terlaksana dengan cepat, atau memerintahkan orang lain untuk bersegera dalam suatu masalah.&lt;br /&gt;Sedangkan dari segi istilah, isti`jal artinya keinginan untuk mewujudkan perubahan atas realita yang tengah dialami oleh kaum muslimin dalam tempo yang sesingkat-singkatnya tanpa memperhatikan lingkungan, tanpa memperhatikan akibat, dan tanpa melihat kenyataan, juga tanpa persiapan bagi pendahuluan sistem dan sarana. Dengan kata lain isti`jal merupakan cara-cara dakwah yang menginginkan hasil yang maksimal dengan waktu yang sesingkat mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Isti`Jal Dalam Pandangan Islam&lt;br /&gt;Isti`jal akan merupakan sikap yang terpuji asalkan sebelumnya terlebih dahulu dilakukan pengamatan yang cermat dan seksama terhadap dampak dan akibat yang bakal timbul, analisis yang akurat terhadap situasi dan kondisi yang ada, dan setelah terlebih dahulu menyingkap segala sesuatunya secara akurat, serta memiliki pembekalan dan persiapan yang jitu serta proses tahapan yang benar.&lt;br /&gt;Sikap isti`1jal yang tercela adalah jika hanya didorong oleh keinginan spontanitas serta sama sekali mengabaikan perhitungan yang matang, atau dengan perkataan lain pengambilan keputusan secara cepat, namun dengan cara nekat atau membabi buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Fenomena Isti`Jal&lt;br /&gt;Ada beberapa fenomena terjadinya isti`jal antara lain :&lt;br /&gt;1. Merekrut orang-orang ke dalam kelompok dakwah sebelum mempertimbangkan kadar kepercayaanya, meneliti kemampuan dan kesanggupan serta kesiapannya.&lt;br /&gt;2. Menaikkan tingkatan atau status mereka (para da`i) ke tingakatan yang lebih tinggi tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan kesempurnaan, kematangan dan kelurusan kepribadiannya.&lt;br /&gt;3. Melaksanakan kegiatan dakwah dengan tidak terarah atau tidak memiliki program dan sasaran yang jelas yang merugikan dakwah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak Buruk Akibat Isti`Jal&lt;br /&gt;1. Mengakibatkan futuur.&lt;br /&gt;2. Menyebabkan pengorbanan yang sia-sia.&lt;br /&gt;3. Menghambat lajunya suatu amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Faktor-Faktor Penyebab Isti`Jal.&lt;br /&gt;1. Dorongan nafsu emosi.&lt;br /&gt;2. Semangat atau gejolak keimanan yang menggebu.&lt;br /&gt;3. Perubahan zaman.&lt;br /&gt;4. Kenyataan adanya musuh-musuh islam.&lt;br /&gt;5. Tidak mengetahui metode-metode dan strategi yang di terapkan musuh.&lt;br /&gt;6. Tersebarnya kemungkaran tanpa mengetahui cara mengatasinya.&lt;br /&gt;7. Kelemahan memikul beban dan kesulitan perjalanan.&lt;br /&gt;8. Berhasil dalam permulaan atau dengan beberapa cara tanpa menilai akibatnya.&lt;br /&gt;9. Tidak adanya program dan metode yang menyerap potensi dan meredam gejolak yang membara.&lt;br /&gt;10. Mengerjakan suatu amal tanpa memiliki keahlian dan pengalaman.&lt;br /&gt;11. Lalai terhadap kaidah-kaidah sunnatullah dalam alam, jiwa dan syariat.&lt;br /&gt;12. Melupakan hakikat tujuan utama seorang muslim.&lt;br /&gt;13. Melalaikan sunnatullah bersama para penentang dan pendusta.&lt;br /&gt;14. Berteman dengan orang yang isti`jal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Kiat Dan Cara Mengatasi Isti`jal.&lt;br /&gt;1. Menyadari dan mewaspadai bahaya atau dampak buruk dari sikap isti`jal.&lt;br /&gt;2. Senantiasa mengkaji dan merenungkan ayat-ayat al-qur`an.&lt;br /&gt;3. Senantiasa mengkaji sunnah dan sirah nabawiyah.&lt;br /&gt;4. Mengkaji buku-buku biografi atau kisah sejarah perjuangan dakwah para ulama salaf. &lt;br /&gt;5. Berjuang di bawah tuntunan mereka yang memiliki keahlian dan pengalaman.&lt;br /&gt;6. Berjuang dengan sebuah pogram yang jelas, bertahap, terarah, dan komprehensif.&lt;br /&gt;7. Memahami dan mengkaji cara-cara dan strategi yang diterapkan oleh musuh.&lt;br /&gt;8. Jangan terlalu gentar dan takut dalam melihat kekuatan musuh.&lt;br /&gt;9. Senatiasa berupaya melatih memerangi hawa nafsu berlaku tergesa gesa.&lt;br /&gt;10. Senantiasa menyadari bahwa sasaran dan tujuan hidup seorang muslim itu hanya semata-mata mencari keridhoan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEEMPAT&lt;br /&gt;`UZLAH ATAU TAFARRUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian.&lt;br /&gt;Secara bahasa uzlah atau tafarrud berarti menjauhkan sesuatu. Sedangkan menurut istilah adalah tindakan seseorang yang lebih mengutamakan hidup menyendiri dari pada hidup bersama dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Uzlah.&lt;br /&gt;1. Salah menafsirkan seruan uzlah.&lt;br /&gt;2. Menjadikan fenomena uzlah yang dilakukan oleh sebagian ulama salaf sebagai sebuah rujukan, tanpa melihat konteks serta alasannya.&lt;br /&gt;3. Menganggap hidup berjama'ah dapat menghilangkan wibawa dan melunturkan kepribadian.&lt;br /&gt;4. Lalai terhadap tanggung jawab hidup berjamaah dan bermasyarakat.&lt;br /&gt;5. Menganggap bergaul dalam masyarakat akan menyibukannya dari konsentrasi beribadah, dan kelalaian memahami arti ibadah yang sebenarnya.&lt;br /&gt;6. Menjadikan alasan meluasnya kebobrokan dan tindak kriminalitas untuk berlaku uzlah.&lt;br /&gt;7. Menjadikan ujian dan kesulitan dalam berdakwah untuk bersikap uzlah.&lt;br /&gt;8. Berteman dengan mereka yang menempuh uzlah.&lt;br /&gt;9. Banyaknya lembaga dakwah dan jama'ah.&lt;br /&gt;10. Lalai akan akibat dan dampak yang ditimbulkan akibat uzlah, baik yang berhubungan dengan pribadi ataupun dengan amal islami secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kriteria kelompok atau jama'ah yang kebaikannya menyeluruh  antara lain :&lt;br /&gt;1. Yang menjadi tujuannnya adalah menerapkan syari'at dan manhaj Allah dimuka bumi (Al-An`am :57)&lt;br /&gt;2. Yang melandaskan setiap ucapan dan perbuatan karena Allah semata.  &lt;br /&gt;(Al-An`am :162-163)&lt;br /&gt;3. Yang melepaskan semua bentuk wala` kecuali kepada Allah semata &lt;br /&gt;(Al- Maidah :55)&lt;br /&gt;4. Yang menganut paham yang lurus terhadap islam, tidak ghuluw dan tidak terlalu tafriith (peremeh). (Al-Baqarah :208)&lt;br /&gt;5. Amal yang pertama kali dilakukan harus berorientasi pada pembentukan pribadi muslim yang menghimpun seluruh sikap-sikap baik, dan jauh dari sikap-sikap tercela, serta berusaha untuk memperoleh pertolongan Allah, dukungan dan kemenangan dari Allah. (Ar-Ra`d :11)&lt;br /&gt;6. Yang memilki sifat universal dalam upaya menerapkan nilai-nilai kepribadian muslim, yaitu dengan bentuk penyebaran dan pemerataan pada semua lapisan masyarakat, bahkan seluruh dunia.(Al-Anbiya` :107)&lt;br /&gt;7. Yang senantiasa berupaya mengikat kesatuan pribadi islami dengan bersumberkan satu komando, sehingga menjadi suatu bentuk pola pikir yang satu, hati yang satu, rohani yang satu, dan perasaan yang satu, sekalipun pribadi anggotanya berbeda. (Ali-Imran :103)&lt;br /&gt;8. Yang selalu berpijak di atas tahapan yang benar, teliti dan terbina di atas suatu pengkajian yang kontinyu serta bertolak dari pemahaman yang lurus akan realitanya. (At-Taubah :105)&lt;br /&gt;9. Yang senantiasa memelihara langkah-langkah prioritas dalam beramal.&lt;br /&gt;10. Jama'ah yang tidak boleh meremehkan dan menyepelekan masalah ushuul (prinsip) yang sudah disepakati, disertai dengan sikap toleran terhadap masalah-masalah yang bersifat furuu` yang masih diperselisihkan.&lt;br /&gt;11. Jama'ah yang memiliki suatu manhaj yang jelas langkahnya dan tertentu orientasinya.&lt;br /&gt;12. Jama'ah tersebut harus sudah teruji keteguhan dan kesabaran dalam menempuh kesulitan di atas jalan dakwah yang dilalui. (Muhammad :31)&lt;br /&gt;13. Kelompok tersebut harus telah menempuh perjalanan yang panjang dalam beramal, sehingga ia telah matang dan kaya akan pengalaman di atas jalan yang ditempuhnya.&lt;br /&gt;14. Langkah-langkah yang ditempuhnya perlahan tapi pasti, dan tidak tergesa-gesa dalam mencapai tujuan.(Al-Ahqaaf :35)&lt;br /&gt;15. Didalam jama'ah tersebut harus terdapat orang yang mampu untuk mengarahkan dan membimbing serta mampu melaksanakan setiap amal dan menetapkan masalah sesuai proporsinya.&lt;br /&gt;16. Orang-orang yang menjadi anggotanya harus sepakat pada satu pendapat selama dalam tujuan kebaikan.&lt;br /&gt;17. Jama'ah tersebut memiliki sikap teliti dan selektif dalam memilih para aktifisnya agar perjalanannya dapat bersih dari orang-orang yang menangguhkan suatu amal. (An-Nisaa` :102)&lt;br /&gt;18. Yang menjadi landasannya adalah ittiba`, bukan ibtida`.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dampak Buruk Akibat Uzlah Atau Tafarrud.&lt;br /&gt;1. Terhadap pribadi aktivis.&lt;br /&gt;a. Buta terhadap kadar kemampuan pribadi.&lt;br /&gt;b. Terhalang dari pertolongan orang lain.&lt;br /&gt;c. Terhambatnya kemampuan dan potensi dasar dalam jiwa. &lt;br /&gt;d. Minimnya keahlian dan pengalaman dalam menghadapi kendala.&lt;br /&gt;e. Di landa rasa putus asa dan kecewa.&lt;br /&gt;f. Sedikitnya ganjaran dan pahala dari Allah.&lt;br /&gt;g. Pada akhiranya tidak berdaya menegakkan agama Allah pada diri sendiri.&lt;br /&gt;h. Menjerumuskan diri pada suatu dosa dan kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;Rosulullah saw bersabda :"Barang siapa yang tidak taat dan melepaskan diri dari jama'ah, kemudian ia mati, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami.&lt;br /&gt;a. Mudah dicabik-cabik kemudian di hancurkan atau di tundukkan.&lt;br /&gt;b. Terhalang dari pertolangan dan bantuan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Cara Mengatasi Dan Mencegah Uzlah&lt;br /&gt;1. Memahami secara sempurna mengenai hubungan dan ikatan antar nash syari'ah yang menganjurkan uzlah dan yang menganjurkan berbaur dengan manusia serta malazimkan jama'ah.&lt;br /&gt;2. Memahami kondisi secara mendalam atau sebab-sebab yang mendorong sebagian ulama salaf untuk melakukan uzlah atau tafarrud.&lt;br /&gt;3. Mendalami pengertian akan manhaj islam dalam sikap interaksi antara pribadi dan jamaah.&lt;br /&gt;4. Mengetahui pemahaman yang sholih tentang ibadah.&lt;br /&gt;5. Mengokohkan kendali hawa nafsu dan melakukannya dengan tegas dan keras.&lt;br /&gt;6. Memahami peran yang wajib dilakukan seorang muslim ketika keburukan menyebar dan kerusakan melanda.&lt;br /&gt;7. Berlindung sepenuhnya dan memohon pertolongan kepada Allah.&lt;br /&gt;8. Memutuskan tali persahabatan dengan orang-orang yang menempuh jalan uzlah dan tafarrud, kemudian mempererat hubungan dengan shaf orang-orang yang aktif beramal.&lt;br /&gt;9. Mendalami hakikat beragam perkumpulan atau jama'ah yang menghimpun para aktivis di jalan Allah.&lt;br /&gt;10. Melakukan hakikat manhaj yang ditempuh para rasul dalam membangun daulah islam pertama.&lt;br /&gt;11. Mengetahui konspirasi makar antar kaum kafir dan munafik.&lt;br /&gt;12. Menghayati kehidupan makhluk-makhluk di sekitar kita.&lt;br /&gt;13. Memperhatikan dampak-dampak yang ditimbulkan akibat uzlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELIMA&lt;br /&gt;I`JAAB BIN-NAFSI&lt;br /&gt;(MEMBANGGAKAN DIRI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian.&lt;br /&gt;Secara bahasa artinya, rasa senang tertarik atau kagum, dan kemegahan kemuliaan dan kebesaran.&lt;br /&gt;Menurut istilah dalam dakwah artinya, rasa senang dan bahagia, baik pada diri pribadi, kata-kata atau perbuatan yang dilakukannya, tanpa memperhitungkan orang lain. Sama saja, baik kesenangan itu karena suatu kebaikan atau keburukan, yang terpuji atau tercela. Jika dalam rasa senangnya itu di sertai sikap mengejek atau merendahkan perbuatan orang lain, maka hal tersebut disebut ghuruur atau sangat ujub. Dan bila rasa senangnya disertai dengan merendahkan pribadi orang lain, maka hal itu dinamakan takabbur atau sangat ujub sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor-Faktor Penyebab I`Jaab Bin-nafsi&lt;br /&gt;1. Latar belakang awal kehidupan. &lt;br /&gt;2. Sanjungan dan pujian dihadapannya yang tidak memperhatikan adab islam.&lt;br /&gt;3. Berteman dengan orang yang ujub.&lt;br /&gt;4. Terlena oleh kenikmatan dan melupakan Allah pemberi nikmat.&lt;br /&gt;5. Tampil melaksanakan aktifitas sebelum matang dan sempurna pendidikannya.&lt;br /&gt;6. Lalai atau jahil terhadap hakikat diri.&lt;br /&gt;7. Merasa berasal dari keturunan bangsawan.&lt;br /&gt;8. Terlalu berlebihan dalam memberikan penghormatan.&lt;br /&gt;9. Terlalu berlebihan dalam kepatuhan dan ketaatan.&lt;br /&gt;10. Lalai akan dampak yang timbul akibat membanggakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dampak Buruk Akibat Membanggakan Diri.&lt;br /&gt;1. Terhadap diri aktifis&lt;br /&gt;a. Terjerat dalam perangkap sikap angkuh, bahkan sombong.&lt;br /&gt;b. Terhalang dari restu Allah.&lt;br /&gt;c. Gugur saat menghadapi ujian atau kesulitan.&lt;br /&gt;d. Dijauhi dan dibenci manusia.&lt;br /&gt;e. Mendapat hukuman dan pembalasan Allah, cepat atau lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami&lt;br /&gt;a. Lebih mudah dicabik-cabik dan selanjutnya dihancurakan, atau paling tidak, lebih mudah ditundukkan.&lt;br /&gt;b. Menjadikan masyarakat anti pati terhadap harakahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Fenomena I`Jaab Bin-Nafsi&lt;br /&gt;1. Menganggap diri suci&lt;br /&gt;2. Sulit menerima nasihat&lt;br /&gt;3. Senang mendengarkan cacat-cacat dan aib orang lain,terutama rekannya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kiat Dan Cara Mengatasi I`Jaab Bin-nafsi&lt;br /&gt;1. Selalu mengingat hakikat jiwa manusia.&lt;br /&gt;2. Senantiasa mengingat hakikat kehidupan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;3. Senantiasa mengingat luasnya nikmat-nikmat dan karunianya.&lt;br /&gt;4. Mentafakuri datangnya kematian dan penjelasan setelahnya.&lt;br /&gt;5. Senantiasa mengkaji ayat-ayat ilahi serta sunnah-sunnah Rosulullah.&lt;br /&gt;6. Senantiasa menghadiri majelis ilmu. &lt;br /&gt;7. Menjenguk mereka yang tengah menghadapi sakaratul maut serta melakukan ziarah kubur.&lt;br /&gt;8. Orang tua harus menjadi contoh.&lt;br /&gt;9. Memutuskan hubungan dengan orang-orang yang berprilaku ujub.&lt;br /&gt;10. Menerapkan adab-adab islam.&lt;br /&gt;11. Menunda dulu untuk menduduki posisi penting.&lt;br /&gt;12. Senantiasa mencontoh kehidupan para ulama salaf.&lt;br /&gt;13. Berlatih menolaknya.&lt;br /&gt;14. Meminta bantuan orang lain.&lt;br /&gt;15. Senantiasa bermuhasabah sebelum mengerjakan sesuatu.&lt;br /&gt;16. Mengetahui pengaruh dan akibat yang ditimbulkan oleh penyakit ujub.&lt;br /&gt;17. Memohon pertolongan Allah.&lt;br /&gt;18. Menegaskan tanggung jawab pribadi tanpa melihat faktor keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEENAM&lt;br /&gt;GHURUUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Ghuruur&lt;br /&gt;Secara bahasa artinya, tipu (memperdaya), baik terhadap diri sendiri atau terhadap orang lain secara bersamaan, dan sesuatu yang menyebabkan penipuan dan mendorong untuk terjerumus ke dalamnya.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah adalah rasa bangga seseorang terhadap dirinya sendiri secara berlebihan, sehingga mengakibatkannya merendahkan dan meremehkan apa-apa yang datang dari orang lain serta merasa dirinya lebih dalam segalanya dibandingkan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor-Faktor Penyebab Ghuruur.&lt;br /&gt;1. Mengabaikan penyelidikan dan perhitungan terhadap dirinya.&lt;br /&gt;2. Tidak mau menerima nasihat serta bimbingan dari orang lain.&lt;br /&gt;3. Bersikap ekstrem dan berlebih-lebihan dalam menjalani agama. &lt;br /&gt;4. Menganggap diri hebat karena berhasil menguasai ilmu yang canggih.&lt;br /&gt;5. Menganggap diri sebagai manusia yang suci atau tidak memiliki dosa.&lt;br /&gt;6. Cenderung kepada dunia.&lt;br /&gt;7. Menyaksikan prilaku orang-orang yang dijadikan teladan melakukan perbuatan yang semestinya tidak dilakukan.&lt;br /&gt;8. Akibat sifat berlebihan dalam menyembunyikan amal perbuatan.&lt;br /&gt;9. Orang yang menjadi panutan berbuat tidak adil terhadap oarng-orang yang meneladaninya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dampak Buruk Akibat Ghuruur&lt;br /&gt;1 Terhadap diri aktifis&lt;br /&gt;a. Terteperangkap dalam jaring pertengkaran dan jerat perdebatan.&lt;br /&gt;b. Terjerumus ke dalam jurang takabbur.&lt;br /&gt;c. Keras kepala dengan pendapatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami&lt;br /&gt;a. Mudah dipecah belah oleh musuh-musuh Allah.&lt;br /&gt;b. Masyarakat akan bersikap apriori dan anti pati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Fenomena Ghuruur.&lt;br /&gt;1. Selalu menjelekkan dan menghina perbuatan orang lain meskipun baik.&lt;br /&gt;2. Banyak membicarakan amal-amal pribadinya, memujinya, dan mengangkat kedudukannya. &lt;br /&gt;3. Sukar ditundukkan (keras kepala) kepada kebenaran, sekalipun datang dari sumber yang memang ahli dalam hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Cara Dan Kiat Mengatasi Ghuruur&lt;br /&gt;1. Mencermati akibat dan dampak-dampak yang dapat ditimbulkan oleh sikap ghuruur.&lt;br /&gt;2. Senantiasa bersikap pertengahan dan seimbang.&lt;br /&gt;3. Mengingat bahwa amal bukan merupakan jaminan keselamatan.&lt;br /&gt;4. Senantiasa menela`ah al-qur`an dan sunnah nabi saw.&lt;br /&gt;5. Membaca dan mengkaji sirah dan kisah-kisah para salaful ummah.&lt;br /&gt;6. Menghindarkan diri dari hal-hal yang kompleks.&lt;br /&gt;7. Memutuskan hubungan persahabatan dengan orang yang memiliki sikap ghuruur.&lt;br /&gt;8. Senantiasa melakukan instropeksi diri atau mawas diri. &lt;br /&gt;9. Meminta bantuan dan bimbingan dari orang lain.&lt;br /&gt;10. Menunda dulu tidak menduduki jabatan penting. &lt;br /&gt;11. Menerapkan adab islam dalam hal memuji dan menghormati orang. &lt;br /&gt;12. Memperlihatkan amal shalih.&lt;br /&gt;13. Bersikap adil dalam bergaul dengan para panutan dan para teladan.&lt;br /&gt;14. Memohon pertolongan dan perlindungan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETUJUH&lt;br /&gt;TAKABBUR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengerian.&lt;br /&gt;Takabbur berarti sombong, atau berusaha menampakkan keagungan pribadi. Sedangkan menurut istilah, takabbur ialah sikap seorang aktifis yang terlalu membanggakan diri yang berakibat dirinya selalu menghina atau meremehkan diri dan pribadi orang lain serta tidak pantas untuk menerima kebenaran dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perbedaan Antara Takabbur Dan 'Izzah&lt;br /&gt;Takabbur merupakan sikap sombong dalam kebatilan, sedangkan izzah merupakan sikap bangga dalam kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor-Faktor Penyebab Takabbur&lt;br /&gt;Pada dasarnya faktor penyebab dan pendorongnya hampir sama dengan faktor penyebab dan pendorong sikap ujub dan ghuruur. Diantara tambahannya adalah :&lt;br /&gt;1. Akibat sikap tawadhu` yang berlebihan oleh orang lain. &lt;br /&gt;2. Menggunakan parameter yang salah dalam menilai kebenaran dan keutamaan pada manusia.&lt;br /&gt;3. Terlalu membanding-bandingkan nikmat yang diperolehnya dengan nikmat orang lain.&lt;br /&gt;4. Mengira bahwa nikmat itu kekal dan tidak akan lenyap.&lt;br /&gt;5. Merasa diri lebih berjasa atau lebih banyak memiliki keutamaan dibandingkan orang lain.&lt;br /&gt;6. Lalai terhadap dampak buruk akibat berlaku takabbur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Fenomena Takabbur.&lt;br /&gt;1. Bersikap angkuh ketika berjalan, seperti mendongakkan kepala atau memalingkan muka (pura-pura tidak melihat) oranglain.&lt;br /&gt;2. Berbuat kerusakan ketika memiliki kesempatan, menolak nasihat, dan berpaling dari kebenaran.&lt;br /&gt;3. Bicaranya (gaya dan isinya ) dibuat-buat. &lt;br /&gt;4. Memanjangkan (menjulurkan) kain sarung atau pakaiannya dengan niat sombong dan takabbur.&lt;br /&gt;5. Lebih suka jika orang lain mendekati dia dan bukan sebaliknya, atau orang lain berdiri jika menyambut kedatangannya, atau ketika dia melewati mereka.&lt;br /&gt;6. Senang tampil mendahului orang lain saat berjalan atau dalam majlis atau ketika berbicara dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Dampak Takabbur&lt;br /&gt;1. Terhadap pribadi aktifis&lt;br /&gt;a. Tidak dapat menilai dan mengambil suatu pelajaran.&lt;br /&gt;b. Timbulnya kegelisahan dan keresahan jiwa.&lt;br /&gt;c. Konsisten dengan aib dan kekurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami&lt;br /&gt;a. Sedikitnya para pendukung dan timbulnya perpecahan dan cerai berai.&lt;br /&gt;b. Terhalang dari pertolongan dan dukungan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Kiat Dan Cara Mengatasi Takabbur&lt;br /&gt;1. Kita harus senantiasa mewaspadai akibat-akibat buruk yang dapat ditimbulkan oleh sikap takabbur.&lt;br /&gt;2. Membiasakan diri mengunjungi orang sakit, melihat orang yang sekarat, tertimpa bencana, ikut serta mengiringi jenazah, dan berziarah kubur.&lt;br /&gt;3. Memutuskan hubungan persahabatan dengan para mutakabbirin.&lt;br /&gt;4. Duduk bersama kaum dhuafa, fakir miskin, dan orang-orang yang cacat, dan makan minum bersama mereka.&lt;br /&gt;5. Senantiasa memikirkan karunia dan nikmat Allah yang telah dilimpahkan, baik terhadap diri kita  maupun terhadap alam raya.&lt;br /&gt;6. Senantiasa mengambil dan mengkaji ibrah dari kisah-kisah hidup manusia yang pernah berlaku sombong di dunia ini, seperti Namrud dll.&lt;br /&gt;7. Menghadiri majlis-majlis ilmu.&lt;br /&gt;8. Senantiasa berusaha melakukan sendiri setiap pekerjaan yang sekiranya kita sendiri mampu melakukannya, meskipun kita mempunyai pembantu.&lt;br /&gt;9. Jika kita pernah berlaku sombong kepada seseorang, kita harus segera meminta maaf kepadanya. &lt;br /&gt;10. Menampakkan nikmat dan anugrah kepada orang yang sombong. &lt;br /&gt;11. Senantiasa mengingat dan menghayati bahwa ukuran kemuliaan seseorang dalam pandangan Allah bukanlah dari penampilannya, melainkan dari ketakwaannya. &lt;br /&gt;12. Melatih diri untuk selalu berada dalam ketaatan kepada aturan-aturan Allah.&lt;br /&gt;13. Membiasakan diri melakukan muhasabah sebelum melakukan pekerjaan. &lt;br /&gt;14. Sesungguhnya Allah akan senantiasa menolong orang yang memohon kepadanya dan akan mengabulkan doa orang yang dalam kesulitan jika ia mohon kepadanya (An-Naml :62)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDELAPAN&lt;br /&gt;RIYA` DAN SUM`AH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Riya` adalah menampakkan amal sholih agar dilihat oleh manusia. Sum`ah adalah menampakkan amal seseorang kepada manusia yang semula tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;Secara istilah makna sum`ah dan riya` adalah sikap seorang muslim yang menampakkan amal sholihnya kepada manusia lain agar dirinya mendapat kedudukan dan penghargaan dari mereka atau mengharap harta benda mereka. Allah berfirman yang artinya :&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia (al baqarah :264).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor-Faktor Penyebab Riya' Dan Sum`ah&lt;br /&gt;1. Latar belakang kehidupan. &lt;br /&gt;2. Persahabatan yang buruk.&lt;br /&gt;3. Tidak memiliki hakekat ma`rifat kepada Allah.&lt;br /&gt;4. Ambisi memperoleh kedudukan dan kepemimpinan.&lt;br /&gt;5. Tamak tehadap yang dimiliki orang lain.&lt;br /&gt;6. Suka dipuji atau senang disanjung orang lain.&lt;br /&gt;7. Terlalu ketat dalam memberikan penilaian.&lt;br /&gt;8. Terlalu dikagumi orang lain.&lt;br /&gt;9. Takut menjadi bahan omongan orang lain.&lt;br /&gt;10. Lalai terhadap dampak buruk riya` dan sum`ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Fenomena Atau Tanda-Tanda Riya' Dan Sum`ah&lt;br /&gt;1. Giat bekerja dan melipat gandakan tenaganya jika mendapat pujian atau sanjungan, dan malas atau cenderung mengurangi amal jika mendapat celaan dan kecaman.&lt;br /&gt;2. Menjauhi larangan-larangan Allah jika bersama manusia, dan melanggar larangan-larangannya jika ia seorang diri dan jauh dari penglihatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak-Dampak Buruk Akibat Riya' Dan Sum`ah&lt;br /&gt;1. Terhadap diri aktifis.&lt;br /&gt;a. Terhalang dari petunjuk dan petolongan ilahi.&lt;br /&gt;b. Menderita kesempitan dan ditimpa rasa gelisah.&lt;br /&gt;c. Tercabutnya kewibawaan dari hati orang-orang.&lt;br /&gt;d. Ditolak oleh manusia dan tidak ada pengauh dirinya dihadapan manusia.&lt;br /&gt;e. Tidak tekun dalam bekerja.&lt;br /&gt;f. Aibnya akan terbongkar, baik di dunia ataupun di akhirat kelak.&lt;br /&gt;g. Terjerumus dalam jurang membanggakan diri, kemudian ghuruur, kemudian takabbur.&lt;br /&gt;h. Batal amalnya.&lt;br /&gt;i. Mendapat azab yang pedih di akhirat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami&lt;br /&gt;Yaitu akan semakin bertambah panjangnya jalan perjuangan dakwah dan menambah beban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kiat Dan Cara Mengatasi Riya' Dan Sum`ah&lt;br /&gt;1. Mengingat dan merenungi akibat-akibat yang akan dialami lantaran riya' dan sum`ah baik di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;2. Memutuskan persahabatan dengan orang yang berprilaku riya' dan sum`ah, kemudian bergabung dengan orang yang berperilaku ikhlas dan shiddiq.&lt;br /&gt;3. Ma`rifatullah dengan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;4. Mengendalikan diri atau mengendalikan nafsu.&lt;br /&gt;5. Bersikap lemah lembut jika menjadi seorang pemimpin dalam melakukan penilaian terhadap bawahan.&lt;br /&gt;6. Komitmen dengan adab-adab islami dalam pergaulan.&lt;br /&gt;7. Memperhatikan rangkaian kisah dan nasib orang-orang yang bersikap riya' dan sum`ah.&lt;br /&gt;8. Meneliti dan mengkaji nash-nash syari'at yang mendorong perbuatan ikhlas, serta mawaspadai riya.&lt;br /&gt;9. Memulai langkah dengan introspeksi jiwa agar dapat mendeteksi penyakit atau aib yang ada pada dirinya kemudian melepaskan diri dari aib tersebut.&lt;br /&gt;10. Kembali sepenuhnya pada Allah dan selalu memohon petolongannya.&lt;br /&gt;11. Menyadari bahwa segala sesuatu berjalan di atas ketentuan qadha dan qodar. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KESEMBILAN&lt;br /&gt;ITTIBAA`UL HAWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Kata al-hawa mengandung beberapa arti :&lt;br /&gt;1. Kecenderungan jiwa kepada sesuatu yang disukai.&lt;br /&gt;2. Keinginan jiwa terhadap apa-apa yang disenangi.&lt;br /&gt;3. Rasa cinta seseorang kepada sesuatu yang menguasai hatinya.&lt;br /&gt;4. Kecintaan yang sangat mendalam terhadap sesuatu, dan melekatnya perasaan itu di dalam hati.&lt;br /&gt;Secara bahasa ittiba`ul hawa artinya berjalan menuruti kehendak atau kesukaan hati, atau mengikuti rasa cinta yang sangat dalam yang bersemayam dalam jiwa.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah adalah sikap mengekor terhadap apa-apa yang diinginkan dan disukai hati atau sikap cenderung untuk mengikuti penilaian hati tanpa pertimbangan logika, atau tanpa merujuk pada tuntunan syariat dan mempertimbangkan akibatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hakikat Ittiba`ul Hawa Dalam Pandangan Islam&lt;br /&gt;Dalam pandangan islam sifat ittaba`ul hawa dapat baik dan dapat pula tecela. Sifat tersebut dapat berarti tercela jika digandengkan dengan perbuatan atau sifat-sifat buruk.&lt;br /&gt;Allah berfirman :"Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.(An-Nisaa` :153)&lt;br /&gt;Sedangkan ittiba`ul hawa yang terpuji adalah yang sesuai dengan syariat, manhaj serta petunjuknya, sebagaimana sabda Rasul :Tidak akan sempurna iman seorang mukmin sehingga kehendak hatinya menuruti apa yang telah aku bawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor-Faktor Penyebab Ittiba`ul Hawa&lt;br /&gt;1. Tidak terbiasa mengendalikan hawa nafsu sejak kecil.&lt;br /&gt;2. Bergaul dan berteman dengan para pengumbar nafsu.&lt;br /&gt;3. Lemah dalam mengenal kepada Allah dan akhirat.&lt;br /&gt;4. Akibat tidak ada orang yang mau memberikan peringatan.&lt;br /&gt;5. Akibat terlalu cinta kepada kehidupan dunia dan melupakan akhirat.&lt;br /&gt;6. Tidak mengetahui akibat buruk dari sikap ittiba`ul hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak Buruk Akibat Ittiba`ul Hawa&lt;br /&gt;1. Terhadap pribadi aktifis&lt;br /&gt;a. Berkurangnya dan terhapusnya ketaatan diri kepada ilahi.&lt;br /&gt;b. Berkembangnya aneka penyakit hati, keras dan mati.&lt;br /&gt;c. Menganggap remeh terhadap perbuatan dosa dan maksiat.&lt;br /&gt;d. Nasihat dan petunjuk tidak bermanfaat baginya.&lt;br /&gt;e. Terdorong melakukan bid`ah dalam agama Allah. &lt;br /&gt;f. Tidak memperoleh petunjuk jalan yang lurus.&lt;br /&gt;g. Menyesatkan orang lain dari jalan Allah.&lt;br /&gt;h. Kelak akan digiring ke dalam neraka jahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami&lt;br /&gt;a. Kurangnya pendukung terhadap amal islami yang tengah dilakukan.&lt;br /&gt;b. Terpecahnya persatuan dan kesatuan barisan.&lt;br /&gt;c. Terhalang pertolongan dan dukungan Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E. Kiat Dan Cara Mengatasi Ittiba`ul Hawa&lt;br /&gt;1. Senantiasa mengingat dampak-dampak buruk yang dapat terjadi karena mengikuti hawa nafsu, baik terhadap pribadi aktifis ataupun terhadap amal islami.&lt;br /&gt;2. Memutuskan persahabatan dengan pengumbar nafsu, kemudian menggabungkan diri bersama para ahli kebaikan secara istiqamah.&lt;br /&gt;3. Mengenal Allah dengan penuh makrifat agar mencintai dan mengagungkan-Nya.&lt;br /&gt;4. Memberikan nasihat terhadap para ashaabul hawa.&lt;br /&gt;5. Mengambil hikmah dari keadaan serta nasib mereka yang telah menjadi korban karena mengikuti ambisi nafsu, baik yang berasal dari umat islam ataupun umat yang lain.&lt;br /&gt;6. Mempelajari dan menelaah kisah-kisah para sholihin.&lt;br /&gt;7. Mewaspadai kehidupan dunia. &lt;br /&gt;8. Memohon pertolongan Allah. &lt;br /&gt;9. Berusaha melawan hawa nafsu.&lt;br /&gt;10. Meyakini bahwa kebahagiaan, ketentraman, ketenangan dan kemenangan itu hanya dapat diraih dengan mengikuti syari'atnya dan bukan dengan sikap mengekor ambisi dan kesukaan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEPULUH&lt;br /&gt;AT TATHALLU` ILSH-SHADAARAH&lt;br /&gt;WA THALABUR-RIYAADA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Secara bahasa artinya ambisi untuk lebih dahulu menjadi ketua atas orang lain dan memohon kedudukan tersebut secara terang-terangan. &lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah adalah keterpautan hati untuk menduduki jabatan ketua atau pemimpin serta berusaha mencalonkan dirinya secara terang-terangan ataupun dengan sebuah ancaman dia akan berhenti dari harakah atau tidak lagi akan melaksanakan suatu kewajiban dan menunaikan tuntutan risalah jika dirinya tidak diberi jabatan yang diinginkannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Hakikat At-tathallu` Ilash-Shadaarah Wa Thalaabur-Riyaadah Dalam Perspektif Islam&lt;br /&gt;Rosulullah saw bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah :&lt;br /&gt;Wahai Abdurrahman, janganlah kamu meminta jabatan kepemimpinan, karena jika kamu diberi jabatan itu lewat permintaan maka kamu akan diserahkan sepenuhnya kepada jabatan itu. Akan tetapi jika kamu diserahi jabatan tanpa kamu memintanya maka kamu akan ditolong oleh Allah dalam melaksanakannya (HR Bukhori dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Faktor Penyebab Ambisi Terhadap Kepemimpinan Dan Jabatan&lt;br /&gt;1. Keinginan agar bebas dari kekuasaan orang lain.&lt;br /&gt;2. Ambisi untuk memperoleh kekayaan duniawi.&lt;br /&gt;3. Tidak memahami beratnya tanggung jawab menjadi seorang pemimpin dan pejabat.&lt;br /&gt;4. Tidak menyadari resiko yang akan dihadapi akibat melalaikan amanat kepemimpinan dan jabatan.&lt;br /&gt;5. Ambisi untuk dapat berkuasa dan merendahkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak Buruk Akibat Ambisi Terhadap Kekuasaan Dan Jabatan&lt;br /&gt;1. Terhadap diri aktivis&lt;br /&gt;a. Terhalang dari taufiq dan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;b. Menjerumuskan diri sendiri ke dalam fitnah, kemudian murka Allah.&lt;br /&gt;c. Berlipat gandanya dosa dan tanggungan.&lt;br /&gt;d. Terjadinya peperangan dan pengusiran atau eksodus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Terhadap amal islami&lt;br /&gt;Salah satu dampak buruknya adalah semakin beratnya beban dan bertambah panjangnya perjalanan dakwah yang dilakukan, karena suatu amal islami tidak mungkin berjalan dengan baik jika para pemimpinnya bersikap ambisius atau ingin selalu menjadi pemimpin, sehingga amal islami akan mudah dilanda kegagalan dan terhalang dari pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kiat Dan Cara Mengatasinya&lt;br /&gt;1. Senatiasa mengkaji sunnah nabawiyah. &lt;br /&gt;2. Selalu mengingat beban yang harus dipikul oleh seorang pemimpin, baik di dunia atau di akhirat.&lt;br /&gt;3. Membiasakan diri bersikap taat dan berlatih meredam keinginan jiwa sejak kecil.&lt;br /&gt;4. Bersikap lemah lembut dalam bergaul.&lt;br /&gt;5. Mengingat perjalanan hidup para salafush shalih dan sikap mereka terhadap kekuasaan dan jabatan.&lt;br /&gt;6. Merenungi kedudukan dunia dari akhirat, sebagaimana yang dijelaskan dalam al-quran dan dituturkan oleh Rosulullah saw. (An-Nisaa` :77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEBELAS&lt;br /&gt;DHIIQUL-UFUUQ&lt;br /&gt;AW QASHRUN-NAZHAR&lt;br /&gt;(SEMPIT WAWASAN&lt;br /&gt;ATAU KURANG CERMAT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Secara bahasa artinya fenomena pelemahan atau pengecilan suatu sudut pemikiran atau penelitian.&lt;br /&gt;Secara istilah artinya kelemahan atau kekacauan berpikir yang mengakibatkan sikap membatasi orientasi pemikiran atau penilaian dalam skup yang sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fator-Faktor Penyebabnya&lt;br /&gt;1. Latar belakang kehidupan.&lt;br /&gt;2. Akibat berteman dengan orang yang berpikiran sempit dan berpandangan picik.&lt;br /&gt;3. Uzlah atau menyendiri.&lt;br /&gt;4. Kurang memahami peran serta misi manusia di bumi ini.&lt;br /&gt;5. Akibat tidak memahami hakikat serta kandungan syari'at islam.&lt;br /&gt;6. Tidak memahami realitas musuh-musuh islam dan metode yang mereka tempuh. &lt;br /&gt;7. Akibat sikap ujub, ghuruur dan takabbur.&lt;br /&gt;8. Lalai terhadap dampak buruk akibat sempitnya wawasan dan piciknya pandangan.&lt;br /&gt;9. Kebodohan tentang kisah dan kasus yang pernah terjadi. &lt;br /&gt;10. Lemahnya hubungan dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Fenomena Sempitnya Wawasan Dan Piciknya Pandangan&lt;br /&gt;1. Bersikap apriori (anti pati) terhadap metode dakwah yang dianut oleh harakah islamiyah saat ini dan memvonis bahwa manhaj yang di tempuh itu kuno.&lt;br /&gt;2. Mereka hanya mengkonsentrasikan diri pada bidang-bidang yang sangat terbatas atau yang menurut mereka mudah-mudah saja, misalnya hanya membangun masjid saja.&lt;br /&gt;3. Mereka bersikap keras kepala dan reaksioner ketika menghadapi orang yang kebetulan berbeda pendapat dengannya dalam melaksanakan amaliyah sunnah atau yang lainnya.&lt;br /&gt;4. Dalam mengatasi problema munculnya kemaksiatan, menurut mereka tidak ada jalan lain kecuali harus menghancurkannya atau membakarnya tanpa meminta bantuan penguasa.&lt;br /&gt;5. Mereka senantiasa bertindak isti`jal dalam melihat hasil atau memetik hasil sebelum waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak Buruk Akibat Sempitnya Wawasan Dan Piciknya Pandangan &lt;br /&gt;1. Terhadap diri pribadi aktifis&lt;br /&gt;a. Usahanya akan sia-sia.&lt;br /&gt;b. Putus asa dan frustasi. &lt;br /&gt;c. Tidak mendapat dukungan dari masyarakat.&lt;br /&gt;d. Terhalang dari pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami&lt;br /&gt;a. Pelecehan.&lt;br /&gt;b. Penyitaan dan pembubaran.&lt;br /&gt;c. Amal islami akan mudah dilumpuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kiat Dan Cara Mengatasinya &lt;br /&gt;1. Sejak kecil dibiasakan memikul tanggung jawab agar berpengalaman dan mampu mengembangkan bakat dan potensi kepandaiannya.&lt;br /&gt;2. Menjauhkan diri dari orang-orang yang sempit wawasannya dan picik pandangannya.&lt;br /&gt;3. Memahami secara mendalam risalah yang dibebankan atas manusia dan perannya sebagai pengemban risalah tersebut.&lt;br /&gt;4. Memahami secara mendalam hakikat dan kandungan agama islam, langkah-langkah yang harus ditempuhnya, serta upaya pengokohan kekuasaannya dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;5. Memahami sepenuhnya situasi dan kondisi musuh-musuh islam dan metode yang mereka tempuh dalam menjalankan tipu daya mereka.&lt;br /&gt;6. Mempelajari dan mengikuti sirah Rasulullah dan berusaha meneladaninya.&lt;br /&gt;7. Mempererat hubungan Allah dengan meninggalkan segala maksiat dan dosa baik yang kecil ataupun yang besar.&lt;br /&gt;8. Senantiasa mengkaji pengalaman-pengalaman dan keahlian-keahlian orang-orang terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA BELAS&lt;br /&gt;DHA`F AW TALAASYII AL-ILTIZAAM&lt;br /&gt;(KELAMAHAN DAN HILANGNYA KOMITMEN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt; Secara bahasa artinya, sikap lalai atau sama sekali tidak berpegang teguh dan melekatkan diri dengan sesuatu yang pernah dia ikrarkan. Atau lalai atau tidak menunaikan sesuatu sama sekali terhadap kewajiban yang harus dibebankan kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah sikap lalai atau tidak melakukan hal-hal yang telah diucapkan sendiri oleh seorang muslim, atau sikap pengingkaran dalam mengaplikasikan ikrar keridhaannya terhadap Allah sebagai rabb, islam sebagai agamanya , serta nabi Muhammad sebagai rasulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fenomena Kelamahan Dan Hilangnya Komitmen&lt;br /&gt;1. Ucapan dan janjinya tidak dapat dipercaya.&lt;br /&gt;2. Selalu mengekspos sesuatu hal tanpa didukung oleh kejelasan dan keakuratan sumbernya.&lt;br /&gt;3. Berlaku fujuur atau curang dalam permusuhan atau pertikaian.&lt;br /&gt;4. Memberi tanggapan terhadap isu-isu atau berita hasutan.&lt;br /&gt;5. Tidak taat atau tunduk kecuali terhadap sesuatu yang disukainya.&lt;br /&gt;6. Dalam lingkungan keluaraga (anak dan istri) tidak berusaha sampai ketingkat yang diharapkan.&lt;br /&gt;7. Tidak menjaga adab dan prilaku yang baik di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;8. Tidak berkorban dengan jiwa atau harta atau kedua-duanya.&lt;br /&gt;9. Bersungguh-sungguh terhadap hal-hal yang tidak perlu dihadapi dengan serius.&lt;br /&gt;10. Tidak teguh dalam menghadapi kerakusan dan tuntutan keduniaan, musibah ujian dan cobaan.&lt;br /&gt;11. Menghancurkan hak-hak ukhuwwah.&lt;br /&gt;12. Senantiasa ikut campur terhadap masalah yang bukan urusannya.&lt;br /&gt;13. Mengabaikan penjernihan kalbu dan penyujian jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor-Faktor Penyebab Kelemahan Dan Hilangnya Komitmen&lt;br /&gt;1. Ketidak pahaman terhadap kadar cakupan dan dimensi sikap iltizam.&lt;br /&gt;2. Berteman dengan orang yang lemah dalam iltizam.&lt;br /&gt;3. Turunnya derajat keimanan seorang muslim.&lt;br /&gt;4. Terlalu mencintai kenikmatan kehidupan duniawi.&lt;br /&gt;5. Banyaknya ujian dan kesulitan dalam menghadapi medan dakwah, baik yang berasal dari dalam ataupun dari luar.&lt;br /&gt;6. Banyaknya beban disertai dengan panjangnya jalannya dakwah yang harus di tempuh.&lt;br /&gt;7. Akibat kecintaan dan kesayangan kedua orang tua, maka masa kini banyak orang tua yang khawatir dan takut jika putra putrinya beriltizam terhadap dakwah islam.&lt;br /&gt;8. Kebiasaan menghadapi hal-hal yang tidak jelas atau syubhat.&lt;br /&gt;9. Tidak adanya pantauan dari orang lain.&lt;br /&gt;10. Kelalaian seseorang terhadap dampak-dampak buruk yang dapat ditimbulkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak Buruk Akibat Kelemahan Dan Hilangnya Komitmen&lt;br /&gt;1. Terhadap diri aktifis&lt;br /&gt;a. Sirnanya nilai-nilai ibadah yang hakiki.&lt;br /&gt;b. Hilangnya kepercayaan manusia. &lt;br /&gt;c. Kegelisahan dan keresahan batin.&lt;br /&gt;d. Tidak memperoleh pahala tapi dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami&lt;br /&gt;a. Akan sulit berkembang dengan baik kecuali setelah menempuh waktu yang lama dan pengorbanan yang besar.&lt;br /&gt;b. Karena hilangnya kepercayaan masyarakat maka sulit memperoleh dukungan masyarakat.&lt;br /&gt;c. Memberikan kesempatan kepada musuh-musuh Allah untuk mencemarkan amal islami kemudian melumpuhkannya dan menghancurkannya.&lt;br /&gt;d. Tidak mendapat bantuan dan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kiat Dan Cara Mengatasinya&lt;br /&gt;1. Senantiasa meningkatkan kualitas iltizam, baik secara akal ataupun hati.&lt;br /&gt;2. Menjalin hubungan dengan orang-orang yang memiliki sikap iltizam dan berusha meneladaninya.&lt;br /&gt;3. Senantiasa memelihara, memperkuat, dan memperbaharui iman di dalam jiwa.&lt;br /&gt;4. Memahami secara mendalam terhadap hakikat kehidupan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;5. Menyadari bahwa jalan hijrah kepada agama dan tuntutan Allah merupakan jalan yang sukar dan penuh kesulitan. &lt;br /&gt;6. Senantiasa memasang sinyal waspada terhadap tipu daya dan bisikan setan.&lt;br /&gt;7. Berupaya melaksanakan kewajiban semampunya, sehingga tidak melemah dan tidak mudah menyerah dalam meniti rel perjuangan bersama para aktifis dan para mujahidin.&lt;br /&gt;8. Memperhatikan sisi-sisi perjalanan para manusia yang terkenal dengan kedalaman dan kesempurnaan iltizamnya, serta menelaahnya.&lt;br /&gt;9. Selalu bersama jamaah dan tidak menjauhi mereka walaupun dalam tempo yang singkat.&lt;br /&gt;10. Memohon pertolongan kepada Allah.&lt;br /&gt;11. Melakukan introspeksi diri.&lt;br /&gt;12. Menjalin hubungan yang lebih baik dengan kedua orang tua, diiringi dengan mengarahkan pandangan kepada keduanya dengan penuh adab dan lemah lembut.&lt;br /&gt;13. Senantiasa mengingat akan bahaya dari hilangnya komitmen dan akibatnya.&lt;br /&gt;14. Senantiasa berinteraksi dengan al-qur'an. &lt;br /&gt;15. Bersegera memanfaatkan ragam nikmat yang diperoleh. &lt;br /&gt;16. Selalu mengkaji sunnah dan riwayat hidup Rosulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETIGA BELAS&lt;br /&gt;`ADAMUT-TATSABBUT&lt;br /&gt;AW  AT-TABAYYUN&lt;br /&gt;(TIDAK TELITI DAN TIDAK JELAS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian.&lt;br /&gt;Secara bahasa artinya sikap tergesa-gesa atau sembrono dalam menilai sesuatu tanpa didahului oleh upaya mencari informasi yang benar dan tanpa meneliti dan memeriksa kebenarannya.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah adalah sikap terburu-buru atau sembrono, tidak seksama dan tidak teliti dalam memberi gambaran atau penilaian terhadap apa saja yang terjadi pada kaum muslimin atau manusia secara keseluruhan dan terhadap jalan penerimaan informasi tentang gambaran atau penilaian tersebut, tanpa pemahaman yang benar atau penelitian yang seksama terhadap kenyataan dan kondisi serta kehancuran yang melingkupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor Faktor Penyebab Tidak Cermat Dan Tidak Jelas&lt;br /&gt;1. Latar belakang kehidupan.&lt;br /&gt;2. Persahabatan yang kosong dari akhlak islami.&lt;br /&gt;3. Lalai atau lupa.&lt;br /&gt;4. Tertipu oleh perkataan yang muluk. &lt;br /&gt;5. Tidak mengerti metode dan jalan ketelitian atau kejelasan, diantara metodenya adalah:&lt;br /&gt;a. Mengembalikan permasalahan kepada Allah, rosul dan orang-orang yang cerdik pandai.&lt;br /&gt;b. Bertanya atau berdiskusi dengan orang yang menjadi obyek dalam masalah tersebut.&lt;br /&gt;c. Memusatkan perhatian dengan baik, merujuk kembali permasalahan jika ternyata belum jelas.&lt;br /&gt;d. Mengambil pengalaman dan perhatian selama menjalin kehidupan dan pergaulan.&lt;br /&gt;e. Mempertemukan dua pihak yang bertikai bila menghukumi atau mengadili. &lt;br /&gt;f. Mendengarkan secara langsung dari orang yang menjadi objek lebih dari satu kali.&lt;br /&gt;6. Semangat atau fanatisme keislaman yang mendidih.&lt;br /&gt;7. Tidak terpikat oleh harta benda duniawi yang fana.&lt;br /&gt;8. Lalai terhadap akibat dan dampak buruk akibat sikap tidak teliti dan tidak cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Fenomena Ketidak Telitian  Dan Ketidak Jelasan &lt;br /&gt;1. Sikap bermusuhan dengan para aktifis dan organisasi dakwah dengan tidak didahului oleh pergaulan secara lebih dekat dengan para aktifis atau lembaga tersebut.&lt;br /&gt;2. Hanya untuk memperhatikan sisi penampilan atau bentuk seperti jenggot.&lt;br /&gt;3. Tidak menerima alasan atau udzur dan tidak mau mendengarkan argumentasi dan pendapat orang lain.&lt;br /&gt;4. Segera memberi komentar dan melontarkan pendapat walau dirinya hanya mendengar atau mendapatkan informasi dari orang lain.&lt;br /&gt;5. Segera melaksanakan suatu aktifitas hanya karena ada suatu tanggung jawab ,tanpa lebih dahulu memeriksa dan meliput secara seksama terhadap kondisi dan kerancuan yang ada pada tugas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak Buruk Akibat Sikap Tidak Teliti Dan Tidak Jelas&lt;br /&gt;1. Terhadap diri aktifis&lt;br /&gt;a. Tuduhan palsu dan keji terhadap orang yang tidak bersalah. &lt;br /&gt;b. Terjadi pertumpahan darah dan hilangnya harata benda.&lt;br /&gt;c. Kerugian dan penyesalan. &lt;br /&gt;d. Hilangnya kepercayaan manusia, disertai sikap menjauh dan rasa kebencian.&lt;br /&gt;e. Mendapatkan kemurkaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami&lt;br /&gt;a. Rusaknya barisan.&lt;br /&gt;b. Kelumpuhan atau berlambat-lambat dalam beramal.&lt;br /&gt;c. Terbukanya kesempatan intervensi unsur asing di dalam barisan.&lt;br /&gt;d. Tidak mendapatkan simpati dari umat.&lt;br /&gt;e. Menjadikan khayalan sebagai landasan bergerak, bukan realita.&lt;br /&gt;f. Terhalang dari pertolongan serta dukungan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kiat Dan Cara Mengatasi Kecerobohan Dan Ketidak Telitian&lt;br /&gt;1. Memperkuat ketaqwaan dan rasa dipantau oleh Allah.&lt;br /&gt;2. Merenungi jika tiba saatnya harus berhadapan dengan Allah untuk menerima pertanyaan dan mendapatkan balasannya. &lt;br /&gt;3. Menggeluti Al-qur`an dan as-sunnah melalui pengkajian terhadap nash-nash yang berkaitan dengan masalah ketelitian dan kecermatan.&lt;br /&gt;4. Senantiasa memperhatikan sisi-sisi kehidupan para salafush-shalih yang penuh dengan contoh sikap ketelitian, dan menjadikannya pedoman di hadapan kita.&lt;br /&gt;5. Memetik pelajaran dari bermacam-macam peristiwa atau kasus.&lt;br /&gt;6. Diberi peringatan dengan ketentuan, petunjuk serta cara-cara yang dapat ditempuh guna mencapai ketelitaian, sebab manusia bersifat lupa dan harus diingatkan.&lt;br /&gt;7. Senantiasa mempehitungkan akibat atau ekses yang timbul akibat meninggalkan ketelitian dan penyelidikan baik di dunia atau di akhirat kelak.&lt;br /&gt;8. Menjalin hubungan atau pergaulan dengan orang yang bersikap teliti.&lt;br /&gt;9. Mengambil hikmah dari pergaulan.&lt;br /&gt;10. Berupaya memanfaatkan cara-cara yang digunakan oleh kebanyakan orang untuk kepentingan ketelitian dan penyelidikan selama tidak melanggar aturan islam.&lt;br /&gt;11. Membayangkan seandainya dia menjadi korban dari sikap tidak teliti dan cermat.&lt;br /&gt;12. Membiasakan diri berprasangka baik terhadap kaum muslimin, kecuali jika mereka melakukan sesuatu yang mengharuskan sikap sebaliknya&lt;br /&gt;(An-Nuur 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEEMPAT BELAS&lt;br /&gt;AT-TAFRITH FI `AMALIL-YAUMI&lt;br /&gt;WAL-LAILATI&lt;br /&gt;(MENYIA NYIAKAN AMALAN&lt;br /&gt;SIANG DAN MALAM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Secara bahasa artinya sikap lalai atau sikap menelantarkan tugas dan kewajiban yang seharusnya dipelihara dan dijaga rutinitasnya, baik dalam masalah dunia ataupun akhirat.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah  adalah sikap lalai atau menyia-nyiakan kewajiban beribadah yang seharusnya dipelihara dan dijaga kesinambungannya oleh seorang muslim, contohnya meninggalkan sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Faktor-Faktor Yang Menyebabkannya&lt;br /&gt;1. Akibat selalu berlumur dalam kemaksiatan. &lt;br /&gt;2. Memuaskan diri terhadap hal-hal yang mubah.&lt;br /&gt;3. Tidak menghargai anugrah nikmat yang ada dan tidak tahu cara melestarikannya.&lt;br /&gt;4. Akibat melalaikan amaliyah wajib harian.&lt;br /&gt;5. Akibat tidak memiliki persepsi yang benar terhadap pahala memelihara kesinambungan amaliyah harian.&lt;br /&gt;6. Melupakan adanya kematian dan dahsyatnya malapetaka sesudahnya. &lt;br /&gt;7. Menganggap diri telah mencapai derajat kesempurnaan.&lt;br /&gt;8. Akibat terlalu banyak menanggung beban dan kewajiban-kewajiban.&lt;br /&gt;9. Akibat menunda-nunda pekerjaan.&lt;br /&gt;10. Akibat menyaksikan manusia yang dijadikan uswah (teladan) bersikap tafriith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dampak Buruk Akibatnya&lt;br /&gt;1. Terhadap pribadi aktifis&lt;br /&gt;a. Kegelisahan dan keresahan hati.&lt;br /&gt;b. Berhenti melaksakan kewajiban atau bersikap lemah atau lumpuh.&lt;br /&gt;c. Berani melakukan maksiat. &lt;br /&gt;d. Menimbulkan kelemahan fisik.&lt;br /&gt;e. Terhalang dari bantuan dan pertolongan Allah.&lt;br /&gt;f. Hilangnya wibawa dan pengaruh terhadap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap amal islami&lt;br /&gt;a. Panjangnya perjalanan dakwah dan makin banyaknya beban kewajiban.&lt;br /&gt;b. Tidak mampu tegar dan teguh tatkala mengalami ujian kesulitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Kiat Dan Cara Mengatasinya&lt;br /&gt;1. Mengakrabi kehidupan dengan al-qur'an dan as-sunnah.&lt;br /&gt;2. Membebaskan diri dari semua bentuk kemaksiatan, termasuk dosa kecil.&lt;br /&gt;3. Tidak memuaskan diri secara berlebihan dalam melakukan hal-hal yang mubah, terutama dalam makan dan minum.&lt;br /&gt;4. Menghayati peranan sikap pemeliharaan ketaatan itu merupakan penentu kesuksesan dalam beramal dan sebagai suplai tenaga dalam memikul beban dan kewajiban.&lt;br /&gt;5. Menghargai kenikmatan yang diterima dan menyadari bahwa sesungguhnya itu tidak dapat kekal kecuali dengan memelihara ketaatan kepadanya.&lt;br /&gt;6. Berupaya memvariasikan atau mengimbangi sikap memelihara amal ibadah harian dengan melaksanakan berbagai kewajiban yang lain.&lt;br /&gt;7. Membiasakan diri melakukan pengendalian diri.&lt;br /&gt;8. Mewasapadai dampak-dampak buruk akibat sikap tafriith.&lt;br /&gt;9. Selalu menyertai jamaah dan hidup ditengah orang-orang yang shalih, istiqamah, dan orang yang senantiasa mengingat Allah serta mengasah ketajaman semangat dan tekadnya.&lt;br /&gt;10. Memohon pertolongan yang sempurna kepada Allah. &lt;br /&gt;11. Mendalami pengertian bahwa dunia adalah tempat menanam dan bekerja, sedangkan hari esok adalah panen dan mengetahui hasilnya.&lt;br /&gt;12. Para panutan dan teladan harus senantiasa konsisten dalam memelihara tugas kewajiban siang dan malam.&lt;br /&gt;13. Mengenal sirah perjalanan hidup nabi.&lt;br /&gt;14. Senantiasa meneliti sisi-sisi perjalanan hidup para salafush-shalih.&lt;br /&gt;15. Senantiasa mengingat dosa-dosa dan kesalahan yang telah lalu.&lt;br /&gt;16. Mengingat bahwa kematian itu datang secara mendadak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELIMA BELAS&lt;br /&gt;SU`UZHAN (BURUK SANGKA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Su`uzhan artinya, perkiraan atau lintasan yang berubah menjadi penyifatan terhadap orang lain dengan segala keburukan yang menimbulkan kedukaan pada orang itu tanpa disertai bukti dan alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dampak Su`uzhan Dan Kedudukannya Dalam Islam&lt;br /&gt;1. Berpangku tangan terhadap pembelaan agama Allah, baik dalam hal yang menyangkut orang lain serta dirinya atau juga orang lain serta dirinya sekaligus.&lt;br /&gt;2. Berkubang dalam berbagai kemaksiatan dan keburukan dengan dalih bahwa Allah tidak melihat dan tidak mengetahuinya.&lt;br /&gt;3. Menanti binasanya kaum mukmin dan tecabutnya mereka dari akarnya dihadapan musuh karena musuh itu lebih maju dan lebih mahir.&lt;br /&gt;4. Berharap dan merasa cemas kepada makhluk dengan anggapan bahwa makhluk tersebut dapat memberi atau menolak, dapat memberi manfaat atau madharat.&lt;br /&gt;5. Menyepelekan suatu amal dari aneka amal kebajikan yang sudah dikenal, seperti memenuhi undangan, dll.&lt;br /&gt;6. Orang yang berburuk sangka melakukan aneka amal kebajikan adalah karena riya, mencari popularitas dan menginginkan suatu keuntungan.&lt;br /&gt;7. Orang yang berburuk sangka menduga bahwa penyempurnaan kaum muslimin atas upayanya yang berkenaan dengan kehidupan duniawi adalah merupakan kegilaan, kerakusan dan kecintaan kepada dunia, dan kebencian kepada akhirat. &lt;br /&gt;8. Orang yang berburuk sangka menyangka bahwa penyempurnaan syiar-syiar peribadatan adalah merupakan kependetaan, uzlah, pemfokusan kepada ibadah dan meninggalkan kehidupan dunia. &lt;br /&gt;9. Orang yang berburuk sangka menduga bahwa sikap menjaga kelangsungan hidup pada saat diperlukan dan bersikap berani berkorban pada saat dibutuhkan sebagaimana diperintahkan oleh islam merupakan sifat pengecut dan tindakan yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengharaman berburuk sangka difirmankan oleh Allah : &lt;br /&gt;Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran (Yunus :36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Penyebab Berburuk Sangka&lt;br /&gt;1. Niat buruk dan pikiran jahat.&lt;br /&gt;2. Tidak dididik dengan prinsip yang shahih dalam menghukumi perkara dan manusia.&lt;br /&gt;Sesungguhnya prinsip yang sahih dalam menghukumi berbagai perkara dan manusia hanyalah tercermin dalam hal-hal sebagai berikut ;&lt;br /&gt;a. Melihat pada aspek lahiriah, sedangkan persoalan batiniah diserahkan kepada Allah.&lt;br /&gt;b. Berpegang teguh pada bukti atau argumentasi. &lt;br /&gt;c. Mengkonfirmasikan keshahihan bukti dan argumentasi yang ada. &lt;br /&gt;d. Beberapa bukti dan argumentsi tersebut tidak kontradiksi.&lt;br /&gt;3. Pengaruh lingkungan intern dan ekstern.&lt;br /&gt;4. Memperturutkan hawa nafsu.&lt;br /&gt;5. terjerumus ke dalam syubhat.&lt;br /&gt;6. Tidak memperhatikan etika islam dalam berbicara.&lt;br /&gt;Diantara etika itu adalah ;&lt;br /&gt;a. Diharamkan pembicaraan rahasia antara dua orang atau lebih tanpa mengajak yang lain sebelum ada orang yang mengajak orang itu berbicara atau sebelum semua orang berbaur, begitu juga dengan menggunakan bahasa yang berbeda.&lt;br /&gt;b. Pembicaraan harus berkisar soal ketaatan dan kema'rufan, bukan ihwal kemaksiatan dan kemungkaran (Al-Mujadalah : 9-10)&lt;br /&gt;c. Pembicaraan harus menyangkut persoalan yang penting.&lt;br /&gt;7. Terjerumus ke dalam aneka kemaksiatan dan keburukan yang dilakukan secara terang terangan. &lt;br /&gt;8. Melupakan masa kini yang bersih dan berkutat dengan masa lalu yang kotor.&lt;br /&gt;9. Lupa atau lalai terhadap dampak berburuk sangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak Dari Akibat Berburuk Sangka &lt;br /&gt;1. Dampak terhadap individu&lt;br /&gt;a. Terjerumus ke dalam aneka kemaksiatan dan keburukan.&lt;br /&gt;b. Tidak beramal kebajikan dan tidak mengamalkan ketaatan. &lt;br /&gt;c. Kerugian dan penyesalan.&lt;br /&gt;d. Menjadi sasaran kebencian kebanyakan manusia.&lt;br /&gt;e. Menghabiskan waktu untuk perkara yang tidak berguna. &lt;br /&gt;f. Membuahkan kemurkaan dan kemarahan ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dampak terhadap masyarakat&lt;br /&gt;a. Terpecah belahnya barisan.&lt;br /&gt;b. Lamanya perjalanan dan banyaknya beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Cara Mengobati Penyakit Berburuk Sangka &lt;br /&gt;1. Membangun akidah yang sehat dan berdiri di atas landasan berbaik sangka terhadap Allah, rasul-Nya, dan kepada kaum mukminin yang shaleh.&lt;br /&gt;2. Menanamkan akidah yang sehat ke dalam diri dan memupuknya melalui pendiddikan. &lt;br /&gt;3. Mendewasakan diri dengan berpegang teguh terhadap etika islam dalam memutuskan persoalan dan menghukum seseorang.&lt;br /&gt;4. Mendewasakan diri dengan berpegang teguh terhadap etika islam dalam berbicara dengan orang lain.&lt;br /&gt;5. Menjauhi kemungkinan terjerumus ke dalam syubhat, kemudian berupaya keras menolak syubhat ini jika ia ternyata ia salah dan tanpa disengaja. &lt;br /&gt;6. Berupaya keras memperbaiki lingkungan, terutama dalam masyarakat yang rukun. &lt;br /&gt;7. Memerangi, mengekang hawa nafsu, dan syahwat sehingga kita tidak menuduh seseorang hanya berdasarkan dugaan dan perkiraan tanpa dilandasi bukti dan argumentasi.&lt;br /&gt;8. Bergaul dengan orang-orang yang telah bertaubat dengan memandang masa kininya, bukan masa lalunya. &lt;br /&gt;9. Menelaah buku biografi dan sejarah, terutama sejarah kaum muslim. &lt;br /&gt;10. Mengingat selalu adanya dampak-dampak buruk sangka terhadap individu dan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEENAM BELAS&lt;br /&gt;GHIBAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Dan Wujud Ghibah &lt;br /&gt;Secara bahasa berarti menceritakan orang lain saat dia tidak ada, baik cerita itu menyangkut perkara yang disukai maupun tidak disukainya, dan baik cerita itu mengenai kebaikan atau keburukan.&lt;br /&gt;Adapun secara istilah adalah seorang muslim yang menceritakan saudaranya yang muslim pula ketika dia tidak ada dengan cerita yang tidak disukai dan dibencinya, baik secara lisan maupun secara tulisan, secara eksplisit atau sindiran. &lt;br /&gt;Wujud wujud ghibah :&lt;br /&gt;1. Mengumpat cacat fisik. &lt;br /&gt;2. Mengutarakan cacat agama seperti fasik.&lt;br /&gt;3. Mengumbar cacat duniawi seperti tidak menghargai manusia. &lt;br /&gt;4. Mengumbar cacat yang berkenaan dengan keluarga seseorang, seperti merendahkan ayah orang muslim bahwa dia itu fasik. &lt;br /&gt;5. Mengumbar cacat yang berkenaan dengan prilaku seseorang, seperti sombong. &lt;br /&gt;6. Mengumbar cacat yang bekenaan dengan pakaian dan penampilan seseorang. &lt;br /&gt;7. Menirukan orang yang diumpat seperti meniru caranya berjalan.&lt;br /&gt;8. Mengumpati para ahli agama dan orang yang rajin beribadah. &lt;br /&gt;9. Berburuk sangka tanpa bukti dan argumentasi. &lt;br /&gt;10. Menyimak orang yang sedang mengumpat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Ghibah Menurut Pandangan Islam &lt;br /&gt; Ghibah menurut pandangan islam adalah haram berdasarkan ijma` kaum muslimin, karena adanya dalil yang terang dan jelas dari al-qur`an dan as-sunnah&lt;br /&gt;(al- hujurat : 12).&lt;br /&gt; Ghibah itu diperbolehkan dalam kondisi dan karena beberapa alasan berikut :&lt;br /&gt;1. Pengaduan terhadap kezaliman, seperti : Si fulan telah menzalimiku, dia melakukan anu dan anu kepadaku. Dia telah mengambil anu dan sebagainya dariku. Aku memohon kepadamu agar dia mengembalikan kezalimannya kepadaku, ini sesuai dengan firman Allah (An-Nisa` : 148).&lt;br /&gt;2. Permintaan tolong untuk mengubah kemungkaran dan mengembalikan orang yang bermaksiat kepada kebenaran. Seperti Si fulan melakukan anu dan anu, maka laranglah dia.&lt;br /&gt;3. Permintaan fatwa. Seperti ayahku, saudaraku, menzalimiku dengan berbuat anu, apakah dia boleh berbuat demikian terhadapku ?&lt;br /&gt;4. Untuk mewanti-wanti dan menasehati kaum muslimin dari kejahatan. &lt;br /&gt;5. Jika seseorang melakukan kefasikan dan bid`ah secara terang-terangan. &lt;br /&gt;6. Jika seseorang dikenal dengan nama panggilan yang tercela. Dia di perbolehkan memakai nama itu, namun sebatas niat untuk mengenalkannya, dan diharamkan memakai nama itu sebagai jati dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Faktor Penyebab Ghibah &lt;br /&gt;1. Tidak berkonfirmasi dan meminta penjelasan. &lt;br /&gt;2. Marah. &lt;br /&gt;3. Lingkungan. &lt;br /&gt;4. Hasud.&lt;br /&gt;5. Bangga terhadap diri hingga mencapai batas sombong dan takabbur. &lt;br /&gt;6. Berupaya membebaskan diri dari tuduhan dan cacat. &lt;br /&gt;7. Merasa mendapat celaan dari orang lain. &lt;br /&gt;8. Humor dan senda gurau. &lt;br /&gt;9. Tidak cermat dalam mengungkapkan dan menggambarkan maksud. &lt;br /&gt;10. Bekerja untuk kepentingan orang lain atau pihak pihak yang diragukan. &lt;br /&gt;11. Tiadanya kontrol umat terhadap kaum pengumpat. &lt;br /&gt;12. Aneka prilaku dan tindakan orang yang tidak terpuji, terutama yang dilakukan para panutan. &lt;br /&gt;13. Tidak memperhitungkan akibat yang ditimbulkan ghibah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Dampak Ghibah&lt;br /&gt;1. Dampak terhadap aktivis&lt;br /&gt;a. Keras hati. &lt;br /&gt;b. Menghadapi murka dan kemarahan Allah. &lt;br /&gt;c. Azab yang keras, terutama di alam kubur. &lt;br /&gt;d. Tidak mampu melaksanakan aneka kewajiban. &lt;br /&gt;e. Takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dampak terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Perpecahan. &lt;br /&gt;b. Membuka jalan generasi dan kaum awam agar terjerumus ke dalam ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Cara Mengatasi Ghibah &lt;br /&gt;1. Mengembangkan naluri ketakwaan kepada Allah dan rasa selalu diawasi oleh-Nya dalam diri. &lt;br /&gt;2. Memperhitungkan bahwa setiap ucapan yang dilontarkan akan ditulis dan diperhitungkan. &lt;br /&gt;3. Mengkonfirmasikan atau meminta penjelasan sebelum memutuskan persoalan dan menghukum manusia. &lt;br /&gt;4. Mengajak orang-orang yang menjadi panutan dan teladan masyarakat agar berperilaku secara cermat dan penuh pertimbangan. &lt;br /&gt;5. Wajib menanyakan aneka perbuatan yang  secara lahiriah menyimpang dari kebenaran, sebelum hal itu menimbulkan umpatan terhadap pelakunya. &lt;br /&gt;6. Umat melakukan kewajibannya terhadap kaum pengumpat, yaitu jangan mendengarkan mereka, bahkan harus melarang mereka dengan segala cara dan sarana yang dikuasainya. &lt;br /&gt;7. Memperingatkan secara sinambung akan akibat ghibah di dunia dan di akhirat, baik dampaknya bagi aktivitas islam maupun aktivis itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KETUJUH BELAS&lt;br /&gt;NAMIMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Pengertian Namimah &lt;br /&gt;Secara bahasa artinya &lt;br /&gt;1. Memindahkan ucapan atau pembicaraan. &lt;br /&gt;2. Bisikan atau gerakan.&lt;br /&gt;3. Memperindah dan menghiasi.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah mempunyai dua makna :&lt;br /&gt;1. Makna khusus yaitu memindahkan pembicaraan sebagian orang kepada sebagian orang lain dengan tujuan membuat kerusakan diantara mereka. &lt;br /&gt;2. Makna umum yaitu, tidak suka menyingkapi sesuatu yang baik. &lt;br /&gt;Tidak termasuk namimah, baik yang bermakna umum maupun yang khusus, memindahkan pembicaraan atau perkataan dengan tujuan memperbaiki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pandangan Islam Terhadap Namimah &lt;br /&gt;Islam mengharamkan namimah dan memandangnya sebagai dosa besar. Orang yang sering melakukannya tidak akan masuk surga melainkan masuk neraka. Sebab, pelakunya berupaya memutuskan hubungan yang diperintahkan Allah untuk disambungkan. Juga dia karena berbuat kerusakan di muka bumi, sebagaimana firman Allah : Sesungguhnya dosa itu atas orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak (Asy-syuraa :42)&lt;br /&gt;Orang yang melakukan namimah termasuk salah seorang diantara yang berbuat zalim, sebagaimana firman Allah, Dan janganlah kamu mengikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur fitnah (Al-Qalam :10-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Penyebab Namimah&lt;br /&gt;1. Lingkungan. &lt;br /&gt;2. Hasud, cinta keburukan, dan jahat terhadap manusia.&lt;br /&gt;3. Mencari muka terhadap orang yang berpangkat dan berkuasa.&lt;br /&gt;4. Hiburan. &lt;br /&gt;5. Tiadanya kontrol umat terhadap para pelaku namimah. &lt;br /&gt;6. Beramal untuk kepentingan individu atau sasaran yang samar. &lt;br /&gt;7. Melupakan Allah dan hari akhir. &lt;br /&gt;8. Lalai terhadap dampak yang ditimbulkan oleh namimah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Dampak Namimah &lt;br /&gt;1. Dampak namimah terhadap para aktivis &lt;br /&gt;a. Keras hati.&lt;br /&gt;b. Hilangnya kepercayaan dan keseganan dari masyarakat. &lt;br /&gt;c. Kebangkrutan. &lt;br /&gt;d. Terampasnya kekayaan, Ternodainya kehormatan, dan tertumpahnya darah. &lt;br /&gt;e. Mendekatkan diri ke dalam kemarahan dan kemurkaan Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Dampak namimah terhadap aktivitas islam &lt;br /&gt;a. Perselisihan dan perpecahan. &lt;br /&gt;b. Membuka jalan bagi genarasi muda dan manusia lemah terjerumus ke dalam namimah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Cara Mengatasi Namimah &lt;br /&gt;1. Jangan segera membenarkan si pengadu, justru kita harus melarang dan menakut-nakutinya dengan siksa Allah di hari akhirat kelak.&lt;br /&gt;2. Membenci sipengadu karena Allah yang dicerminkan melalui perilaku dan pergaulan. &lt;br /&gt;3. Mengembangkan naluri ketakwaan kepada Allah dan perasaan diawasi oleh-Nya. &lt;br /&gt;4. Membersihkan lingkungan dimana si pengadu hidup, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat.&lt;br /&gt;5. Meyakini dengan sempurna bahwa apa yang ada di sisi Allah tidak akan diraih dengan kemaksiatan, keonaran dan perbuatan kerusakan di antara manusia, namun diraih dengan ketaatan istiqamah. &lt;br /&gt;6. Menelaah biografi ulama salaf secara sinambung dan cara mereka memberantas namimah serta mengobati para pelakunya..&lt;br /&gt;7. Mengingat-ingat akibat namimah secara terus menerus, Baik akibatnya terhadap para aktivis maupun aktivitas islam. &lt;br /&gt;8. Melaksanakan tugas yang semestinya dilakukan penguasa terhadap para pengadu, yaitu dengan melarang, menakut-nakuti, bahkan dengan mempermalukan mereka, jika kebaikan hanya diperoleh dengan mempermalukan. &lt;br /&gt;9. Menghentikan pengadu domba dengan tindakan nyata, jika dia bercokol dalam akhlak tercelanya itu dan jika cara-cara diatas tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDELAPAN BELAS&lt;br /&gt;FAUDHAL WAQTI&lt;br /&gt;(KETIDAK MAMPUAN MENGATUR WAKTU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;Secara bahasa, memiliki dua makna :&lt;br /&gt;1. Percampuran antara dua perkara, satu sama lain.&lt;br /&gt;2. Kesamaan dalam persoalan atau martabat. &lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah adalah mencampurkan berbagai perkara dan memandangnya berada pada satu tingkat kepentingan dan keuntungan, di samping tiadanya kesesuaian antara berbagai kewajiban dan pemanfaatan waktu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Wujud Faudhal Waqti Dan Pandangan Islam Terhadapnya &lt;br /&gt;1. Menyibukkan diri dengan hal sekunder atau perbuatan perbuatan yang kurang menyentuh pangkal dan esensinya. &lt;br /&gt;2. Pengalokasian upaya dan waktu yang banyak untuk pekerjaan yang sederhana. &lt;br /&gt;3. Menyia-nyiakan waktu yang luang tanpa pekerjaan sama sekali. &lt;br /&gt;4. Menumpuk pekerjaan yang banyak dalam satu waktu, bahkan dalam satu saat. &lt;br /&gt;Islam memandang faudhal waqti sebagai perbuatan haram. Keharaman ini sebagaimana ditunjukkan oleh nash-nash yang mengungkapkan kerugian orang-orang yang telah menyia-nyiakan waktu usianya dalam melakukan perbuatan yang tidak berfaidah. Sebagaimana sabda nabi : Ada dua kenikmatan yang membuat kebanyakan manusia tertipu yaitu nikmat sehat dan waktu senggang (HR. Bukhari ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Keluarga yang tidak memelihara nilai waktu.&lt;br /&gt;2. Pergaulan yang buruk. &lt;br /&gt;3. Para teladan dan panutan yang tidak menghargai waktu. &lt;br /&gt;4. Tidak menghargai waktu. &lt;br /&gt;5. Cenderung kepada kenikmatan dan aman dari azab Allah. &lt;br /&gt;6. Berpegang pada pandangan sendiri tanpa bermusyawarah. &lt;br /&gt;7. Tidak memahami kemampuan dan kekuatan sendiri. &lt;br /&gt;8. Tidak memiliki pertimbangan. &lt;br /&gt;9. Kemaksiatan dan mengabaikan penyucian jiwa.&lt;br /&gt;10. Lalai terhadap keberadaan musuh. &lt;br /&gt;11. Lalai terhadap dampak penyia-nyiaan waktu. &lt;br /&gt;12. Memulai pekerjaan tanpa program dan rencana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Dampak Terhadap Penyia-nyiaan Waktu &lt;br /&gt;1. Terhadap para aktivis &lt;br /&gt;a. Menyia-nyiakan waktu usia tanpa manfaat.&lt;br /&gt;b. Kecemasan dan kegelisahan jiwa. &lt;br /&gt;c. Kehinaan dan kerendahan di dunia. &lt;br /&gt;d. Kerugian dan penyesalan pada hari kiamat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam &lt;br /&gt;a. Perselisihan dan perpecahan. &lt;br /&gt;b. Keterbatasan dan keterkungkungan.&lt;br /&gt;c.  Panjangnya perjalanan dan banyaknya beban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E. Cara Mengatasinya &lt;br /&gt;1. Meyakini bahwa waktu merupakan modal. &lt;br /&gt;2. Meyakini besarnya tanggung jawab hari esok. &lt;br /&gt;3. Menelaah sirah ulama salaf dengan sinambung. &lt;br /&gt;4. Berdo`a  dan merendahkan diri kepada Allah untuk meminta keberkatan waktu. &lt;br /&gt;5. Zuhud terhadap dunia dan kebahagiaan akhirat. &lt;br /&gt;6. Menjauhi persahabatan yang buruk dan beralih ke pangkuan persahabatan yang baik.&lt;br /&gt;7. Pengaturan waktu dalam kegiatan keluarga dan menggunakannya untuk perbuatan yang bermanfaat. &lt;br /&gt;8. Mementingkan musyawarah dan tidak menonjolkan pendapat pribadi. &lt;br /&gt;9. Mengetahui kemampuan pribadi. &lt;br /&gt;10. Menjaga diri dari kemaksiatan dan memperbanyak ketaatan. &lt;br /&gt;11. Penghargaan para panutan dan teladan terhadap waktunya dan pemanfaatannya dengan perkara yang bermanfaat. &lt;br /&gt;12. Takut kepada Allah dan tidak cenderung kepada kenikmatan. &lt;br /&gt;13. Berupaya merencanakan dan memprogram kegiatan.&lt;br /&gt;14. Waspadai terhadap posisi musuh dan dampak yang muncul karena membuang-buang waktu. &lt;br /&gt;15. Berupaya untuk senantiasa bersatu dan menyingkirkan pengasingan diri.&lt;br /&gt;16. Membuat perjanjian untuk berkunjung dan menghindari dengan luwes tamu tidak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESEMBILAN BELAS&lt;br /&gt;TASWIF (MENUNDA-NUNDA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian &lt;br /&gt;Secara bahasa mempunyai arti :&lt;br /&gt;1. Menunda dan menangguhkan. &lt;br /&gt;2. Menakut-nakuti. &lt;br /&gt;3. Janji. &lt;br /&gt;4. Ancaman. &lt;br /&gt;Sedangkan secara istilah adalah menangguhkan dan menunda pelaksanaan sesuatu yang diminta sehingga menimbulkan ketakutan dan kehebatan, baik itu beupa janji ataupun ancaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Taswif Menurut Pandangan Islam Dan Indikator-Indikatornya &lt;br /&gt;Taswif yang bermakna demikian tidak seluruhnya terpuji dan tidak seluruhnya tercela. Ada taswif yang tercela dan ada yang terpuji.&lt;br /&gt;Taswif yang tercela adalah menunda-nunda dan mengakhirkan pelaksanaan sesuatu yang diminta tanpa alasan atau tanpa seharusnya ditunda. Taswif inilah yang diingatkan oleh Allah dalam firmannya : &lt;br /&gt;Demikian keadaan orang-orang kafir, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata : Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tingalkan (al mukminun : 99-100).&lt;br /&gt;Taswif yang terpujipun di kemukakan oleh para Nabi terdahulu sebagaimana yang telah dikisahkan dalam al-qur`an sebagai berikut :&lt;br /&gt;Anak-anak Ya`kub meminta ayahnya agar memaafkan mereka dan memintakan ampun kepada tuhannya,setelah mereka menyadari kesalahan yang mereka lakukan terhadap Yusuf. Mereka berkata: Wahai ayah kami mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa) Ya`kub berkata : aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang  (Yusuf :97-98)&lt;br /&gt;Indikator-indikator atau fenomena yang menunjukkan kepada taswif adalah : &lt;br /&gt;1. Berkubang dalam kemaksiatan disertai janji untuk bertaubat. &lt;br /&gt;2. Menunda pekerjaan yang dapat dilakukan hari ini ke esok hari tanpa justifikasi dan kepentingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor-Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Keluarga mendasarkan kehidupannya terhadap taswif dan membiasakannya kepada anak. &lt;br /&gt;2. Bergaul dengan pemalas dan pentaswif. &lt;br /&gt;3. Lemah, malas, dan mengulur-ulur waktu. &lt;br /&gt;4. Rasa aman akan azab Allah. &lt;br /&gt;5. Berangan-angan dan lupa kematian serta akhirat. &lt;br /&gt;6. Menyepelekan persoalan dan berpegang pada upaya dan kekuatan yang dianugrahkan kepada Allah. &lt;br /&gt;7. Mengandalkan ampunan dan maghfirah Allah dengan melupakan siksa dan azab-Nya. &lt;br /&gt;8. Tidak menerima penilaian orang lain. &lt;br /&gt;9. Tenggelam dalam aneka kemaksiatan dan keburukan.&lt;br /&gt;10. Tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan oleh taswif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Dampak Taswif &lt;br /&gt;1. Terhadap para aktivis&lt;br /&gt;a. Kerugian dan penyesalan yang tidak berguna. &lt;br /&gt;b. Tidak memperoleh pahala dan ganjaran. &lt;br /&gt;c. Menumpuknya dosa dan sulitnya bertaubat. &lt;br /&gt;d. Menumpuknya pekerjaan dan sulitnya pelaksanaan. &lt;br /&gt;e. Hilangnya kewibawaan dan kemampuan untuk mempengaruhi orang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam &lt;br /&gt;a. Mempersempit aktivitas islam.&lt;br /&gt;b. Tidak memperoleh bantuan dan pertolongan ilahi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E. Cara Mengatasi Taswif &lt;br /&gt;1. Menanamkan keteguhan dan kekuatan tekad di dalam hati. &lt;br /&gt;2. Senantiasa mengingatkan diri bahwa taswif itu merupakan kelamahan, ketidak berdayaan, dan ketidak mampuan. &lt;br /&gt;3. Senantiasa berdo'a dan merendahkan diri kepada Allah dengan mengungkapkan segala kelemahan dan kemalasan. &lt;br /&gt;4. Menanamkan keteguhan dan kekuatan tekad kepada keluarga sehingga lingkungan keluarga tidak merusak perkembangan anak. &lt;br /&gt;5. Menjauhkan diri dari pergaulan dengan teman yang pemalas dan suka menunda-nunda. &lt;br /&gt;6. Senatiasa bergumul dengan al-qur`an dan as-sunnah. &lt;br /&gt;7. Memelihara diri dari berbagai kemaksiatan dan keburukan sehingga seorang muslim tidak akan pernah terjerumus ke dalamnya. &lt;br /&gt;8. Selalu mengingat kematian dan akhirat. &lt;br /&gt;9. Seluruh umat islam, baik para pemimpin atau awam selalu mengawasi dan memantau orang-orang yang suka menunda-nunda serta menilai mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA PULUH&lt;br /&gt;TASYA`UM (PESIMIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian &lt;br /&gt;Menurut bahasa berarti :&lt;br /&gt;1. Kesialan atau sesuatu yang menjadi lawan keberuntungan. &lt;br /&gt;2. Menduga atau menunggu terjadinya keburukan. &lt;br /&gt;3. Berburuk sangka terhadap segala yang ada, baik khalik maupun makhluk, baik berakal maupun tidak. &lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah syari'ah dan dakwah dapat disimpulkan sebagai memandang kesialan atau menyangka terjadinya keburukan, juga sesuatu yang tidak disukai dengan sosok yang menimbulkan kevakuman pelaksanaan kewajiban, atau minimal menimbulkan kemalasan, kesantaian, dan penangguhan dan merupakan buah dari berburuk sangka terhadap segala sesuatu yang ada atau yang tedapat dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fenomena Tasya`um Dan Kedudukannya Menurut Islam &lt;br /&gt;1. Tidak memenuhi undangan yang mengajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kelompok yang betujuan untuk menegakkan kembali agama Allah di muka bumi. &lt;br /&gt;2. Berpartisipasi dalam kegiatan kelompok yang didasarkan atas asumsi bahwa tidak ada campur tangan islam terhadap urusan politik. &lt;br /&gt;3. Berpartisipasi dalam kegiatan kelompok islam yang didasarkan atas asumsi bahwa islam itu merupakan agama dan negara, namun kegiatan ini memiliki himmah yang kurang. &lt;br /&gt;4. Melemahkan semangat dan tekad orang-orang yang bekiprah untuk agama Allah dengan tulus dan sungguh-sungguh dengan dalih kasihan kepada kelompok manusia semacam itu, dia berpandangan bahwa para aktivis tidak perlu bersusah payah. &lt;br /&gt;5. Memandang dengan penuh kekaguman, penghormatan, dan penghargaan terhadap segala perkara yang berbau asing baik berupa individu, ide maupun produksi. &lt;br /&gt;6. Berputus asa terhadap rahmat dan ampunan Allah karena terlalu banyak dosa dan keburukan.&lt;br /&gt;7. Membenarkan aneka propaganda musuh Allah dan umat islam yang di dasarkan atas kesesatan, dan cercaan terhadap islam dan pemeluknya. &lt;br /&gt;8. Takut tehadap berbagai peristiwa yang bisa terjadi sehari-hari. &lt;br /&gt;9. Takut bertemu dengan orang-orang yang dikenal dengan sifat hasut, tukang sihir dan dukun sehingga tidak berdakwah kepada mereka dengan hikmah agar menghentikan kejahatan dan kebatilan yang selama ini mereka lakukan. &lt;br /&gt;Dalam memandang wujud peristiwa harus disertai keyakinan bahwa seluruh perkara itu kepunyaan Allah. Peristiwa tersebut tidak memiliki dampak sedikitpun kecuali atas izin Allah, bahkan peristiwa itu tidak boleh membuat seseorang menghentikan pejalanannya atau mengurungkan niatnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Tidak mengetahui Allah dengan benar.&lt;br /&gt;2. Tidak mengenal diri sendiri dengan benar. &lt;br /&gt;3. Tidak mengenal alam semesta dengan benar. &lt;br /&gt;4. Tidak mengetahui hakekat musuh. &lt;br /&gt;5. Tidak memahami hakekat jihad dan pertolongan dengan benar. &lt;br /&gt;6. Banyaknya cobaan dan kelalaian terhadap rahasia yang tekandung. &lt;br /&gt;7. Hidup dalam lingkungan yang berpesimis. &lt;br /&gt;8. Tidak memahami karakteristik pertarungan antara hak dan batil. &lt;br /&gt;9. Mencermati realitas umat sekarang tanpa memperhatikan masa lalu.&lt;br /&gt;10. Tidak memahami akibat pesimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak Tasya`um&lt;br /&gt;1. Terhadap aktivis&lt;br /&gt;a. Memberikan kelonggaran terhadap diri hingga melanggar batas-batas Allah dan terjerumus ke dalam jerat-jerat kemusyrikan. &lt;br /&gt;b. Kecemasan dan kegelisahan batin. &lt;br /&gt;c. Menampilkan diri dalam kemurkaan dan kemarahan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Melemahkan dan mematahkan semangat orang lain. &lt;br /&gt;b. Tidak memperoleh bantuan dan pertolongan ilahi. &lt;br /&gt;c. Panjangnya perjalanan dalam kungkungan kehinaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E. Cara Mengatasi Tasya`um&lt;br /&gt;1. Memahami Allah dengan suatu pemahaman yang dapat melahirkan kepercayaan dan keyakinan. &lt;br /&gt;2. Memahami diri dengan pemahaman yang mendorong diri untuk memerangi tasya`um dan rasa rendah diri. &lt;br /&gt;3. Memahami alam semesta, memperhatikan kepada kita bagaimana memanfaatkannya bagi kebaikan negara dan hamba. &lt;br /&gt;4. Mencermati realitas musuh, terutama dari aspek psikologis. &lt;br /&gt;5. Menghidupkan pemahaman konsep jihad dan pertolongan menurut istilah bukan lughowi. &lt;br /&gt;6. Menguatkan pemahaman mengenai cobaan, yaitu bahwa keduanya tidak selalu sebagai indikator ketidak ridhaan Allah. &lt;br /&gt;7. Senantiasa menelaah kisah-kisah orang terdahulu baik yang membenarkan maupun yang mendustakan Allah, karakteristik pergulatan diantara mereka, dan hasil yang dicapai dari pergulatan tersebut. &lt;br /&gt;8. Senantiasa membandingakan umat sekarang dengan umat masa sebelumnya. &lt;br /&gt;9. Menarik diri dari pergaulan orang yang bertasya`um. &lt;br /&gt;10. Mengingat secara terus menerus akan berbagai akibat tasya`um baik yang bersifat duniawi maupun ukhrawi, individual maupun sosial. &lt;br /&gt;11. Berupaya menghadiri pertemuan-pertemuan keislaman dalam musim haji, seminar-seminar, diskusi, ceramah, dll.&lt;br /&gt;12. Mencermati berbagai gerakan jihad yang terjadi dewasa ini di berbagai belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA PULUH SATU&lt;br /&gt;AT-TANATHTHU`AW&lt;br /&gt;AL GHULUW FID DIIN&lt;br /&gt;(BERLEBIHAN DALAM AGAMA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Hakekat&lt;br /&gt;Makna tanaththu` atau al-ghuluw dalam agama menurut istilah islam, berarti memperdalam, melebih-lebihkan, atau melampaui batas dalam ucapan dan perbuatan. Dengan perkataan lain berarti memikul aneka perkataan, kalimat dan perbuatan melebihi apa yang seharusnya dipikul. &lt;br /&gt; Nabi saw bersabda : Binasalah orang-orang yang berlebihan (Beliau mengucapkannya tiga kali) (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Fenomenanya &lt;br /&gt;1. Banyak berandai-andai dan bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi atau tentang sesuatu yang tidak disinggung hukumnya oleh Allah. &lt;br /&gt;2. Berlebih-lebihan dalam mengerjakan amal sunnah sehingga berakibat pada pengabaian amal yang lebih utama atau yang wajib. &lt;br /&gt;3. Meninggalkan rukhsah yang sejalan dengan kondisinya dan mengejar azimah 'ketentuan pokok' seperti orang yang diperbolehkan untuk bertayammum karena dia tidak kuat menggunakan air, namun dia bersikeras menggunakan air sehingga mencelakakan dirinya. &lt;br /&gt;4. Menyibukkan diri dengan masalah furu' dan mengabaikan masalah yang pokok.&lt;br /&gt;5. Menuduh orang lain kafir karena melakukan suatu kemaksiatan, melakukan dosa besar, atau menyebut kafir kepada orang yang bukan kafir. &lt;br /&gt;6. Memunculkan perbincangan tentang masalah yang situasional.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. Faktor-Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Faktor lingkungan. &lt;br /&gt;2. Pembentukan psikologis dan intelektual. &lt;br /&gt;3. Kecerdasan disertai kekosongan dan tidak memahami prioritas. &lt;br /&gt;4. Percaya diri sejak dini dalam meraih ilmu dan pengetahuan. &lt;br /&gt;5. Mengambil atau menerima ilmu dari orang bodoh. &lt;br /&gt;6. Kekosongan medan dan lapangan dari ulama yang mengontrol ide, pola pikir, bahkan prilaku. &lt;br /&gt;7. Pelumpuhan syariat Allah di muka bumi. &lt;br /&gt;8. Ingin meraih keuntungan pribadi. &lt;br /&gt;9. Kegemaran merealisasikan peningkatan kedekatan dengan Allah sedang dia melalaikan rambu-rambu perjalanan.&lt;br /&gt;10. Rayuan untuk menggandrungi dunia. &lt;br /&gt;11. Kebencian kepada islam dengan berpura-pura mencintainya. &lt;br /&gt;12. Kekerasan, pemaksaan, dan intimidasi. &lt;br /&gt;13. Serangan terang-terangan dan rahasia terhadap umat islam. &lt;br /&gt;14. Memberikan fatwa dan berijtihad sebelum mencapai kesempurnaan dan kematangan. &lt;br /&gt;15. Melupakan akibat-akibat yang menjerumuskan ke dalam bahaya al-ghuluw fid diin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampaknya &lt;br /&gt;1. Terhadap para aktivis&lt;br /&gt;a. Kebencian manusia dan berlarinya mereka dari orang yang bertanaththu` atau berghuluw.&lt;br /&gt;b. Penghentian dan pemutusan. &lt;br /&gt;c. Menghabiskan waktu usia dan membuang tenaga untuk perkara yang tidak berguna. &lt;br /&gt;d. Menyepelekan hak-hak orang lain.&lt;br /&gt;e. Kecemasan dan kegelisahan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Perselisihan dan perpecahan. &lt;br /&gt;b. Banyaknya beban dan panjangnya perjalanaan. &lt;br /&gt;c. Siasat yang tidak mendatangkan pertolongan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E. Cara Mengobatinya &lt;br /&gt;1. Menerapkan hukum Allah di muka bumi. &lt;br /&gt;2. Memotifasikan para ulama yang mengamalkan ilmunya. &lt;br /&gt;3. Membuka pandangan mereka terhadap konsep ubudiah, dakwah kepada Allah, dan pemberian fatwa.&lt;br /&gt;4. Senantiaasa menelaah sejarah umat manusia pada umumnya dan sejarah islam khususnya. &lt;br /&gt;5. Memperlakukan orang yang berlebihan dalam agama dengan sifat kebapakan dan persaudaraan. &lt;br /&gt;6. Mencermati aneka dampak dan akibat yang ditimbulkan oleh ghuluw baik terhadap para aktivis atau terhadap aktivitas islam. &lt;br /&gt;7. Mengisi waktu luang dengan perbuatan yang bermanfaat dan berfaedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA PULUH DUA&lt;br /&gt;PERTENGKARAN ATAU PERDEBATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian &lt;br /&gt;Menurut bahasa mira` artinya : &lt;br /&gt;1. Ragu-ragu. &lt;br /&gt;2. Bertentangan dengan orang lain dan menyimpang dari orang lain atau bersikap tidak jelas.&lt;br /&gt;3. Berdiskusi atau berdebat. &lt;br /&gt;4. Memperindah dan mempercantik.&lt;br /&gt;Kata al-jidal menurut bahasa artinya :&lt;br /&gt;1. Menaklukan dan mengalahkan. &lt;br /&gt;2. Menyempurnakan dan mempercantik. &lt;br /&gt;3. Pertengkaran dan perdiskusian yang sengit. &lt;br /&gt;4. Menandingi hujah dengan hujah. &lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah mira' adalah setiap sanggahan terhadap pembicaraan orang lain dengan cara menampakkan kecacatannya, baik yang menyangkut katanya, maupun maknanya atau maksud dari pembicara. &lt;br /&gt;Sedangkan al-jidaal adalah tindakan yang bertujuan untuk membuat orang lain tidak berkutik, melemahkan, dan menyatakan kekurangannya dengan cara mencela perkataannya serta mengaitkannya dengan kekurangan dan kebodohan perkataannya itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bentuk Bentuk Pertengkaran Dan Kedudukannya Dalam Islam &lt;br /&gt;1. Mencela pembicaraan orang lain dari segi bahasanya dengan menunjukkan cacat pada aspek tata bahasa, kosa kata, susunan dan urutan kata. &lt;br /&gt;2. Mencela pembicaraan orang lain dari segi makna. &lt;br /&gt;3. Mencela pembicaraan orang lain pada aspek tujuan. &lt;br /&gt;Pertengkaran atau perdebatan adalah tercela. Allah berfirman :Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh&lt;br /&gt;(Asy-Syura :18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Tidak memperhatikan etika pemberian nasihat. &lt;br /&gt;2. Tidak memperoleh kepercayaan dan penghargaan dari orang lain. &lt;br /&gt;3. Kecenderungan kepada kemenangan dan tidak menerima kekalahan. &lt;br /&gt;4. Pengaruh lingkungan. &lt;br /&gt;5. Mengacaukan hak dan kebenaran.&lt;br /&gt;6. Menyibukkan diri dengan ilmu berdebat dan berdiskusi sebelum membentengi diri dengan kitab dan sunnah.&lt;br /&gt;7. Bangga diri dan angkuh. &lt;br /&gt;8. Kekosongan hati dari makrifatullah dan ketakwaan. &lt;br /&gt;9. Tidak memiliki program yang dapat diikuti. &lt;br /&gt;10. Kelalaian terhadap dampak buruk pertengkaran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Dampaknya &lt;br /&gt;1. Terhadap para aktivis&lt;br /&gt;a. Keras hati. &lt;br /&gt;b. Membuat orang lain marah sehingga menimbulkan kebencian dan terputusnya hubungan baik. &lt;br /&gt;c. Hilangnya wibawa dan jatuhnya harga diri. &lt;br /&gt;d. Tidak selamat dari fitnah agamanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Tercerai berainya umat. &lt;br /&gt;b. Kokohnya musuh, lamanya perjalanan, dan banyaknya beban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E. Cara Mengatasinya&lt;br /&gt;1. Memenuhi hati dengan makrifatullah, mengesakannya, dan bertaqwa kepadanya. &lt;br /&gt;2. Memelihara etika islam pada saat memberi nasihat. &lt;br /&gt;3. Bertenggang rasa tehadap orang lain dengan cara menghormatinya. &lt;br /&gt;4. Merenungkan pandangan islam terhadap pertengakaran atau perdebatan. &lt;br /&gt;5. Memilih lingkungan kehidupan yang bebas pertengkaran atau perdebatan. &lt;br /&gt;6. Pemimpin dan rakyat harus melaksanakan kewajibannya. &lt;br /&gt;7. Hendaknya para ayah dan ibu menahan dirinya  dari pertengkaran atau perdebatan. &lt;br /&gt;8. Mengatasi serta mengobati diri dari penyakit ujub, congkak dan sombong.&lt;br /&gt;9. Menjauhkan diri dari kesibukan mempelajari ilmu perdebatan dan perdiskusian. &lt;br /&gt;10. Melakukan aktivitas untuk memanfaatkan waktu. &lt;br /&gt;11. Mengendalikan nafsu (mujahadah) dan membiasakan diri bersikap berani. &lt;br /&gt;12. Senantiasa mengingat dampak yang ditimbulkan pertengkaran dan perdebatan &lt;br /&gt;13. Meminta pertolongan kepada Allah.&lt;br /&gt;14. Senantiasa menelaah biografi ulama salaf. &lt;br /&gt;15. Tetap bergaul dengan orang yang tidak sehaluan. &lt;br /&gt;16. Memandang pembicaraan sebagai perbuatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA PULUH TIGA&lt;br /&gt;AL QU'UD&lt;br /&gt;(BERPANGKU TANGAN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian &lt;br /&gt;Secara bahasa artinya : &lt;br /&gt;1. Duduk setelah berdiri.&lt;br /&gt;2. Menghentikan dan meninggalkan karena suatu hal atau terlambat melakukannya. &lt;br /&gt;3. Terhambat untuk melakukan sesuatu. &lt;br /&gt;4. Tidak mementingkan sesuatu. &lt;br /&gt;5. Penyakit yang menimpa tubuh sehingga membuatnya duduk.&lt;br /&gt;Secara istilah berarti penyakit yang menimpa seseorang, bila penyakit ini merasuki tubuhnya, maka ia akan terhambat melanjutkan perjalananya mencapai tujuan, secara tiba-tiba ia akan menghentikan langkahnya atau minimal terlambat dari rombongan tanpa menunjukkan kepedulian atau memperhatiknnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Wujud Berpangku Tangan Dan Kedudukannya Menurut Pandangan Islam &lt;br /&gt;1. Meninggalkan manhaj Allah secara total dan berhukum kepada manhaj manusia. &lt;br /&gt;2. Tidak berdakwah kepada jalan Allah. &lt;br /&gt;3. Mencurahkan perhatian untuk menyakiti orang-orang yang aktif dalam agama Allah. &lt;br /&gt;4. Berupaya mencabik-cabik barisan orang-orang yang aktif dengan menyusun sebuah program yang bentuknya sesuai dengan manhaj Allah namun isi dan esensinya bertolak belakang. &lt;br /&gt;5. Cenderung kepada orang-orang zalim dengan suatu bentuk, kemudian membela kaum zalim itu dengan segala macam cara dan sarana.&lt;br /&gt;6. Mencari tahu tentang beberapa kesalahan orang-orang yang aktif di jalan Allah. &lt;br /&gt;7. Menggunakan nash agama bukan pada tempatnya dan mengacaukannya sesuai dengan selera pribadi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;C. Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Maksiat. &lt;br /&gt;2. Kelonggaran dalam melakukan sesuatu yang diperbolehkan. &lt;br /&gt;3. Bercokolnya dunia dalam hati. &lt;br /&gt;4. Tidak memiliki niat melanjutkan perjalanan sampai akhir dan tidak aktif sesuai dengan tuntutan niat. &lt;br /&gt;5. Hidup di tengah orang-orang yang suka berpangku tangan. &lt;br /&gt;6. Tidak yakin akan janji Allah dan rasul-Nya. &lt;br /&gt;7. Kendala perjalanan serta tidak adanya kesiapan dalam menghadapinya. &lt;br /&gt;8. Menempati posisi prajurit setelah menjabat panglima. &lt;br /&gt;9. Tertipu janji-janji pelaku kebatilan. &lt;br /&gt;10. Tidak ada manhaj yang memenuhi kehidupan dan mengisi kekosongan. &lt;br /&gt;11. Ketidak sesuaian manhaj dengan kekuatan dan kemampuan. &lt;br /&gt;12. Tidak menghormati dan menghargai aktifis sesuai dengan haknya.&lt;br /&gt;13. Membebani diri dengan berbagai kewajiban yang melebihi kemampuan. &lt;br /&gt;14. Tidak memaafkan kekeliruan yang dilakukan orang lain.&lt;br /&gt;15. Menduga di dalam sikap berpangku tangan terdapat keselamatan dan kesehatan. &lt;br /&gt;16. Tidak ada tanggapan dari orang lain.&lt;br /&gt;17. Lalai terhadap dampak berpangku tangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Dampaknya &lt;br /&gt;1. Terhadap para aktivis&lt;br /&gt;a. Berduaan dengan setan kemudian setan memangsa mereka.&lt;br /&gt;b. Berlipat gandanya dosa dan kesalahan yang mengakibatkan jahannam sebagai tempat tinggal.&lt;br /&gt;c. Kehinaan dan kerendahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Melemahkan kegiatan dan mengantarkannya kepada keburukan. &lt;br /&gt;b. Menjerumuskan para aktivis agama Allah ke dalam berbagai kesulitan dan ujian yang berlebihan seperti pemerkosaan kehormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Cara Mengatasinya &lt;br /&gt;1. Menyadari aneka nikmat Allah yang di anugrahkan kepada kita. &lt;br /&gt;2. Menyadarkan orang yang berpangku tangan akan tanggung jawabnya di hadapan Allah pada hari kiamat. &lt;br /&gt;3. Bersikap sederhana dalam melakukan perkara yang di perbolehkan. &lt;br /&gt;4. Menghilangkan di dalam hati rasa cinta kepada dunia. &lt;br /&gt;5. Senantiasa mengkaji kitabullah dan sunnah rasul-Nya. &lt;br /&gt;6. Merenungkan realitas orang yang berpangku tangan, bagaimana mereka menjadi anak panah musuh Allah, rasul-Nya dan kaum mukminin. &lt;br /&gt;7. Memerangi nafsu agar dapat menyatukan niat berjihad dengan beraktivitas dalam agama Allah. &lt;br /&gt;8. Memutuskan persahabatan dengan orang yang berpangku tangan. &lt;br /&gt;9. Senantiasa mengingat janji Allah dan rasul-Nya yang akan diberikan kepada orang mukminin.&lt;br /&gt;10. Senantiasa mewaspadai aneka kendala perjalanan seperti urusan anak istri dan sebagainya. &lt;br /&gt;11. Segera melaksanakan manhaj yang mencakup segala bentuk dan sosok kehidupan. &lt;br /&gt;12. Melakukan upaya terhadap diri agar menghormati dan menghargai orang lain. &lt;br /&gt;13. Melakukan introspeksi terhadap beberapa kekeliruan dan kealpaan yang tidak dapat dihindarkan oleh manusia.&lt;br /&gt;14. Menghadapi perubahan posisi terutama perubahan dari kedudukan tinggi ke kedudukan rendah. &lt;br /&gt;15. Memandang godaan setan jin, setan dan rayuan dunia yang menyatakan bahwa berpangku tangan itu meemberikan keselamatan kesehatan dan ketenangan sebagai pangkal kebinasaan.&lt;br /&gt;16. Tidak selayaknya, tidak adanya tanggapan orang lain terhadap seruan kita kepada Allah yang membuat kita berpangku tangan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA PULUH EMPAT&lt;br /&gt;ASY-SYUH (KIKIR)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian &lt;br /&gt;Menurut bahasa berarti : &lt;br /&gt;1. Keingingan atau nafsu terhadap sesuatu yang dimilikinya, tidak mau mengeluarkannya. &lt;br /&gt;2. Sedikit dan sulit. &lt;br /&gt;3. Berlomba dan berkompetensi terhadap sesuatu. &lt;br /&gt;4. Permusuhan, saling memfitnah dan berdebat. &lt;br /&gt;Secara istilah bermakna dua : &lt;br /&gt;Pertama : Makna terminologi yaitu kebakhilan terhadap kekayaan sampai dia di kenal sebagi orang kikir di kalangan manusia. &lt;br /&gt;Kedua : Makna syari'ah, yaitu kebakhilan atas segala kebajikan dan kema'rufan baik berupa harta atau selainnya, baik yang berada di tangannya atau di tangan orang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Wujud Kekikiran Dan Kedudukannya Dalam Islam&lt;br /&gt;1. Bakhil terhadap kepemimpinan. &lt;br /&gt;2. Bakhil terhadap kehormatan. &lt;br /&gt;3. Bakhil terhadap kelapangan, kesejahteraan dan kesenangan diri. &lt;br /&gt;4. Bakhil terhadap ilmu.&lt;br /&gt;5. Bakhil terhadap manfaat tubuh dalam bentuk apapun. &lt;br /&gt;6. Bakhil terrhadap akhlak yang baik, yaitu tidak membalas keburukan dengan keburukan. &lt;br /&gt;7. Bakhil terhadap diri, seperti tidak berkorban untuk kepentingan agama. &lt;br /&gt;8. Bakhil terhadap harta. &lt;br /&gt;9. Bakhil terhadap jiwa dan harta yang diberikan orang lain sebagai pengkhidmadan kepada Allah. &lt;br /&gt;10. Mencela orang lain atas apa yang diberikan. &lt;br /&gt;Kebakhilan dan kekikiran dengan segala bentuk dan wujudnya adalah tercela. Allah berfirman : Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya,mereka itulah orang-orang yang beruntung. &lt;br /&gt;Abu Hasan al Mawardi berkata : Firman Allah bakhil terhadap dirimu memiliki empat penjelasan ,pertama : bakhil terhadap kebaikan, demikianlah menurut Mujahid. Kedua : bakhil untuk berperang bersamamu, demikianlah menurut Ibnu Kamil.  Ketiga :  bakhil terhadap ghonimah yang mereka peroleh, demikian menurut As-Siddi, Keempat : bakhil untuk berinfak di jalan Allah demikian menurut Qatadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Lingkungan tempat tinggal seorang muslim. &lt;br /&gt;2. Cinta dunia dan membayangkan kemiskinan. &lt;br /&gt;3. Mengabaikan perjuangan mengendalikan nafsu. &lt;br /&gt;4. Congkak dan sombong di muka bumi. &lt;br /&gt;5. Tidak meyakini apa yang ada di sisi Allah. &lt;br /&gt;6. Dengki. &lt;br /&gt;7. Lalai terhadap dampak terhadap kekikiran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Dampak Kekikiran &lt;br /&gt;1. Terhadap para aktivis&lt;br /&gt;a. Menyeret diri untuk terjerumus ke dalam dosa dan nista. &lt;br /&gt;b. Kegelisahan dan kekacauan batin. &lt;br /&gt;c. Azab yang keras di akhirat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Cerai berai dan tercabik-cabik. &lt;br /&gt;b. Panjangnya perjalanan dan beratnya beban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E. Cara Mengatasinya &lt;br /&gt;1. Mencermati dampak yang ditimbulkan oleh kekikiran. &lt;br /&gt;2. Meyakini dengan penuh terhadap pahala,.imbalan dan aneka kenikmatan abadi dari Allah. &lt;br /&gt;3. Mengkaji kitabullah guna memahami berita dan akibat yang menimpa orang yang kikir dan bakhil. &lt;br /&gt;4. Mencermati sirah sunnah dan petunjuk nabi secara berkesinambungan. &lt;br /&gt;5. Mencermati kisah-kisah orang yang dermawan. &lt;br /&gt;6. Memisahkan diri dari masyarakat yang kikir dan bergabung dengan masyarkat yang di kenal dermawan.&lt;br /&gt;7. Menyelamatkan diri dari penyakit sombong di muka bumi. &lt;br /&gt;8. Menyucikan hati dari kedengkian. &lt;br /&gt;9. Mengendalikan nafsu, menetapkan tekad, supaya meninggalkan kekikiran. &lt;br /&gt;10. Banyak berdoa dan merendahkan diri di hadapan Allah. &lt;br /&gt;11. Memperhatikan aneka nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kita bahwasanya nikmat itu bukanlah milik kita. &lt;br /&gt;12. Introspeksi diri. &lt;br /&gt;13. Menyadari segala perkara yang berkaitan dengan bencana kikir ini secara berkesinambungan. &lt;br /&gt;14. Membuka lapangan atau bidang kegiatan yang dapat di isi oleh kaum kikir untuk melakukan aneka kebajikan. &lt;br /&gt;15. Mendorong kelompok manusia yang kikir, saat mereka melakukan kebajikan. &lt;br /&gt;16. Mencermati akibat kekikiran dan kebakhilan seperti yang dialami oleh para penghuni neraka yang diceritakan dalam surat Al-Qalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA PULUH LIMA&lt;br /&gt;AL-GHADHAB (MARAH)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. pengertian &lt;br /&gt;Secara bahasa berarti : &lt;br /&gt;1. Marah atau tidak rela terhadap sesuatu dari sesuatu.&lt;br /&gt;2. Menggigit sesuatu. &lt;br /&gt;3. Memberengut.&lt;br /&gt;4. Kemurungan dalam pergaulan dan prilaku. &lt;br /&gt;5. Bengkak di sekitar sesuatu. &lt;br /&gt;6. Penghalang yang terbuat dari kulit unta, biasanya di pakai untuk berperang &lt;br /&gt;Sedangkan menurut istilah, berarti perubahan internal atau emosional yang menimbulkan penyerangan dan penyiksaan guna mengobati apa yang ada di dalam hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Wujud Marah Dan Hakekatnya Menurut Islam &lt;br /&gt;1. Membesarnya pembuluh darah dan urat leher disertai memerahnya wajah dan kedua mata.&lt;br /&gt;2. Merengut dan mengerut wajahnya. &lt;br /&gt;3. Permusuhan kepada pihak lain, malalui lisan tangan, kaki dan sarana lainnya. &lt;br /&gt;4. Membalas permusuhan orang lain dengan permusuhan pula tanpa memperhatikan akibat yang di timbulkannya. &lt;br /&gt;Hakekat marah menurut islam ialah bahwa marah ada yang tercela dan ada yang terpuji. Kemarahan yang ditunjukkan untuk mempertahankan diri, kehormatan, harta kekayaan, agama, hak-hak umum atau menolong orang yang dizalimi adalah terpuji .Allah berfirman : Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang- orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang kafir. &lt;br /&gt;Sedangkan marah yang ditujukan untuk kepuasan hawa nafsu adalah tercela, sebagaimana yang tercantum dalam sabda nabi :&lt;br /&gt;Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan musuh, namun orang yang kuat adalah yang dapat mengontrol dirinya ketika marah (HR.Bukhari Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Lingkungan. &lt;br /&gt;2. Pertengkaran atau perdebatan. &lt;br /&gt;3. Senda gurau dengan cara yang batil. &lt;br /&gt;4. Memusuhi orang lain dengan segala cara. &lt;br /&gt;5. Congkak dan sombong di muka bumi tanpa hak. &lt;br /&gt;6. Lupa mengendalikan diri tehadap kebaikan. &lt;br /&gt;7. Orang lain tidak melaksanakan kewajibannya terhadap pemarah. &lt;br /&gt;8. Penjelasan orang lain atas aib dirinya. &lt;br /&gt;9. Mengingat permusuhan dan dendam lama. &lt;br /&gt;10. Lalai terhadap akibat yang di timbulkan oleh marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampaknya&lt;br /&gt;1. Terhadap para aktivis&lt;br /&gt;a. Membahayakan tubuh. &lt;br /&gt;b. Menodai agama.&lt;br /&gt;c. Tidak mampu mengendalikan diri. &lt;br /&gt;d. Terjerumus ke dalam dalih yang hina. &lt;br /&gt;e. Azab yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Minimnya pembela dan pendukung.&lt;br /&gt;b. Berpecah belah dan bercerai berai.&lt;br /&gt;c. Lamanya perjalanan dan beratnya beban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Cara Mengatasi Marah&lt;br /&gt;1. Mewaspadai dampak dari marah. &lt;br /&gt;2. Semaksimal mungkin berusaha membersihkan lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun masyarakat dari penyakit marah. &lt;br /&gt;3. Mengobati penyakit pertengkaran dan perdebatan, juga penyakit bersenda gurau dengan cara yang batil. &lt;br /&gt;4. Menghilangkan permusuhan dengan orang lain yang didasarkan pada kezaliman. &lt;br /&gt;5. Membebaskan diri dari kecongkakan dan kesombongan di muka bumi.&lt;br /&gt;6. Penguasa maupan rakyat harus melaksanakan kewajibannya terhadap orang yang dikenal marah. &lt;br /&gt;7. Menempatkan orang yang sesuai dengan kedudukannya.&lt;br /&gt;8. Jangan mengobarkan kembali permusuhan atau dendam lama. &lt;br /&gt;9. Mengubah kondisi yang tengah dialami oleh orang yang sedang marah. &lt;br /&gt;10. Menceritakan kepada orang yang marah tentang keadaannya sewaktu dia marah, yaitu bahwa ia sangat mirip dengan orang gila.&lt;br /&gt;11. Merenungkan pentingnya memerangi nafsu guna melawan kemarahan. &lt;br /&gt;12. Menjelaskan pahala yang menanti seorang muslim saat dia memerangi nafsunya dan menahan marahnya.&lt;br /&gt;13. Senantiasa mendalami kitabullah dan sunnah Rasulullah. &lt;br /&gt;14. Menelaah riwayat hidup orang yang di kenal dapat menahan marah. &lt;br /&gt;15. Berdoa kepada Allah kiranya dia menyembuhkan hati yang  berpenyakit marah, menganugrahi hati yang rela, penyayang dan penyantun kepada hamba-hamba Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KE DUA PULUH ENAM&lt;br /&gt;AL-HIQD (DENGKI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Pengertian &lt;br /&gt;Al hiqdu artinya : menahan dan mencegah. &lt;br /&gt;Adh-dhighnu artinya : &lt;br /&gt;1. Condong atau zalim.&lt;br /&gt;2. Berkerumun dalam kedengkian. &lt;br /&gt;3. Menolak untuk memberikan segala yang ada pada diri karena suatu hal. &lt;br /&gt;Al-waghru artinya :&lt;br /&gt;1. Kobaran panas yang dahsyat atau kobaran marah. &lt;br /&gt;2. Penuh dengan kemarahan. &lt;br /&gt;3. Suara. &lt;br /&gt;Ad-dawa artinya dengki, sakit, TBC, atau penyakit dalam yang menimpa hati.&lt;br /&gt;Adapun makna secara istilah, maka al-hiqdu dan kata lain yang semakna seperti ad-dighnu, al-waghru, ad-dawa, al-ghillu, adalah menahan atau mengekang permusuhan dan kebencian yang ada dalam hati, karena tidak mampu menuntut balas sambil menunggu serta menanti kesempatan untuk mengungkapkan dengan sosok atau bentuk apapun.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;B. Bentuk-Bentuk Kedengkian Dan Hakiktnya&lt;br /&gt;1. Mengacaukan profil orang shalih dari kaum pejuang yang mewakafkan kehidupannya untuk agama Allah, yang hidup dan mati untuk agama. &lt;br /&gt;2. Terfokus kepada beberapa kesalahan. &lt;br /&gt;3. Menafsirkan beberapa sikap da'i sebagai mata-mata, penjlat, dan pemilik sikapnya dituduh sebagai kaum rafidhah, atau kaum kafir ahli bid`ah.&lt;br /&gt;4. Merendahkan setiap orang yang tidak mengakui kekuasaan mereka atau berbeda madzhab dengan mereka. &lt;br /&gt;5. Menolak untuk berjihad dengan jiwa, harta, atau dengan keduanya sekaligus. &lt;br /&gt;Kedengkian ini apabila menimpa orang shalih maka itu merupakan sifat yang buruk dan tercela. Keburukan dan ketercelaan itu menunjukkan bahwa Allah ta`ala memuji sekelompok manusia yang apabila berdo'a, maka di dalamnya terdapat permintaan kepada Tuhannya agar dia membersihkan hatinya dari penyakit dengki.&lt;br /&gt;Alah berfirman :Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (muhajirin dan anshar) Mereka berdoa 'Ya tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan jangnlah engkau menbiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang (al hasyr :10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Dengki &lt;br /&gt;1. Tangan hampa.&lt;br /&gt;2. Buruknya distribusi kekayaan dan pilih kasih dalam perlakuan. &lt;br /&gt;3. Penghinaan dan pemaksaan. &lt;br /&gt;4. Tidak adanya pemeliharaan hak-hak ukhuwah islamiyah. &lt;br /&gt;5. Congkak dan sombong terhadap orang lain. &lt;br /&gt;6. Mengeksploitasi orang lain. &lt;br /&gt;7. Mengabaikan hak tetangga.&lt;br /&gt;8. Perpecahan dalam keluarga dan tidak ada upaya masyarakat untuk mengatasinya. &lt;br /&gt;9. Mendengarkan pengaduan tanpa konfirmasi. &lt;br /&gt;10. Pemutusan hubungan. &lt;br /&gt;11. Lingkungan. &lt;br /&gt;12. Ketidak tahuan terhadap akibat yang ditimbulkan kedengkian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Dampak Kedengkian &lt;br /&gt;1. Terhadap para aktivis&lt;br /&gt;a. Kegelisahan dan kekacauan jiwa. &lt;br /&gt;b. Hasud.&lt;br /&gt;c. Kegembiraan atas bencana yang menimpa orang lain. &lt;br /&gt;d. Tidak memperoleh pahala dan ganjaran.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Minimnya penolong dan pendukung. &lt;br /&gt;b. Perpecahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;E. Cara Mengobatinya &lt;br /&gt;1. Meyakini dengan sepenuhnya bahwa sesungguhnya Allah memberikan aneka nikmat kepada para hamba-Nya. &lt;br /&gt;2. Berupaya keras untuk berlaku adil dalam pembagian dan perlakuan secara sama dalam bermuamalah. &lt;br /&gt;3. Memberikan kepada orang lain hak untuk mengungkapkan isi hatinya, tidak mengejeknya, mencegah kelaliman terhadap darah, harta. &lt;br /&gt;4. Memelihara hak-hak islam. &lt;br /&gt;5. Menyelamatkan diri dari penyakit membanggakan diri, congkak dan sombong.&lt;br /&gt;6. Memperingatkan setiap orang agar tidak mengeksploitasi orang lain dengan cara apapun. &lt;br /&gt;7. Menegaskan pentingnya memelihara hak-hak tetangga tanpa memandang akidah dan status mereka. &lt;br /&gt;8. Mengupayakan pemecahan masalah keluarga, memperhatikan keadilan bagi orang yang berpoligami, menanggung anak yatim yang di tinggalkan oleh keluarganya dengan cara menolong mereka. &lt;br /&gt;9. Mengkonfirmasikan segala hal yang kita lihat dan kita dengar. &lt;br /&gt;10. Mengupayakan penghentian pemutusan hubungan dengan berbagai cara. &lt;br /&gt;11. Membersihkan lingkungan keluarga maupun masyarakat dari kedengkian. &lt;br /&gt;12. Senantiasa bergaul dengan kitabullah, sunnah rasul dan sirahnya. &lt;br /&gt;13. Melakukan introspeksi dan menyadari bahwa kedengkian kepada orang lain tidak akan dapat membendung pemberian Allah. &lt;br /&gt;14. Senantiasa menelaah sejarah islam dan menyimak cara para ulama salaf dalam mengobati kedengkian. &lt;br /&gt;15. Senantiasa mengingat penyakit dengki dan bahayanya bagi individu maupun masyarakat. &lt;br /&gt;16. Memperbanyak doa, ibadah dan merendahkan diri kepada Allah, agar dia menyucikan kalbu dari penyakit ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KE DUAPULUH TUJUH&lt;br /&gt;BERLOMBA-LOMBA MERAIH&lt;br /&gt;KEPENTINGAN DUNIAWI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian &lt;br /&gt;Menurut bahasa kata tanaffud berarti : &lt;br /&gt;1. Mencintai dan menggandrungi sesuatu. &lt;br /&gt;2. Kikir dan bakhil terhadap sesuatu. &lt;br /&gt;3. Memandang orang lain tidak cakap untuk melakukan sesuatu disertai rasa dengki kepadanya. &lt;br /&gt;4. Berkompetisi dan berlomba dalam suatu hal tanpa mengakibatkan gangguan atau kerusakan. &lt;br /&gt;Sedangkan makna tanaffud-dunya secara istilah adalah berlomba-lomba dalam menggemari dunia, sarana pemerolehannya, dan bagian-bagiannya, dengan memfokuskannya dan memprioritaskannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Bentuk-Bentuknya Dan Sikap Islam Terhadapnya&lt;br /&gt;1. Menyepelekan dan mengabaikan sikap hati-hati dan selektif dalam memperoleh makanan, minuman, pakaian, kendaraan dan sebagainya. &lt;br /&gt;2. Membenci para pencari akhiat, mencaci mereka, menekan dan menghardik mereka.&lt;br /&gt;3. Membenci atau memusuhi setiap orang yang berhasil mendahuluinya dalam meraih kepentingan dunia, sedang dia tidak mampu menyusulnya. &lt;br /&gt;4. Memandang hina terhadap nikmat Allah, tidak ridha terhadap nikmat Allah, ketetapannya dan takdirnya.&lt;br /&gt;5. Permusuhan secara berkesinambungan karena membela kepentingan dunia dan isinya yang cepat sirna. &lt;br /&gt;6. Perpecahan berkelanjutan yang disertai banyaknya kebingungan dan kesedihan, terutama ada bagian dunia yang tidak diraih. &lt;br /&gt;7. Menyibukkan diri secara terus-menerus dalam mengupayakan pencarian dunia, melupakan akhirat secara total atau jarang mengingat akhirat. &lt;br /&gt;8. Membicarakan ihwal dunia, kemewahan, keindahannya, dan cara-cara untuk meraihnya secara terus-menerus. &lt;br /&gt;Berlomba-lomba dalam urusan dunia dan untuk dunia dengan melupakan atau mengabaikan akhirat adalah buruk dan tercela, sebagaimana firman Allah :"Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu. Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan (Al-Mulk :15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Lupa bahwa perolehan dunia berlangsung sesuai dengan takdir. &lt;br /&gt;2. Lalai terhadap hakekat dunia. &lt;br /&gt;3. Hidup dalam lingkungan yang rakus pada perlombaan dunia. &lt;br /&gt;4. Cinta dunia. &lt;br /&gt;5. Congkak dan sombong di muka bumi tanpa hak. &lt;br /&gt;6. Panjang angan-angan. &lt;br /&gt;7. Lalai terhadap kematian dan akhirat. &lt;br /&gt;8. Lalai terhadap dampak yang ditimbulkan oleh perlombaan meraih kepentingan dunia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Dampaknya &lt;br /&gt;1. Terhadap aktivis islam&lt;br /&gt;a. Kegelisahan dan kekacauan jiwa. &lt;br /&gt;b. Menyia-nyiakan hak ukhuwah islamiyah. &lt;br /&gt;c. Berpaling dari aneka amal akhirat. &lt;br /&gt;d. Membenci kematian dan akhirat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Perpecahan umat.&lt;br /&gt;b. Lamanya perjalanan dan beratnya beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Cara Mengatasinya &lt;br /&gt;1. Meyakini dengan penuh bahwa perolehan meraih kepentingan dunia itu berlangsung sesuai dengan takdir. &lt;br /&gt;2. Memahami dengan sempurna hakikat dunia bahwa dunia itu bukanlah tujuan atau sasaran, namun merupakan sarana mencapai tujuan dan sasaran. &lt;br /&gt;3. Menarik diri atau ditarik oleh orang lain dari lingkungan yang rakus terhadap dunia dan berlomba-lomba meraihnya. &lt;br /&gt;4. Meyakini bahwa meskipun seseorang berhasil meraih dunia, maka ia tidak akan pernah merasa kenyang. &lt;br /&gt;5. Seorang muslim harus memandang kedatangan kenikmatan dunia secara proporsioanal sehingga dia tidak memandangnya sebagai ajang perlombaan, namun sebagai ajang ujian. &lt;br /&gt;6. Hendaknya seorang muslim mengobati dirinya dari sikap ujub, congkak dan sombong. &lt;br /&gt;7. Meminimalkan angan-angan dengan cara yang disanggupinya. &lt;br /&gt;8. Menelaah kitabullah, sunnah dan sirah nabi Muhammad.&lt;br /&gt;9. Senantiasa mengingat maut dan akhirat, keadaan saat sakaratul maut, dan keadaan ketika memasuki kubur. &lt;br /&gt;10. Mencermati biografi para ulama salaf. &lt;br /&gt;11. Senantiasa mengingatkan dan menjelaskan kepada orang lain tentang ihwal dunia dan perlombaannya karena manusia sering lupa. &lt;br /&gt;12. Senantiasa merasa diawasi oleh Allah pada saat berada di rumah atau berada di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEDUA PULUH DELAPAN&lt;br /&gt;RASA RENDAH DIRI&lt;br /&gt;ATAU KEKERDILAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Al-ihtiqaar Au Al-inzam 'An-nafsi&lt;br /&gt;Secara bahasa al-ihtiqar artinya menghinakan, merendahkan, dan mengecilkan. Dan al-inzam artinya tercerai berai dan pecah belah.&lt;br /&gt;Adapun makna secara istilah adalah meremehkan diri, merendahkan dan menghinakannya, atau menaklukan diri kepada berbagai kehendak musuh, berupa nafsu keburukan, serta memenuhi godaan setan, dan manusia, dia merasa bahwa dirinya tidak layak melakukan kebajikan apapun, walaupun sederhana dan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bentuk-Bentuk Kerendahan Diri Atau Kekerdilan Serta Hukumnya Menurut Islam&lt;br /&gt;1. Berpangku tangan terhadap aktivitas agama Allah. &lt;br /&gt;2. Mengisolir diri terhadap masyaakat. &lt;br /&gt;3. Tunduk, patuh, dan berserah diri kepada hawa nafsu.&lt;br /&gt;4. Takut dan patuh terhadap orang yang batil dengan dalih bahwa orang itulah yang menguasai segala sesuatu.&lt;br /&gt;5. Mencampakkan tanggung jawab dalam kepemimpinan, dengan dalih ia tidak mampu memikul berbagai beban.&lt;br /&gt;Perbuatan ini merupakan sifat buruk, tercela, dan dilarang oleh Allah. Allah berfirman : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang-orang yang beriman (Ali-Imran :139).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor Penyebabnya &lt;br /&gt;1. Mengabaikan kebiasaan bertanggung jawab dan tidak memotifasikannya. &lt;br /&gt;2. Mencela dan menghina terus menerus.&lt;br /&gt;3. Hidup di tengah lingkungan yang meresa rendah diri atau kerdil.&lt;br /&gt;4. Kokohnya cinta dunia dalam hati. &lt;br /&gt;5. Kegagalan seseorang di dalam setiap maksud dan tujuannya. &lt;br /&gt;6. Menyaingi orang yang serius dengan kata-kata, bukan dengan karya nyata. &lt;br /&gt;7. Pengekangan otoriter dan penindasan.&lt;br /&gt;8. Tidak ada kepercayaan terhadap Allah dan manhajnya. &lt;br /&gt;9. Tidak mengetahui nikmat Allah yang terdapat pada diri dan alam semesta. &lt;br /&gt;10. Lalai terhadap akibat yang ditimbulkan rendah diri atau kekerdilan.&lt;br /&gt;11. Terjerumus ke dalam berbagai kemaksiatan dan keburukan dengan mengabaikan taubat. &lt;br /&gt;12. Membandingkan realitas musuh sekarang dengan realitas kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;D. Dampaknya &lt;br /&gt;1. Terhadap aktivis&lt;br /&gt;a. Menjilat atau bergabung dengan orang-orang yang zalim. &lt;br /&gt;b. Memerangi diri dan kehormatan.&lt;br /&gt;c. Menambah dosa pemerhati. &lt;br /&gt;d. Kerugian yang nyata di akhirat karena tidak bertaubat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Terhadap aktivitas islam&lt;br /&gt;a. Kurang memperoleh penolong dan pendukung. &lt;br /&gt;b. Tercerai berai. &lt;br /&gt;c. Beratnya beban dan lamanya perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Cara Mengobatinya&lt;br /&gt;1. Mengisi waktu luang dan mengikis pengangguran. &lt;br /&gt;2. Menjauhkan diri dari perbuatan menghina orang lain. &lt;br /&gt;3. Menjauhkan diri dari lingkungan yang dikenal rendah diri. &lt;br /&gt;4. Bekerja dengan menggunakan segala sarana yang ada. &lt;br /&gt;5. Menghadapi orang-orang yang melakukan berbagai aktivitas.&lt;br /&gt;6. Memberikan manusia hak untuk mengungkapkan pendapat dan isi hatinya. &lt;br /&gt;7. Mendekatkan diri kepada Allah, rasul-Nya dan manhaj-Nya. &lt;br /&gt;8. Mencermati nikmat Allah. &lt;br /&gt;9. Memelihara diri dari aneka kemaksiatan dan keburukan. &lt;br /&gt;10. Senantiasa menelaah kisah para nabi, rasulullah dan para pengikutnya. &lt;br /&gt;11. Pemegang kekuasaan harus memegang kewajibannya. &lt;br /&gt;12. Tidak terpesona dengan kemajuan musuh. &lt;br /&gt;13. Meminta petolongan kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1770333844315136294-1788809549757986432?l=yurirobithoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/feeds/1788809549757986432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/penyebab-gagalnya-dawah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/1788809549757986432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/1788809549757986432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/penyebab-gagalnya-dawah.html' title='PENYEBAB GAGALNYA DA&apos;WAH'/><author><name>Yuri Alamsyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04422086139469178877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-CmPvEOAguZk/TaFIzMyPUoI/AAAAAAAAACU/ZYdgSpNKAf8/s220/197276_207320102617651_100000189879259_954596_5906082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294.post-8482454578309794959</id><published>2011-05-18T20:06:00.001-07:00</published><updated>2011-05-18T20:06:41.455-07:00</updated><title type='text'>Hukum Menerjemahkan al-Qur'an</title><content type='html'>Menerjemahkan al-Qur’an secara harfiah (Letterleijt) menurut kebanyakan ulama merupakan hal yang mustahil mengingat penerjemahan semacam ini memerlukan beberapa persyaratan yang tidak mungkin dapat direalisasikan, yaitu: &lt;br /&gt;1. Adanya mufradaat (sinonim) per-hurufnya antara bahasa penerjemah dan bahasa yang akan diterjemahkan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Adanya tanda baca yang sama pada bahasa penerjemah terhadap tanda baca pada bahasa yang diterjemahkan atau paling tidak mirip &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di dalam susunan katanya harus ada kesamaan antara kedua bahasa baik dalam kalimat, sifat atau pun tambahan-tambahannya. Sebagian ulama mengatakan bahwa menerjemahkan secara harfiah bisa terealisasi pada sebagian ayat atau semisalnya akan tetapi sekali pun demikian ia tetap diharamkan sebab tidak mungkin berfungsi menjadi makna yang sempurna apalagi memiliki pengaruh terhadap jiwa sebagaimana pengaruh al-Qur’an dalam bahasa Arab yang begitu jelas. Karena itu, tidak perlu menggunakan cara seperti ini karena sudah cukup dengan penerjemahan secara maknanya saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal ini, maka sekali pun menurut perasaan penerjemahan secara harfiah dapat dimungkinkan pada seabagian kata-kata akan tetapi menurut syari’at ia tetap dilarang, kecuali bila memang dapat menerjemahkan satu kata khusus dengan bahasa orang yang diajak bicara agar ia memahaminya dengan tanpa menerjemahkan semua susunannya, maka ketika itu tidak apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan hukum penerjemahan secara makna terhadap al-Qur’an pada dasarnya adalah dibolehkan karena tidak ada larangannya, bahkan terkadang bisa jadi wajib ketika ia merupakan satu-satunya sarana untuk menyampaikan al-Qur’an dan al-Islam kepada selain bangsa Arab, sebab menyampaikan hal itu adalah wajib hukumnya, maka sesuai kaidah, ‘Maa laa yatimmul waajib illa bihii fa huwa waajib’ (suatu tindakan hukumnya wajib jika menjadi syarat terpenuhinya suatu kewajiban) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi agar hal itu dibolehkan, diperlukan beberapa syarat, yaitu: &lt;br /&gt;Pertama, Bahwa terjemahan itu tidak boleh dijadikan sebagai pengganti al-Qur’an dengan cukup dengannya tanpa al-Qur’an. Berdasarkan hal ini, maka harus ditulis dulu teks al-Qur’an dalam bahasa Arabnya, kemudian di sampingnya teks terjemahan tersebut agar menjadi semacam tafsir terhadapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-dua, Hendaknya penerjemahnya adalah orang yang mengetahui betul arahan-arahan lafazh di dalam kedua bahasa tersebut dan hal-hal yang dituntut di dalam redaksinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-tiga, Hendaknya penerjemahnya adalah orang yang mengetahui benar makna-makna lafazh-lafazh syari’at di dalam al-Qur’an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam penerjemahan al-Qur’an al-Karim, hanya orang-orang yang amanah saja yang boleh diterima, yaitu seorang Muslim yang lurus di dalam diennya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(SUMBER: Buku Ushuul Fi at-Tafsiir karya Syaikh Muhammad bin Shaalih al-‘Utsaimiin, h.32-33)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1770333844315136294-8482454578309794959?l=yurirobithoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/feeds/8482454578309794959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/hukum-menerjemahkan-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/8482454578309794959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/8482454578309794959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/hukum-menerjemahkan-al-quran.html' title='Hukum Menerjemahkan al-Qur&apos;an'/><author><name>Yuri Alamsyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04422086139469178877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-CmPvEOAguZk/TaFIzMyPUoI/AAAAAAAAACU/ZYdgSpNKAf8/s220/197276_207320102617651_100000189879259_954596_5906082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294.post-5876688962879153485</id><published>2011-05-18T19:57:00.001-07:00</published><updated>2011-05-18T19:57:48.184-07:00</updated><title type='text'>Meraih Sukses</title><content type='html'>(KH. Abdullah Gymnastiar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikam :&lt;br /&gt;"Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu kebahagiaan&lt;br /&gt;negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi&lt;br /&gt;dan berbuat baiklah kepada orang lain. Sebagai mana Allah telah berbuat baik&lt;br /&gt;kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, sesungguhnya&lt;br /&gt;Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS. Al-Qashash:&lt;br /&gt;77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari orang&lt;br /&gt;mukmin yang lemah." (Al-Hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita diciptakan oleh Allah bukan untuk menjadi pecundang, tapi kita telah&lt;br /&gt;disiapkan oleh Allah, berpotensi untuk sukses. Tidak hanya pada ukuran dunia&lt;br /&gt;tapi juga untuk ukuran akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah tidak hanya di akhirat tapi didunia juga sukses. Beliau tidak mau&lt;br /&gt;menjadi beban bagi orang lain. Usia 12 tahun sudah melakukan perjalanan&lt;br /&gt;untuk berdagang dan pada usia 25 tahun telah menjadi seorang pemuda yang&lt;br /&gt;bermutu akhlaknya dan terpercaya pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul merupakan pemuda yang sukses karena, pada saat memberikan mas kawin&lt;br /&gt;atau mahar pada Siti Khodijah, Rasul memberikan sebanyak 20 ekor unta muda&lt;br /&gt;yang artinya pada saat itu telah menjadi seorang pengusaha kaya raya yang&lt;br /&gt;sangat sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjadi pribadi yang sukses maka kita harus "tenang" karena keyakinan&lt;br /&gt;akan adanya kekuasaan Allah. Lalu, "terencana" dalam melakukan sesuatu, baru&lt;br /&gt;"tawakal". Kemudian "terampil" dalam berkerja; "tertib" dalam kehidupan;&lt;br /&gt;"tekun" dan "istiqamah" dalam mengatasi kejemuan; "tegar" dan sabar dalam&lt;br /&gt;menerima musibah dari berbagai macam kejadian; "tawadhu" atau rendah hati,&lt;br /&gt;karena kesombongan merupakan sarana yang paling efektif untuk menjatuhkan&lt;br /&gt;martabat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan sejati adalah ketika kita berhasil meyakini semua ini adalah&lt;br /&gt;milik Allah, yang membuat kita menjadi tawadhu dan rendah hati,&lt;br /&gt;terus-menerus membersihkan hati dan terus meningkatkan kemampuan untuk&lt;br /&gt;mempersembahkan yang terbaik, yang terlihat dari kemuliaan akhlak dan&lt;br /&gt;sempurnanya amal dengan hati yang ikhlas. Insya Allah kita akan mendapatkan&lt;br /&gt;kesuksesan di dunia dan akhirat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1770333844315136294-5876688962879153485?l=yurirobithoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/feeds/5876688962879153485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/meraih-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/5876688962879153485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/5876688962879153485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/meraih-sukses.html' title='Meraih Sukses'/><author><name>Yuri Alamsyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04422086139469178877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-CmPvEOAguZk/TaFIzMyPUoI/AAAAAAAAACU/ZYdgSpNKAf8/s220/197276_207320102617651_100000189879259_954596_5906082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294.post-3920637664255432632</id><published>2011-05-18T19:55:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T19:56:12.229-07:00</updated><title type='text'>Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab</title><content type='html'>Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22 Februari 06&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam, bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.&lt;br /&gt;Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya."&lt;br /&gt;Barulah pemuda ini beranjak keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim."  Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat diwajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pendeta pun mulai bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=== Sebutkan satu yang tiada duanya,&lt;br /&gt;=== dua yang tiada tiganya,&lt;br /&gt;=== tiga yang tiada empatnya,&lt;br /&gt;=== empat yang tiada limanya,&lt;br /&gt;=== lima yang tiada enamnya,&lt;br /&gt;=== enam yang tiada tujuhnya,&lt;br /&gt;=== tujuh yang tiada delapannya,&lt;br /&gt;=== delapan yang tiada sembilannya,&lt;br /&gt;=== sembilan yang tiada sepuluhnya,&lt;br /&gt;=== sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,&lt;br /&gt; === sebelas yang tiada dua belasnya, &lt;br /&gt;=== dua belas yang tiada tiga belasnya, &lt;br /&gt;=== tiga belas yang tiada em-pat belasnya.&lt;br /&gt;=== Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!&lt;br /&gt;=== Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?&lt;br /&gt;=== Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?&lt;br /&gt;=== Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?&lt;br /&gt;=== Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!&lt;br /&gt;=== Siapakah yang tercipta dari api,&lt;br /&gt;=== siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?&lt;br /&gt;=== Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?&lt;br /&gt;=== Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!&lt;br /&gt;=== Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 dibawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=== Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.&lt;br /&gt;=== Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).&lt;br /&gt;=== Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.&lt;br /&gt;=== Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.&lt;br /&gt;=== Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.&lt;br /&gt;=== Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.&lt;br /&gt;=== Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak  seimbang." (Al- Mulk: 3).&lt;br /&gt;=== Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).&lt;br /&gt;=== Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang === Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).&lt;br /&gt;=== Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf.&lt;br /&gt;=== Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan&lt;br /&gt;tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).&lt;br /&gt;=== Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.&lt;br /&gt;=== Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu&lt;br /&gt;Shubuh. Allah SWT berfirman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing." (At-Takwir: 18).&lt;br /&gt;=== Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.&lt;br /&gt;=== Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami&lt;br /&gt;tinggalkan Yusuf didekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka," tak ada cercaaan terhadap kalian." 4Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."&lt;br /&gt;=== Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).&lt;br /&gt;=== Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;=== Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).&lt;br /&gt;=== Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ashhabul Kahfi (penghuni gua).&lt;br /&gt;=== Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).&lt;br /&gt;=== Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua disiang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang&lt;br /&gt;hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeta tersebut berkata, "Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Sang pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir digereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjagamereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang&lt;br /&gt;bertakwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1770333844315136294-3920637664255432632?l=yurirobithoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/feeds/3920637664255432632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/kisah-nyata-seorang-pemuda-arab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/3920637664255432632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/3920637664255432632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/kisah-nyata-seorang-pemuda-arab.html' title='Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab'/><author><name>Yuri Alamsyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04422086139469178877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-CmPvEOAguZk/TaFIzMyPUoI/AAAAAAAAACU/ZYdgSpNKAf8/s220/197276_207320102617651_100000189879259_954596_5906082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294.post-3141048889419698262</id><published>2011-05-18T19:52:00.001-07:00</published><updated>2011-05-18T19:53:30.154-07:00</updated><title type='text'>Keistimewaan Wanita</title><content type='html'>Berbahagialah menjadi seorang Wanita karena diberi Keistimewaan oleh Allah SWT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Keistimewaan Wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Do'a  wanita lebih makbul daripada lelaki karena sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda : " Ibu lebih penyayang daripada Bapak dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seperti orang yang senantiasa menangis Karena takut Allah SWT dan orang yang takut Allah SWT akan diharamkan api neraka  keatas tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Barang siapa yang membawa hadiah (barang, makanan dari pasar kerumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka  pahalanya seperti bersedakah. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barang siapa yang menyukai akan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Wanita  yang tinggal bersama anak-anaknya, akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Barang siapa yang mempunyai tiga anak perempuan atau tiga Saudara perempuan atau dua Saudara perempuan , lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dengan penuh  rasa takwa serta bertanggung jawab, maka baginya  adalah surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dari Aisyah r.a. "Barang siapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuannya  lalu dia berbuat baik kepada mereka , maka mereka akan menjadi penghalang baginya api neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Surga  itu di bawah telapak kaki ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Apabila memanggilmu dua orang ibu bapamu  maka jawablah  panggilan ibumu dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga . Masuklah dari manapun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Wanita yang taat pada suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristigfar baginya selama dia taat kepada  suaminya dan rekannya (serta  menjaga sembahyang dan puasanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Aisyah r.a. berkata " aku bertanya pada rasulullah SAW, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda "suaminya". Siapa pula berhak terhadap lelaki?" jawab Rasulullah SAW "Ibunya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu  surga mana saja yang dia kehendaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT  memasukkan dia kedalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Apabila seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristigfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan  menghapuskan darinya 1000 kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Apabila seorang perempuan  mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan  baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Apabila seorang perempuan  melahirkan anak, keluarlah ia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan dari susunya diberi satu kebajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1770333844315136294-3141048889419698262?l=yurirobithoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/feeds/3141048889419698262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/keistimewaan-wanita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/3141048889419698262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/3141048889419698262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/keistimewaan-wanita.html' title='Keistimewaan Wanita'/><author><name>Yuri Alamsyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04422086139469178877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-CmPvEOAguZk/TaFIzMyPUoI/AAAAAAAAACU/ZYdgSpNKAf8/s220/197276_207320102617651_100000189879259_954596_5906082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294.post-8946285202956662830</id><published>2011-05-18T19:35:00.001-07:00</published><updated>2011-05-18T19:36:20.199-07:00</updated><title type='text'>Mata Air Kebahagiaan &amp; Ketenangan Hidup</title><content type='html'>Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala:  Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.  Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka&lt;br /&gt;Hadis riwayat Ali ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: Janganlah engkau berdusta mengatasnamakan aku, karena sesungguhnya orang yang berdusta atas namaku, maka ia akan masuk neraka &lt;br /&gt;Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 2&lt;br /&gt;Hadis riwayat Thalhah bin Ubaidillah ra., ia berkata: &lt;br /&gt;Seseorang dari penduduk Najed yang kusut rambutnya datang menemui Rasulullah saw. Kami mendengar gaung suaranya, tetapi kami tidak paham apa yang dikatakannya sampai ia mendekati Rasulullah saw. dan bertanya tentang Islam. Lalu Rasulullah saw. bersabda: (Islam itu adalah) salat lima kali dalam sehari semalam. Orang itu bertanya: Adakah salat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak ada, kecuali jika engkau ingin melakukan salat sunat. Kemudian Rasulullah bersabda: (Islam itu juga) puasa pada bulan Ramadan. Orang itu bertanya: Adakah puasa lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin melakukan puasa sunat. Lalu Rasulullah saw. melanjutkan: (Islam itu juga) zakat fitrah. Orang itu pun bertanya: Adakah zakat lain yang wajib atasku? Rasulullah saw. menjawab: Tidak, kecuali jika engkau ingin bersedekah. Kemudian lelaki itu berlalu seraya berkata: Demi Allah, aku tidak akan menambahkan kewajiban ini dan tidak akan menguranginya. Mendengar itu, Rasulullah saw. bersabda: Ia orang yang beruntung jika benar apa yang diucapkannya &lt;br /&gt;Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 12&lt;br /&gt;Tabik pun&lt;br /&gt;Iman, Islam dan Ihsan!!&lt;br /&gt;Pengertian iman dan konsepnya. &lt;br /&gt;Iman dari segi bahasa membawa arti percaya. Dalam konteks penghayatannya di kalangan umat Islam, iman membawa maksud mengaku dengan lidah, membenarkan dengan hati dan mengamalkannya dengan anggota. &lt;br /&gt;Dalam arti kata lain bahwa seseorang yang mengaku dengan lidahnya mengenai keesaan dan kekuasaan Allah, mestilah membenarkannya dengan hati dan melaksanakan segala perintah-Nya serta meninggalkan larangan-Nya. &lt;br /&gt;Terdapat enam asas kepercayaan dalam amalan, cara hidup Islam yang dikenali sebagai rukun-rukun iman. Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam sebuah hadistnya yang bermaksud: &lt;br /&gt;"Iman itu ialah bahwa kamu yakin dan; &lt;br /&gt;percaya kepada Allah, &lt;br /&gt;percaya kepada malaikat-malaikat-Nya, &lt;br /&gt;percaya kepada kitab-kitab-Nya, &lt;br /&gt;percaya kepada rasul-rasul-Nya, &lt;br /&gt;percaya dengan kedatangan Hari Akhirat dan &lt;br /&gt;percaya dengan ketentuan balk dan buruk dari-Nya". &lt;br /&gt;Orang yang tidak percaya dan tidak yakin dengan perkara-perkara atau rukun-rukun iman tersebut adalah kafir. Orang Islam yang menafikan salah satu atau semua rukun iman dianggap murtad iaitu terkeluar daripada agama Islam. &lt;br /&gt;Pengertian Islam dan konsepnya. &lt;br /&gt;Islam daripada segi bahasa bererti sejahtera. Dalam konteks penghayatannya di kalangan umat Islam ia bermaksud menyerah diri, tunduk dan patuh melaksanakan segala perintah Allah dan membenarkan semua ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. &lt;br /&gt;Terdapat lima perintah Allah yang mesti dipatuhi dan dilaksanakan oleh seseorang Islam yang dikenali sebagai rukun-rukun Islam. Rukun-rukun Islam ini terkandung dalam sebuah hadis Rasulullah yang bermaksud: &lt;br /&gt;"Islam itu adalah bahwa engkau bersaksi tiada Tuhan yang layak disembah melainkan Allah, Nabi Muhammad adalah pesuruh Allah, mendirikan solat, menunaikan solat, menunaikan puasa, mengeluarkan zakat dan mengerjakan zakat dan mengerjakan haji dia Makkah jika berkemampuan." &lt;br /&gt;Konsep ihsan &lt;br /&gt;Konsep ihsan ini telah digambarkan oleh Rasulullah dalam sebuah hadistnya yang bermaksud: &lt;br /&gt;"Ihsan adalah bahwa engkau menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, jika kamu tidak dapat melihatnya, maka sesungguhnya Dia sedang melihat kamu" &lt;br /&gt;Hadist ini menjelaskan bahwa ihsan itu adalah tindakan seseorang melakukan sesuatu amalan atau kebaikan kerana menyadari bahwa Allah sedang memerhatikan gerak-geriknya dan dia hanya mengharapkan balasan baik daripada Allah semata-mata. &lt;br /&gt;Dalam arti kata lain bahwa semua amalan kebajikan yang dilakukan adalah dengan penuh keikhlasan. &lt;br /&gt;Intisari hubungan antara iman, Islam dan ihsan. &lt;br /&gt;Setelah dijelaskan maksud iman, Islam dan ihsan, maka suatu kesimpulan dapat dibuat berdasarkan hubungan ketiga-tiganya iaitu: &lt;br /&gt;Seseorang yang percaya dan yakin dengan keesaan dan kekuasaan Allah (iman) akan senantiasa tunduk menerima perintah Allah dan patuh melaksanakan nya (Islam) dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan ganjaran oleh manusia (ihsan). &lt;br /&gt;Gabung jalin antara keyakinan terhadap Allah, kepatuhan melaksanakan perintah-Nya dan keikhlasan yang sepenuhnya akan melahirkan insan &lt;br /&gt;Ciri-ciri orang yang sempurna iman, Islam dan ihsannya adalah seperti berikut: &lt;br /&gt;Percaya dan yakin dengan kewujudan Allah dan kekuasaan-Nya. &lt;br /&gt;Percaya dan yakin dengan kewujudan para malaikat, kitab-kitab suci Allah, para rasul, kehadiran Hari Akhirat dan ketentuan balk dan buruk daripada Allah. &lt;br /&gt;Taat dan tekun melaksanakan perintah-perintah Allah seperti solat lima waktu sehari semalam, puasa sebulan di bulan Ramadan, mengeluarkan zakat dan menunaikan haji di Makkah. &lt;br /&gt;Senantiasa ikhlas dalam semua amalan yang dilakukan dan sentiasa mengharapkan hanya ganjaran daripada Allah semata-mata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang Islam menjadi murtad sama ada tepesong disebabkan iktikadnya, atau tutur katanya ataupun perbuatannya, maka bermakna ia telah melakukan jenayah bukannya pada dirinya sendiri tetapi juga kepada keluarganya dan masyarakat serta umat Islam umumnya. Di antara jenayah-jenayahnya itu ialah:  &lt;br /&gt;1. Ia memandang dirinya betul dan pandai dengan bersikap murtad dan umat Islam semuanya salah dan bodoh belaka. Ini bermakna ia menghina dan memusuhi masyarakatnya.  &lt;br /&gt;2. Ia menyalahkan ajaran Islam kerana didorong oleh hawa nafsu: tidak mahu terikat kepada suruhan Allah dan larangan-Nya. Ini bermakna ia engkarkan perintah Allah dan Rasul setelah ia mengakui benarnya semasa ia beragama Islam. Dan ini juga bermakna menghina agama Islam yang menjadi pegangan hidup dan dihormati oleh umat Islam seluruhnya.  &lt;br /&gt;3. Ia menjadi contoh yang buruk bagi orang-orang lain yang akan terpengaruh kepada fahaman dakyahnya, dan dengan itu akan runtuhlah ajaran-ajaran Islam, kebudayaannya, dan nilai-nilai akhlaknya yang suci murni, yang dibina dan dikembangkan silih berganti oleh pengembang Islam semenjak zaman Nabi Muhammad s.a.w hingga hari ini, dan yang diharap akan berlanjutan seterusnya. Jika demikian keadaan jenayah orang yang murtad itu, maka hukuman Islam yang ditetapkan untuk menghukumnya di dunia, dan balasan azab seksa yang dijanjikan baginya di akhirat kelak amatlah adil dan padan dengan jenayahnya yang besar itu.  &lt;br /&gt;Ia tidak boleh dipandang sebagai soal perseorangan sahaja tetapi soal umat Islam seluruhnya yang wajib dicegah dan dihapuskan oleh pihak yang berkuasa yang bertanggungjawab menjalankannya.  &lt;br /&gt;Tidak sah perkahwinan orang murtad, sama ada ia sendiri kahwin atau dikahwinkan ataupun mengahwinkan orang lain, bahkan isterinya wajib dipisahkan daripadanya. Sekiranya ia kembali menjadi Islam semula sbelum habis edah, maka kekallah isterinya itu menjadi isteri kepadanya, kalau tidak maka isterinya itu tercerai daripadanya mulai dari saat ia menjadi murtad.  &lt;br /&gt;Haram memakan sembelihan orang murtad.  &lt;br /&gt;Dia juga tidak boleh menerima pusaka dan tidak boleh pula dipusakai bahkan semua hartanya dimasukkan ke dalam baitulmal. Perkara-perkara yang menyebabkan rosaknya iman dan Islam itu terbahagi kepada tiga bahagian.  &lt;br /&gt;Bahagian pertama  &lt;br /&gt;Iktikad kepercayaan yang bertentangan dengan dasar-dasar Islam, iaitu:  &lt;br /&gt;1. Iktikad bahawa alam ini khodim, tidak ada penciptanya, atau alam ini kekal selamanya.  &lt;br /&gt;2. Iktikad bahawa pencipta alam ini baharu, atau penyerupai mana-mana jenis makhluk atau bersifat dengan sifat-sifat baharu, ataupun mempunyai anak isteri, atau berbilang-bilang atau akan mati.  &lt;br /&gt;3. Iktikad menafikan kebenaran apa yang disampaikan oleh Rasullullah s.a.w, atau iktikad bahawa Nabi Muhammad s.a.w yang sebenar ialah yang disebutnya Muhammad yang zahir, atau iktikad bahawa kerasulan nabi Muhammad s.a.w hanya untuk orang-orang Arab sahaja, atau iktikad bahawa hukum-hukum Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad s.a.w ialah hukum-hukum lapuk yang tidak sesuai dengan keadaan zaman, atau iktikad mengingkari mana-mana Rasul, atau iktikad bahawa ada lagi Nabi dan Rasul yang lain yang diutuskan oleh Allah membawa syariat sesudah Nabi Muhammad.  &lt;br /&gt;4. Iktikad bahawa tidak ada dosa dan pahala, tidak ada syurga dan neraka, tidak ada bangkit hidup semula sesudah mati sesudah mati, tidak ada hari kiamat dan segala perkara yang berlaku padanya.  &lt;br /&gt;5. Iktikad bahawa ruh orang-orang mati berpindah dari satu tubuh ke satu tubuh yang lain.  &lt;br /&gt;6. Iktikad agama kafir lebih baik dari agama Islam.  &lt;br /&gt;7. Perasaan ragu-ragu tehadap mana-mana satu dari perkara-perkara yang tersebut di atas.  &lt;br /&gt;8. Berbalik-balik hati di antara hidup menjadi kafir atau tidak, atau bercita-cita menjadi kafir pada masa akan datang.  &lt;br /&gt;Bahagian kedua  &lt;br /&gt;Perkataan, iaitu tiap-tiap perkataan yang mencaci, menghina, merendah-rendah, mengecil dan mempermain-mainkan nama Allah, sifat-sifat-Nya, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, kitab-kitab-Nya, ayat-ayat-Nya dan hukum-hukum-Nya serta hukum-hukum yang diterangkan oleh rasul-Nya.  &lt;br /&gt;Dan juga perkataan yang menolak, menafi dan mengingkari segala perkara yang sekata alim ulamak mensabitkannya atau menafikannya serta diketahui oleh orang ramai bahawa perkara itu dari agama.  &lt;br /&gt;Misalnya seperti katanya mengenai mana-mana hukum Islam:  &lt;br /&gt;1. “Hukum apa ini?”  &lt;br /&gt;2. “Hukum ini sudah lapuk.”  &lt;br /&gt;3. “Zaman sekarang tak patut diharamkan riba kerana mnghalangi kemajuan.”  &lt;br /&gt;4. “Dalam zaman yang serba maju ini kaum wania tak perlu dibungkus-bungkus.”  &lt;br /&gt;5. “Berzina kalau suka sama suka apalah haramnya?”  &lt;br /&gt;6. “Minum arak kalau dengan tujuan hendak menyihatkan badan untuk beribadat apa salahnya?”  &lt;br /&gt;7. “Berjudi kalau masing-masing sudah rela menerima untung ruginya apa salahnya?”  &lt;br /&gt;8. “Kalau hendak sangat menurut hukum-hukum Islam sampai kiamat kita tak maju.”  &lt;br /&gt;9. Berkata: “Perbuatan yang demikian tidak beradab” – apabila diceritakan bahawa Nabi Muhammad s.a.w selepas makan: menjilat sisa makanan dijarinya.  &lt;br /&gt;10. Berkata: “Aku tak mahu memotong kuku sekalipun sunat” – apabila diberitahu bahawa memotong kuku adalah sunat.  &lt;br /&gt;11. Berkata: “Si anu dah mulai menyalak” – semasa ia mendengar azannya.  &lt;br /&gt;12. Membaca ayat-ayat suci, hadis-hadis Nabi dan nama-nama Tuhan dengan cara mempersenda dan mempermain-mainkannya.  &lt;br /&gt;13. Kata-kata mengkafirkan seseorang Islam, pada hal orang itu tidak diyakini ada padanya sesuatu sebab yang menjadikannya kafir, sebagaimana yang diterangkan oleh hadis Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Muslim.  &lt;br /&gt;14. Kata-kata menggantungkan jadi kafir dengan sesuatu keadaan: Misalnya:  &lt;br /&gt;a. Seseorang dituduh melakukan suatu perkara, lalu ia berkata: “Kalau aku lakukan perkara itu jadilah aku kafir”’ sekiranya ia berdusta, yakni ia sebenarnya telah melakukan perkara yang dituduhkan kepadanya itu, maka jadilah ia kafir, kecuali kata-kata itu dituturkan dengan tujuan hanya hendak melepaskan diri dari tuduhan itu sahaja, bukan dengan tujuan redhanya menjadi kafir. Sungguhpun demikian ia telah melakukan dosa besar dengan kata-kata yang tesebut, dan sekiranya ia benar, yakni ia tidak melakukan perkara-perkara yang dituduh orang kepadanya, maka tidaklah ia menjadi kafir, tetapi ia berdosa kerana perkataannya itu memberi erti ketiadaan tetap keazamannya berpegang teguh kepada agama Islam.  &lt;br /&gt;b. Seseorang diingatkan supaya jangan ia berzina umpamanya, lalu ia berkata: “kalau aku berzina kafirlah aku”, sekiranya kata-kata itu dituturkan dengan tujuan tidak redha mencemarkan dirinya dengan perbuatan zina seperti tidak redhanya menjerumuskan dirinya menjadi kafir, maka tidaklah ia menjadi kafir, tetapi ia berdosa dengan menggunakan perkataan itu dengan alasan yang tersebut, dan sekiranya kata-kata itu dituturkan dengan tujuan redha menjadi kafir kalau ia lakukan perbuatan zina maka jadilah ia kafir dengan kata-katanya yang tersebut, kerana apabila seseorang Islam redhakan kufur, menjadilah ia kafir (murtad).  &lt;br /&gt;Bahagian ketiga  &lt;br /&gt;Dari segi perbuatan, iaitu:  &lt;br /&gt;1. Tiap-tiap perbuatan yang dilakukan untuk menghormati dan mengagungkan mana-mana makhluk dengan cara yang ditentukan hanya untuk membesar dan mengagungkan Allah, seperti sujud kepada makhluk walaupun tidak dengan niat untuk menghormatinya sama seperi Tuhan, atau tunduk kepada mana-mana makhluk sehingga sampai kepada had sekurang-kurang rukuk sembahyang dengan tujuan menghormati Allah; kalau tidak dengan tujuan itu maka tidaklah menjadikan orang yang melakukan itu murtad, tetapi hukumnya tetap haram.  &lt;br /&gt;2. Melakukan upacara ibadat terhadap sesuatu makhluk yang disembah oleh orang-orang kafir menurut upacara yang mereka lakukan.  &lt;br /&gt;3. Melakukan mana-mana cara ibadat terhadap yang lain dari Allah.  &lt;br /&gt;4. Meletakkan ayat-ayat suci, hadis-hadis Nabi, nama-nama Tuhan, Rasul-rasul-Nya, malaikat-Nya dan ilmu-ilmu agama di tempat najis atau kotor dengan tujuan menghina dan merendah-rendahkannya; kalau tidak dengan tujuan yang tersebut maka hukuman tetap haram. Demikian juga haramnya menggunakan kertas-kertas yang tertulis padanya ayat-ayat suci, hadis-hadis Nabi dan nama-nama Allah serta ilmu agama untuk membungkus, mengesat serta menyapu sesuatu; tetapi kalau pebuatan yang dilakukan itu dngan tujuan menghina atau mempersendakannya maka orang yang melakukan itu menjadi murtad.  &lt;br /&gt;5. Orang yang meninggalkan sembahyang fardhu, jika ia ingkar wajibnya, jadilah ia kafir murtad keluar dari agama Islam, kerana ia mengingkari satu pekara yang memang diketahui oleh orang ramai bahawa perkara itu adalah satu perkara yang wajib di atas tiap-tiap orang Islam, selama akalnya sihat.  &lt;br /&gt;Perkara-perkara yang telah diterakan satu persatu di atas itu adalah sebahagian contoh yang disebutkan oleh ulamak bahawa orang yang melakukannya menjadi murtad.  &lt;br /&gt;Mereka menetapkan hukum yang tesebut dengan berdasarkan ayat 40 surah Yusuf, ayat 65 surah Taubah, ayat 37 surah Fasilat dan ayat-ayat surah al-Kafirun serta hadis Muaaz bin Jabal yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah, dan hadis Khis bin Saad yang diriwayatkan oleh Abu Daud. Maksud kedua-dua hadis itu: bahawa Rasullullah s.a.w melarang mereka sujud kepada baginda serta menerangkan bahawa tidak harus seseorang sujud kepada yang lain dari Allah.  &lt;br /&gt;Dengan keterangan yang tersebut hendaklah diingat bahawa seseorang yang cintakan keselamatan dan kebahagiaan dirinya dan agamanya, jangan sekali-kali mendekati, apa lagi melakukan, sebarang perkara yang hukumnya berkisar di antara menjadi murtad dan berdosa besar. Semoga Allah selamatkan kita dengan taufik dan hidayah-Nya.  &lt;br /&gt;--------  &lt;br /&gt;Tulisan ini dipetik dari Mustika Hadis, Muqadimah dan Jilid I, diterbitkan Jabatan Perdana Menteri Malaysia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1770333844315136294-8946285202956662830?l=yurirobithoh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/feeds/8946285202956662830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/lentera-hati-mata-air-kebahagiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/8946285202956662830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1770333844315136294/posts/default/8946285202956662830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yurirobithoh.blogspot.com/2011/05/lentera-hati-mata-air-kebahagiaan.html' title='Mata Air Kebahagiaan &amp; Ketenangan Hidup'/><author><name>Yuri Alamsyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04422086139469178877</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-CmPvEOAguZk/TaFIzMyPUoI/AAAAAAAAACU/ZYdgSpNKAf8/s220/197276_207320102617651_100000189879259_954596_5906082_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1770333844315136294.post-1647874774770754409</id><published>2011-05-03T05:44:00.001-07:00</published><updated>2011-05-03T05:44:15.197-07:00</updated><title type='text'>TERJEMAHAN TA'LIM MUTA'ALIM</title><content type='html'>&lt;span xmlns=''&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Karya: Syekh Az-Zarnuji&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    &lt;strong&gt;Mukaddimah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman'&gt;بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dengan menyebut asma Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman'&gt;الحمد لله الذى فضل على بنى آدم بالعلم والعمل على جميع العالم، والصلاة والسلام على محمد سيد العرب والعجم، وعلى آله وأصحابه ينابيع العلوم والحكم.&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Wingdings'&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Segala puji bagi Allah yang telah mengangkat harkat derajat manusia dengan ilmu dan amal, atas seluruh alam. Salawat dan Salam semoga terlimpah atas Nabi Muhammad, pemimpin seluruh umat manusia, dan semoga pula tercurah atas keluarga dan para sahabatnya yang menjadi sumber ilmu dan hikmah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman'&gt;وبعد...فلما رأيت كثيرا من طلاب العلم فى زماننا يجدون إلى العلم ولايصلون [ومن منافعه وثمراته ـ وهى العمل به والنشر ـ يحرمون] لما أنهم أخطأوا طريقه وتركوا شرائطه، وكل من أخطأ الطريق ضل، ولاينال المقصود قل أو جل، فأردت وأحببت أن أبين لهم طريق التعلم على ما رأيت فى الكتب وسمعت من أساتيذى أولى العلم والحكم، رجاء الدعاء لى من الراغبين فيه، المخلصين، بالفوز والخلاص فى يوم الدين، بعد ما استخرت الله تعالى فيه،&lt;/span&gt;&lt;span style='font-family:Wingdings'&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Kalau saya memperhatikan para pelajar (santri), sebenarnya mereka telah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, tapi banyak dari mereka tidak mendapat manfaat dari ilmunya, yakni berupa pengalaman dari ilmu tersebut dan menyebarkannya. Hal itu terjadi karena cara mereka menuntut ilmu salah, dan syarat-syaratnya mereka tinggalkan. karena, barangsiapa salah jalan, tentu tersesat tidak dapat mencapai tujuan. Oleh karena itu saya ingin menjelaskan kepada santri cara mencari ilmu, menurut kitab-kitab yang saya baca dan menurut nasihat para guru saya yang ahli ilmu dan hikmah. Dengan harapan semoga orang-orang yang tulus ikhlas mendo'akan saya sehingga saya mendapatkan keuntungan dan keselamatan di akherat. Begitu do'a saya dalam istikharah ketika akan menulis kitab ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وسميته: &lt;strong&gt; تعليم المتعلم طريق التعلم&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وجعلته فصولا:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى ماهية العلم، والفقه، وفضله.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى النية فى حال التعلم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى اختيار العلم، والأساتذ، والشريك، والثبات.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى تعظيم العلم وأهله.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى الجد والمواظبة والهمة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى بداية السبق وقدره وترتيبه.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى التوكل.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى وقت التحصيل.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى الشفقة والنصيحة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى الإستفادة واقتباس الأدب.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فى الورع.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فيما يورث الحفظ، وفيما يورث النسيان.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل : فـيمـا يجـلب الـرزق، وفيـما يمـنع، وما يزيـد فى العـمـر، وما ينقص.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Kitab ini saya beri nama &lt;em&gt;Ta'limul Muta'alim Thariqatta'allum. &lt;/em&gt;Yang terdiri dari tiga belas pasal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 37pt'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pertama, menerangkan hakekat ilmu, hukum mencari ilmu, dan keutamaannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Kedua, niat dalam mencari ilmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Ketiga, cara memilih ilmu, guru, teman, dan ketekunan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Keempat, cara menghormati ilmu dan guru&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 37pt'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kelima, kesungguhan dalam mencari ilmu, beristiqamah dan cita-cita yang luhur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Keenam, ukuran dan urutannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Ketujuh, tawakal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Kedelapan, waktu belajar ilmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Kesembilan, saling mengasihi dan saling menasehati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Kesepuluh, mencari tambahan ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Kesebelas, bersikap wara' ketika menuntut ilmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 37pt'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kedua belas, hal-hal yang dapat menguatkan hapalan dan yang melemahkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 37pt'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ketiga belas, hal-hal yang mempermudah datangnya rijki, hal-hal yang dapat memperpanjang, dan mengurangi umur. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وما توفيقى إلا بالله عليه توكلت وإليه أنيب.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tidak ada penolong kecuali Allah, hanya kepada-Nya saya berserah diri, dan kehadirat-Nya aku kembali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فصل&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فى ماهية العلم، والفقه، وفضله&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL 1&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;PENGERTIAN ILMU DAN FIQIH SERTA KEUTAMAANNYA&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;A. Kewajiban Belajar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:  طلب العلم فريضة على كل مسلم ومسلمة&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Rasulullah saw bersabda : &lt;em&gt;"Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan".&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;اعلم, بأنه لايفترض على كل مسلم، طلب كل علم وإنما يفترض عليه طلب علم الحال كما قال: وأفضل العلم علم الحال، وأفضل العمل حفظ الحال&lt;em&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Perlu diketahui bahwa, kewajiban menuntut ilmu bagi muslim laki-laki dan perempuan ini tidak untuk sembarang ilmu, tapi terbatas pada ilmu agama, dan ilmu yang menerangkan cara bertingkah laku atau bermuamalah dengan sesama manusia. Sehingga ada yang berkata,&lt;em&gt; "Ilmu yang paling utama ialah ilmu Hal. Dan perbuatan yang paling mulia adalah menjaga perilaku."&lt;/em&gt; Yang dimaksud ilmu hal ialah ilmu agama islam, shalat misalnya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ويفترض على المسلم طلب ما يقع له فى حاله، فى أى حال كان، فإنه لابد له من الصلاة فيفترض عليه علم ما يقع له فى صلاته بقدر ما يؤدى به فرض الصلاة،&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Oleh karena setiap orang islam wajib mengerjakan shalat, maka mereka wajib mengetahui rukun-rukun dan sarat-sarat sahnya shalat, supaya dapat melaksanakan shalat dengan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ويجب عليه بقدر ما يؤدى به الواجب، لأن ما يتوسل به إلى إقامة الفرض يكون فرضا، وما يتوسل به إلى إقامة الواجب يكون واجبا وكذا فى الصوم، والزكاة، إن كان له مال، والحج إن وجب عليه. وكذا فى البيوع إن كان يتجر.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Setiap orang islam wajib mempelajari/mengetahui rukun maupun shalat amalan ibadah yang akan dikerjakannya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Karena sesuatu yang menjadi perantara untuk melakukan kewajiban, maka mempelajari wasilah/perantara tersebut hukumnya wajib. Ilmu agama adalah sebagian wasilah untuk mengerjakan kewajiban agama. Maka, mempelajari ilmu agama hukumnya wajib. Misalnya ilmu tentang puasa, zakat bila berharta, haji jika sudah mampu, dan ilmu tentang jual beli jika berdagang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قيل لمحمد بن الحسن، رحمة الله عليه: لما لاتصنف كتابا فى الزهد؟ قال: قد صنفت كتابا فى البيوع، يعنى: الزاهد من يحترز عن الشبهات والمكروهات فى التجارات.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Muhammad bin Al-Hasan pernah ditanya mengapa beliau tidak menyusun kitab tentang zuhud, beliau menjawab, "aku telah mengarang sebuah kitab tentang jual beli." Maksud beliau adalah yang dikatakan zuhud ialah menjaga diri dari hal-hal yang subhat (tidak jelas halal haramnya) dalam berdagang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكذلك فى سائر المعاملات والحرف، وكل من اشتغل بشيئ منها يفترض عليه علم التحرز عن الحرام فيه. وكذلك يفترض عليه علم أحوال القلب من التوكل والإنابة والخشية والرضى، فإنه واقع فى جميع الأحوال.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Setiap orang yang berkecimpung di dunia perdagangan, wajib mengetahui cara berdagang dalam islam supaya dapat menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan. Setiap orang juga harus mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan batin atau hati, misalnya tawakal, tobat, takut kepada Allah, dan ridha. Sebab, semua itu terjadi pada segala keadaan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;B. Keutamaan Ilmu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وشرف العلم لايخفى على أحد إذ هو المختص بالإنسانية لأن جميع الخصال سوى العلم، يشترك فيها الإنسان وسائر الحيوانات: كالشجاعة والجراءة والقوة والجود والشفقة وغيرها سوى العلم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tidak seorang pun yang meragukan akan pentingnya ilmu pengetahuan, karena ilmu itu khusus dimiliki umat manusia. Adapun selain ilmu, itu bisa dimiliki manusia dan bisa dimiliki binatang. Dengan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وبه  أظهر الله تعالى فضل آدم عليه السلام على الملائكة، وأمرهم بالسجود له.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Allah Ta'ala mengangkat derajat Nabi Adam as. Diatas para malaikat. Oleh karena itu, malaikat di perintah oleh Allah agar sujud kepada Nabi Adam as.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وإنما شرف العلم بكونه وسيلة الى البر والتقوى، الذى يستحق بها المرء الكرامة عند الله، والسعادة والأبدية، كما قيل لمحمد بن الحسن رحمة الله عليهما شعرا:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;تعـلـم فــإن الـعلـم زيـن لأهــلــه            وفــضـل وعــنـوان لـكـل مـــحامـد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكــن مـستـفـيدا كـل يـوم زيـادة            من العـلم واسـبح فى بحـور الفوائـد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;تـفـقـه فإن الـفــقـه أفــضـل قائـد            الى الــبر والتـقـوى وأعـدل قـاصـد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;هو العلم الهادى الى سنن الهدى             هو الحصن ينجى من جميع الشدائد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فـإن فـقيــهـا واحــدا مــتـورعــا            أشـد عـلى الشـيطـان من ألـف عابد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara (sarana) untuk bertaqwa. Dengan taqwa inilah manusia menerima kedudukan terhormat disisi Allah, dan keuntungan yang abadi. Sebagaimana dikatakan Muhammad bin Al-Hasan bin Abdullah dalam syairnya : "&lt;em&gt;Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Belajarlah ilmu agama, karena ia adalah ilmu yang paling unggul. Ilmu yang dapat membimbing menuju kebaikan dan taqwa, ilmu paling lurus untuk di pelajarai. Dialah ilmu yang menunjukkan kepada jalan yang lurus, yakni jalan petunjuk. Tuhan yang dapat menyelamatkan  manusia dari segala keresahan. Oleh karena itu orang yang ahli ilmu agama dan bersifat wara' lebih berat bagi setan daripada menggoda seribu ahli ibadah tapi bodoh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;C. Belajar Ilmu Akhlaq&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;(والعلم وسيلة إلى معرفة: الكبر، والتواضع، والألفة، والعفة، والأسراف، والتقتير، وغيرها)، وكذلك فى سائر الأخلاق نحو الجود، والبخل، والجبن، والجراءة. فإن الكبر، والبخل، والجبن، والإسراف حرام، ولايمكن التحرز عنها إلا بعلمها، وعلم ما يضادها، فيفترض على كل إنسان علمها.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Setiap orang islam juga wajib mengetahui/mempelajari akhlak yang terpuji dan yang tercela, seperti watak murah hati, kikir, penakut, pemberani, merendah diri, congkak, menjaga diri dari keburukan, israf (berlebihan), bakhil terlalu hemat dan sebagainya. Sifat sombong, kikir, penakut, israf hukumnya haram. Dan tidak mungkin bisa terhindar dari sifat-sifat itu tanpa mengetahui kriteria sifat-sifat tersebut serta mengetahui cara menghilangkannya. Oleh karena itu orang islam wajib mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقد صنف السيد الإمام الأجل الأستاذ الشهيد ناصر الدين أبو القاسم كتابا فى الأخلاق ونعم ما صنف، فيجب على كل مسلم حفظها.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Asy-Syahid Nasyiruddin telah menyusun kitab yang membahas tentang akhlak. Kitab tersebut sangat bermutu, dan perlu dibaca. Karena setiap orang wajib memelihara akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;D. Ilmu Yang Fardu Kifayah dan Yang Haram dipelajari.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأما حفظ ما يقع فى الأحايين ففرض على سبيل الكفاية، إذا قام البعض فى بلدة سقط عن الباقين، فإن لم يكن فى البلدة من يقوم به اشتركوا جميعا فى المأثم، فيجب على الإمام أن يأمرهم بذلك، ويجبر أهل البلدة على ذلك.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Adapun mempelajari amalan agama yang dikerjakan pada saat tertentu seperti shalat zenajah dan lain-lain, itu hukumnya fardhu kifayah. Jika di suatu tempat/daerah sudah ada orang  yang mempelajari ilmu tersebut, maka yang lain bebas dari kewajiban. Tapi bila di suatu daerah tak ada seorangpun yang mempelajarinya maka seluruh daerah itu berdosa. Oleh karena itu pemerintah wajib memerintahkan kepada rakyatnya supaya belajar ilmu yang hukumnya fardhu kifayah tersebut. Pemerintah berhak memaksa mereka untuk mereka untuk melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قيل: إن العلم ما يقع على نفسه فى جميع الأحوال بمنزلة الطعام لابد لكل واحد من ذلك.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وعلم ما يقع فى الأحايين بمنزلة الدواء يحتاج إليه (فى بعض الأوقات).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Dikatakan bahwa mengetahui/mempelajari amalan ibadah yang hukumnya fardhu ain itu ibarat makanan yang di butuhkan setiap orang. Sedangkan mempelajari amalan yang hukumnya fardhu kifayah, itu ibarat obat, yang mana tidak dibutuhkan oleh setiap orang, dan penggunaannya pun pada waktu-waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وعلم النجوم بمنزلة المرض، فتعلمه حرام، لأنه يضر ولاينفع، والهرب عن قضاء الله تعالى وقدره غير ممكن.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Sedangkan mempelajari ilmu nujum itu hukumnya haram, karena ia diibaratkan penyakit yang sangat membahayakan. Dan mempelajari ilmu nujum itu hanyalah sia-sia belaka, karena ia tidak bisa menyelamatkan seseorang dari taqdir Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فينبغى لكل مسلم أن يشتغل فى جميع أوقاته بذكر الله تعالى والدعاء، والتضرع، وقراءة القرآن، والصدقات [الدافعة للبلاء] [والصلاة] ، ويسأل الله تعالى العفو والعافية فى الدين والآخرة ليصون الله عنه تعالى البلاء والآفات، فإن من رزق الدعاء لم يحرم الإجابة. فإن كان البلاء مقدرا يصيبه لامحالة، ولكن يبر الله عليه ويرزقه الصبر ببركة الدعاء.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Oleh karena itu, setiap orang islam wajib mengisi seluruh waktunya dengan berzikir kepada Allah, berdo'a, memohon seraya merendahkan diri kepadaNya, membaca Al-Qur'an,dan bersedekah supaya terhindar dari mara bahaya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;اللهم إذا تعلم من النجوم قدرما يعرف به القبلة، وأوقات الصلاة فيجوز ذلك&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Boleh mempelajari ilmu nujum (ilmu falaq) untuk mengetahui arah kiblat, dan waktu-waktu shalat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأما تعلم علم الطب فيجوز، لأنه سبب من الأسباب فيجوز تعلمه كسائر الأسباب.    وقد تداوى النبى عليه السلام،&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Boleh pula mempelajari ilmu kedokteran, karena ia merupakan usaha penyembuhan yang tidak ada hubungannya dengan sihir, jimat, tenung dan lain-lainnya.Karena Nabi juga pernah berobat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقد حكى عن الشافعى رحمة الله عليه أنه قال: العلم علمان: علم الفقه للأديان، وعلم الطب للأبدان، وما وراء ذلك بلغة مجلس.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Imam Syafi'I rahimahullah berkata, "&lt;em&gt;ilmu itu ada dua, yaitu ilmu piqih untuk mengetahui hukum agama, dan ilmu kedokteran untuk memelihara badan."&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;E. Definisi Ilmu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأما تفسير العلم: فهو صفة يتجلى بها المذكور لمن قامت هى به كما هو. والفقه: معرفة دقائق العلم مع نوع علاج. قال أبو حنيفة رحمة الله عليه: الفقه معرفة النفس ما لها وما عليها. وقال: ما العلم إلا للعمل به، والعمل به ترك العاجل الآجل.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ilmu ditafsiri dengan : Sifat yang dimiliki seseorang, maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya. Fiqih adalah: Pengetahuan tentang kelembutan-kelebutan ilmu. Ujar Abu Hanifah : Fiqih adalah pengetahuan tentang hal-hal yang berguna, yang berbahaya bagi diri seseorang. Ujarnya lagi : Ilmu itu hanya untuk diamalkannya, sedang mengamalkan di sini berarti meninggalkan orientasi demi akhirat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فينبغى للإنسان أن لايغفل عن نفسه، ما ينفعها وما يضرها، فى أولها وآخرها، ويستجلب ما ينفعها ويجتنب عما يضرها، كى لايكون عقله وعمله حجة فيزداد عقوبة، نعوذ بالله من سخطه وعقوبه.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Maka seyogyanya manusia jangan sampai lengah diri dari hal-hal yang bermanfaat dan berbahaya di dunia dan akhirat. Dengan demikian dia akan mengambil mana yang bermanfaat dan menjauhi mana yang berbahaya, agar supaya baik akal dan ilmunya tidak menjadi beban pemberat atas dirinya dan menambah siksanya. Kita berlindung kepada allah dari murka dan siksanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقد ورد فى مناقب العلم وفضائله، آيات وأخبار صحيحة مشهورة لم نشتغل بذكرها كى لايطول الكتاب.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Dalam masalah kebaikan keistimewaan dan keutaman ilmu itu, banyaklah ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis shahih dan masyhur yang mengemukakannya. Namun kali ini tidak kami kedepankan, agarlah uraian kitab ini tidak terlalu berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فى النية فى حال التعلم&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL  II&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;NIAT DI WAKTU BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style='margin-left: 36pt'&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Niat Belajar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ثم لابد له من النية فى زمان تعلم العلم، إذ النية هى الأصل فى جميع الأفعال لقوله عليه السلام: إنما الأعمال بالنيات. حديث صحيح.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Wajib berniat waktu belajar. Sebab niat itu menjadi pokok dari segala hal, sebagaimana sabda nabi saw : Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu terserah niatnya" Hadits shahih. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;[روى] عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: كم من عمل يتصور بصورة عمل الدنيا، ثم يصير بحسن النية من أعمال الآخرة، وكم من عمل يتصور بصورة عمل الآخرة ثم يصير من أعمال الدنيا بسوء النية.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dari beliau pula diriwayatkan sebuah hadits : ''Banyak amal perbuatan yang berbentuk amal dunia, lalu menjadi amal akhirat yang karena bururk niatnya maka menjadi amal dunia."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style='margin-left: 36pt'&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Niatan Baik dan Buruk.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى أن ينوى المتعلم بطلب العلم رضاء الله والدار الآخرة، وإزالة الجهل عن نفسه، وعن سائر الجهال، وإحياء الدين وإبقاء الإسلام، فإن بقاء الإسلام بالعلم، ولايصح الزهد والتقوى مع الجهل.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ برهان الدين صاحب الهداية لبعضهم شعرا:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فـساد كـبير عـالم مـتهتـك            وأكـبر منه جاهل متنسك&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;هما فتنة للعالمين عظيمة            لمن بهما فى دينه يتمسك&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Di waktu belajar hendaklah berniat mencari Ridha Allah swt. Kebahagian akhirat, memerangi kebodohan sendiri dan segenap kaum bodoh, mengembangkan agama dan melanggengkan islam sebab kelanggengan islam itu harus diwujudkan dengan ilmu. Zuhud dan taqwapun tidak sah jika tanpa berdasar ilmu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syaikhul imam Ajall Burhanuddin Shahibul Hidayah  menyanyikan syair gubahan sebagian ulama :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hancur lebur, orang alim tak teratur &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Lebih lebur, bila si jahil ibadah ngawur &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Keduanya menjadi fitnah,menimpa ganas di dunia &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Atas yang mengikutinya, sebagai dasar peri agama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينوى به: الشكر على نعمة العقل، وصحة البدن, ولا ينوى به إقبال الناس عليه، ولا استجلاب حطام الدنيا، والكرامة عند السلطان وغيره.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Dengan belajar pula, hendaklah diniati untuk mensyukuri kenikmatan akal dan badan yang sehat. Belajar jangan diniatkan untuk mencari pengaruh, kenikmatan dunia ataupun kehormatan di depan sultan dan penguasai-penguasa lain. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقال محمد بن الحسن رحمة الله عليهما: لو كان الناس كلهم عبيدى لأعتقتهم وتبرأت عن ولائهم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Muhammad Ibnul Hasan berucap: 'andaikan seluruh manusia itu manjadi budak belianku, niscaya kumerdekakan seluruhnya dan bebaskan dari kekuasaanku."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style='margin-left: 36pt'&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Kelezatan dan Hikmah Ilmu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;[وذلك لأن] من وجد لذة العلم والعمل به، قلما يرغب فيما عند الناس. أنشدنا الشيخ الإمام الأجل الأستاذ قوام الدين حماد بن إبراهيم بن إسماعيل الصفار الأنصارى إملاء لأبى حنيفة رحمة الله عليه:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    من طلب العلم للمعاد        فاز بفضل من الرشاد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    فـيالخسـران طالـبيـه        لـنيل فـضل من العباد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Siapa saja telah merasakan kelezatan rasa ilmu dan amal, maka semakin kecillah kegemarannya akan harta benda dunia. Syaikhul Imamil Ajall Ustadz Qawamuddin Hammad bin Ibrahim  bin ismail Ash-Shoffar  Al-Anshoriy membacakan kami syair imla' abu hanifah :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Siapa saja gerangan, menuntut ilmu untuk hari kemudian untuklah dapat keutamaan, anugrah Allah penunjuk jalan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Aduh, saja merugi, penuntut ilmu nan suci &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hanya  buat sesuap nasi, dari hamba ilahi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;اللهم إلا إّذا طلب الجاه للأمر بالمعروف والنهى عن المنكر، وتنفيذ الحق، وإعزاز الدين لا لنفسه وهواه، فيجوز ذلك بقدر ما يقيم به الأمر بالمعروف والنهى عن المنكر.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Tetapi jikalau  dalam meraih keagungan itu demi amar ma'ruf nahi munkar, memperjuangkan kebenaran dan meluhurkan agama bukan untuk keperluan hawa nafsu sendiri makadiperbolehkan sejauh batas telah dapat menegakkan amar ma'ruf nahi munkar tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم: أن يتفكر فى ذلك، فإنه يتعلم العلم بجهد كثير، فلايصرفه إلى الدنيا الحقيرة القليلة الفانية. (قال النبى صلى الله عليه وسلم: اتقوا الدنيا، فوالذى نفس محمد بيده إنها لأسحر من هاروت وماروت). شعر:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    هى الـدنيا أقـل مـن الـقـليل    وعاشقها أذل من الذليل&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    تصم بسحرها قوما وتعمى    فـهم مـتخيرون بلا دليل&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Penuntut ilmu hendaknya memperhatikan apa yang tersebut diatas. Ia telah mengatasi kepayahan yang cukup banyak, maka jangan sampai ilmu yang telah ia peroleh itu digunakan sarana bendahara duniawi yang hina, sedikit nilainya dan segera hancur ini. Syair menyebutkan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dunia itu sedikit, dan paling sedikit&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pecintanyapun hina, nan hina dina&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sihir dunia, membuat tuli dan buta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kebingungan, tak tahu ke mana jalan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style='margin-left: 36pt'&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Pantangan Ahli ilmu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لأهل العلم أن لايذل نفسه بالطمع فى غير المطمع ويحترز عما فيه مذلة العلم وأهله. ويكون متواضعا، والتواضع بين التكبر والذلة، والعفة كذلك، ويعرف ذلك فى كتاب الأخلاق&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang berilmu itu hendaklah jangan membuat dirinya sendiri menjadi hina lantaran tamak terhadap sesuatu yang tidak semestinya, jangan sampai terjerumus ke dalam lembah kehinaan ilmu dan ahli ilmu. Ia supaya berbuat tawadu' (sikap tengah-tengah antara sombong dan kecil hati), berbuat iffah, yang keterangan lebih jauhya bisa kita dapati dalam kitab akhlaq.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;أنشدنى الشيخ الإمام الأستاذ ركن الدين المعروف بالأديب المختار شعرا لنفسه:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syaikhul imamil ajall ustadz ruknul islam yang terkenal sebagai sasterawan ternama mengemukakan gubahan syi'irnya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;إن الـتواضـع مـن خـصـال المـتقى            وبه التقى إلى المـعالى يرتقى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ومن العجائب عجب من هو جاهل            فى حالة أهو السعيد أم الشقى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;أم كـيـف يخــتم عـمـره أو روحــه            يوم الـنوى مـتسفل أو مرتقى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;والـكـــبـريـاء لـربـنـا صــفـة لــــه            مـخـصـوصة فتجـنبها واتقى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tata kerama, benar-benar budi orang taqwa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ia menanjak tinggi, dengan sikap &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ajaib, ajaiblah orang tidak tahu dirinya sendiri &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bahagiakah nanti, apa malah celaka diri ?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bagaimana waktu meninggalkan dunia, pungkasan umur nyawanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Suul khatimah, apa husnul khatimah?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Keagungan, itu khusus sifat ar-rahman &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Singkirlah, waspadalah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قال أبو حنيفة رحمة الله عليه لأصحابه: عظموا عمائمكم ووسعوا أكمامكم. وإنما قال ذلك لئلا يستخف بالعلم وأهله&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kepada sahanat-sahabatnya, abu Hanifah berkata : ''besarkanlah putaran serban kalian, dan perlebarlah lobang lengan baju kalian". ucapan ini dikemukakan agar supaya ilmu dan ahli ilmu tidak terpandang remeh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul style='margin-left: 36pt'&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Saran Khusus Buat pelajar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم أن يحصل كتاب الوصية التى كتبها أبو حنيفة رضى الله عليه ليوسف بن خالد السمتى عند الرجوع إلى أهله، يجده من يطلب العل وقد كان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين على بن أبو بكر قدس الله روحه العزيز أمرنى بكتابته عند الرجوع إلى بلدى فكتبته، ولابد للمدرس والمفتى فى معاملات الناس منه، وبالله التوفيق.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sebaiknya pelajar bisa mendapatkan buku wasiat tulisan Abu Hanifah (yang tadinya) untuk Yusuf Bin Khalid As-Simty waktu pulang kembali ketengah-tengah keluarganya. Dan buku ini bisa didapatkan oleh yang mau mencarinya. Guru kita sendiri, yaitu Syaikhul Imam Burhanul Immah Aliy Abu Bakar semoga Allah mensucikan ruhnya yang mulya itu adalah juga memerintahkan kami waktu mau pulang ke daerah agar menulis buku tersebut, dan kamipun melakukannya. Sang guru dan mufti (pemberi fatwa) bidang pergaulan manusia, tidak boleh tidak juga memegangi buku wasiat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فصل&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فى اختيار العلم والأستاذ والشريك والثبات&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL III&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;MEMILIH ILMU, GURU,TEMAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;DAN KETABAHAN BERILMU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;A. Syarat-syarat Ilmu Yang Dipilih.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم أن يختار من كل علم أحسنه وما يحتاج إليه فى أمر دينه فى الحال، ثم ما يحتاج إليه فى المآل.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bagi pelajar, dalam masalah ilmu hendaklah memilih mana yang terbagus dan dibutuhkan dalam kehidupan agmanya pada waktu itu, lalu yang untuk waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ويقدم علم التوحيد والمعرفة ويعرف الله تعالى بالدليل، فإن إيمان المقلد ـ وإن كان صحيحا عندنا ـ لكن يكون آثما بترك الإستدلال&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Hendaknya lebih dahulu mempelajari ilmu tauhid, mengenali Allah lengkap dengan dalilnya. Karena orang yang imannya hanya taklid sekalipun menurut pendapat kita sudah syah, adalah tetap berdosa karena ia tidak mau beristidlal dalam masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ويختار العتيق دون المحدثات، قالوا: عليكم بالعتيق وإياكم بالمحدثات، وإياك أن تشتغل بهذا الجدال الذى ظهر بعد انقراض الأكابر من العلماء، فإنه يبعد عن الفقه ويضيع العمر ويورث الوحشة والعداوة، وهو من أشراط الساعة وارتفاع العلم والفقه،كذا ورد فى الحديث&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Hendaknya pula memiluh ilmi-ilmu yang kuna, bukan yang baru lahir. Banyak ulama berkata : "Tekunilah ilmu kuna, bukan yang baru saja ada." Awas, jangan sampai terkena pengaruh perbantahan yang tumbuh subur setelah habisnya ualama besar, sebab menjurus untuk menjauhkan pelajar dari mengenali fiqh, hanya menghabiskan usia dengan tanpa guna, menumbuhkan sikap anti-pati/buas dan gemar bermusuhan. Dan itulah termasuk tanda-tanda kiamat akan tiba serta lenyapnya fiqih dan pengetahuan-pengetahuan lain, demikianlah menurut hadits.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;B. Syarat-syarat Guru Yang dipilih&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;أما اختيار الأستاذ: فينبغى أن يختارالأعلم والأورع والأسن، كما اختار أبو حنيفة، رحم  الله عليه، حماد بن سليمان، بعد التأمل والتفكير،&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dalam memilih guru, hendaklah mengambil yang lebih alim, waro' dan juga lebih tua usianya. Sebagaimana Abu Hanifah setelah lebih dahulu memikir dan mempertimbangkan lebih lanjut, maka menentukan pilihannya kepada tuan Hammad Bin Abu  Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;، قال: وجدته شيخا وقورا حليما صبورا فى الأمور. وقال: ثبت عند حماد بن سليمان فنبت&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Dalam hal ini dia berkata : "beliau saya kenal sebagai orang tua yang budi luhur, berdada lebar serta penyabar. Katanya lagi: saya mengabdi di pangkuan tuan Hammad Bin Abu Sulaiman, dan ternyata sayapun makin berkembang."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;C. Bermusyawarah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقال أبو حنيفة رحمة الله عليه: سمعت حكيما من حكماء سمرقند قال: إن واحدا من طلبة العلم شاورنى فى طلب العلم، وكان قد عزم على الذهاب إلى بخارى لطلب العلم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Abu Hanifah berkata : Saya mendengar salah seorang ahli hikmah Samarkand berkata: Ada salah seorang pelajar yang mengajakku bermusyawarah mengenai masalah-masalah mencari ilmu, sedang ia sendiri telah bermaksud ke Bochara untuk belajar disana. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وهكذا ينبغى أن يشاور فى كل أمر، فإن الله تعالى أمر رسوله عليه الصلاة والسلام بالمشاورة فى الأمور ولم يكن أحد أفطن منه، ومع ذلك أمر بالمشاورة، وكان يشاور أصحابه فى جميع الأمور حتى حوائج البيت. قال على كرم الله وجهه: ما هلك امرؤ عن مشورة&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Demikianlah, maka seharusnya pelajar suka bermusyawarah dalam segala hal yang dihadapi. demikian, karena Allah Swt memerintahkan Rasulullah Saw. Agar memusyawarahkan segala halnya. Toh tiada orang lain yang lebih pintar dari beliau, dan masih diperintahkan musyawarah, hingga urusan-urusan rumah tangga beliau sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قيل: [الناس] رجل [تام] ونصف رجل، ولا شيئ فالرجل: من له رأي صائب ويشاور العقلاء، ونصف رجل: من له رأي صائب لكن لا يشاور، أو يشاور ولكن لا رأي له، ولا شيئ: من لا رأي له ولا يشاور. وقال جعفر الصادق لسفيان الثورى: شاور فى أمرك الذين يخشون الله تعالى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Ali ra berkata : "Tiada seorangpun yang rusak karena musyawarah", Ada dikatakan : "Satu orang utuh, setengah orang dan orang tak berarti. Orang utuh yaitu yang mempunyai pendapat benar juga mau bermusyawarah; sedang setengah orang yaitu yang mempunyai pendapat benar tetapi tidak mau bermusyawarah, atau turut bermusyawarah tetapi tidak mempunyai pendapat; dan orang yang tidak berarti adalah yang tidak mempunyai pendapat lagi pula tidak mau ikut musyawarah." Kepada Sufyan Ats-Tsuriy, Ja'far Ash-Shodik ra berkata: "Musyawarahkan urusanmu dengan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فطلب العلم من أعلى الأمور وأصعبها، فكانت المشاورة فيه أهم وأوجب.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Menuntut ilmu adalah perkara paling mulya, tetapi juga paling sulit. Karena itulah, musyawarah disi lebih penting dan diharuskan pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قال الحكيم رحمة الله عليه: إذا ذهبت إلى بخارى فلا تعجل فى الإختلاف إلى الأئمة وامكث شهرين حتى تتأمل وتختار أستاذا، فإنك إن ذهبت إلى عالم وبدأت بالسبق عنده فربما لا يعجبك درسه فتتركه فتذهب إلى آخر، فلا يبارك لك فى التعلم.    فتأمل فى شهرين فى اختيار الأستاذ، وشاور حتى لا تحتاج إلى تركه والاعراض عنه فتثبت عنده حتى يكون تعلمك مباركا وتنتفع بعلمك كثيرا.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Al-Hakim berucap : "Jikalau engkau pergi ke Bochara, janganlah engkau ikut-ikut perselisihan para imam. Tenanglah lebih dulu selama dua bulan, guna mempertimbangkan dan memilih guru. Karena bisa juga engkau pergi kepada orang alim dan mulai belajar kepadanya, tiba-tiba pelajarannya tidak menarik dan tidak cocok untukmu, akhirnya belajarmupun tidak dapat berkah. Karena itu, pertimbangkanlah dahulu selama dua bulan untuk memilih gurumu itu, dan bermusyawarahlah agar tepat, serta tidak lagi ingin berpindah ataupun berpaling dari guru tersebut. Dengan begitu, engkau mendapat kemantapan belajar di situ, mendapat berkah dan banyak kemampaatan ilmu yang kamu peroleh."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;D. Sabar dan Tabah Dalam Belajar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;واعلم أن الصبر والثبات أصل كبير فى جميع الأمور ولكنه عزيز، كما قيل: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;لكل إلى شأو العلا حركات    ولكن عزيز فى الرجال ثبات&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ketahuilah! Sabar dan tabah itu pangkal keutamaan dalam segala hal, tetapi jarang yang bisa melakukan. Sebagaimana syaiir dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Segala sesuatau, maunya tinggi yang di tuju&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tapi jarang, hati tabah di emban orang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;[قيل]: الشجاعة صبر ساعة. فينبغى أن يثبت ويصير على أستاذ وعلى كتاب حتى لا يتركه أبتر، وعلى فن حتى لا يشتغل بفن آخر قبل أن يتقن الأول، وعلى بلد حتى لا ينتقل إلى بلد آخر من غير ضرورة، فإن ذلك كله يفرق الأمور ويشغل القلوب ويضيع الأوقات ويؤذى المعلم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : "Keberanian ialah sabar sejenak." Maka sebaiknya pelajar mempunyai hati tabah dan sabar dalam belajar kepada sang guru, dalam mempelajari suatu kitab jangan sampai ditinggalkan sebelum sempurna dipelajari, dalam satu bidang ilmu jangan sampai berpindah bidang lain sebelum memahaminya benar-benar, dan juga dalam tempat belajar jangan sampai berpindah kelain daerah kecuali karena terpaksa. Kalau hal ini di langgar, dapat membuat urusan jadi kacau balau, hati tidak tenang, waktupun terbuang dan melukai hati sang guru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى أن يصبر عما تريده نفسه وهواه.    قال الشاعر:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;إن الهوى لهو الهوان بعينه    وصريع كل هوى صريع هوان&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Sebaiknya pula, pelajar selalu memegangi kesabaran hatinya dalam mengekang kehendak hawa nafsunya. Seorang penyair berkata :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hawa nafsu, dialah hina&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tiap jajahan nafsu, berarti kalahan si hina&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ويصير على المحن والبليات. قيل: خزائن المنن، على قناطير المحن.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ولقد أنشدت، وقيل إنه لعلى بن أبى طالب كرم الله وجهه شعرا:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ألا لـن تنــال الــعـلم إلا بســتة         سأنبيك عن مجموعها ببيان&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ذكاء وحرص واصطباروبلغة         وإرشاد أستاذ وطـول زمان&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Juga berhati sabar dalam menghadapi cobaan dan bencana. Ada dikatakan : "Gudang simpanan cita, terletak pada banyaknya bencana."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Di syairkan untuk saya ada yang berpendapat bahwa syair ini dari gubahan Ali bin Abu Tholib sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tak bisa kau raih ilmu, tanpa memakai 6 senjata&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kututurkan ini padamu, kan jelaslah semuanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Cerdas, sabar dan loba, jangan lupa mengisi saku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sang guru mau membina, kau sanggup sepanjang waktu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Memilih Teman &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأما اختيار الشريك، فينبغى أن يختار المجد والوراع وصاحب الطبع المستقيم المتفهم، ويفر من الكسلان والمعطل والمكثاروالمفسد والفتان.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tentang memilih teman, hendaklah memilih yang tekun, waro, bertabiat jujur serta mudah memahami masalah. Menyingkiri orang pemalas, penganggur, banyak bicara, suka mengacau dan gemar memfitnah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قال الشاع:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;عن المرء لا تسل وأبصر قرينه            فـإن الـقرين بالمـقارن يقــتـدى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فـإن كـان ذا شر فــجـنبه سرعـة            وإن كان ذا خير فقارنه تهـتدى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syiir dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jangan bertanya siapakah dia? Cukup kau tahu oh itu temannya.karena siapapun dia, mesti berwataq seperti temannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bila kawanya durhaka, singkirilah dia serta merta.bila bagus budinya, rangkullah dia, berbahagia!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأنشدت شعرا آخر:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;لا تصحـب الكسلان فى حـالته            كـم صـالــح بفـسـاد آخــر يفسـد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;عدوى البليد إلى الجليد سريعة            كالجمر يوضع فى الرماد فيخمد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Disyi'irkan buatku :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jangan kau temani sipemalas, hindari segala halnya, banyak orang shaleh menjadi kandas, sebab rerusuh sandarannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Menjalar tolol kepada cendikia, amat cepat terlalu laksana api bara, ia padam di atas abu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قال النبى صلى الله عليه وسلم: كل مولود يولد على فطرة الإسلام، إلا أن أبواه يهودانه وينصرانه ويمجسانه. الحديث&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Nabi saw bersabda : Semua bayi itu dilahirkan dalam keadaan kesucian islam, hanya kedua orang tuanyalah yang membuatnya jadi yahudi, nasrani, atau majusi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ويقال فى الحكمة بالفارسية: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;باربد بدتـر بود ازمـاربد            بحـق ذات بـاك الله الصـمـد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;باربد ازدترا سوى حجيم            بار نـيكــوكــير نابـى نعــيم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Ada dikatakan kata hikmah dalam bahasa persi :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Teman yang durhaka, lebih berbisa daripada ular yang bahaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Demi Allah Yang Maha Tinggi, Nan Maha Suci&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Teman buruk, membawamu ke neraka jahim&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Teman bagus, mengajakmu ke sorga na'im&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقيل:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;إن كنت تبغى العلم وأهله          أو شـاهدا يخـبـر عن غائب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فاعتبر الأرض بأسـمائها         واعتبر الصاحب بالصاحب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada Disyi'irkan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bilakau ingin mendapat ilmu dari ahlinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Atau ingin tahu yang gaib dan memberitakannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;maka dari nama bumi, ambillah pelajaran tentang isinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;dan dari oarang yang di temani, ibaratkanlah tentang dia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-size:10pt'&gt;فصل&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:15pt'&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:10pt'&gt;&lt;strong&gt;فى تعظيم العلم وأهله&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL IV&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;MENGAGUNGKAN ILMU DAN AHLI ILMU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Mengagungkan ilmu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;اعلم أن طالب العلم لا ينال العلم ولا ينتفع به إلا بتعظيم العلم وأهله، وتعظيم الأستاذ وتوقيره.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Penting diketahui,    Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قيل: ما وصل من وصل إلا بالحرمة، وما سقط من سقط إلا بترك الحرمة. وقيل: الحرمة خير من الطاعة، ألا ترى أن الإنسان لا يكفر بالمعصية، وإنما يكفر باستخفافها، وبترك الحرمة. ومن تعظيم العلم تعظيم الأستاذ&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : "Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya pula karena tidak mau mengagungkannya. "Tidaklah anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir karena maksiatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Mengagungkan Guru&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قال على رضى الله عنه: أنا عبد من علمنى حرفا واحدا، إن شاء باع، وإن شاء استرق.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu menghormati pada sang guru. Ali ra berkata: "Sayalah menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajariku satu huruf. Terserah padanya, saya mau dijual, di merdekakan ataupun tetap menjadi hambanya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقد أنشدت فى ذلك:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;رأيت أحق الحق حق المعلم        وأوجـبه حفظا على كل مسلم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;لقد حق أن يهدى إليه كرامة        لتعليم حرف واحد ألف درهم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فإن من علمك حرفا واحدا مما تحتاج إليه فى الدين فهو أبوك فى الدين.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dalam masalah ini saya kemukakan Syi'irnya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Keyakinanku tentang haq guru, hak paling hak adalah itu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Paling wajib di pelihara, oleh muslim seluruhnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;demi memulyakan, hadiah berhak di haturkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;seharga dirham seribu, tuk mengajar huruf yang Satu    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Memang benar, orang yang mengajarmu satu huruf ilmu yang diperlukan dalam urusan agamamu, adalah bapak dalam kehidupan agamamu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكان أستاذنا الشيخ الإمام سديد الدين الشيرازى يقول: قال مشايخنا: من أراد أن يكون ابنه عالما ينبغى أن يراعى الغرباء من الفقهاء، ويكرمهم ويطعمهم ويطيعهم شيئا، وإن لم يكن ابنه عالما يكون حفيده عالما.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Guru kita Syaikhul Imam Sadiduddin Asy-Syairaziy berkata : Guru-guru kami berucap : "bagi orang yang ingin putranya alim, hendaklah suka memelihara, memulyakan, mengagungkan, dan menghaturkan hadiah kepada kaum ahli agama yang tengah dalam pengembaraan ilmiyahnya. Kalau toh ternyata bukan putranya yang alim, maka cucunyalah nanti."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ومن توقير المعلم أن لايمشى أمامه، ولا يجلس مكانه، ولا يبتدئ بالكلام عنده إلا بإذنه، ولا يكثر الكلام عنده، ولا يسأل شيئا عند ملالته ويراعى الوقت، ولا يدق الباب بل يصبر حتى يخرج الأستاذ.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Termasuk arti menghormati guru, yaitu jangan berjalan di depannya, duduk di tempatnya, memulai mengajak bicara kecuali atas perkenan darinya, berbicara macam-macam darinya, dan menanyakan hal-hal yang membosankannya, cukuplah dengan sabar menanti diluar hingga ia sendiri yang keluar dari rumah. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فالحاصل: أنه يطلب رضاه، ويجتنب سخطه، ويمتثل أمره فى غير معصية لله تعالى، فإنه لا طاعة للمخلوق فى معصية الخالق كما قال النبى صلى الله عليه وسلم: إن شر الناس من يذهب دينه لدنيا بمعصية الخالق.    ومن توقيره: توقير أولاده ومن يتعلق به.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pada pokoknya, adalah melakukan hal-hal yang membuatnya rela, menjauhkan amarahnya dan menjungjung tinggi perintahnya yang tidak bertentangan dengan agama, sebab orang tidak boleh taat kepada makhluk dalam melakukan perbuatan durhak kepada Allah Maha Pencipta. Termasuk arti menghormati guru pula, yaitu menghormati putera dan semua oarang yang bersangkut paut dengannya. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين صاحب الهداية رحمة الله عليه حكى: أن واحدا من أكابر الأئمة بخارى كان يجلس مجلس الدرس، وكان يقوم فى خلال الدرس أحيانا فسألوا عنه, فقال: إن ابن أستاذى يلعب مع الصبيان فى السكة، ويجيئ أحيانا إلى باب المسجد، فإذا رأيته أقوم له تعظيما لأستاذى.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Di sini Guru kita Syaikhul Islam Burhanuiddin Shahibul Hidayah pernah bercerita bahwa ada seorang imam besar di Bochara, pada suatu ketika sedang asyiknya di tenmgah majlis belajar ia sering berdiri lalu duduk kembali. Setelah ditanyai kenapa demikian, lalu jawabnya : ada seorang putra guruku yang sedang main-main dihalaman rumah dengan teman-temannya, bila saya melihatnya sayapun berdiri demi menghormati guruku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;والقاضى الإمام فخر الدين الأرسابندى كان رئيس الأئمة فى مرو وكان السلطان يحترمه غاية الاحترام وكان يقول: إنما وجدت بهذا المنصب بخدمة الأستاذ فإنى كنت أخدم الأستاذ القاضى الإمام أبا زيد الدبوسى وكنت أخدمه وأطبخ طعامه [ثلاثين سنة] ولا آكل منه شيئا.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Qodli Imam Fakhruddin Al-Arsyabandiy yang menjabat kepala para imam di marwa lagi pula sangat di hormati sultan itu berkata : "Saya bisa menduduki derajat ini, hanyalah berkah saya menghormati guruku. Saya menjadi tukang masak makanan beliau, yaitu beliau Abi Yazid Ad-Dabbusiy, sedang kami tidak turut memakannya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكان الشيخ الإمام الأجل شمس الأئمة الحلوانى رحمة الله عليه قد خرج من بخارى وسكن فى بعض القرى أياما لحادثة وقعت له وقد زاره تلاميذه غير الشيخ الإمام شمس الأئمة القاضى بكر بن محمد الزرنجرى رحمه الله تعالى، فقال له حين لقيه: لماذا لم تزرنى؟ قال: كنت مشغولا بخدمة الولادة. قال: ترزق العمر، لاترزق رونق الدرس، وكان كذلك، فإنه كان يسكن فى أكثر أوقاته فى القرى ولم ينتظم له الدرس&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Syaikhul Imamil Ajall Syaikhul Aimmah Al-Khulwaniy, karena suatu peristiwa yang menimpa dirinya, maka berpindah untuk beberapa lama, dari Bochara kesuatu pedesaan. Semua muridnya berziarah kesana kecuali satu orang saja, yaitu syaikhul imam Al-qadli Abu Bakar Az-Zarnujiy. Setelah suatu saat bisa bertemu, beliau bertanya: "kenapa engkau tidak menjengukku? Jawabnya : "Maaf tuan, saya sibuk merawat ibuku" beliau berkata: "Engkau dianugrahi panjang usia, tetapi tidak mndapat anugrah buah manis belajar." Lalu kenyataanya seperti itu, hingga sebagian banyak waktu Az-Zarnujiy digunakan tinggal di pedesaan yang membuatnya kesulitan belajar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فمن تأذى منه أستاذه يحرم بركة العلم ولا ينتفع بالعلم إلا قليلا.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;[إن الـمـعلم والطـبيب كـلاهـما&lt;span style='font-family:Wingdings'&gt;!&lt;/span&gt; لا ينصحـان إذا هـما لم يكــرما]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;[فاصبر لدائك إن جفوت طبيبه&lt;span style='font-family:Wingdings'&gt;!&lt;/span&gt; واقنع بجهلك إن جفوت معلما]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Barang siapa melukai hati sang gurunya, berkah ilmunya tertutup dan hanya sedikit kemamfaatannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sungguh, dokter dan guru&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tak akan memberi nasehat, bila tak di hormat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;terimalah penyakitmu, bila kau acuh doktermu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;dan terimalah bodohmu, bila kau tentang sang guru&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;حكى أن الخليفة هارون راشيد بعث ابنه إلى الأصمعى ليعلمه العلم والأدب فرآه يوما يتوضأ ويغسل رجله، وابن الخليفة يصب الماء على رجله، فعاتب الأصمعى [فى ذلك] بقوله: إنما بعثت إليك لتعلمه وتؤدبه فلماذا لم تأمره بأن يصب الماء بإحدى يديه، ويغسل بالأخرى رجلك؟&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Suatu hikayat : Khalifah Harun Ar-Rasyid mengirim putranya kepada Al-Ashma'iy agar diajar ilmu dan adab. Pada suatu hari, Khalifah melihat Al-Ashma'iy berwudlu dan membasuh sendiri kakinya, sedang putra khalifah cukup menuang air pada kaki tersebut. Maka, Khalifahpun menegur dan ujarnya : "Putraku saya kirim kemari agar engkau ajar dan didik; tapi mengapa tidak kau perintahkan agar satu tangannya menuang air dan tangan satunya lagi membasuh kakimu?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Memulyakan Kitab&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ومن تعظيم العلم: تعظيم الكتاب، فينبغى لطالب العلم أن لا يأخذ الكتاب إلا بطهارة.    وحكىعن الشيخ شمس الأئمة الحلوانى رحمه الله تعالى أنه قال: إنما نلت هذا العلم بالتعظيم، فإنى ما أخذت الكاغد إلا بطهارة. والشيخ الإمام شمس الأئمة السرخسى كان مبطونا فى ليلة، وكان يكرر، وتوضأ فى تلك الليلة سبع عشرة مرة لأنه كان لا يكرر إلا بالطهارة، وهذا لأن العلم نور والوضوء نور فيزداد نور العلم به.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Termasuk arti mengagungkan ilmu, yaitu memulyakan kitab, karena itu, sebaiknya pelajar jika mengambil kitabnya itu selalu dalam keadaan suci. Hikayat, bahwa Syaikhul islam Syamsul Aimmah Al-Khulwaniy pernah berkata : "Hanya saya dapati ilmu ilmuku ini adalah dengan mengagungkan. Sungguh, saya mengambil kertas belajarku selalu dalam keadaan suci.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Syaikhul Imam Syamsul Aimmah As-sarkhasiy pada suatu malam mengulang kembali pelajaran-pelajarnnya yang terdahulu, kebetulan terkena sakit perut. Jadi sering kentut. Untuk itu ia melakukan 17 kali berwudlu dalam satu malam tersebut, karena mempertahankan supaya belajar dalam keadaan suci. Demikianlah sebab ilmu itu cahaya, wudlupun cahaya. Dan cahaya ilmu akan semakin cemerlang bila di barengi cahaya berwudlu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ومن التعظيم الواجب للعالم أن لا يمد الرجل إلى الكتاب ويضع كتاب التفسير فوق سائر الكتب [تعظيما] ولا يضع شيئا آخر على الكتاب.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Termasuk memulykan yang harus dilakukan, hendaknya jangan membentangkan kaki kearah kitab. Kitab tafsir letaknya diatas kitab-kitab lain, dan jangan sampai menaruh sesuatu diatas kitab. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكان أستاذنا الشيخ برهان الدين رحمه الله تعالى يحكى عن شيخ من المشايخ: أن فقيها كان وضع المحبرة على الكتاب، فقال له [بالفارسية]: برنيايى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Guru kita Burhanuddin pernah membawakan cerita dri seorang ulama yang mengtakan ada seoranag ahli fikih meletakan botol tinta di atas kitab. Ulama itu sraya berkata : "Tidak bermanfaat ilmumu.    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكان أستاذنا القاضى الإمام الأجل فخر الدين المعروف بقاضى خان رحمه الله تعالى يقول: إن يرد بذلك الاستخفاف فلا بأس بذلك والأولى أن يحترز عنه.    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Guru kita Qodli Fakhrul Islam yang termasyur dengan Qodli Khan pernah berkata: "Kalau yang demikian itu tidak dimaksud meremehkan, maka tidak mengapalah. Namun lebih baiknya disingkiri saja."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ومن التعظيم: أن يجود كتابة الكتاب ولا يقرمط ويترك الحاشية إى عند الضرورة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ورأى أبو حنيفة رحمه الله تعالى كتابا يقرمط فى الكتابة فقال: لا تقرمط خطك، إن عشت تندم وإن مت تشتم. يعنى إذا شخت وضعف نور بصرك ندمت على ذلك.&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:10pt'&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وحكى عن الشيخ الإمام مجد الدين الصرخكى، حكى أنه قال: ما قرمطنا ندمنا، وما انتخبنا ندمنا، وما لم نقابل ندمنا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Termasuk pula arti mengagungkan, hendak menulis kitab sebaik mungkin. Jangan kabur, jangan pula membuat catatan penyela/penjelas yang membuat tulisan kitab tidak jelas lagi, kecuali terpaksa harus dibuat begitu. Abu hanifah pernah mengetahui seorang yang tidak jelas tulisannya, lalu ujarnya: "Jangan kau bikin tulisanmu tidak jelas, sedang kau kalau ada umur panjang akan hidup menyesal, dan jika mati akan dimaki." Maksudnya, jika kau semakin tua dan matamua rabun, akan menyesali perbuatanmua sendiri itu. Diceritakan dari Syaikhul Imam Majduddin Ash-Shorhakiy pernah berkata: "Kami menyesal;I tulisan yang tidak jelas, catatan kami yang pilih-pilih dan pengetahuan yang tidak kami bandingkan dengan kitab lain."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى أن يكون تقطيع الكتاب مربعا، فإنه تقطيع أبى حنيفة رحمه الله تعالى، وهو أيسر على الرفع والوضع والمطالعة&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Sebaiknya format kitab itu persegi empat, sebagaimana format itu pulalah kitab-kitab Abu Hanifah. Dengan format tersebut, akan lebih memudahkan jika dibawa, diletakkan dan di muthalaah kembali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى أن لا يكون فى الكتابة شيئ من الحمرة، فإنه من صنيع الفلاسفة لا صنيع السلف، ومن مشايخنا كرهوا استعمال المركب الأحمر.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Sebaiknya pula jangan ada warna merah didalam kitab, karena hal itu perbuatan kaum filsafat bukan ulama salaf. Lebih dari itu ada diantara guru-guru kita yang tidak suka memakai kendaraan yang berwarna merah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt; Menghormati Teman&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ومن تعظيم العلم: تعظيم الشركاء [فى طلب العلم والدرس] ومن يتعلم منه. والتملق مذموم إلا فى طلب العلم. فإنه ينبغى أن يتملق لأستاذه وشركائه ليستفيد منهم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Termasuk makna mengagungkan ilmu pula, yaitu menghormati teman belajar dan guru pengajar. Bercumbu rayu itu tidak dibenarkan, selain dalam menuntut ilmu. Malah sebaliknya di sini bercumbu rayu degnan guru dan teman sebangku pelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Sikap Selalu Hormat Dan Khidmah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم أن يستمع العلم والحكمة بالتعظيم والحرمة، وإن سمع مسألة واحدة أو حكمة واحدة ألف مرة. وقيل: من لم يكن تعظيمه بعد ألف مرة كتعظيمه فى أول مرة فليس بأهل العلم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hendaknya penuntut ilmu memperhatikan segala ilmu dan hikmah atas dasar selalu mengagungkan dan menghormati, sekalipun masalah yang itu-itu saja telah ia dengar seribu kali. Adalah dikatakan : "Barang siapa yang telah mengagungkannya setelah lebih dari 1000 kali tidak sebagaimana pada pertama kalinya, ia tidak termasuk ahli ilmu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Jangan Memilih Ilmu Sendiri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم أن لا يختار نوع العلم بنفسه، بل يفوض أمره إلى الأستاذ، فإن الأستاذ قد حصل له التجارب فى ذلك، فكان أعرف بما ينبغى لكل واحد وما يليق بطبيعته.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hendaklah sang murid jangan menentukan pilihan sendiri terhadap ilmu yang akan dipelajari. Hal itu dipersilahkan sang guru untuk menentukannya, karena dialah yang telah berkali-kali melakukan percobaan serta dia pula yang mengetahui ilmu yang sebaiknya diajarkan kepada seseorang dan sesuai dengan tabiatnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكان الشيخ الإمام الأجل الأستاذ برهان الحق والدين رحمه الله تعالى يقول: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;كان طلبة العلم فى الزمان الأول يفوضون أمرهم فى التعلم إلى اساتذهم، وكانوا يصلون إلى مقصودهم ومرادهم، والآن يختارون بأنفسهم، فلا يحصل مقصودهم من العلم والفقه. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syaikhul Imam Agung Ustadz Burhanul Haq Waddin ra. Berkata: "Para siswa dimasa dahulu dengan suka rela menyerahkan sepenuhnya urusan-urusan belajar kepada gurunya, ternyata mereka peroleh sukses apa yang di idamkan; tetapi sekarang pada menentukan pilihan sendiri, akhirnyapun gagal cita-citanya dan tidak bisa mendapatkan ilmu dan fihq."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكان يحكى أن محمد بن إسماعيل البخارى رحمه الله تعالى كان بدأ بكتابة الصلاة على محمد بن الحسن رحمه الله، فقال له محمد بن الحسن: إذهب وتعلم علم الحديث، لما روى أن ذلك العلم أليق بطبعه، فطلب علم الحديث فصار فيه مقدما على جميع أئمة الحديث&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hikayat orang, bahwa Muhammad bin Ismail Al-Bukhariy pada mulanya adalah belajar shalat kepada Muhammad Ibnul Hasan. Lalu sang guru ini memerintahkan kepadanya : "Pergilah belajar ilmu hadist! "setelah mengetahui justru ilmu inilah yang lebih sesuai untuk Bukhariy. Akhirnya pun ia belajar hadist hingga menjadi imam hadist paling terkemuka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Jangan Duduk Terlalu Dekat Dengan Guru&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم أن لايجلس قريبا من الأستاذ عند السبق بغير ضرورة، بل ينبغى أن يكون بينه وبين الأستاذ قدر القوس فإنه أقرب إلى التعظيم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Diwaktu belajar, hendaklah jangan duduk terlalu mendekati gurunya, selain bila terpaksa. Duduklah sejauh antar busur panah. Karena dengan begitu, akan terlihat mengagungkan sang guru.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Menyingkiri Akhlak Tercela&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم أن يحترز عن الأخلاق الذميمة، فإنها كلاب معنوية، وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب أو صورة. وإنما يتعلم الإنسان بواسطة ملك.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;والأخلاق الذميمة تعرف فى كتاب الأخلاق وكتابنا هذا لا يحتمل بيانها.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;[وليحترز] خصوصا عن التكبر ومع التكبر لا يحصل العلم.  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قيل:    العلم حرب [للفتى] المتعالى        كالسيل حرب للمكان العالى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قيل:    بجـد لا بجــد كــل مـجــد         فهل جد بلا جد بمجدى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فكم من عبد يقوم مقام حر        وكم حر يقوم مقام عبد&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;					&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;				&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajar selalu memnjaga dirinya daripada akhlak-akhlak yang tercela. Karena akhlak buruk itu ibarat anjing. Rasulullah saw bersabda: "Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar atau anjing". Padahal orang belajar itu dengan perantara malaikat. Dan terutama yang disingkiri adalah sikap takabur dan sombong.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syai'ir dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ilmu itu musuh bagi penyombong diri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;laksan air bah, musuh dataran tinggi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 36pt'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;-    Diraih keagungan dengan kesungguhan bukan  semata dengan harta tumpukan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;bisakah agung didapat? Dengan harta tanpa semangat?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Banyak sahaya, menduduki tingkat merdeka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Banyak orang merdeka, menduduki tingkat sahaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فصل&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فى الجد والمواظبة والهمة&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL V&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;SUNGGUH-SUNGGUH, KONTINUITAS&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;DAN CITA-CITA LUHUR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Kesungguhan Hati&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ثم لا بد من الجد والمواظبة والملازمة لطالب العلم، وإليه الإشارة فى القرآن بقوله تعالى: يا يحيى خذ الكتاب بقوة. وقوله تعالى: والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Selain itu semua, pelajar juga harus bersungguh hati dalam belajar serta kontinu (terus-terusan). Seperti itu pula di tunjukkan firman Allah: "Dan Orang-orang yang mencari keridhaan Kami, niscaya Kami tunjukkan mereka kepada jalan-jalan Kami" (Surat 29, Al-Ankabut 69). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقيل: من طلب شيئا وجد وجد، ومن قرع الباب ولج ولج.  وقيل: بقدرما تتعنى تنال ما تتمنى.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan pula : "siapa sungguh-sungguh dalam mencari sesuatu pastilah ketemu" "Brangsiapa mengetuk pintu bertubi-tubi, pasti dapat memasuki". ada dikatakan lagi: "Sejauhmana usahamu, sekian pula tercapai cita-citamu"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    وقيل: يحتاج فى التعلم والتفقه إلى جد ثلاثة: المتعلم، والأستاذ، والأب، إن كان فى الأحياء&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : "Dalam mencapai kesuksesan mempelajari ilmu dan fiqh itu diperlukan kesungguhan tiga fihak. Yaitu guru, pelajar dan wali murid jika masih ada."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;أنشدنى الشيخ الإمام الأجل الأستاذ سديد الدين الشيرازى للشافعى رحمهما الله:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;الجـــد يــدنـى كــل أمـر شـاسـع            والـجــد يفــتـح كــل باب مــغـلـق&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأحق خلق الله تعالى بالهم امرؤ            ذو هــمـة يــبلـى بـعــيـش ضـيـق&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ومن الدليل على القضاء وحكمه            بؤس اللبيب وطيب عيش الأحمق&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;لكن من رزق الحجا حرم الغنى            ضـدان يــفـــتـرقــان أى تــفــرق&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syi'ir gubahan Asy-Syafi'iy dikemukan kepadaku oleh Al Ustadz Sadiduddin Asy-Syairaziy:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dengan kesungguhan, hal yng jauh jadi berada pintu terkuncipun jadi terbuka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Titah Allah yang paling berhaq bilang sengsara, yang bercita tinggi namun hidupnya miskin papa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Disini bukti kelestarian taqdir dan hukumNya, bila sipandai hidup sengsara, sedang sibodoh cukup berharta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tapi yang hidup akalny, tidak di beri harta dan benda, keduanya pada berpisah, satu disini satu disana&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأنشدت لغيره:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    تمـنيت أن تمسى فـقيها مناظـرا                بغـير عناء والجـنون فنون&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    وليس اكتساب المال دون مشقة                تحملها فالعلم كـيف يكون؟&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syi'ir gubahan lain Asy-Syafi'iy dikemukan padaku:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kau idamkan menjadi paqih penganlisa, padahal tidak mu sengsara, macam-macam sajalah penyakit gila&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tidak bakal engkau memboyong harta, tanpa menanggung masakat derita, ilmupun begitu pula&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قال أبو الطيب المتنبى:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    ولم أرى فـى عيوب الناس عيبا            كنقص القادرين على التمام&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Abut Thayib berkata:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tak kulihat aib orang sebagai cela, bagaikan orang kuasa yang tak mau memenuhi apa mestinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajar pula harus sanggup tidak tidur bermalam-malam sebagaimana &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ولا بد لطالب العلم من سهر الليالى كما قال الشاعر:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;بقـدر الـكــد تكــتـسـب المـعالى             ومـن طـلـب الـعـلى سـهـر اللـيالى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;تــروم الــــعــز ثـم تنــام لــــيلا            يغوص فى البحر مـن طلب اللآلى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;علـو الـكــعـب بالهـمـم الـعـوالى            وعـن الـــمـرء فـى ســهـر اللـيالى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;تركــت الــنوم ربى فى اللــيالى            لأجــل رضـاك يامــولـى الـمـوالى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ومــن رام الــعـلى مـن غـير كد            أضاع الـعـمـر فى طـلب المـحــال&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فــوفـقـنى إلـى تحــصــيل عـلـم            وبلـغــنـى إلـى أقــصـى الـمـعــالى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قيل: اتخذ الليل جملا تدرك به أملا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;kata penyair: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Seukur kesulitan, ukuran keluhuran, siapa ingin luhur, jangan tidur semalaman&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kau ingin mulya, tapi tidur di malam hari,dengan menyelam laut, permata kan didapati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Keluhuran derajat, dengan hikmah yang tinggi, keluhuran seseorang, dengan berjaga di malam hari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Oh tuhan, kubuang tidurku di malam hari, demi ridhaMu Ya Maulal Mawali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Siapa tanpa mau sengsara inginkan keluhuran, mengulur umur yang takkan kedapatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tolonglah saya agar mendapat ilmu, sampaikan saya dikemulyaan sisiMu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jadikanlah malam, unta tunggangann buat kau dapat, yang kau citakan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قال المصنف وقد اتفق لى نظم فى هذا المعنى شعر:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;مـن شاء أن يحـتوى آماله جـملا            فلـيتـخـذ لــيله فـى دركــها جــمـلا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;إقلل طعامك كى تحظى به سهرا            إن شئت يا صاحبى أن تبلغ الكملا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقيل: من أسهر نفسه بالليل، فقد فرح قلبه بالنهار.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pengarang kitab berkata : I ada Nadzam yang sema'na dengan syi'ir-syi'ir di atas, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Barangsiapa ingin semua maksudnya tercapai, jadikanlah malam, tunggangan untuk mencpai&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kurangilkah makan, agar kau mampu berjaga, bila kau idamkan, mendapat sempurna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : "Barang siapa tidak tidur dimalam hari, hatinya bahagia di siang hari."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;kontinuitas dan mengulang pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ولا بد لطالب العلم من المواظبة على الدرس والتكرار فى أول الليل وآخره، فإن ما بين العشائين، ووقت السحر، وقت مبارك.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tidak boleh tidak, pelajar harus dengan kontinyu sanggup dan mengulangi pelajaran yang telah lewat. Hal itu dilakukan pada awal waktu malam, akhir waktu malam. Sebab waktu diantara maghrib dan isya, demikian pula waktu sahur puasa adalah membawa berkah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قيل فى هذا المعنى:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;يا طالب العـلم باشـر الورعا    وجـانب الـنوم واترك الشبعـا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وداوم على الدرس لا تفارقه    فإن العلم بالدرس قام وارتفعا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;- hai pelajaran, patuhilah waro'&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;       singkiri tidur, dari perut kenyang &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;langgengkan pelajar, jangan kau rusak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;dengan belajar, ilmu tegak dan makin menanjak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فيغتنم أيام الحداثة وعنفوان الشباب، كما قيل:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;بقـدر الـكــد تعــطى ما تروم    فـمــن رام المـنى لــيلا يقـوم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأيام الـحــداثـة فـاغـتـنـمـهـا    ألا إن الــحــــــداثــة لاتــدوم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hendaknya pula mengambil kesempatan masa muda dan awal remajanya. Syi'ir mengemukakan: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sebesar sengsara, itulah kesuksesan citamu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Siapa menuju citz, jangan tidur dimalam berlalu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sempatkan dirimu, dimasa muda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dan ingat, masa itu tak lama berada&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Menyantuni Diri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ألا إن هذا الدين متين فأوغل فيه برفق، ولا تبغض نفسك فى عبادة الله تعالى فإن المنبت لا أرضا قطع ولا ظهرا أبقى.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقال عليه السلام: نفسك مطيتك فارفق بها&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jangan membuat dirinya sendiri bersusah payah, hingga jadi lemah dan tak mampu berbuat apa-apa. Ia harus selalu menyantuni dirinya sendiri. Kesantunan itu mendasari kesuksesan segala hal. Rasulullah saw. Bersabda: "Ingatlah, bahwa islam itu agama yang kokoh. Santunilah dirimu dalam menunaikan tugas agama, jangan kau buat dirimu sengsara lantaran ibadahmu kepada Allah. Karena orang yang telah hilang kekuatannya itu, tiada bisa memutus bumi dan tiada pula kendaraan tunggangannya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Nabi saw bersabda : "dirimu itu kendaraanmu, maka santunilah ia."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Cita-cita Luhur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فلا بد لطالب العلم من الهمة العالية فى العمل، فإن المرء يطير بهمته كالطير يطير بجناحيه.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    وقال أبو الطيب رحمه الله: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    على قدر أهل العزم تأتى العـزائم            وتأتى على قـدر الكـرام المكارم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    وتعظم فى عين الصغير صغارها            وتصغر فى عين العظيم العظائم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajar harus luhur cita-citanya dalam berilmu. Manusia itu akan terbang dengan cita-citanya, sebagaimna halnya burung terbang dengan kedua sayapnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Abuth-Thoyyib berucap: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Seberapa kadar ahli cita, si cita-cita kan didapati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Seberapa kadar orang mulya, sikemulyaan kan di temui&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Barang kecil tampaknya besar, dimata orang bercita kecil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Barang besar dimata oarang bercita besar, tampaknya kecil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;والركن فى تحصيل الأشياء الجد والهمة العالية، فمن كانت همته حفظ جميع كتب محمد بن الحسن، واقترن بذلك الجد والمواظبة، فالظاهر أنه يحفظ أكثرها أو نصفها، فأما إذا كانت له همة عالية ولم يكن له جد، أو كان له جد ولم تكن له همة عالية لا يحصل له العلم إلا قليلا.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pangkal kesuksesan adalah kesungguhan dan himmah yang luhur. Barang siapa berhimmah menghapalkan seluruh kitab Muhammad Ibnul Hasan, lagi pula disertai usaha yang sungguh-sungguh dan tak kenal berhenti, maka menurut ukuran lahir pasti akan bisa menghafal sebagian besar atau separohnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Demikian pula sebaliknya, bila ita-citanya tinggi tapi tidak ada kesungguhan berusaha, atau sungguh-sungguh tetapi tidak bercita-cita tinggi, maka hanya sedikit pula ilmu yang berhasil didapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وذكر الشيخ الامام الأجل الأستاذ رضى الدين النيسابورى فى كتاب مكارم الأخلاق أن ذا القرنين لما أراد أن يسافر ليستولى على المشرق والمغرب، شاور الحكماء وقال: كيف أسافر بهذا القدر من الملك، فإن الدنيا قليلة فانية، وملك الدنيا أمر حقير، فليس هذا من علو الهمة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فقال الحكماء: سافر ليحصل لك ملك الدين والآخرة.    فقال: هذا أحسن.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله يحب معالى الأمور ويكره سفسافها.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وقيل :     فلا تعجل بأمرك واستدمه    فما صلى عصاك كمستديم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Di dalam kitab Makarimul Akhlak, Syaikhul Imam Al-Ustadz Ridladdin mengemukakan, bahwa kaisar Dzul Qarnain dikala berkehendak menaklukan dunia timur dan barat bermusyawarah dengan para Hukama' dan katanya : Bagaimana saya harus pergi untuk memperoleh kekuasaan dan kerajaan ini, padahal dunia ini hanya sedikit nilainya, fana dan hina, yang berarti ini bukan ita-cita luhur? Hukama menjawab : "Pergilah Tuan, demi mendapat dunia dan akherat." Kaisar menyahut: "Inilah yang baik."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Rasulullah saw. Bersabda : "Sungguh, Allah senang perkara-perkara yang luhur tetapi benci yang hina.'&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syi'ir dikatakan;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jangan tergesa menangani perkaramu, senantiasalah begitu!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Takada yang bisa meluruskan tongkatmu, seperti yang meluruskannya selalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قيل: قال أبو حنيفة رضى الله لأبى يوسف: كنت بليدا أخرجتك المواظبة، وإياك والكسل فإنه شؤم وآفة عظيمة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : Abu Hanifah berkata kepada Abu Yusuf : " Hati dan akalmu tertutup. Tapi engkau bisa keluar dari belenggu itu dengan cara terus-terusanbelajar. Jauhilah malas-malas yang jahat dan petaka itu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قال الشيخ الإمام أبو نصر الصفار الأنصارى:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    يا نفس يا نفس لا ترخى عن العمل        فى البر والعدل والإحسان فى مهل&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    فـكـل ذى عـمـل فى الخـير مـغـتبط        وفـى بـلاء وشــؤم كــل ذى كــسـل&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syaikh Abu Nashr Ash-Shoffar Al-Anshariy berkata:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Diriku oh diriku, janganlah kau bermalas-malasan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Untuk berbakti, adil, berbuat bagus perlahan-lahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Setiap yang beramal kebajikan, untung kan didapat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tapi yang bermalasan, tertimpa balak dan keparat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قال المصنف: وقد اتفق لى فى هذا المعنى شعر:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;دعى نـفـسى الـتكــاسـل والـتـوانـى         وإلا فـاثـــبــتـى فـى ذا الـــهـــوان&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فلم أر للـكــسـالـى اـلحـظ [ يعطى]        ســوى نــدم وحــــرمــان الأمــانـى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada syi'ir gubahanku yang semakna itu:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tinggalkanlah oh diriku, bermalasan dan menunda urusan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kalau tidak, letakkan saja aku, dijurang kehinaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tak kulihat, orang pemals mendapat imbal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Selain sesal, dan cita-cita menjadi gagal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وقيل:   كـم مـن حـياء وكم عـجـز وكـم نـدم        جــم تــولـــد للإنـسـان مــن كـــسـل&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;[ إياك عن كسل فى البحث عن شبه        فـمــا علـمـت وما قـد شذ عنك سل]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقد قيل : الكسل من قلة التأمل فى مناقب العلم وفضائله،&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syi'ir diucapkan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bertumpuk malu, lemah dan sesal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kebanyakan dari akibat orang malas beramal&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Buanglah segan untuk membahas yang belum jelas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Segala yang kau tahu, dan yang masih ragu akibat malas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kata-kata mutiara di ucapkan : Sikap malas adalah timbul dari akibat jarang menghayati kemulyaan dan keutamaan ilmu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Usah sekuat Tenaga&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فينبغى أن يتعب نفسه على التحصيل والجد والمواظبة بالتأمل فى فضائل العلم، فإن العلم يبقى [ببقاء المعلومات] والمال يفنى، كما قال أمير المؤمنين على بن أبى طالب كرم الله وجهه:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    رضـينا قسمة الجـبار فينا            لـنا علم وللأعـداء مال&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    فإن المال يفنى عن قريب            وإن العلم يبقى لا يزال&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hendaklah pelajar bersungguh-sungguh sampai terasa letih guna mencapai kesuksesan, dan tak kenal berhenti, dan dengan cara menghayati keutamaan ilmu. Ilmu itu kekal, sedang harta adalah fana, seperti apa yang dikemukakan oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kami rela, bagian Allah untuk kami&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ilmu untuk kami, harta buat musuh kami&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dalam waktu singkat, harta jadi musna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Namun ilmu, abaditak akan sirna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;والعلم النافع يحصل به حسن الذكر ويبقى ذلك بعد وفاته فغنه حياة أبدية.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وأنشدنا الشيخ الإمام الأجل ظهير الدين مفتى الأئمة الحسن بن على المعروف بالمرغينانى:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    الجـــاهـلـون مـوتـى قـبل مـوتـهــم        والعـالمـون وإن ماتوا فأحياء&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Ilmu yang bermanfaat akan menjunjung tinggi nama seseorang, tetap harum namanya walaupun ia sudah mati. Dan karena begitu, ia dikatakan selalu hidup abadi. Syaikhul Ajall Al-Hasan bin Ali Al-Marghibaniy membawakan syi'ir buat kami:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kaum bodoh, telah mati sebelum mati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang alim, tetap hidup walaupun mati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وأنشدنى الشيخ الإمام الأجل برهان الدين رحمه الله:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    وفى الجهل قبل الموت موت لأهله            فـأجــسامهـم قبل القبور قبور&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    وإن امــرؤ لم يحـــيى بالعلم مــيت            فـليس له حــين النشور نشور&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Demikian pula Syaikhul Islam Burhanuddin :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kebodohan membunuh si bodoh sebelum matinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Belum dikubur, badanya telah jadi pusara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang hidup tanpa berilmu, hukumnya mati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bila bangkit kembali, tak kan bisa bangkit kembali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;[وقال غيره]:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;أخـو الـعـلم حـي خــالـد بـعـد مــــــوتـه            وأوصـاله تحـت التراب رمـيم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وذو الجهل ميت وهو يمشى على الثرى            يظهر مـــن الأحياء وهوعديم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Lain lagi :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang berilmu, hidup kekal setelah mati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ruas tubuhnya telah hancur lebur di timbun duli&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang bodoh, jalan di bumi, mati hukumnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dikira hidup, nyatanya mati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وأنشدنى أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمة الله عليه شعرا:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ذا العلم أعلى رتبة فى المــــــــراتب        ومن دونه عز العلى فـى المواكــب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فذو العلم يبقــى عزه متضــاعفـــــــا        وذو الجهل بعد الموت فـى الترائب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فـهــيات لا يرجــو مـداه مـن ارتـقى        رقى ولى الملك والـى الكــــــــتائب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;سأملى عليكــم بعض ما فيه فاسمعوا        فبى حصر عن ذكر كـل المــــناقب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;هو النور كل النور يهدى عن العمى        وذو الجهل مر الدهر بين الغــياهب؛&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;هو الـذروة الشماء تحمى مـــن التجا        إليها ويمشى آمـــــنا فـى الـــنـوائب &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;به ينتجــــى والناس فى غفلاتـــــهـم        به يرتجـــــى والـروح بين الترائب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;به يشفع الإنسان مــن راح عاصـــيا        إلى درك النيران شـر العـــــــواقب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فمن رامه رام المآرب كلــــــــــــــها        ومـــــن حازه قد حاز كـل المطالب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;هو المنصب العالى يا صاحب الحجا        إذا نلته هون بفــــــــوت المـناصب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فإن فاتك الدنيا وطيب نعيمـــــــــــها        [ فغمض] فإن العلم خير المواهب&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syakhul Islam Burhanuddin membawakan Syi'ir buat kita :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kalau sang ilmu, tingkat tertinggi tuk tempat singgah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kalau lainnya, meninggi bila banyak anak buah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang berilmu, namanya harum berlipat tinggi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang bodoh, begitu mati tertimbun duli&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Mendaki tinggi, kepuncak ilmu, mustahil bisa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bila maksudnya, bagai komandan pasukan kuda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dengarkan dulu, sedikit saja dikte buatmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Cuma ringkasan, kemulyaan ilmu yang aku tahu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ia cahaya, penerang buta, terang benderang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;tapi si bodoh, sepanjang masa gelap menantang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dia puncak, menjulang tinggi, pelindung siapa berlindung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Makanya aman, dari segala aral melintang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;juru penyelamat, dikala insan terjerat tipu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;harapan manis, kala sang nyawa diambang pintu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ia sarana, guna menolong teman durhaka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Yang jalan bengkok, akibat bobrok, lapis neraka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Yang bertujuan ilmu, berarti telah menuju "segala"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Yang dapat ilmu, artinya telah dapatsegala&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Wahai kaum berakal, ilmu itu pangkat mulia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bila telah didapat, pangkat lain lepas tak mengapa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bila engkau meninggalkan dunia dengan segala nikmatnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pejamkan mata, cukuplah ilmu jadi anugrah berharga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;mendaki tinggi kepuncak ilmu mustahil bisa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;bila maksudnya bagai komandan pasukan kuda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dengarkan dulu sedikit saja dikte buatmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Cuma ringkasan kemulyaan ilmu yang aku tahu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ia cahaya penerang buta terang benderang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tapi si bodoh sepanjang masa gelap menantang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dia puncak menjelang tinggi pelindung siapa berlindung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Makanya aman dari segala aral melintang &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Juru penyelamat dikala insan terjerat tipu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Harapan manis kala sang nyawa diambang pintu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ia sarana guna menolong teman durhaka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Yang jalan bengkok akibat bobrok lapis neraka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Yang bertujuan ilmu berarti telah menuju segala&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Yang dapat ilmu artinya telah dapat segala&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Wahai kaum berakal ilmu itu pangkat mulia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bila telah didapat, pangkat lain lepas tak mengapa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;bila engkau meninggalkan dunia dengan segala nikmatnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;pejamkan mata, cukuplah ilmu jadi anugrah terharga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وقيل فى هذا المعنى:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;إذا مـــــــا اعتز ذو علم بعــــــــــلم        فعلم الفقــــــــه أولـــــــــى باعتزاز&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فكـــــــــــم طيب يفوح ولا كــمسك        وكــــــــــــم طير يطير ولا كبازى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syi'ir gubahan sebagian para ulama' dibawakan buatku:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jikalau karena ilmu, orang alim menjadi mulya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ilmu fiqh membawa mulya kan lebih bisa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Banyak semerbak yang dengan misik tidak menandingi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Banyak penerbang yang tak seperti raja wali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وأنشدت أيضا لبعضهم:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;الفقه أنفس كل شيئ أنت ذا خـــــره        مــن يدرس العلم لم تدرس مفاخره&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فاكسب لنفسك ما أصبحت تجهــــله        فأول العلم إقبال وآخـــــــــــــــــره&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dibawakan lagi untukku :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Fiqh itu ilmu termahal,engkaulah yang memungut&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Siapa belajar, tak kan habis hikmah di dapat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Curahkan dirimu, mempelajari yang belum tahu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Awal bahagia, akhirpun bahagia, itulah ilmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكفى بلذة العلم والفقه والفهم داعيا وباعثا للعاقل على تحصيل العلم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bagi orang yang berakal, telah cukuplah merasa terpanggil Menuju kesuksesan berilmu oleh sebagaimana kelezatan-kelezatan ilmu, fiqh dan kebahagian yang timbul bila sedang faham terhadap suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Sebab Kemalasan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقد يتولد الكسل من كثرة البلغم والرطوبات،&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sikap malas itu bisa timbul akibat dari lendir dahak atau badan berminyak yang disebabkan orang terlalu banyak makan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وطريق تقليله، تقليل الطعام.قيل: اتفق سبعون طبيبا على أن النسيان من كثرة البلغم، وكثرة البلغم من كثرة شرب الماء، وكثرة شرب الماء من كثرة الأكل،&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Adapun cara mengurangi dahak itu sendiri adalah bisa dilakukan dengan cara mengurangi makan. Ada dikatakan: "tujuh puluh orang Nabi sependapat bahwa sering lupa itu akibat dahak terlalu banyak, dahak terlalu banyak karena minum terlalu banyak, dan biasa adanya minum terlalu banyak itu karena makan yang terlalu banyak pula."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;والخبز اليابس يقطع البلغم، وكذلك أكل الزبيب على الريق، ولا يكثر منه، حتى لايحتاج إلى شرب الماء فيزيد البلغم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Makan roti kering dn menelan buah anggur kering dapat juga menghilangkan dahak. Namun jangan terlalu banyak, agar tidak mengakibatkan ingin minum, yang kesudahannya memperbanyak lendir dahak pula.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;والسواك يقلل البلغم، ويزيد الحفظ والفصاحة، فإنه سنة سنية، تزيد فى ثواب الصلاة، وقراءة القرآن،&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Bersiwak juga dapat menghilangkan dahak pula. Disamping memperlancar hafalan dan kefasihan lisan. Demikianlah, perbuatan itu termasuk sunah Nabi yang bisa memperbesar pahala ibadah sahlat dan membaca Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكذا القيء يقلل البلغم والرطوبات&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Muntah juga dapat mengurangi lendir dahak, dan mengurangi perminyakan badan (yang disebabkan makan terlalu banyak).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Cara Mengurangi Makan &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وطريق تقليل الأكل التأمل فى منافع قلة الأكل هى: الصحة والعفة والإيثار. وقيل فيه شعر:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    فعار ثم عار ثم عار    شقاء المرء من أجل الطعام&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt; وعن النبى عليه السلم أنه قال: ثلاثة يبغضهم الله من غير جرم: الأكول والبخيل والمتكبر&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Cara mengurangi makan bisa dilakukan dengan cara menghayati faedah dan mamfaat yang timbul dari makan sedikit. Antara lain adalah badan sehat, lebih terjaga dari yang haram dan berarti pula ikut memikirkan nasib orang lain. Dalam hal ini ada syi'ir menyebutkan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;celaka, celaka dan celaka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;karena makan, manusia jadi celaka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hadist Nabi Saw. Menyebutkan : "tiga orang yang di benci Allah bukan karena ia berdosa, yaitu orang pelahap makan, orang kikir dan orang sombong.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وتأمل فى مضار كثرة الأكل وهى: الأمراض وكلالة الطبع، وقيل: البطنة تذهب الفطنة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;حكى عن جالينوس أنه قال: الرمان نفع كله، والسمك ضرر كله، وقليل السمك خير من كثرة الرمان.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وفيه أيضا: إتلاف المال، والأكل فوق الشبع ضرر محض ويستحق به العقاب ودار الآخرة، والأكول بغيض فى القلوب.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Bisa pula dengan cara menghayati madlarat yang timbul dari akibat makan terlalu banyak, antara lain sakitdan tolol. Ada dikatakan: "Perut kenyang, kecerdasan hilang". Ada dikatakan ucapan galinus sebagai berikut: "Semua buah delima bermamfaat, semua ikan laut madlarat. Tetapi masih lebih bagus makan ikan laut sedikit, daripada delima tapi banyak, karena bisa menghabiskan harta. Makan lagi setelah perut kenyang hanyalah membawa madlarat, dan mendatangkan siksa kelak diakherat. Orang terlalu banyak makan itu dibenci setiap orang."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وطريق تقلييل الأكل: أن يأكل الأطعمة الدسمة ويقدم فى الأكل الألطف والأشهى، ولايأكل مع الجائع إلا إذا كان له غرض صحيح، بأن يتقوى به على الصيام والصلاة والأعمال الشاقة فله ذلك.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Caranya lagi untuk mengurangi makan, adalah dengan makanan yang berlemak atau berzat pemuak. Makan mana yang lebih lembut dan disukai terlebih dahulu. Dan jangan bersama-sama orang yang sedang lapar sekali selain bila hal itu justru harus dilakukan karena bertujuan bak. Misalnya agar kuat berpuasa, mengerjakan shalat atau perbuatan-perbuatan lain yang berat, bolehlah dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فصل&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فى بداية السبق وقدره وترتيبه&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL  VI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;PERMULAN BELAJAR UKURAN BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;DAN TATA TERTIBNYA&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Hari Mulai Belajar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;كان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يوقف بداية السبق على يوم الأربعاء، وكان يروى فى ذلك حديثا ويستدل به ويقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من شيئ بدئ  يوم الأربعاء إلا وقد تم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Guru kita Syaikhul Islam Burhanuddin memulai belajar tepat Pada hari rabu. Dalam hal ini beliau telah meriwayatkan sebuah hadist sebagai dasarnya, dan ujarnya: Rasulullah saw bersabda: " tiada lain segala sesuatu yang di mulai pada hari rabu, kecuali akan menjadi sempurna."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وهكذا كان يفعل أبى. وكان يروى هذا الحديث عن أستاذه الشيخ الإمام الأجل قوام الدين أحمد بن عبد الرشيد رحمه الله&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Dan seperti ini pula yang dikerjakan Abu Hanifah. Mengenai hadist di atas, beliau juga diriwayatkan dari guru beliau Syaikhul Imam Qawamuddin Ahmad bin Abdur Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وسمعت ممن أثق به، أن الشيخ يوسف الهمذانى رحمه الله، كان يوقف كل عمل من الخير على يوم الأربعاء.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Saya mendengar dari orang kepercayaanku, bahwa Syekh Abu Yusuf Al-Hamdani juga menepatkan semua perbuatan bagus pada hari rabu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وهذا لأن يوم الأربعاء يوم خلق فيه النور، وهو يوم نحس فى حق الكفار فيكون مباركا للمؤمنين.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Demikianlah, karena pada hari rabu itu Allah menciptakan cahaya, dan hari itu pyla merupakan hari sial bagi orang kafir yang berarti bagi orang mukmin hari yang berkah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Panjang Pendeknya Pelajaran&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وأما قدر السبق فى الإبتداء: كان أبو حنيفة رحمه الله يحكى عن الشيخ القاضى الإمام عمر بن أبى بكر الزرنجرى رحمه الله أنه قال: قال مشايخنا رحمهم الله: ينبغى أن يكون قدر السبق للمبتدئ  قدر ما يمكن ضبطه بالإعادة مرتين بالرفق ويزيد كل يوم كلمة حتى أنه وإن طال وكثر يمكن ضبطه بالإعادة مرتين، ويزيد بالرفق والتدريج، وأما إذا طال السبق فى الإبتداء واحتاج إلى الإعادة عشر مرات فهو فى الإنتهاء أيضا يكون كذلك، لأنه يعتاد ذلك، ولا يترك تلك الإعادة إلا بجهد كثير &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Mengenai ukuran seberapa panjang panjang yang baru dikaji, menurut keterangan Abu Hanifah adalah bahwa Syaikh Qadli Imam Umar bin Abu Bakar Az-Zanji berkata: guru-guru kami berkata: "sebaiknya bagi oarang yang mulai belajar, mengambil pelajaran baru sepanjang yang kira-kira mampu dihapalkan dengan faham, setelah diajarkannya dua kali berulang. Kemudian untuk setiap hari, ditambah sedikit demi sedikit sehingga setelah banyak dan panjang pun masih bisa menghapal dengan paham pula setelah diulanga dua kali. Demikianlah lambat laun setapak demi setapak. Apabila pelajaran pertama yang dikaji itu terlalu panjang sehingga para pelajar memerlukan diulanganya 10 kali, maka untuk seterusnya sampai yang terakhirpun begitu. Karena hal itu menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan kecuali dengan susah payah."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقد قيل: السبق حرف، والتكرار ألف&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan: "pelajaran baru satu huruf, pengulangannya seribu kali."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Tingkat Pelajaran Yang Di Dahulukan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وينبغى أن يبتدئ بشيئ يكون أقرب إلى فهمه، وكان الشيخ الإمام الأستاذ شرف الدين العقيلى رحمه الله يقول: الصواب عندى فى هذا ما فعله مشايخنا رحمهم الله، فإنهم كانوا يختارون للمبتدئ صغارات المبسوط لأنه أقرب إلى الفهم والضبط، وأبعد من الملالة، وأكثر وقوعا بين الناس.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sebaiknya dimulai dengan pelajaran-pelajaran yang dengan mudah telah bisa di fahami. Syaikhul Islam Ustadz Syarifuddin Al-Uqaili berkata; "Menurut saya, yang benar dalam masalah ini adalah seperti yang telah dikemukakan oleh para guru kita. Yaitu untuk murid yang baru, mereka pilihkan kitab-kitab yang ringkas/kecil. Sebab dengan begitu akan lebih mudah di fahami dan di hapal, serta tidak membosankan lagi pula banyak terperaktekan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Membuat Catatan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى أن يعلق السبق بعد الضبط والإعادة كثيرا، فإنه نافع جد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sebaiknya sang murid membuat catatan sendiri mengenai pelajaran-pelajaran yang sudah di fahami hafalannya, untuk kemudian sering diulang-ulang kembali. Karena dengan cara begitu, akan bermanfaat sekali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ولا يكتب المتعلم شيئا لا يفهمه، فإنه يورث كلالة الطبع ويذهب الفطنة ويضيع أوقاته.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jangan sampai menulis apa saja yang ia sendiri tidak tahu maksudnya, karena hal ini akan menumpulkan otak dan waktupun hilang dengan sia-sia belaka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Usaha Memahami Pelajaran&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وينبغى أن يجتهد فى الفهم عن الأستاذ بالتأمل وبالتفكر وكثرة التكرار، فإنه إذا قل السبق وكثرة التكرار والتأمل يدرك ويفهم. قيل: حفظ حرفين، خير من سماع وقرين، وفهم حرفين خير من حفظ سطرين. وإذا تهاون فى الفهم ولم يجتهد مرة أو مرتين يعتاد ذلك فلا يفهم الكلام اليسير&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajar hendaknya mencurahkan kemampuannya dalam memahami pelajaran dari sang guru, atau boleh juga dengan cara diangan-angan sendiri, di fikir-fikir dan sering diulang-ulang sendiri. Karena bila pelajaran yang baru itu hanya sedikit dan sering diulang-ulang sendiri, akhirnyapun dapat dimengerti. Orang berkata : "Hafal dua huruf lebih bagus daripada mendengarkan saja dua batas pelajaran. Dan memahami dua huruf lebih baik daripada menghapal dua batas pelajaran. Apabila seseorang telah pernah satu atau dua kali mengabaikan dan tidak mau berusaha, maka menjadi terbisakan, dan menjadi tidak bisa memahami kalimat yang tidak panjang sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Berdo'a&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فينبغى أن لا يتهاون فى الفهم بل يجتهد ويدعو الله ويتضرع إليه فإنه يجيب من دعاه، ولا يخيب من رجاه. وأنشدنا الشيخ الأجل قوام الدين حماد بن إبراهيم بن إسماعيل الصفار الأنصارى إملاء للقاضى الخليل بن أحمد الشجرى فى ذلك شعرا:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;أخدم العلم خدمـــــــة المستفيد    وأدم درسه بفعل حـــــــميد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وإذا مـــــــا حفظت شيئا أعده    ثم أكده غاية التأكــــــــــــيد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;كى لا يزول ثم علقه كى تعود    إليه وإلى درسه على التأبيد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فإذا ما أمنت مــــــــــــنه فواتا    فانتدب بعده لشيئ جــــــديد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;مع تكرار ما تقدم مــــــــــــنه    واقتناء لشأن هـــــذا المـزيد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ذاكــــــــر الناس بالعلوم لتحيا    لا تكن من أولى النهى ببعيد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;إذا كتمت العلوم أنسيت حــتى    لا ترى غير جـــــاهل وبليد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ثم ألجمت فـــــــى القيامة نارا    وتلهبت بالعـــــــذاب الشديد&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hendaknya pula, dengan sungguh-sungguh memanjatkan do'a kepada Allah dan meratap serta meronta. Allah pasti mengabulkan do'a yang di mohonkan, dan tidak mengabaikan orang yang mengharapkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sya'ir Imlak Al-Qadli Al-Khalil Asy-Syajarzi dibawakan kepada kami oleh guru kami syaikh Qawamuddin Hammad bin Ibrahim bin ismail As-Shaffar, sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Abdilah ilmu, bagaikan anda seorang abdi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajari selalu, dengan berbuat sopan terpuji&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;yang telah kau hafal, ulangi lagi berkali-kali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;lalu tambatkan dengan temali kuat sekali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Lalu catatlah, agar kau bisa mengulangi lagi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dan selamanya, ku bisa mempelajari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jikalau engkau, telah percaya tak kan lupa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ilmu yang baru, sesudah itu masuki segera&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Mengulang-ulang, ilmu yang dulu, jangan terlalai&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dan bersungguhan, agar yang ini, kan menambahi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Percakapilah mereka, agar ilmumu hidup selalu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jangan menjauh, dari siap berakal maju&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bila ilmu, kau sembunyikan jadi membeku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kau kan kenal, jadi si bodoh yang tolol dungu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Api neraka kan membelenggumu nanti kiamat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Siksa yang pedihpun menimpamu menjilat-jilat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Mudzakarah Munadharah Dan Mutharahah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ولا بد لطالب العلم من المذاكرة، والمناظرة، والمطارحة، فينبغى أن يكون كل منها بالإنصاف والتأنى والتأمل، ويتحرز عن الشغب [والغضب]، فإن المناظرة والمذاكرة مشاورة، والمشاورة إنما تكون لاستخراج الصواب وذلك إنما يحصل بالتأمل والتأنى والإنصاف، ولا يحصل بالغضب والشغب.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Seorang pelajar seharusnya melakukan Mudzakarah (forum saling mengingatkan), munadharah (forum saling mengadu pandangan) dan mutharahah (diskusi). Hal ini dilakukan atas dasar keinsyafan, kalem dan penghayatan serta menyingkiri hal-hal yang berakibat negatif. Munadharah dan mudzakarah adalah cara dalam melakukan musyawarah, sedang permusyawaratan itu sendiri dimaksudkan guna mencari kebenaran. Karena itu, harus dilakukan dengan penghayatan, kalem dan penuh keinsyafan. Dan tidak akan berhasil, bila dilaksanakan dengan cara kekerasan dan berlatar belakang yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فإن كانت نيته من المباحثة إلزام الخصم وقهره، فلا تحل، وإنما يحل ذلك لإظهار الحق. والتمويه والحيلة لا يجوز فيها، إلا إذا كان الخصم متعنتا، لا طالبا للحق. وكان محمد بن يحيى إذا توجه عليه الإشكال ولم يحضره الجواب يقول: ما ألزمته لازم، وأنا فيه ناظر، وفوق كل ذى علم عليم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Apabila di dalam pembahasan itu dimaksudkan untuk sekedar mengobarkan perang lidah, maka tidak diperbolehkan menurut agama. Yang diperbolehkan adalah dalam rangka mencari kebenaran. Bicara berbelit-belit dan membuat alasan itu tidak diperkenankan, selama musuh bicaranya tidak sekedar mencari kemenangan dan masih dalam mencari kebenaran. Bila kepada Muhammad bin Yahya diajukan suatu kemuskilan yang beliau sendiri belum menemukan pemecahannya, maka ia katakan : "pertanyaan anda saya catat dahulu untuk kucari pemecahannya. Diatas orang berilmu, masih ada yang lebih banyak ilmunya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وفائدة المطارحة والمناظرة أقوى من فائدة مجرد التكرار لأن فيه تكرارا وزيادة. وقيل: مطارحة ساعة، خير من تكرار شهر. لكن إذا كان [مع] منصف سليم الطبيعة. وإياك والمذاكرة مع متعنت غير مستقيم الطبع، فإن الطبيعة متسرية، والأخلاق متعدية، والمجاورة مؤثرة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Faedah mutharahah dan mudzakarah itu jelas lebih besar daripada sekedar mengulang pelajaran sendirian, sebab disamping berarti mengulang pelajaran, juga menambah pengetahuan yang baru. Ada dikatakan : "Sesaat mutharahah dilakukan, lebih bagus mengulang pelajaran sebulan. "Sudah tentu harus dilakukan dengan orang yang insaf dan bertabiat jujur. Awas jangan mudzakarah dengan orang yang sekedar mencari menang dalam pembicaraan semata, lagi pula bertabiat tidak jujur. Sebab tabiat itu suka merampas, akhlak mudah menjalar sedang perkumpulan pengaruhnya besar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وفى الشعر الذى ذكره الخليل بن أحمد فوائد كثيرة، قيل: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;العلم من شرطه لمن خـــــدمه         أن يجعل الناس كلهم خـــدمه&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Syi'ir yang dibawakan oleh Khalil bin ahmad di atas, telah banyak membawa petunjuk. Ada dikatakan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style='margin-left: 72pt'&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Persyaratan ilmu bagi pengabdinya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Menjadikan seluruh manusia, agar mengabdi kepadanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Menggali Ilmu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم أن يكون متأملا فى جميع الأوقات فى دقائق العلوم ويعتاد ذلك، فإنما يدرك الدقائق بالتأمل، فلهذا قيل: تأمل تدرك.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajar hendaknya membiasakan diri sepanjang waktu untuk mengangan-angan dan memikirkan. Karena itu, orang berkata : "angan-anganlah, pasti akan kau temukan."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ولا بد من التأمل قبل الكلام حتى يكون صوابا، فإن الكلام كالسهم، فلا بد من تقويمه قبل الكلام حتى يكون مصيبا. وقال فى أصول الفقه: هذا أصل كبير وهوأن يكون كلام الفقيه المناظر بالتأمل.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قيل: رأس العقل أن يكون الكلام بالتثبت والتأمل.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قال قائل شعرا:    أوصيك فى نظم الكلام بخمسة        إن كنت للموصى الشفيق مطيعا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;        لا تغفلن سبب الكـــــلام ووقته        والكيف والكــــم والمكان جميعا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tidak bisa tidak, agar omongan tepat itu harus terlebih dahulu di angan-angan sebelum berbicara. Ucapan adalah laksana anak panah, dimana tepat pada sasaran bila dibidikan terlebih dahulu dengan mengangan-angan. Dalam Ushul Fiqh ada dikatakan bahwa mengangan-angan adalah dasar yang amat penting. Maksudnya, hendaklah ucapan ahli fiqh yang teliti itu terlebih dahulu harus diangan-angan. Ada diaktakan : "Modal akal ialah ucapan yang tidak sembarangan serta diangan-angan terlebih dahulu." Lain orang berkata :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pesan untukmu, tata bicara ada lima perkara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jika kau taat pada pemesan yang suka rela&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;jangan sampai terlupa :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;apa sebabnya, kapan waktunya, bagaimana caranya,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;berapa panjangnya dimana tempatnya itulah semua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ويكون مستفيدا فى جميع الأوقات والأحوال من جميع الأشخاص قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الحكمة ضالة المؤمن أينما وجدها اخذها.    وقيل: خذ ما صفا، ودع ما كدر. وسمعت الشيخ الإمام الأجل الأستاذ فخر الدين الكاشانى يقول: كانت جارية أبى يوسف أمانة عند محمد [ بن الحسن] فقال لها: هل تحفظين أنت فى هذا الوقت عن أبى يوسف فى الفقه شيئا؟ فقالت: لا، إلا أنه كان يكرر ويقول: سهم الدور ساقط، فحفظ ذلك منها، وكانت تلك المسألة مشكلة على محمد فارتفع أشكاله بهذه الكلمة. فعلم أن الإستفادة ممكنة من كل أحد.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Seluruh waktunya dan dalam situasi bagaimanapun, pelajar hendaknya mengambil pelajaran dari siapapun. Rasulullah saw bersabda: "Hikmah itu barang hilangnya orang mukmin dimana asal ia temui supaya diambil juga." Ada dikatakan: "Ambillah yang jernih tinggalkanlah yang keruh." Saya mendengar ucapan Syaikhul Imam Ustadz Fakhrudin Al-Kasyani : "Adalah jariyah Abu Yusuf menjadi amanat buat Muhammad, lalu kepada Muhammad bertanya: Adakah sekarang saudari masih hafal sedikit tentang fiqh dari Abu Yusuf? Jawabnya : ah, tidak tuan, hanya saya ketahui ia sering mengulang-ulang ilmunya dan pernah berkata: "Saham daur itu gugur tak dapat bagian. "Dengan itu Muhammad lalu menjadi hafal dan yang tadinya masalah saham daur terasa sulit bagi muhammad, sekarang sudah terpecahkan. Akhirnya tahulah bahwa belajar itu bisa dilaksanakan dari siapa saja."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ولهذا قال ابو يوسف حين قيل: بم أدركت العلم؟ قال: ما استنكفت من الإستفادة من كل أحد وما بخلت من الإفادة. وقيل لابن عباس رحمه الله: بم أدركت العلم؟    قال: بلسان سؤول، وقلب عقول.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dikala kepada Abu Yusuf ditanyakan: "Dengan apakah tuan memperoleh ilmu? beliau menjawab: "Saya tidak merasa malu belajar dan tidak kikir mengajar". Ada ditanyakan kepada Ibnu Abbas ra : "dengan apakah tuan mendapat ilmu?" beliau menjawab : "Dengan lisan banyak bertanya dan hati selalu berpikir."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وإنما سمي طالب العلم: ما تقول، لكثرة ما كانوا يقولون فى الزمان الأول. ما تقول فى هذه المسألة؟.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Adanya pelajar digelari dengan "Ma Taqulu" (Bagaimana keteranganmu) sebab pada masa dulu mereka amat terbiasa untuk mengucapakan "Bagaimana keterangan anda dalam masalah ini?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وإنما تفقه أبو حنيفة رحمه الله بكثرة المطارحة والمذاكرة فى دكانه حين كان بزازا.     فبهذا يعلم أن تحصيل العلم والفقه يجتمع مع الكسب. وكان أبو حفص الكبير يكتسب ويكرر العلوم، فإن كان لا بد لطالب العلم من الكسب لنفقة العيال وغيره فليكتسب وليكرر وليذاكر ولا يكسل.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Hanya dengan banyak mutharahah dan mudzakarah di kedainyalah, Abu Hanifah pedagang kain itu menjadi alim fiqh. Melihat kenyataan tersebut, kita bisa tahu bahwa menuntut ilmu dan fiqh itu bisa pula dilakukan bersama-sama dengan bekerja mencari uang. Abu Hafsh Al-Kabir sendiri bekerja sambil mengulang-ulang pelajarannya sendiri. Karena itu, apabila seorang pelajar harus juga mencarikan nafkah keluarga dan segenap tanggungannya, bisalah kiranya di tengah-tengah keasyikan bekerjanya itu sambil mempelajari sendiri pelajarannya dengan semangat dan segiat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Pembiayaan Untuk Ilmu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وليس لصحيح العقل والبدن عذر فى ترك التعلم والتفقه، فإنه لا يكون أفقر من أبى يوسف، ولم يمنعه ذلك من التفقه.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang yang kebetulan sehat badan dan pikirannya, tiada lagi alasan baginya untuk tidak belajar dan tafaqquh sebab tidak ada lagi yang lebih melarat daripada Abu Yusuf, tapi toh tidak pernah melupakan pelajarannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;. فمن كان له مال كثير فنعم المال الصالح للرجل الصالح، المنصرف فى طريق العلم. قيل لعالم: بم أدركت العلم؟ قال: بأب غني. لأنه كان ينتفع به أهل العلم والفضل، فإنه سبب زيادة العلم لأنه شكر على نعمة العقل والعلم، وإنه سبب الزيادة. قيل: قال أبو حنيفة رحمه الله: إنما أدركت العلم بالحمد والشكر، فكلما فهمت ووفقت على فقه وحكمة قلت: الحمد لله، فازداد علمى.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Apabila seseorang kebetulan kaya raya, alangkah bagusnya bila harta yang halal itu di miliki orang shaleh. Ada ditanyakan kepada seorang yang alim "dengan apa tuan mendapatkan ilmu?" lalu menjawabnya: "Dengan ayahku yang kaya. Dengan kekayaan itu, beliau berbakti kepada ahli ilmu dan ahli keutamaan". Perbuatan seperti ini, berarti mensyukuri nikmat akal dan ilmu, yang hal itu menyebabkan bertambahnya ilmu. ada dikatakan orang, bahwa Abu Hanifah berucap: "Hanya saja kudapatkan ilmu dengan Bersyukur dan Hamdallah. Tiap-tiap berhasil kufahami fiqh dan hikmah selalu saja kuucapkan Hamdalah. Dengan cara itu, jadi berkembanglah ilmuku."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Bersyukur&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وهكذا ينبغى لطالب العلم أن يشتغل بالشكر باللسان والجنان والأركان والحال ويرى الفهم والعلم والتوفيق من الله تعالى ويطلب الهداية من الله تعالى بالدعاء له والتضرع إليه، فإن الله تعالى هاد من استهداه.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Demikianlah, pelajar harus menyatakan syukurnya dengan lisan, hati, badan dan juga hartanya. Mengetahui/menyadari bahwa kefahaman, ilmu dan taufik itu semuanya datang dari hadirat Allah Swt. Memohon hidayahnya dengan berdo'a dan meronta, karena hanya Dialah yang memberikan hidayah kepada siapa saja yang memohon.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فأهل الحق ـ وهم أهل السنة والجماعة ـ طلبوا الحق من الله تعالى، الحق المبين الهادى العاصم، فهداهم الله وعصمهم عن الضلالة. وأهل الضلالة أعجبوا برأيهم وعقلهم وطلبوا الحق من المخلوق العاجز وهو العقل، لأن العقل لا يدرك جميع الأشياء كالبصر، فإنه لا يبصر جميع الأشياء فحجبوا وعجزوا عن معرفته، وضلوا وأضلوا. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الغافل من عمل بغفلته والعاقل من عمل بعقله. فالعمل بالعقل أولا: أن يعرف عجزنفسه, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من عرف نفسه فقد عرف ربه, فإذا عرف عجز نفسه عرف قدرة الله عزوجل, ولا يعتمد على نفسه وعقله بل يتوكل على الله, ويطلب الحق منه. ومن يتوكل على الله فهو حسبه ويهد يه إلى صراط مستقيم.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Akhlul Haq yaitu Ahli Sunah Wal Jama'ah selalu mencari kebenaran dari Allah yang maha benar, petunjuk, penerang yang memelihara, Maka Allahpun menganugrahi mereka hidayah dan membimbing dari jalan yang sesat. Lain halnya dengan ahli sesat, dimana ia membanggakan pendapat dan akal sendiri, mereka mencari kebenaran berdasar akal semata, yaitu suatu makhluk yang lemah. Merekapun lemah dan terhalangi dari kebenaran, serta sesat yang menyesatkan, kerena akal itu tak ubahnya seperti pandangan mata yang tidak mampu mencari segala yang ada secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Rasulullah Saw bersabda:  "Barangsiapa mengetahui dirinya sendiri, maka dia mengetahui Tuhannya. "Artinya, siapa tahu kelemahan dirinya, maka akan tahulah kebesaran kekuasaan Allah. Karena orang itu jangan berpegang dengan diri dan akal sendiri, tapi haruslah bertawakal kepada Allah, dan kepadaNya pula ia mencari kebenaran. Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka akan dicukupinya dan di bimbing ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Pengorbanan Harta Demi Ilmu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ومن كان له مال كثير فلا يبخل, وينبغى أن يتعوذ بالله من البخل. قال النبى عليه السلام: أي دواء أدوأ من البخل. وكان أبو الشيخ الإمام الأجل شمس الأئمة الحلوانى, رحمه الله فقيرا يبيع الحلواء, وكان يعطى الفقهاء من الحلواء ويقول: أدعوا لابنى, فببركة جوده واعتقاده وشفقته وتضرعه إلى الله تعالى نال ابنه ما نال&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang kaya jangan kikir, dan hendaklah mohon perlindungan kepada Allah agar tidak kikir. Nabi saw bersabda: "Manakah penyakit yang lebih keras daripada kikir? Bapaknya Syaikhul Imam Agung Syamsul Aimmah Al-Halwaniy adalah seorang fakir penjual kue halwak. Bapak ini menghadiahkan beberapa biji tersebut kepada fuqaha, dan katanya: "Kumohon tuan mendo'akan putraku." Demikianlah, sehingga atas berkah dermawan, I'tikad baik, suka rela dan merontanya itu, sang putra mendapat kesuksesan cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ويشترى بالمال الكتب ويستكتب فيكون عونا على التعلم والتفقه&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dengan harta yang dimiliki, hendaklah suka membeli kitab dan mengaji menulis jika diperlukan. Demikian itu akan lebih memudahkan belajar dan bertafaqquh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وقد كان لمحمد بن الحسن مال كثير حتى كان له ثلاثمائة من الوكلاء على ماله وأنفقه كله فى العلم والفقه, ولم يبق له ثوب نفيس فرآه أبو يوسف فى ثوب خلق فأرسل إليه ثيابا نفيسة فلم يقبلها فقال: عجل لكم, وأجل لنا, ولعله إنما لم يقبله وإن كان قبول الهدية سنة, لما رأى فى ذلك مذلة لنفسه. قال رسول الله عليه الصلاة والسلام: ليس للمؤمن أن يذل نفسه&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Muhammad Ibnul Hasan adalah seorang yang hartawan besar yang mempunyai 300 orang pegawai yang mengurusi kekayaannya, toh suka membelanjakan sekalian kekayaannya demi ilmu, sehingga pakaiannya sendiripun tiada yang bagus. Dalam pada itu, Abu Yusuf menghaturkan sepotong pakaian yang masih bagus untuknya, namun tidak berkenan menerimanya dan malah ujarnya: Untukmulah harta dunia, dan untukku harta akherat saja. "Yang demikian itu sekalipun menerima hadiah sendiri hukumnya sunnah, barangkali memandangnya dapat mencemarkan dirinya. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda: "Orang yang mencemarkan dirinya sendiri, tidaklah termasuk ke dalam golongan kaum muslimin."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وحكي أن الشيخ فخر الإسلام الأرسابندى رحمه الله جمع قشور البطيخ الملقاة فى مكان خال فأكلها فرأته جارية فاخبرت بذلك مولاها فاتخذ له دعوة فدعاه إليها فلم يقبل لهذا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Suatu hikayat, bahwa fakrul Islam Al-Arsyabandiy makan kulit-kulit semangka yang dibuang orang, dimana ia kumpulkan sendiri dari tempat-tempat yang sepi. Pada suatu ketika ada seorang jariyah yang mengetahuinya, lalu melaporkan hal itu kepada tuannya. Maka setelah disediakan jamuan makan, Fakhrul Islampun dimohon kehadirannya. Namun demi menjaga dirinya agar tidak tercemar, beliau tidak berkenan menghadiri jamuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Loba Dan Tama'&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وهكذا ينبغى لطالب العلم أن يكون ذا همة عالية لا يطمع فى أموال الناس. قال النبى صلى الله عليه وسلم: إياك والطمع فإنه فقر حاضر. ولا يبخل بما عنده من المال بل ينفق على نفسه وعلى غيره.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Demikianlah, sehingga para pelajar jangan sampai tama' mengharapkan harta orang lain. Ia hendaknya memiliki Himmah yang luhur. Nabi saw bersabda : "Hindarilah tama' karena dengan tama' berarti kemiskinan telah menjadi". Tapi tuan juga jangan kikir, sukalah membelanjakan hartanya untuk keperluan diri sendiri dan kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt; Pelaksanaan Pelajaran Keterampilan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قال النبى عليه الصلاة والسلام: الناس كلهم فى الفقر مخافة الفقر وكانوا فى الزمان الأول يتعلمون الحرفة ثم يتعلمون العلم حتى لايطمعوا فى أموال الناس.  وفى الحكمة من استغنى بمال الناس افتقر&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Nabi saw bersabda : "Karena khawatir melarat, semua manusia telah jadi melarat'. Pelajar-pelajar dimasa dulu sebelum mempelajari ilmu agama, lebih dahulu belajar bekerja, agar dengan begitu tidak tama' mengharap harta orang lain. Dalam kata hikmah disebutkan: "Barangsiapa mencukupi diri dengan harta orang lain, berarti ia melarat."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;والعالم إذا كان طماعا لا يبقى له حرمة العلم ولا يقول بالحق ولهذا كان يتعوذ صاحب الشرح عليه السلام ويقول أعوذ بالله من طمع يدنى إلى طبع.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Jika orang alim bersifat tama', hilanglah nilai ilmunya dan ucapannya tidak bisa dibenarkan lagi. Karena itu, Rasulullah saw pembawa syareat berlindung diri dari sabdanya: "Aku berlindung diri kepada Allah dari sifat tama' yang membawa kepada tabiat jahat."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt; Lillahi Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى أن لا يرجو الأمن الله تعالى ولا يخاف إلا منه ويظهر ذلك بمجاوزة حد الشرع وعدمها فمن عصى الله تعالى خوفا من المخلوق فقد خاف غير الله تعالى، فإذا لم يعص الله تعالى لخوف المخلوق وراقب حدود الشرع فلم يخف غير الله تعالى بل خاف الله تعالى وكذا فى جانب الرجاء.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tumpuan harapan sang pelajar hanyalah kepada Allah, takutpun hanya kepadaNya. Sikap tersebut bisa di ukur dengan melampaui batas-batas agama atau tidak. Barangsiapa takut kepada sesama makhluk lalu ia mendurhakai Allah, maka berarti telah takut kepada selain Allah. Tapi sebaliknya bila ia telah takut kepada makhluk namun telah taat kepada Allah dan berjalan pada batas-batas syareat, maka tidak bisa dianggap telah takut kepada selain Allah. Ia masih dinilai takut kepada Allah. Begitu pula dalam masalah harapan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Mengukur Kemampuan Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم أن يعد ويقدر لنفسه تقديرا فى التكرار فإنه لا يستقر قلبه حتى يبلغ ذلك المبلغ.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hendaknya (yang lebih efisien dan efektif untuk menghafalkan pelajaran yaitu) : Pelajaran hari kemarin diulang 5 kali, hari lusa 4 kali hari kemarin lusa 3 kali, hari sebelum itu 2 kali dan hari sebelumnya lagi 1kali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Metoda Menghafal&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وينبغى لطالب العلم أن يكرر سبق الأمس خمس مرات وسبق اليوم الذى قبل الأمس أربع مرات والسبق الذى قبله ثلاثا والذى قبله اثنين والذى قبله واحدا فهذا أدعى إلى الحفظ.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Suatu cara yang efisien dan efektif untuk menghafalkan pelajaran yaitu : Pelajaran hari kemarin diulang 5 kali, hari lusa 4 kali, hari kemarin lusa 3 kali, hari sebelum itu 2 kali, dan hari sebelumnya lagi satu kali.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وينبغى أن لا يعتاد المخافة فى التكرار لأن الدرس والتكرار ينبغى أن يكون بقوة ونشاط، ولا يجهر جهرا يجهد نفسه كيلا ينقطع عن التكرار، فخير الأمور أوسطها. وحكى أن أبا يوسف رحمه الله كان يذاكر الفقه مع الفقهاء بقوة ونشاط، وكان صهره عنده يتعجب فى أمره ويقول: أنا أعلم أنه جائع منذ خمسة أيام، ومع ذلك يناظر بقوة ونشاط.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hendaknya dalam mengulangi pelajarannya itu jangan pelan-pelan. Belajar lebih bagus bersuara kuat dengan penuh semangat. Namun jangan terlalu keras, dan jangan pula hingga menyusahkan dirinya yang menyebabkan tidak bisa belajar lagi. Segala sesuatu yang terbaik adalah yang cukupan. Suatu hikayat menceritakan, bahwa suatu saat Abu Yusuf sedang mengikuti mudzakarah fiqh dengan suara kuat dan penuh semangat. Lalu dengan rasa heran, iparnya berkata: "saya tahu Abu Yusuf telah lima hari kelaparan, tapi ia tetap munadharah dengan suara keras dan penuh semangat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Panik Dan Bingung&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وينبغى أن لا يكون لطالب العلم فترة فإنها آفة، وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يقول: إنما غلبت شركائى بأنى لا تقع لى الفترة فى التحصيل. وكان يحكى عن الشيخ الأسبيجابى أنه وقع فى زمان تحصيله وتعلمه فترة اثنتى عشرة سنة بانقلاب الملك، فخرج مع شريكه فى المناظرة [إلى حيث يمكنهما الإستمرار فى طلب العلم وظلا يدرسانه معا] ولم يتركا الجلوس للمناظرة اثنتى عشرة سنة. فصار شريكه شيخ الإسلام للشافعيين وكان هو شافعيا.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Seyogyanya pelajar tidak panik dan kebingungan, sebab itu semua adalah afat. Guru kita Syaikhul Islam Burhanuddin berkata: "Sesungguhnya saya dapat melebihi teman-temanku adalah karana selama belajar tidak pernah merasa panik, kendor dan kacau". Hikayat menceritakan, bahwa Syaikh Al-Asbijabiy di masa belajarnya mengalami masa jumud selama 12 tahun lantaran pergantian Raja. Iapun pergi keluar negeri bersama seorang sahabatnya guna mengadakan munadharah setiap hari di sana. Demikian munadharah dilakukan selama 12 tahun. Akhirnyapun sahabat tadi menjadi Syaikhul Islam beraliran madzhab Syafi'I ikutan kaum syafi'iyyin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;R. Sebuah Methode Belajar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وكان أستاذنا الشيخ القاضى الإمام فخر الإسلام قاضى خان يقول: ينبغى للمتفقه أن يحفظ [كتابا] واحدا من [كتب] الفقه دائما فيتيسر له بعد ذلك حفظ ما سمع من الفقه.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Guru kami Syaikh Qadli Imam Fakhrul Islam Qadlikhan berkata: Bagi pelajar Fiqh, agar selalu hafal di luar kepala sebuah kitab fiqh. Dengan begitu, akan lebih memudahkan dalam mnghafalkan ilmu fiqh yang baru yang di dengarkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فصل&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فى التوكل&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL VII&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;BERTAWAKAL&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;A. Pengaruh Rizki&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ثم لا بد لطالب العلم من التوكل فى طالب العلم ولا يهتم لأمر الرزق ولا يشغل قلبه بذلك. روى أبو حنيفة رحمه الله عن عبد الله بن الحارث الزبيدى صاحب رسل الله صلى الله عليه و سلم: من تفقه فى دين الله كفى همه الله تعالى ورزقه من حيث لا يحتسب.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajar harus bertawakal dalam menuntut ilmu. Jangan goncang karena masalah rizki, dan hatinya pun jangan terbawa kesana. Abu Hanifah meriwayatkan dari Abdullah Ibnul Hasan Az-Zubaidiy sahabat Rasulullah saw : "Barangsiapa mempelajari agama Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya dan memberinya rizki dari jalan yang tidak di kira sebelumnya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فإن من اشتغل قلبه بأمر الرزق من القوت والكسوة قل ما يتفرغ لتحصيل مكارم الأخلاق ومعالى الأمور.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قيل:     دع المكـــــارم لا ترحل لبغيتها         واقعد فإنك انت الطاعم الكاسى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قال رجل [لابن] منصور الحلاج : أوصنى, فقال [ابن] المنصور : هي نفسك, إن لم تشغلها شغلتك.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Karena orang yang hatinya telah terpengaruh urusan rizki baik makanan atau pakaian, maka jarang sekali yang dapat menghapus pengaruh tersebut untuk mencapai budi luhur dan perkara-perkara yang mulya. Syi'ir menyebutkan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tinggalkan kemulyaan, jangan kau mencari&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Duduklah dengan tenang, kau akan disuapi dan dipakaiani&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada seorang lelaki berkata kepada Manshur Al-Hallaj: "Berilah aku wasiat!" iapun berkata: "Wasiatku adalah hawa nafsumu. Kalau tidak kau tundukkan, engkaulah yang dikalahkan."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فينبغى لكل أحد أن يشغل نفسه بأعمال الخير حتى لا يشغل نفسه بهواها&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Bagi setiap orang, hendaknya membuat kesibukan dirinya dengan berbuat kebaikan, dan jangan terpengaruh oleh bujukan hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;B. Pengaruh Urusan Duniawi&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ولا يهتم العاقل لأمر الدنيا لأن الهم والحزن لا يرد المصيبة, ولا ينفع بل يضر بالقلب والعقل, ويخل بأعمال الخير, ويهتم لأمر الآخرة لأنه ينفع. وأما قوله عليه الصلاة والسلام : إن من الذنوب ذنوبا لا يكفرها إلا هم المعيشة فالمراد منه قدر هم لا يخل بأعمال الخير ولا يشغل القلب شغلا يخل بإحضار القلب فى الصلاة, فإن ذالك القدر من الهم والقصد من أعمال الآخرة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Bagi yang mengunakan akal, hendaknya jangan tergelisahkan oleh urusan dunia, karena merasa gelisah dan sedih di sini tidak akan bisa mengelakan musibah, bergunapun tidak. Malahan akan membahayakan hati, akal dan badan serta dapat merusakan perbuatan-perbuatan yang baik. Tapi yang harus diperhatikan adalah urusan-urusan akhirat, sebab hanya urusan inilah yang akan membawa manfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Mengenai sabda Nabi saw. "Sesungguhnya ada diantara dosa yang tidak akan bisa dilebur kecuali dengan cara memperhatikan ma'isyah," maksudnya adalah "perhatian" yang dalam batas-batas tidak merusak amal kebaikan dan tidak mempengaruhi konsentrasi dan khusu, sewaktu shalat. Perhatian dan maksud dalam batas-batas tersebut, adalah termasuk kebagusan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ولا بد لطالب العلم من تقليل العلائق الدنيوية بقدر الوسع فلهذا اختاروا الغربة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Seorang pelajar tidak boleh tidak dengan sekuat tenaga yang ada menyedikitkan kesibukan duniawinya. Dan karena itulah, maka banyak pelajar-pelajar yang lebih suka belajar di rantau orang.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;C. Hidup Dengan Prihatin&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ولا بد من تحمل النصب والمشقة فى سفر التعلم, كما قال موسى صلوات الله على نبينا وعليه فى سفر التعلم ولم ينقل عنه ذلك فى غيره من الأسافر [ لقد لقينا من سفرنا هذا نصبا]. ليعلم أن سفر العلم لا يخلو عن التعب، لأن طلب العلم أمر عظيم وهو أفضل من الغزاة عند أكثر العلماء، والأجر على قدر التعب والنصب    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Juga harus sanggup hidup susah dan sulit di waktu kepergiannya menuntut ilmu. Sebagaimana Nabi Musa as. Waktu pergi belajar pernah berkata : "Benar-benar kuhadapi kesulitan dalam kelanaku ini" padahal selain kepergiannya tersebut tiada pernah ia katakan yang seperti itu. Hendaknya pula menyadari bahwa perjalanan menuntut itu tidak akan lepas dari kesusahan. Yang demikian itu, karena belajar adalah salah satu perbuatan yang menurut sebagian besar ulama lebih mulya dari pada berperang. Besar kecil pahala adalah berbanding seberapa besar letih dan kesusahan dalam usahanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فمن صبر على ذلك التعب وجد لذة العلم تفوق [لذات الدنيا]. ولهذا كان محمد بن الحسن إذا سهر الليالى وانحلت له المشكلات يقول: أين أبناء الملوك من هذه اللذات؟.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Siapa bersabar dalam menghadapi segala kesulitan di atas, maka akan mendapat kelezatan ilmu yang melibihi segala kelezatan yang ada di dunia. Hal ini terbukti dengan ucapan Muhammad Ibnul Hasan setelah tidak tidur bermalam-malam lalu terpecahkan segala kesulitan yang dihadapinya, sebagai berikut: "dimanakah letak kelezatan putra-putra raja, bila dibandingkan dengan kelezatan yang saya alami kali ini."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;D. Menggunakan Seluruh Waktu Buat Ilmu&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وينبغى [لطالب العلم] ألا يشتغل بشيئ [أخر غير العلم] ولا يعرض عن الفقه. قال محمد بن الحسن رحمه الله: صناعتنا هذه من المهد إلى اللحد فمن أراد أن يترك علمنا هذا ساعة فليتركه الساعة    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hendaknya pula pelajar tidak terlena dengan segala apapun selain ilmu pengetahuan, dan tidak berpaling dari fiqh. Muhammad berkata: "Sesungguhnya perbuatan seperti ini, adalah dilakukan sejak masih di buaian hingga masuk liang kubur. Barangsiapa meninggalkan ilmu kami ini sesaat saja, akan habislah zaman hidupnya."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ودخل فقيه، وهو إبراهيم بن الجراح، على أبى يوسف يعوده فى مرض موته وهو يجود بنفسه، فقال أبو يوسف: رمي الجمار راكبا أفضل أم راجلا؟ فلم يعرف الجواب، فأجاب بنفسه&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Ada seorang Ahli Fiqh yaitu Ibrahim Ibnul Jarrah, ia sempat menjenguk Abu Yusuf yang tengah sakit keras hampir wafat. Lalu atas kemurahan hati Abu Yusuf sendiri, berkatalah ia kepada Ibrahim: Manakah yang lebih utama, melempar jumrah dengan berkendaran atau dengan berjalan kaki? Ibrahim pun tidak bisa menjawab, maka ia jawab sendiri : "Sesungguhnya melempar dengan berjalan kaki itu lebih disukai oleh orang dahulu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وهكذا ينبغى للفقيه أن يشتغل به فى جميع أوقاته [فحينئذ] يجد لذة عظيمة فى ذلك. وقيل: رؤي محمد [بن الحسن] فى المنام بعد وفاته فقيل له: كيف كنت فى حال النزع؟ فقال: كنت متأملا فى مسألة من مسائل المكاتب، فلم أشعر بخروج روحى . وقيل إنه قال فى آخر عمره: شغلتنى مسائل المكاتب عن الإستعداد لهذا اليوم، وإنما قال ذلك تواضعا.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Demikian pula, hendaknya sebagai Ahli Fiqh kapan saja selalu fokus dengan fiqhnya. Dengan cara begitulah ia memperoleh kelezatan yang amat besar. Ada dikatakan, bahwa Muhammad setelah wafat pernah ditemukan dalam mimpi, lalu kepadanya diajukan pertanyaan : "bagaimana keadaan tuan waktu nyawa dicabut?" jawabnya: "Di kala itu saya tengah mengangan-angan masalah budak mukatab, sehingga tak kurasakan nyawaku telah terlepas. "Ada dikatakan pula bahwa di akhir hayatnya Muhammad sempat berkata : "Masalah-masalah mukatab menyibukan diriku, hingga tidak sempat menyiapkan diri dalam menghadapi hari ini. "Beliau mengucap seperti ini, karena tawadlu'".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فصل&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman'&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فى وقت التحصيل&lt;/span&gt;&lt;span style='font-size:8pt'&gt;&lt;br /&gt;						&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL VIII&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;MASA BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Saat-saat Belajar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قيل: وقت التعلم من المهد إلى اللحد. دخل حسن بن زياد فى التفقه وهو ابن ثمانين سنة، ولم يبت على الفراش أربعين سنة فأفتى بعد ذلك أربعين سنة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : "Masa belajar itu sejak manusia berada di buaian hingga masuk keliang kubur. "Hasan bin Ziyad waktu sudah berumur 80 tahun baru mulai belajar fiqh, 40 tahun berjalan tidak pernah tidur di ranjangnya, lalu 40 tahun berikutnya menjadi mufti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وأفضل الأوقات شرخ الشباب، ووقت السحر، وما بين العشائين. وينبغى أن يستغرق جميع أوقاته، فإذا مل من علم يشتغل بعلم آخر. وكان ابن عباس رضى الله عنه إذا مل من الكلام يقول: هاتوا ديوان الشعراء.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Masa yang paling cemerlang untuk belajar adalah permulaan masa-masa jadi pemuda, waktu sahur berpuasa dan waktu di antara magrib dan isya.' Tetapi sebaiknya menggunakan seluruh waktu yang ada untuk belajar, dan bila telah merasa bosan terhadap ilmu yang sedang dihadapi supaya berganti kepada ilmu lain. Apabila Ibnu Abbas telah bosan mempelajari Ilmu Kalam, maka katanya:  "Ambillah itu dia kitab para pujangga penyair?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وكان محمد بن الحسن لا ينام الليل، وكان يضع عنده الدفاتر، وكان إذا مل من نوع ينظر فى نوع آخر، (وكان يضع عنده الماء، ويزيل نومه بالماء، وكان يقول: إن النوم من الحرارة)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Muhammad Ibnul Hasan semalam tanpa tidur selalu bersebelahan dengan buku-bukunya, dan bila telah merasa bosan suatu ilmu, berpindah ilmu yang lain. Iapun menyediakan air penolak tidur di sampingnya, dan ujarnya: "Tidur itu dari panas api, yang harus dihapuskan dengan air dingin."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;فصل&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فى الشفقة والنصيحة&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL   IX&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;KASIH SAYANG DAN NASEHAT&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Kasih Sayang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ينبغى أن يكون صاحب العلم مشفقا ناصحا غير حاسد، فالحسد يضر ولا ينفع. وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يقول: قالوا إن ابن المعلم يكون عالما لأن المعلم يريد أن يكون تلميذه فى القرآن عالما فببركة اعتقاده وشفقته يكون ابنه عالما&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang alim hendaknya memiliki rasa kasih sayang, mau memberi nasehat serta jangan berbuat dengki. Dengki itu tidak akan bermanfaat, justru membahayakan diri sendiri. Guru kita Syaikhul Islam Burhanuddin ra. Berkata : Banyak ulama yang berkata : "Putra sang guru dapat menjadi alim, karena sang guru itu selalu berkehendak agar muridnya kelak menjadi ulama ahli Al-Quran. Kemudian atas berkah I'tikad bagus dan kasih sayangnya itulah putranya menjadi alim."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وكان أبو الحسن يحكى أن الصدر الأجل برهان الأئمة جعل وقت السبق لابنيه الصدر الشهيد حسام الدين [ والصدر] السعيد تاج الدين وقت الضحوة الكبرى بعد جميع الاسباق، وكانا يقولان: إن طبيعتنا تكل وتمل فى ذلك الوقت، فقال أبوهما رحمه الله: إن الغرباء وأولاد الكبراء يأتوننى من أقطار الأرض فلا بد من أن أقدم أسباقهم. فببركة شفقته فاق ابناه أكثر فقهاء الأمصار، وأهل الأرض فى ذلك العصر.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Sebuah hikayat diketengahkan. Shadrul Ajall Burhanul Aimmah membagi waktu untuk mengajar kedua orang putra beliau, yaitu Hasamuddin dan Tajuddin pada waktu agak siang begini, minat kami telah berkurang lagi pula merasa bosan", sang ayahpun menyahut' "sesungguhnya orang-orang perantauan dan putra-putra pembesar itu pada berdatangan kemari dari berbagai penjuru bumi. Karena itu mereka harus kuajar terlebih dahulu." Nah, atas berkah sang ayah dan kasih sayangnya itulah, dua orang putra beliau menjadi alim fiqh yang melebihi ahli-ahli lain yang hidup pada masa itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Menghadapi Kedengkian&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وينبغى أن لا ينازع أحدا ولا يخاصمه لأنه يضيع أوقاته. قيل: المحسن سيجزى بإحسانه والمسيئ ستكفيه مساويه.    أنشدنى الشيخ الإمام الزاهد العارف ركن الإسلام محمد بن أبى بكر المعروف بإمام خواهر زاده مفتى الفريقين رحمه الله  قال: أنشدنى سلطان الشريعة والطريقة يوسف الهمذانى:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    لا تجز [إنسانا] على سوء فعله        سيكفيه مــا فيه وما هو فاعله&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Selain tersebut di atas, orang alim hendaknya tidak usah turut melibatkan diri dalam arena pertikaian dan peperangan pendapat dengan orang lain, karena hal itu hanya membuat waktu menjadi habis sia-sia. Ada dikatakan: "Pengamal kebajikan akan dibalas karena kebajikannya, sedang pelaku kejelekan itu telah cukup akan memberatkan siksa dirinya." Syaikhul Islam Az-Zahid Ruknuddin Muhammad bin Abu Bakar yang masyur dengan gelar Khowahir Zadah Al-Mufti membawakan syi'ir untukku, katanya : Sulthanusi Syari'ah Yusuf Al-Hamadani membawakan untukku syi'ir ini:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Biarkan dia berbuat jelek atas dirimu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Cukup atasnya, karena lakunya, apapun itu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قيل: من أراد أن يرغم أنف عدوه فليكرر وأنشدت هذا الشعر:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    إذا شئت أن تلقى عدوك راغمـا        وتقتله غما وتحرقــــــــــه هما&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    فرم للعلى وازدد من العلم إنه        من ازداد علما زاد حاسده غما&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : "Barangsiapa yang ingin memutuskan batang hidung lawannya, maka bacalah syi'ir di bawah ini berulang kali" dibawakan syi'ir itu buatku :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jikalau engkau, ingin musuhmu jadi terhina&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Terbunuh susah, terbakar derita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Maka caranya capailah mulya, tambahlah ilmu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sebab orang dengki, tambah susahnya &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;     Bila yang didengki, tambah ilmunya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;قيل: عليك أن تشتغل بمصالح نفسك لا بقهر عدوك، فإذا أقمت مصالح نفسك تضمن ذلك قهر عدوك&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : yang harus kauperhatikan adalah kebagusan dirimu sendiri, bukan menghancurkan musuhmu. Apabila telah kau penuhi dirimu dengan kebagusan, maka dengan sendirinya akan hancurlah musuhmu itu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;. إياك والمعاداة فإنها تفضحك وتضيع أوقاتك، وعليك بالتحمل [لا] سيما من السفهاء. قال عيسى بن مريم صلوات الله عليه: احتملوا من السفيه واحدة كى تربحوا عشرا. وأنشدت لبعضهم شعرا:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;بلوت الناس قرنا بعـــــد قرن    ولــــــم أر غير ختال وقالى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ولم أر فى الخطوب أشد وقعا    وأصعب من معاداة الرجال&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وذقت مرارة الأشياء طـــــرا    وما ذقت أمر مــــن السؤال&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Jangan sampai ada pemusuhan, sebab selain hanya membuang-buang waktu juga membuka cela-cela keaibanmu. Tahanlah dirimu dan sabarlah hatimu, terutama sekali dalam menghadapi orang yang belum tahu. Isa bin maryam bersabda: "sabarkanlah dirimu dalam menghadapi orang bodoh satu, agar kau beruntung mendapat sepuluh perkara" syi'ir:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Berabad-abad umat manusia telah kuuji&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tapi jadinya malah cedrapun jengkelkan hati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tidak kulihat, ada perkara lebih menyusahkan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Yang menyulitkan, selain bila orang bermusuhan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;telah kucicipi segala apa yang pahit rasa&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;tapi tiada yang melebihi pahitnya minta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt; &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وإياك أن تظن بالمؤمن سوءا فإنه منشأ العداوة ولا يحل ذلك، لقوله عليه الصلاة والسلام: ظنوا بالمؤمنين خيرا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Waspadalah, jangan berburuk sangka kepada sesama orang  Mu'min karena disitulah sumber permusuhan. Di dalam agama islam perbuatan itu adalah terlarang, sebagaimana dinyatakan dalam sabda Nabi saw: "Baikkanlah prasangkamu kepada sesama mu'min."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وإنما ينشأ ذلك من خبث النية وسوء السريرة، كما قال أبو الطيب:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    إذا ساء فعل المرء ساءت ظنونه        وصدق ما يعتاده مــــــن توهم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    وعادى محبيه بقول عداتــــــــــه        وأصبح فى ليل من الشك مظلم&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Buruk sangka akan bisa terjadi karena adanya niatan yang tidak baik, atau hatinya jahat. Sebagaimana syai'ir yang dikemukakan oleh Abut Thoiyib :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bila seorang lakunya buruk, buruklah pula sangkaan hati apa kata wahamnyalah yang ia setujui&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ia musuhi yang mencintainya, dan katanya "dia memusuhi" iapun bimbang, ditengah gelap malam menjadi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وأنشدت لبعضهم:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    تنح عن القبيح ولا تـــرده            ومن أوليته حسنا فزده&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    ستكفى من عدوك كل كيد            إذا كــاد العدو فلا تكده&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Syi'ir sebagian ulama' dibawakan untukku :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Biarkan saja, lelaku jelek usah kau balas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Apa siapa yang kau bagusi, tambahlah terus&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dari semua tipu  musuhmu, kau kan dilindungi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Jikalau musuh menipu kamu, jangan kau peduli&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وأنشدت للشيخ العميد أبى الفتح البستى:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    ذو العقل لا يسلم مـــــــن جاهل            يسومـــــــــــــه ظلما وإعناتا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;    فليختر السلم على حربـــــــــــه            ولـــــــيلزم الإنصات إنصاتا&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dibawakan untukku, syi'ir Syakhul Amid Abul Farhal-Basthiy:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang alim tak akan selamat dari si bodoh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Bila si bodoh melaliminya dan membuat kisruh&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;damailah saja dengn si bodoh jangan kau serang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;bila sibodoh mau cerewet, tetaplah tenang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فصل&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فى الإستفادة واقتباس الأدب&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL  X&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;MENGAMBIL PELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Hal 103&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Saat-saat Mengambil pelajaran&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;وينبغى أن يكون طالب العلم مستفيدا فى كل وقت حتى يحصل له الفضل والكمال فى العلم. وطريق الإستفادة أن يكون معه فى كل وقت محبرة حتى يكتب ما يسمع من الفوائدالعلمية.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajar hendaknya menggunakan setiap kesempatan waktunya untuk belajar, terus-menerus sampai memperoleh keutamaan. Caranya dilakukan bisa dengan selalu menyediakan botol wadah tinta untuk mencatat segala hal-hal ilmiah yang didapatinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قيل: من حفظ فر ومن كتب قر. وقيل: العلم ما يؤخذ من أفواه الرجال، لأنهم يحفظون أحسن ما يسمعون، ويقولون أحسن ما يحفظون. وسمعت عن شيخ الإمام الأديب الأستاذ زين الإسلام المعروف بالأديب المختار يقول: قال هلال [بن زيد] بن يسار: رأيت النبى صلى الله عليه وسلم يقول لأصحابه شيئا من العلم والحكمة، فقلت يا رسول الله أعد لى ما قلت لهم، فقال لى: هل معك محبرة؟ فقلت: ما معى محبرة، فقال النبى عليه السلام: ياهلال لا تفارق المحبرة لأن الخير فيها وفى أهلها إلى يوم القيامة&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : Hapalan akan lari, tapi tulisan tetap berdiri" dikatakan lagi: "Yang disebut ilmu yaitu segala apa yang didapat dari ucapan ahli ilmu, karena mereka telah menghafal hal-hal yang bagus dari hasil pendengarannya dan mengucapkan yang bagus itu dari hafalan tersebut" saya mendengar ucapan Syaikhul Ustadz Zainul Islam yang terkenal dengan gelar Adibul Mukhtar : Hilal bin Yasar berkata : "Kulihat Nabi saw. Mengemukakan sepatah ilmu dan hikmah kepada sahabat beliau, lalu usulku:  "Ya Rasulullah, ulangilah untukku apa yang telah tuan sampaikan kepada mereka" beliau bertanya kepadaku : "apakah engkau bawa botol dawat?" jawabku : "tidak" beliaupun lagi bersabda : "Oh Hilal, janganlah engkau berpisah dari botol dawat, karena sampai hari kiamat kebagusan itu selalu disana dan pada yang membawanya".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ووصى الصدر الشهيد حسام الدين إبنه شمس الدين أن يحفظ كل يوم شيئا من العلم والحكمة فإنه  يسير، وعن قريب يكون كثيرا. واشترى عصام بن يوسف قلما بدينار ليكتب ما يسمعه فى الحال، فالعمر قصير والعلم كثير.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;    Yang mulya Hasanudin berwasiat kepada Syamsuddin putra beliau, agar setiap hari menghafal sedikit ilmu dan sepatah hikmah. Hal itu mudah dilakukan, dan dalam waktu singkat menjadi semakin banyak. Isham bin Yusuf membeli pena seharga satu dinar guna mencatat apa yang ia didengar seketika itu. Umur cukup pendek, sedang pengetahuan cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;فينبغى أن لا يضيع طالب العلم الأوقات والساعات ويغتنم الليالى والخلوات. يحكى عن يحيى بن معاذ الرازى [أنه قال] الليل طويل فلا تقصره بمنامك، والنهار مضيئ فلا تكدره بآثامك.    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajar jangan sampai membuang-buang waktu dan saatnya, serta hendaknya mengambil kesempatan di malam hari dan di kala sepi. Dari Yahya bin Mu'adz Ar-Razi disebutkan : "malam itu panjang, jangan kau potong dengan tidur; dan siang itu bersinar cemerlang, maka jangan kau kotori dengan perbuatan dosa".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Mengambil Pelajaran Dari Para Sesepuh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وينبغى أن يغتنم الشيوخ ويستفيد منهم، وليس كل ما فات يدرك، كما قال أستاذنا شيخ الإسلام فى مشيخته: كم من شيخ كبير أدركته وما استخبرته.    وأقول على هذا الفوت منشئا هذا البيت:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;لهفا على فوت التلاقى لهفا    ما كل ما فات ويفنى يلفى&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Hendaknya pelajar bisa mengambil pelajaran dari para sesepuh dan mencecap ilmu mereka. Tidak setiap yang telah berlalu bisa didapatkan kembali, sebagaimana yang dikemukakan oleh Ustadz Syaikhul Islam dimsa tua beliau : Banyaklah orang-orang tua yang agung ilmu dan keutamaannya, saya ketemu tapi tidak mengambil sesuatu yang baik dari padanya, maka atas kelewatan tersebut, kuberkata dalam mengubah satu bait syi'ir dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Sayang seribu sayang, aku terlambat dan tak mendapat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Apapun yang pana dan terlewat, tak mesti bisa didapat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قال على رضى الله عنه: إذا كنت فى أمر فكن فيه، وكفى بالإعراض عن علم الله خزيا وخسارا واستعذ بالله منه ليلا ونهارا.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ali ra berkata : Jikalau kamu menghadapi suatu perkara, maka tekunilah ia; berpaling dari ilmu Allah itu cukup akan membuat hina dan menyesal; mohonlah perlindungan Allah di waktu siang dan malam agar tidak melakukan tersebut diatas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Prihatin Dan Rendah Di Mata Manusia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ولا بد لطالب العلم من تحمل المشقة والمذلة فى طلب العلم، والتملق مذموم إلا فى طلب العلم فإنه لا بد له من التملق للأستاذ والشريك وغيرهم للإستفادة منهم &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Pelajar harus sanggup menanggung derita hidup yang terpandang rendah di mata manusia, selama menuntut ilmu, karena seorang murid itu harus bercumbu rayu dengan guru, temannya dan juga orang-orang lain untuk mengambil pelajaran dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;قيل: العلم عز لا ذل فيه، لا يدرك إلا بذل لا عز فيه.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وقال القائل:    أرى لك نفسا تشتهى أن تعزها        فلست تنال العز حــتى تذلها&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dikatakan : ilmu itu mulya tak bercampur hina, dan tak didapati hanya lewat kehinaan tak bercampur kemulyaan" (maksudnya didapat dengan penuh derita yang terpandang rendah dimata manusia). &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Orang berkata :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Kulihat kamu, ingin supaya mulya dirimu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Tak bakal bisa, kecuali dengan tundukkan nafsumu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify; margin-left: 18pt'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فصل&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;فى الورع فى حالة التعلم&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;FASAL    XI&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;WARO' PADA MASA BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: center'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Waro'&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;روى بعضهم حديثا فى هذا الباب عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: من لم يتورع فى تعلمه ابتلاه الله تعالى بأحد ثلاثة أشياء: إما أن يميته فى شبابه، أو يوقعه فى الرساتيق، أو يبتليه بخدمة السلطان؛ فكلما كان طالب العلم أورع كان علمه أنفع، والتعلم له أيسر وفوائده أكثر.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dalam masalah waro', sebagian ulama meriwayatkan hadist dari Rasulullah saw. : "Barang siapa tidak berbuat waro' waktu belajarnya, maka Allah memberinya ujian dengan salah satu tiga perkara : dimatikan masih berusia muda, ditempatkan pada perkampungan orang-orang bodoh atau dijadikan pengabdi sang pejabat". Jikalau mau membuat waro' maka ilmunya lebih bermanfaat, belajarpun mudah dengan banyak-banyak berfaedah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ومن الورع [الكامل] أن يتحرز عن الشبع وكثرة النوم وكثرة الكلام فيما لا ينفع&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Termasuk berbuat waro' adalah memelihara dirinya jangan sampai perutnya kenyang amat, terlalu banyak tidur dan banyak membicarakan hal yang tak bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وأن يتحرز عن أكل طعام السوق إن أمكن، لأن طعام السوق أقرب إلى النجاسة والخباثة، وأبعد عن ذكر الله وأقرب إلى الغفلة، ولأن أبصار الفقراء تقع عليه ولا يقدرون على الشراء منه، فيتأذون بذلك فتذهب بركته.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Dan menyingkiri makanan masak di pasar jika mungkin karena makanan ini lebih mudah terkena najis dan kotor, jauh dari dzikrillah, bahkan membuat lengah dari Allah, juga orang-orang fakir mengetahui sedang tidak mampu membelinya yang akhirnya berduka lara, sehingga berkahnyapun menjadi hilang karena hal-hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وحكي أن الإمام الشيخ الجليل محمد بن الفضل كان فى حال تعلمه لايأكل من طعام السوق، وكان أبوه يسكن فى الرساتيق ويهيئ طعامه ويدخل أليه يوم الجمعة، فرأى فى بيت ابنه خبز السوق يوما فلم يكلمه ساخطا على ابنه فاعتذر ابنه، فقال: ما اشتريت أنا ولم أرض به ولكن أحضره شريكى، فقال أبوه: لو كنت تحتاط وتتورع عن مثله لم يجرؤ شريكك على ذلك. وهكذا كانوا يتورعون فلذلك وفقوا للعلم والنشر حتى بقى اسمهم إلى يوم القيامة.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Suatu hikayat, syaikhul Jalil Muhammad Ibnul Fadl di waktu masa belajarnya, adalah tidak pernah makan makanan pasar. Ayahnya sendiri seorang dusun yang selalu mengiriminya setiap hari jum'at. Pada suatu hari, sang ayah mengetahui ada roti pasar di kamar muhammad. Iapun marah, dan tidak mau berbicara dengan sang putra. Muhammad matur dan katanya : saya tidak membeli roti itu dan memang tidak mau memakannya, tetapi itu pemberian temanku, ayah. Jawabnya : bila kau berhati-hati dan waro' niscaya temanmu takkan sembarangan memberikan roti seperti itu. Demikianlah pelajar-pelajar zaman dulu berbuat waro' dan ternyata banyak-banyak bisa memperoleh ilmu dan mengajarkannya, hingga keharuman nama mereka tetap abadi sampai kiamat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;ووصى فقيه من زهاد الفقهاء طالب العلم أن يتحرز عن الغيبة وعن مجالسة المكثار، وقال: من يكثر الكلام يسرق عمرك ويضيع أوقاتك.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada seorang zuhud ahli fiqh berwasiat kepada seorang murid: Jagalah dirimu dari ghibah dan bergaul dan bergaul dengan orang yang banyak bicaranya. Lalu katanya lagi : orang yang banyak bicara itu mencuri umurmu dan membuang sia-sia waktumu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;ومن الورع أن يجتنب من أهل الفساد والمعاصى والتعطيل، [ويجاور الصلحاء] فإن المجاورة مؤثرة، وأن يجلس مستقبل القبلة ويكون مستنا بسنة النبى عليه الصلاة والسلام، ويغتنم دعوة أهل الخير، ويتحرز عن دعوة المظلومين.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Termasuk waro lagi hendaknya menyingkiri kaum perusak, maksiat dan penganggur, sebab perkumpulan itu membawa pengaruh. Menghadap kiblat waktu belajar, bercerminkan diri dengan sunah Nabi, mohon dido'akan oleh para ulama ahli kebajikan dan jngan sampai terkena do'a tidak baiknya orang teraniaya kesemuanya itu termasuk waro'.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;&lt;strong&gt;Menghadap Qiblat&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-family:Times New Roman; font-size:14pt'&gt;وحكي     أن رجلين خرجا فى طلب العلم للغربة وكانا شريكين فرجعا بعد سنين إلى بلدهما وقد فقه أحدهما ولم يفقه الآخر، فتأمل فقهاء البلاد وسئلوا عن حالهما وتكرارهما وجلوسهما فأخبروا أن جلوس الذى تفقه فى حال التكرار كان مستقبل القبلة والمصرالذى [حصل العلم فيه] والآخر كان مستدبرا القبلة ووجهه إلى غير المصر. فاتفق العلماء والفقهاء أن الفقيه فقه ببركة استقبال القبلة إذ هو السنة فى الجلوس إلا عند الضرورة، وببركة دعاء المسلمين فإن المصر لا يخلو من العباد وأهل الخير والزهد، فالظاهر أن عابدا دعا له فى الليل.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Suatu hikayat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style='text-align: justify'&gt;&lt;span style='font-size:14pt'&gt;Ada dua orang pergi merantau untuk mencari ilmu. Merekapun belajar bersama-sama. Setelah berjalan bertahun-tahun, mereka kembali pulang. Ternyata satu alim, sedang satunya lagi tidak. Kemudian pernyataan ini menarik perhatian para ulama' ahli fiqh daerah tersebut, lalu mereka bertanya kepada du
